NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Bab 20

Arina menikmati pemandangan dari balkon kamar rumah inap itu. Dia menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa dari jendela. Dia tidak akan tidak betah berlama-lama di balkon, dia pasti betah, sebab anginnya yang nyaman untuk tidur. Dia lalu duduk di kursi malas di balkon, dan tertidur.

Rania masih sibuk dengan barang-barangnya yang belum tertata, sementara Arina sudah selesai dengan barang-barangnya dan pergi tidur. Tak lama kemudian Rania selesai dengan barang-barangnya. Dia melihat Arina yang tidur, lalu memutuskan untuk keluar, dan mencari angin. Dia ingin pergi ke depan untuk naik kuda, dia sudah lama tidak berkeliling naik kuda.

"Hai kak Tion, kak Alexa. Kalian mau naik kuda juga?" Tanya Rania pada sepasang kekasih itu.

"Iya, Arina mana Ran?" Tanya Tion pada Rania.

"Tidur di dalam, aku tidak tega membangunkannya." Balas Rania. "Berapa tarif naik kuda kak?" Tanya Rania pada, Tion, dan Alexa.

"Tanpa tarif, ini kan kudanya keluarga Andrews sendiri Ran." Jawab Alexa oada Rania.

Rania lalu mengangguk mengerti, dia lalu meminta satu orang pawang untuk bersamanya sebab Rania tidak begitu jago naik kuda.

Rania naik ke kuda, dan berkeliling di temani pawang kuda. Pawang itu sedia menemani di sekitar Rania, begitu juga dengan Tion, dan Alexa. Hanya saja Tion, dan Alex tidak memakai pawang kuda, sebab mereka sudah sama-sama mahir dalam berkuda. Mereka meliwati hamparan sawah, dan rerumputan. Lalu naik ke gunung dengan kuda. Rania sangat puas bisa naik kuda sambil berkeliling. Hingga akhirnya dia capek sendiri, dan memutuskn untuk kembali ke penginapan lagi.

Tion, dan Alexa masih ingin berkeliling sehingga mereka tidak kembali ke penginapan, mungkin agak sorean mereka akan kembali ke penginpan.

Arina baru saja bangun, dan mendapati sang sahabat tidak ada di tempat. Dia mencari-cari Rania, sambil celingak-celinguk tidak jelas.

Hingga Rania mengikat kudanya kembali.

"Rania, dari mana saja? Aku mencarimu." Ujar Arina sambil mengucek matanya.

"Aku hanya pergi sebentar." Jawab Rania.

"Aku kesepian." Balas Arina.

Rania hanya geleng-geleng kepala dengan sikap manja Arina. Mereka lalu pergi ke ruang makan untuk menyantap makanan bersama. Mereka tidak menunggu Alexa, dan Tion, karena sepasang kekasih itu mengiring chatting pada Arina, mereka akan makan di luar. Jadi Arina, dan Rania tidak perlu menunggu mereka berdua untuk makan.

Rania makan dengan lahapnya, begitu juga dengan Arina. Hanya saja Arina lebih anggun sebab dia mengikuti kelas tata krama. Sementara Rania yang selalu bolos kelas berbeda dengan Arina.

Selesai makan mereka berdua cuci piring, di penginapan tidak ada pembantu seperti di rumah, jadi mereka mengerjakan semuanya sendiri. Arina mematikan kran air setelah semua nya selesai.

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman Edelweis?" Tanya Arina pada Rania yang sudah selesai menata piring.

"Kita telpon dulu kakakmu, nanti agar mereka tidak mencari kita." Balas Rania.

Tentu saja Arina langsung saja menelpon Tion, dia meminta izin pada kakaknya itu. Dan tentunya Tion mengizinkan asalkan pulangnya tidak terlalu sore. Rencananya Arina juga akan pergi ke pasir berbisik bersama dengan Rania. Mereka akan bersenang-senang kali ini.

Arina sudah siap dengan kudanya, dia sudah sangat mahir dalam berkuda, berbeda dengan Rania yang masih membutuhkan pembimbing. Sehingga Arina memutuskan untuk berkuda berdua dengan Rania, dia yang akan mengawasi Rania nantinya.

