NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:78k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Sudah tiga hari berlalu sejak malam penghinaan itu. Namun bagi Astrid, rasanya seperti tiga tahun.

Rumah yang dulu terasa hangat kini berubah menjadi tempat yang membuatnya sesak. Setiap sudutnya mengingatkan pada Lucas. Setiap benda mengingatkan pada luka. Dan yang paling menyakitkan, Lucas bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa. Seolah tidak pernah menghancurkan hati istrinya beberapa hari lalu.

Pagi itu, Astrid sedang menyiapkan sarapan ketika Lucas turun dari lantai atas dengan pakaian kerja yang rapi. Kemeja putih, celana abu-abu tua, dan sepatu mengilap. Pria itu terlihat sempurna seperti biasa.

"Aku berangkat." Hanya itu yang dikatakan Lucas.

Astrid berdiri di depan meja makan. Tangannya masih memegang spatula.

"Aku mau bertanya sesuatu."

Lucas berhenti. Tatapannya beralih kepada Astrid. "Apa?"

Jantung Astrid berdetak lebih cepat. Ia sebenarnya takut mendengar jawabannya. Namun, ia lebih takut hidup dalam kebohongan.

"Siapa Starla?"

Wajah Lucas berubah sepersekian detik. Begitu cepat hingga mungkin orang lain tidak akan menyadarinya.

Namun, Astrid melihatnya. Melihat keterkejutan dan kepanikan kecil yang muncul sebelum pria itu berhasil menyembunyikannya.

"Starla?"

"Iya." Astrid berusaha menjaga suaranya tetap tenang. "Siapa dia?"

"Hanya kenalan." Lucas sambil mengambil tas kerjanya, menjawab singkat.

Astrid menggenggam spatula lebih erat. "Kenalan sampai kamu membelikannya kalung berlian?"

Lucas terdiam, terlihat kehilangan kata-kata. Namun, hanya sesaat. "Itu urusan pekerjaan."

Pekerjaan. Astrid hampir tertawa. Sejak kapan seorang dokter membeli kalung berlian untuk urusan pekerjaan?

Tetapi Lucas tidak memberinya kesempatan untuk bertanya lebih jauh. "Aku harus segera pergi, ini sudah terlambat."

Pria itu langsung pergi meninggalkan Astrid yang berdiri sendirian di dapur.

Siang harinya, Marta datang ke rumah tanpa mengetuk, seperti biasa. Wanita paruh baya itu masuk begitu saja sambil membawa tas mahalnya.

Begitu melihat Astrid di ruang keluarga, Marta langsung mendecak. "Kamu tuh kerjaannya cuma duduk saja. Makanya badan kamu gendut."

Astrid memejamkan mata sesaat. Sungguh dia lelah.

Marta tidak berhenti bicara. Wanita itu duduk di sofa. "Kamu tidak malu?"

Astrid memilih diam. Akan tetapi, diamnya justru membuat Marta semakin bersemangat.

"Kalau aku jadi kamu, aku pasti tidak berani muncul di acara apa pun."

Astrid menarik napas panjang. "Mungkin Ibu datang ke sini bukan untuk membicarakan tubuh saya."

"Tentu saja bukan." Marta tersenyum. "Hari ini ada arisan."

Astrid mengangguk singkat.

Lalu wanita itu kembali berbicara. "Kebetulan semua teman-temanku ingin bertemu Lucas."

Lagi-lagi Lucas. Astrid bahkan tidak terkejut lagi. Sering teman-teman ibu mertuanya itu konsultasi atau bertanya tips tentang kesehatan kepada Lucas ketika bertemu.

Dua jam kemudian. Astrid menyesali keputusannya menerima tamu Marta di rumahnya. Dia benar-benar menyesal.

Di ruang tamu kumpul temannya Marta, beberapa wanita paruh baya sedang duduk melingkar sambil menikmati makanan dan minuman.

Begitu Lucas disebut, mata Marta langsung berbinar.

"Anakku sekarang Kepala Departemen Bedah." Nada bangganya terdengar seperti seseorang yang baru memenangkan lotre.

"Wah, hebat sekali."

"Lucas memang pintar sejak kecil." Marta tertawa puas. "Untung dia lebih mirip ayahnya."

Beberapa wanita ikut tertawa.

Lalu salah satu dari mereka bertanya. "Mana menantumu?"

