NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Maureen tahu jika Arik masih dingin dan tak peduli pada nya, tapi entah kenapa mendengar beberapa rekan kerja nya yang seolah tengah menjelekan suami nya membuat ia sangat tidak nyaman.

"Mona, Rania. Apa kalian tidak ada tugas baru? kenapa begitu sibuk mengomentari suami ku. Aku tahu suami seperti apa. Dia sangat baik dan membuat ku sangat nyaman." Balas Maureen tegas tegas.

Kedua wanita itu saling menatap sembari memutar kedua bola mata malas nya. "Benarkah seperti itu? aku tidak yakin kamu bahagia Maureen?" Ledek Rania dan Mona untuk kedua kali nya.

"Terserah kalian mau berkata apa, yang jelas kebahagiaan dalam pernikahan tidak sepenuh nya di lihat dari fisik, aku sangat mencintai suami ku, jadi tolong jangan berkomentar sendiri!" usap Maureen dengan tegas.

Nasya yang tidak terima sahabat nya di ejek, membuat dia tidak tinggal diam saja.

"Hey kalian, kenapa sibuk mengurusi pernikahan Maureen. Maureen bahagia. Tidak kah kalian mencari calon suami kalian sendiri, agar kalian tidak menjadi perawan tua," Celoteh Nasya.

Rania dan Mona mendengus kesal, dengan ucapan Nasya yang menyinggung mereka demi membela Maureen.

"Kau..."

Ketika mereka tengah berdebat, terdengar salah satu staf berteriak memberitahukan jika bos besar mereka telah tiba dan menyuruh semua karyawan, untuk segera menyambut dan memberikan penghormatan.

"Kalian! sedang apa cepat berdiri yang benar, hari ini bos akan datang ke sini untuk mengecek kinerja kalian!" Tegur salah satu manager kepercayaan REY Fashion.

Tanpa membuang waktu lagi, Maureen dan beberapa rekan nya segera berbaris sesuai perintah. Suasana di sana terlihat riuh saat para karyawan mulai berdiri dan merapihkan diri.

Nasya dan semua rekan lain nya begitu bersemangat mendengar gosip yang beredar, jika bos mereka berkunjung untuk pertama kali nya. Bahkan beredar rumor kalau bos mereka sangat tampan.

"Maureen! kenapa hanya bengong, apa kamu tidak mau merapihkan diri. Ku dengar pak Ray sangat tampan," seloroh Nasnya sembari memoles bedak di wajah nya.

Maureen hanya menggelengkan kepala, saat melihat sikap genit Nasya yang begitu bersemangat. "Untuk apa aku berdandan tebal, aku sudah punya suami Nasya," Kata Maureen.

"Owh iya aku lupa, ya sudah biar aku saja yang merapihkan diri, siapa tahu Pak Rey melirik aku dan memilih sebagai sekretaris, karena aku dengar dia mencari orang yang bisa dia percaya." ucap Nasya bersemangat.

Ketika semua karyawan wanita sibuk merapihkan diri, terlihat sebuah mobil Mercedez putih yang baru terparkir di halaman. Tampak seorang pria tampan dengan tuxedo rapih berjalan di ikuti asisten nya.

"Wah lihat, Itu benarkan pak Rey. Tampan sekali," Seru semua karyawan wanita menatap kagum dan begitu terkesima.

Semua karyawan tertunduk penuh hormat, saat pemilik fashion baru itu memasuki perusahaan. Dia Reyhan Alfarizi. Dikenal dengan sosok bijaksana dan sangat dermawan.

"Selamat pagi tuan," sapa semua karyawan di sana, termasuk Maureen yang baru saja magang beberapa bulan terakhir ini.

Pria tampan itu hanya menyahut dengan sebuah deheman saja, tanpa banyak bicara. Lalu berjalan menuju lift khusus yang langsung terhubung ke ruangan kebesaran nya.

"Kalian semua, cepat kembali bekerja ke meja masing-masing. Persiapkan desain yang kalian punya, dan kamu Maureen nanti jelaskan pada bos kenapa tidak masuk dua hari ini?' tanya Pak Harto orang kepercayaan Rey.

Maureen terkesiap saat di cecar pertanyaan tapi dia berusaha untuk tenang dan menjawab dengan apa ada nya. "Baik pak, dua hari ini saya ada urusan mendadak, jadi maafkan saya tidak sempat memberi kabar langsung," sesal Maureen.

"Sudah, simpan jawaban nya nanti untuk bos. Kalian lanjut kerja sekarang!" tegas Harto.

"Baik pak!"