Rania sangat bersemangat untuk pergi melihat bunga edelweiss. Setelah di rasa semuanya selesai, mereka pun pergi berkuda. Kuda melaju dengan kecepatan sedang, mereka santai saja berkuda tanpa hambatan yang berarti. Banyak pedagang di sekitar, tidak ada yang menawarkan dagangan mereka pada Arina, sebab mereka kelihatan seperti warga lokal yang asik dengan kudanya. Hingga di kebun Edelweis, pedagang mulai sepi. Tapi hamparan bunga edelweiss mulai terlihat.

"Arina, lihat bunga-bunga edelweis ini." Ujar Rania pada teman baiknya itu." Rania tampak sangat gembira.

"Iya aku juga melihatnya, nanti kita beli di toko bunga. " Balas Arina pada Rania yang tengah duduk di depan sebuah bunga edelweiss.

Mereka memang tidak memetiknya, sebab di larang memetik bunga langka tersebut. Kebun itu ada pemiliknya, apa lagi jika liar, lebih tidak boleh, bunga edelweiss yang tumbuh liar justru lebih langka. Sehingga mereka hanya akan membeli di toko bunga saja, bunga yang sudah di beri izin untuk di bawa pulang.

Rania sangat bahagia bisa liburan bersama Arina. Mereka menikmati waktu dengan berkuda berdua. Tak lama berselang, mereka berdua pun sampai di pasir berbisik. Hamparan pasir yang saling berbisik seolah membisikkan sesuatu pada kita. Padahal itu adalah pasir yang saling bergesekan karena angin.

Pasir-pasir Pasir-pasir dan pasir. Hingga mereka berdua lelah, dan ingin beristirahat. Lokasi padat turis itu pun mereka tinggalkan.

Rania sedang mempersiapkan baju untuk mandi, sementara Arina mempersiapkan air untuk mandi. Suara seorang di depan membuat mereka berdua menghentikan aktifitas masing-masing.

Itu adalah suara Tion, dan Alexa. Mereka berdua sedang bergurau satu sama lain, dan bercengkrama.

Setelah tahu sumber suara yang membuat mereka penasaran, mereka pun lanjut dengan aktifitasnya. Arina menyiapkan air mandi juga untuk Rania, Alexa, dan Tion. Kebetulan kamar mandinya ada banyak, karena ini penginapan. Penginapan memang sengaja di tutup sementara sebab keluarga Andrews datang. Makanya hanya ada Arina, Rania, Alexa, dan Tion saja di sana.

Tion, dan Alexa berterima kasih pada Arina yang sudah merebus air untuk mereka. Arina juga menyiapkan handuk, dan pakaian ganti dari penginapan untuk mereka.

Dalam tiga puluh menit, semuanya selesai membersihkan diri termasuk Arina. Mereka lalu berkumpul di lantai tiga. Di sana mereka melihat pemandangan gunung, dari sana. Tampak pula awan-awan yang lewat, melewati mereka, sebab lokasinya yang memang di gunung. Rania sangat bahagia bisa melihat awan dari dekat, begitu juga dengan Alexa, dan Tion.

Malam semakin larut. Arina, dan Rania mulai mengantuk, mereka lalu masuk ke dalam kamar di lantai dua, dan segera tidur. Sementara Alexa, dan Tion masih belum mengantuk. Keduanya masih ingin menikmati pemandangan sambil saling menggenggam tangan satu sama lain.

Apexa memandang mata Tion yang melihat terus ke arahnya.

"Kenapa dari tadi memandangiku?" Tanya Alexa pada kekasihnya.

"Aku hanya merasa, kau cantik sayang." Ujar Tion pada Alexa.

"Kau tahu, aku memang cantik, tapi kenapa dari tadi tidak melihat pemandangan, dan malah melihatku?" Tanya Alexa lagi. Tion tidak menjawab, dia mengecup kening Alexa, dan menggenggam tangan Alexa dengan erat.

Mereka saling pandang, dan akhirnya merasa sudah saatnya gunung yang ada di hadapan mata mereka, dan perbukitan di perhatikan. Sebab mungkin beberapa tahun ke depan akan berubah dengan kawah-kawah yang besar.

Alexa pun merasa mengantuk, begitu juga Tion, mereka tidak mungkin tidur di balkon berdua. Mereka pun berpisah, dan tidur di kamar masing-masing. Malam yang sepi dengan empat orang yang saling pergi ke alam mimpi masing-masing.

Selamat malam untuk kalian semua. Semoga mimpi indah selalu menyertai. Dan semoga kita semua tidak jadi kalong yang tidak tidur di malam hari. See you...

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!