Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.
Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.
[Freedom The Continent]
[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.
Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.
Tapi cukup, abaikan tentang mereka.
Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!
Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!
Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.
Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.
Dan aku, adalah penjahat itu.
"... sial, ini mengerikan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 - Dungeon : Rumah Hantu
Dalam balutan kegelapan, Clae samar-samar mendengar suara.
"... maaf...."
Clae mengernyit. Dia ingin melihat arah suara itu datang. Tapi tidak bisa membuka matanya.
Apa pena itu gagal digunakan...
"... bantu mereka...."
'Hah?!!'
Bantu? Apa maksudnya? Bagaimana melakukannya!!
Dia menjelajahi Dungeon, bukan menjadi pusat aduan.
'Siapa sih yang bicara...'
Clae seketika membuka mata karena kesal. Namun dia terdiam. Alisnya yang mengerut perlahan mengendur. Tatapannya memindai sekitar.
"Ini...."
Dia menemukan dirinya ada didalam rumah. Interior di dalam tempat ini sama seperti rumah bergaya Eropa yang dia tau. Namun sangat berbeda dari Villa yang dia tempati. Furnitur didalamnya lebih artistik, namun tidak kuno. Malah terlihat lebih elegan dan indah.
Bau aneh tercium lambat di udara terbawa angin melalui pintu masuk. Suara kerikil bisa terdengar memantul di langit-langit.
Lingkungan sunyi tanpa satu pun nafas terdengar selain miliknya.
Terdengar langkah kaki yang datang dari koridor luar ruangan, dan sepertinya ada seseorang yang melihat di sebelah. Kenop pintu ke kamar terkadang bergetar membuat suara tajam dan suara keran di kamar mandi terus menetes tidak di ketahui darimana asalnya.
Sebuah bola kertas menggelinding ke arah kakinya. Namun ketika Clae memusatkan perhatiannya, bola itu menggelinding pergi.
Jejak kaki basah mulai muncul satu demi satu di lantai dan cetakan wajah di jendela membuat ruangan menjadi suram.
Clae berdiri dengan wajah tenang. Rasa takut atau ngeri tidak sedikitpun terlintas diwajahnya.
Mungkin ini satu-satunya saat Clae menikmati kesunyian mencekam ketika seorang diri.
"Apa ini lantai 7?"
Stretch
Suara kursi menarik perhatian Clae. Clae mendongak dan menemukan seseorang muncul tidak jauh darinya.
Seorang wanita duduk di kursi dekat jendela. Diluar jendela sebelahnya adalah kegelapan yang tidak normal. Seperti ruang hampa.
Wanita dengan gaun panjang putih itu duduk santai sambil membaca buku. Clae hanya melihat sebagian dari wajah dan tubuh wanita itu. Namun, sebelah pandangan ini membuat Clae sedikit takjub karena kecantikan luar biasa.
Clae melangkah menghampiri kursi kosong di depan wanita pembaca buku.
Namun....
Ketika dia duduk, Clae akhirnya bisa melihat seluruh wajah dan tubuh wanita itu.
Clae tiba-tiba memiliki perasaan kesemutan di separuh bagian tubuhnya. Mungkin karena dia juga wanita. Atau simpati dan rasa penasaran dimatanya.
Wanita yang duduk didepannya memiliki separuh bagian tubuh rusak. Separuh kulit wajahnya terkelupas, matanya terlihat bulat menonjol keluar dari lubang mata, seolah-olah bisa keluar kapan saja, dan sebagian hidungnya terbuka memperlihatkan lubang panjang, dan tidak ada bibir yang menutupi separuh giginya.
Setengah lehernya memperlihatkan pembuluh darah yang bocor dan sedikit tulang. Separuh baju putih yang dipakai olehnya berwarna merah dengan lalat dan serangga lainnya yang terbang.
Clae yang awalnya memiliki wajah tenang mengerutkan kening kesal.
"Apa kamu tidak merasakan sakit."
Clae sendiri merasa sangat sakit dan tidak nyaman sekarang. Namun dia tidak menunjukkan sedikitpun ekspresi di wajahnya.
Yah, bahkan jika dia ingin mengeluh, dia tidak bisa mengeluh pada orang yang baru saja dia temui.
Wanita itu melihat Clae. Buku yang dia baca menjadi kotor oleh darah yang jatuh. Ada saat-saat jeda di wajahnya sebelum dia kembali melanjutkan tindakan.
"Sakiittt~ ini sakitt~~ hihihiiks~ kenapa~ kenapa~ kenapa dia melakukan ini padaku~ aku~ aku sangat~ mencintainya~ kenapa dia melukaiku hiihiihikkss~"
Jika orang biasanya akan ketakutan dan lari oleh keluhan monster semacam itu. Clae tidak melakukannya.
Dia dengan ringan mengambil sapu tangan di saku bawah baju yang dia gunakan. Dia juga mencari obat-obatan yang mungkin masih tersisa di tas antariksa.
"Ini, silahkan gunakan. Jangan pikirkan orang yang tidak mencintaimu. Kamu pasti bisa menemukan orang lain dan membuat orang itu menyesal."
Hantu itu melihat Clae dengan horor.
Apa yang dikatakan manusia ini?
Bukankah ini saatnya dia ketakutan, berlari dan menjerit?
Wajah hantu perempuan menunjukkan semua pertanyaan itu. Tapi Clae tidak peduli. Clae dengan tenang mengetuk meja.
Tuk tuk tuk
Ketukan itu seperti irama jantung hantu perempuan. Hantu perempuan itu tanpa sadar merasa tertekan.
Tunggu, dia hantu! Dia tidak memiliki jantung!
Sebelum hantu itu kembali dengan rasionalitasnya dan melanjutkan aksinya tadi. Clae bicara lebih dulu.
"Atau haruskah aku membantu balas dendam pada orang itu? Kurasa dia melukaimu cukup parah."
“….”
"Aku bisa membantu. Mungkin tidak menghadapinya sendiri, tapi tidak sulit membayar orang."
'Aku kaya.'
Senyuman naik di wajah Clae.
Hantu perempuan melupakan semua tindakannya. Dia melihat Clae dengan ngeri.
Jika tidak ada jaringan yang melekat di matanya yang hampir keluar, mungkin mata itu sudah lepas dari tadi.
Manusia yang mengerikan.
Hantu itu kemudian merasa dirinya terbakar seperti terkena sihir atau mantra pemurnian. Namun nyaman dan lembut, seperti berbaring di bawah sinar matahari.
Tidak!
Tubuhnya perlahan menjadi lebih transparan. Namun jelas tidak ada pemurnian yang dilakukan. Tidak ada jejak sihir sama sekali.
Lalu....
Mungkinkah dia disucikan hanya dengan kata-kata?!!
Hantu itu ingat sesuatu..
Perasaan murni.
Musuh bagi semua hal negatif dan iblis di dunia ini.
Hantu itu sangat terkejut. Ratusan tahun kemudian, apakah manusia menjadi lebih menakutkan seperti ini!
Bagaimana sebuah kalimat dari gadis itu menjadi sebuah kata-kata dengan niat murni.
Hantu, atau monster dengan niat jahat sepertinya, yang masih memiliki akal sehat akan sangat terpengaruh. Musuh yang sangat buruk bagi mereka.
Seperti diberi petunjuk oleh seorang pendeta.
Hantu itu melayang pergi. Saat dia merasa dendam dan hatinya semakin bersih, dia tidak menahan berteriak.
"Kyaaaaa~~"
Hantu itu tiba-tiba terbang menembus langit-langit dan menghilang.
"Eh? Haah."