Marta melirik Astrid yang duduk di sudut ruangan sedang bermain bersama putrinya.

"Oh, itu."

"Sebenarnya Lucas pantas mendapatkan wanita yang lebih baik."

Ucapan itu langsung membuat ruangan hening. Namun, Marta sama sekali tidak merasa bersalah.

"Kalau saja dia menikah dengan dokter atau pengusaha, pasti lebih cocok," lanjut Marta lirih seolah bersedih.

Astrid menunduk. Tangannya gemetar di atas pangkuan. Sudah berkali-kali wanita itu mempermalukannya.Tetapi, entah kenapa tetap terasa sakit terasa seperti luka baru.

Saat itulah Astrid memutuskan pergi bermain bersama Ariana. Kalau ia bertahan lebih lama, mungkin ia benar-benar akan menangis di depan anaknya.

Cuaca sore itu mendung. Langit terlihat kelabu ketika Astrid berjalan tanpa tujuan di trotoar sambil menuntun putri kecilnya yang bernyanyi riang.

Pikiran Astrid penuh sampai kepalanya terasa berat. Dia juga merasa dadanya sesak.

Starla, nama itu terus berputar di benaknya. Bagaimana jika Lucas benar-benar berselingkuh? Bagaimana jika selama ini dirinya dibohongi? Bagaimana jika semua yang ia takutkan ternyata benar?

Tanpa sadar, langkah Astrid membawanya ke sebuah kafe. Saat itulah seseorang memanggil namanya.

"Astrid?"

Astrid menoleh. Lalu membeku. Seorang pria tinggi berdiri beberapa meter darinya. Wajahnya tampan dengan rahang tegas dan tubuhnya terlihat atletis.

"M-Mateo?"

Pria itu tertawa. "Rupanya kamu masih ingat aku."

"Ya Tuhan. Benaran ini kamu, Mateo?" Astrid masih tidak percaya.

Tentu saja Astrid masih ingat kepadanya. Mateo adalah teman satu kampus. Pria yang dulu terkenal karena kepintaran dan kepribadiannya yang menyenangkan.

Mereka sempat dekat. Namun, hidup membawa mereka ke jalan masing-masing. Mateo harus pergi ke Inggris menjalankan usaha keluarganya.

"Sudah berapa tahun, ya, kita tidak bertemu?" tanya Astrid.

"Hampir sepuluh tahun," jawab Mateo. "Ini anak kamu?" Tatapannya terarah kepada Ariana.

"Iya. Namanya Ariana. Baru dua tahun," balas Astrid.

Mereka akhirnya duduk bersama di dalam kafe. Awalnya hanya percakapan ringan. Tentang pekerjaan dan kenangan masa lalu mereka.

Perlahan Mateo menyadari sesuatu. "Astrid. Kamu baik-baik saja?"

Wanita itu mengangkat wajah. Pertanyaan sederhana itu justru membuat matanya memanas. Karena selama beberapa hari terakhir, tidak ada seorang pun yang menanyakan hal itu.

Mateo memperhatikan wajahnya. Lalu menghela napas pelan. "Ada masalah dengan suamimu?"

Astrid terdiam. Entah kenapa ia merasa ingin bercerita.

Dua jam kemudian. Mateo sudah mengetahui semuanya. Tentang penghinaan Marta, dugaan perselingkuhan Lucas dengan Starla. Juga tentang kalung berlian. Semakin banyak Mateo mendengar, semakin gelap wajahnya.

"Kurang ajar." Itu kalimat pertama yang keluar dari mulut Mateo.

Astrid menunduk. "Aku belum punya bukti."

"Bagaimana kalau kita cari bukti itu?"

Astrid mengernyit.

Mateo mengeluarkan ponselnya. Beberapa menit kemudian, seorang pria masuk ke dalam kafe.

Usianya sekitar empat puluh tahun. Tatapannya tajam dan gerak-geriknya tenang.

"Kenalkan.Ini Julio." Mateo berdiri.

Pria itu mengulurkan tangan. "Julio Fernandez."

Astrid menyambutnya. "Astrid."

"Dia temanku. Dulu polisi, sekarang detektif swasta." Mateo tersenyum.

Julio terkekeh.

Mata Astrid membesar.

