NovelToon NovelToon
Jangan Sentuh Anak-anakku

Jangan Sentuh Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Biah merupakan seorang Single parent yang membesarkan ke-tujuh orang anak, dan diantaranya adalah anak dari adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan.

Hidupnya yang dulu bisa berada dirumah setiap hari kini harus berjuang seorang diri untuk membesarkan mereka.

Suaminya meninggal karena menolong seorang perempuan yang hendak diperkosa oleh beberapa orang, dia meninggal sehari sebelum adiknya meninggal dunia dan menitipkan kedua putranya kepadanya

Mampuka dia membesarkan mereka dengan segala himpitan ekonomi dan juga penghinaan orang-orang??

Novel terbaru kami yang penuh kisah inspiratif dan juga tangis

Silahkan dukung kami🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegangan 2

Sang perempuan itu tersenyum tipis tepatnya seringai menyebalkan dan menakutkan menurutnya.

"Saya adalah ibu dari ketiga anak yang kamu pukul barusan dan saya akan pastikan kamu membayar mahal dengan setiap pukulan yang kamu dan putramu lakukan kepada ketiga anak saya". Jawabnya dengan dingin.

Tatapan itu membuat Mommy Romi bernama Melisa itu merinding dan mulai ketakutan.

Biah maju selangkah mendekati dan kini jarak mereka sangat dekat, mata itu menatap tajam seakan menguliti hingga ingin memakannya.

"Kamu pikir anak saya masuk ke sekolah ini secara gratis?, sampai kamu dengan seenak jidatnya mengatai mereka sebagai penerima beasiswa?". Tanyanya dengan datar.

Melisa berusaha mengumpulkan keberaniannya kembali setelah sempat tercecer entah dimana karena tatapan itu.

"Tentu saja, mereka hanya yatim piatu dan orang miskin tidak mungkin bisa sekolah disekolah elit seperti ini". Jawabnya sambil melipat tangannya didada dan menatap perempuan didepannya itu dengan sombong dan congkak

Melihat tingkah laku ibu Romi yang sangat congkak itu membuatnya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala karena tidak menyangka.

"Anda boleh tanya kepada guru kelas, ketiga anak saya, apakah ada dari mereka yang mendapat beasiswa?". Jawabnya menoleh kebelakang .

Dia bisa melihat para guru dengan wajah memucat melihat apa yang dirinya lakukan .

"Tanya pada mereka apakah anak miskin dan yatim piatu yang kamu maksud itu mengemis dana sekolah untuk bisa sekolah disini". Bentaknya dengan suara keras dan bergetar menahan amarah.

"Ku beritahu padamu perempuan sialan, ketiga putraku sama sekali tak ada yang meminta belas kasihan dari kalian para donatur sombong seperti kalian".

Biah mencengkram seragam PNS wanita didepannya dengan mata memerah menahan amarah.

"Ketiga putraku setiap tahun membayar penuh selama setahun biaya sekolahnya tanpa kurang sedikitpun dan dengan seenak jidatmu mengatai dan menampar anakku seperti itu, kamu mau mati, Ha!!". Ucapnya mendorong keras ibunda Romi itu hingga dia tersungkur didepan kepala sekolah yang baru saja tiba.

Mata guru semua membelalak tidak menyangka aksi dari ibu ketiga anak yang terkenal dengan kebaikan dan sopan santunnya itu.

"Kau".

Melisa menatap horor kearah ibunda Umar itu, dia tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini oleh orang biasa.

"Memang kenapa jika anakku itu yatim piatu dan anak yatim, kau tidak punya hak menghina mereka, takdir hidup dan mati itu milik Tuhan bukan manusia sombong dan tidak tahu aturan seperti mu".

Biah kembali maju untuk mendekati ibunda Romi dengan nafas memburu, bayangan anaknya diperlakukan seperti binatang menari-nari dibenaknya dan dia tidak akan terima itu.

"Bu, istigfar Bu, jangan seperti ini". Ucap kepala sekolah dengan pelan.

Dia berusaha untuk tetap berwibawa walau diwajahnya muncul ketakutan karena melihat amarah yang berkobar Dimata ibu ini.

Mendengar ucapan kepala sekolah, Biah terkekeh sinis dan mengejek.

"Kalian pikir aku akan melepaskan sekolah ini setelah apa yang kalian lakukan pada anakku?, kalian semua membiarkan orangtua murid lain menganiaya anak orang hanya karena dia seorang donatur sekolah".

Mereka semua mematung mendengar perkataan itu, mereka menahan nafas karena sadar apa yang diucapkan oleh ibunda Umar itu benar adanya dan sekarang mereka dalam masalah besar.