Semua karyawan wanita di sana tampak sangat kecewa, karena melihat bos besar mereka sangat sebentar, padahal itu moment yang sudah di tunggu dari beberapa bulan lalu. Karena sangat jarang sekali Tuan Rey langsung melakukan audit sendiri di perusahaan nya.

Maureen yang sangat terlihat begitu bersemangat karena sudah kembali ke kantor, melihat sahabat baik nya masih mematung membuat ia terheran.

"Nasya! Kenapa hanya diam? Ayo cepat kembali," ajak Maureen dahi nya pun berkerut.

"Sayang sekali bos tampan itu hanya berjalan sebentar. Padahal sangat jarang beliau berkunjung kemari," keluh Nasya kecewa, setelah berusaha berdandan semaksimal mungkin.

Melihat Nasya menggerutu, Maureen pun hanya menggelengkan kepala nya karena tak habis pikir. "Astaga Nasya! ingat kita di sini untuk bekerja bukan cari gebetan, ayo cepat," Tegur Maureen untuk yang kedua kali nya.

Kedua sahabat itu pun akhir nya kembali ke meja masing-masing, Rania dan Mona yang berada di dalam satu lingkungan, hanya memutar kedua bola mata malas nya saat melihat Maureen yang sudah kembali kerja.

"Kata nya menikah dengan orang kaya, ko masih kerja aneh sekali ya? Jangan-jangan dia hanya seorang istri figuran saja jadi tidak di nafkahi," Sindir Rania sembari tertawa.

"Bisa jadi tuh, kan keluarga Carlson kaya banget. Aneh saja masa sudah jadi istri dan menantu nya masih cari uang di perusahaan lain," Sambung Mona yang tak kalah tak suka pada Maureen.

Maureen menghela nafas jengah, saat melihat sikap julid kedua rekan kerja nya, akan tetapi terkadang dia sedih karena sebenar nya apa yang mereka katakan mereka ada benar nya, jika dia memang bukan istri yang di inginkan oleh Arik.

Nasya yang masih berdiri di samping Maureen, menatap nyalang pada mereka. Tidak biasa nya melihat sikap Maureen yang tiba-tiba diam tidak seperti biasa nya yang selalu ceria.

"Ada apa dengan Maureen? Kenapa wajah nya sedih saat mendengar pertanyaan Mona dan Rania ya?" Batin Nasya bertanya-tanya lalu berusaha membuyarkan lamunan sahabat nya itu.

Dengan membalas beberapa perkataan pedas Mona dan Rania. "Kalian ini jadi wanita terlalu kolot ya, Maureen itu punya mimpi besar, prinsip dia ya menjadi wanita mandiri, walaupun suami nya tajir tetap saja ia tidak mau merepotkan suami nya. Tidak seperti kalian pasti kalau nikah jadi benalu untuk para suami," Balas Nasya yang selalu sigap membela Maureen.

Tentu saja Rania dan Mona tidak menerima ketika Nasya malah meledek balik mereka. "Nasya! Tutup mulut mu, kami tidak berbicara pada mu," Bentak Mona kesal.

Melihat sahabat nya dan kedua rekan kerja nya bersaing, membuat Maureen merasa tidak nyaman, karena merasa telah membuat sebuah kegaduhan.

"Cukup Mona, Rania. Aku tidak tahu salah ku apa pada kalian. Tapi yang jelas aku bekerja untuk diri ku sendiri, dan aku tidak ingin bergantung hidup meskipun itu pada pasangan," Tukas Maureen lalu ia mulai kembali fokus memastikan hasil desain kemarin yang baru ia buat.

Kata-kata Maureen kepada Mona dan Rania seperti tamparan, sampai membuat mereka bungkam dalam sesaat.

"Wah Maureen! Kamu keren sekali cara membalas mereka," Bisik Nasya memuji.

"Kamu terlalu berlebihan Nasya, sekarang sudah jangan hiraukan mereka lagi, ayo kerja," Balas Maureen dengan seloroh nya.

Nasya yang merasa kikuk pun tak bisa berkata-kata apa lagi. "Oke, aku kerja lagi. Kau tahu Maureen hari ini bos akan memilih salah satu desain dari kita untuk di ikutkan event catwalk, hadiah nya bahkan tidak main-main jutaan dollar," Celetuk Nasya memberitahukan penuh semangat.

Maureen tertegun, saat mendengar kabar baik dari Nasya, yang terdengar begitu menggiurkan dan cukup menarik perhatian nya.

"Jutaan dollar? Besar sekali, andaikan saja aku beruntung mendapatkan hadiah itu, pasti aku bisa membantu perusahaan Papa," batin Maureen sedih, saat ingat perusahaan keluarga yang sedang tidak stabil, seraya meremas rok span nya dengan erat dan kuat.

\*

Bersambung....................

1
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!