Mateo mencondongkan tubuh. "Kalau Lucas memang berselingkuh, Julio akan menemukan buktinya."

Jantung Astrid berdetak lebih cepat. Dia merasa senang karena ada secercah harapan muncul.

Harapan untuk mengetahui kebenaran. Apa pun hasilnya, Astrid sudah lelah hidup dalam keraguan.

Namun Mateo belum selesai. "Ada satu hal lagi."

Astrid menatapnya.

Mateo tersenyum tipis. "Aku sedang membangun perusahaan di sini."

Astrid mengernyit. "Lalu?"

"Aku butuh partner."

Astrid tertawa kecil. "Aku?"

"Iya." Mateo menjawab tanpa ragu. "Kamu."

Astrid bahkan mengira pria itu bercanda.

Namun Mateo terlihat sangat serius. "Aku mengenalmu dan aku yakin kamu pasti bisa."

"Tapi itu dulu," kata Astrid lirih

Mateo menggeleng. Tatapannya lurus menatap wanita itu.

"Kamu tetap Astrid yang sama. Perempuan cerdas yang dulu lulus dengan nilai terbaik di jurusan manajemen bisnis."

Astrid membeku. Sudah bertahun-tahun tidak ada yang mengingat hal itu. Tidak ada yang peduli. Semua orang hanya melihat dirinya sebagai ibu rumah tangga yang gemuk. Namun, Mateo justru mengingat prestasinya.

"Aku sudah lama mencari orang yang tepat. Dan akhirnya aku menemukanmu." Mateo tersenyum.

Mata Astrid mulai berkaca-kaca karena ia merasa dihargai.

"Kamu terlalu melebih-lebihkan aku."

"Tidak." Mateo menjawab tegas. Pria itu bersandar di kursinya.

"Lagipula. Aku tidak suka melihat orang baik direndahkan oleh orang-orang yang bahkan tidak tahu nilai dirinya."

Kalimat itu membuat Astrid terdiam. Astrid belum menyadarinya pertemuan sore itu akan mengubah hidupnya.

1
Nurlaela
terus saja salah paham dasar dokter penipu😂😂😂😂
Mardiana
ehh... ternyata dokter gemblung yg serakah dan gak mau usaha sendiri buat selingkuh.... ngandelin harta istrinya....ealahh gemblung 🤦🤦😎😎😎
Erni Kusumawati
baca bab ini sampai tahan nafas ikutan tegang🤭🤭
Darti abdullah
luar biasa
Yeyet Rohaeti
lanjut
Mardiana
Lucas... lupa sama istrinya karena lihat yg lebih kinclong 😈
Mardiana
cakep ...👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha selamat datang di hotel prodeo Lucas 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Good
sunaryati jarum
Saatnya Lucas runtuh,harta yang dikumpulkan dari hasil mencuri akhirnya akan kembali ke pemiliknya
sunaryati jarum
Semoga uang yang dicuri dan diberikan pada selingkuhannya kembali ke Astrid.Dan semua asetnya dibekukan dan jadi hak Astrid
Sugiharti Rusli
apa itu data" transaksi pengalihan yang dimiliki oleh istrinya yang selama ini juga disalah gunakan olehnya,,,
Sugiharti Rusli
dan kira" apa isi amplop yang pada akhirnya membuat pertahanan si Lucas runtuh yah itu,,,
Sugiharti Rusli
dalam hal ini sepertinya si Lucas sudah mempersiapkan kala dirinya sudah tertangkap dan bukti kejahatan mulai di paparkan,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo penyidik sudah berpengalaman tahu kapan mulai menyerang si tersangka yah,,,
Sugiharti Rusli
memang yah ada karakter penjahat yang bisa memainkan emosi penyidik sih dalam dunia kriminal,,,
Sugiharti Rusli
sekalinya penjahat tetap penjahat yah si Lucas itu
Sugiharti Rusli
dan kamu berkilah sama ibu kamu kalo ini hanya salah paham agar bisa menutupi semua kecurangan yang sudah kamu lakukan,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang kamu menghadapi dua gugatan sekaligus, dari Astrid dengan gugatan cerai, dan kasus penyelewengan
Sugiharti Rusli
kamu pikir kamu sudah bermain cantik dan tidak akan ketahuan dengan semua trik licik yang telah kamu perbuat, bahkan sama istri kamu sendiri,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!