Melihat mereka yang mematung membuatnya kembali tertawa sarkas dan penuh ejekan

"Inikah yang dikatakan sekolah Elit tapi tak punya moral? , inikah yang dibanggakan sekolah sampai bisa membiarkan orang dewasa memukul anak kecil hanya karena dia berkuasa".

Biah bertepuk tangan mengejek mereka semua sambil menggelengkan kepalanya.

"Maaf Bu, ini kita bisa bicarakan baik-baik, jangan seperti ini". Ucap Kepala sekolah dengan terbata-bata.

Dia sungguh ketakutan jika benar ibunda Umar melaporkan mereka ke Dinas pendidikan dan pemerintah maka mereka semua akan dalam masalah terutama dirinya .

"Bicara baik-baik?, harusnya kalian katakan pada perempuan sialan itu sebelum memukul ketiga putraku". Bentaknya kepada kepala sekolah.

Dia berusaha mengontrol emosinya sejak tadi tapi tidak bisa, melihat wajah anaknya penuh luka membuatnya sangat emosi apalagi melihat para guru dan kepala sekolah tadi diam saja saat anaknya dipukuli.

Kepala sekolah tersentak, dia tidak menyangka akan dibentak dan di teriaki seperti ini ditengah orang banyak .

"Maafkan kami Bu, kamu akan menindak lanjuti semuanya setelah ini, tolong tenang dulu, kita bicara bicarakan dengan kepala dingin". Ucapnya berusaha membujuk dan tenang.

Biah mendengus kasar tanpa memperdulikan kepala sekolah dia hanya melewatinya dan segera menolong ketiga putranya yang kini menangis melihatnya.

"Tidak apa-apa nak, bunda disini untuk kalian, maafin bunda karena datang terlambat".

Anak bungsunya yang dia gendong didepannya kini menangis tapi tidka terlalu dia hiraukan dan malah lebih memilih memeluk anaknya dengan sayang.

"Mereka mengeroyok kak Umar bunda, maafin Ukasyah jika ikut berkelahi seperti ini". Ucap Ukasyah menunduk.

"Iya bunda maafin Ammar karena ikutan juga tapi aku hanya ingin melindungi kakakku ".

Biah tersenyum kemudian mengelus kepala mereka masing-masing.

"Tidak apa nak, selama kamu benar kamu bisa melakukannya, membantu saudara yang terdesak dan dikeroyok seperti itu malah dianjurkan, tidak usah takut nak bunda akan melindungi kalian dengan nyawa bunda, bahkan jika harus melawan presiden sekali pun".

Mereka semua mengangguk kemudian memeluk bundanya dengan sayang.

"Kurang ajar, tidak akan kubiarkan kau senang, kau pikir kamu siapa berani mendorong dan mencelakai aku". Berang Melisa kemudian menghampiri Biah dengan penuh emosi.

Dia tidak terima diperlakukan hina seperti ini oleh orang miskin yang tidak tahu malu.

Biah segera menghindari pukulan dari ibunda Romi itu sehingga dia jatuh tersungkur dan Biah tertawa kencang .

"Saya memang bukan dari kalangan orang kaya tapi keluargaku juga orang berpunya jadi jangan terlalu sombong".

"Apa?, omong kosong, kau bahkan tidak punya apapun yang bisa dibanggakan". Jawabnya dengan sombong.

Biah terkekeh kembali menggelengkan kepalanya karena orang didepannya seenaknya jidatnya.

"Kakekku adalah seorang perwira tentara dimasanya, beberapa sepupu ku adalah polisi dan tentara, sedangkan ibuku adalah PNS departemen agama sebelumnya, dan ayahku seorang tentara, kau pikir aku ini orang biasa?".

Biah menatapnya dengan tatapan mengejek, ada orang yang sangat sombong seakan tidak ada orang yang menandinginya padahal diatas langit masih ada langit lainnya.

"Kami memang orang biasa karena saya dan suami saya mencari hidup dengan kemampuan dan keinginan sendiri, bukan menumpang nama besar keluarga, dan aku yakin uang kuliah dan semua yang mulai kamu dapatkan pasti bantuan orangtua bukan hasil keringatmu sendiri ".

Melisa mematung, dia tidak menyangka jika perempuan didepannya ini bukan keturunan sembarangan.

"Kamu pikir saya manusia buta hukum?, jangan salah nyonya saya besar dan tumbuh dilingkungan prajurit yang penuh dengan bukti dan kepastian hukum".

"Bagaimana bisa?".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!