"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--
"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--
Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.
Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.
Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.
Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 3 Boneka Beruang
Xavier duduk di kursi teras, menyapu halaman rumah dengan sepasang mata beningnya. Ia menikmati pemandangan asri yang tersaji di sana, menghirup udara segar yang menguar di tengah teriknya siang.
Tanpa menunggu lama, Sukma keluar dari dalam rumah membawa kotak P3K. Gadis manis itu kemudian menggeser kursi dan duduk tepat di hadapan Xavier--ketua OSIS sekaligus anak lelaki yang ditaksirnya sejak awal masuk ke SMP Rajawali.
"Ma-maaf, Kak. Aku obatin dulu ya lengannya," ucap Sukma sedikit terbata, sebisa mungkin menekan debar di dadanya yang kian bertalu.
Xavier mengangguk. "Iya, tapi hati-hati."
Sukma sedikit menundukkan kepala. Ia menyembunyikan pipinya yang mulai terhias rona merah saat hembusan napas Xavier menyapu wajahnya. Jemarinya bergerak canggung, mulai membersihkan lengan Xavier menggunakan kapas steril, menyemprotnya dengan antiseptic spray, lalu membalutnya dengan kasa.
Sesaat, Xavier terpaku menatap Sukma yang telaten mengobati lukanya. Batinnya kembali memuji paras manis yang memenuhi ruang pandang.
Namun, ia segera mengalihkan atensinya saat tiba-tiba wajah cantik Gea melintas di benak, seolah mengingatkannya untuk tetap menjaga hati dan kesetiaan.
"Nah, udah selesai, Kak," ucap Sukma sambil menjauhkan tangannya dari lengan Xavier dan sedikit menggeser posisi duduk ke belakang.
"Makasih, ya," balas Xavier diiringi sebaris senyum.
"Sama-sama, Kak." Sukma menarik kedua sudut bibirnya, memperlihatkan mata indahnya yang menyipit. "Oh ya, aku buatkan jus jeruk dulu, ya," tawarnya kemudian.
"Nggak usah," tolak Xavier. Ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan. "Aku harus ke SMP Citra Nusantara sekarang, menjemput Gea."
Deg!
Jantung Sukma berdenyut nyeri mendengar nama gadis yang disebut oleh Xavier. Gea Anindita, seorang model cantik yang menjadi buah bibir seantero SMP Rajawali. Gadis yang disebut-sebut sebagai pacar Xavier.
Ia bergeming. Ditariknya napas panjang untuk mengempas sesak yang tiba-tiba hadir memenuhi ruang rasa.
Xavier membaca raut wajah gadis di hadapannya yang mendadak berubah. Namun, ia tidak terlalu peduli.
"Kinan, kamu suka boneka beruang?" tanyanya memecah atmosfer hening yang sesaat menyelimuti.
Sukma mengangguk pelan, memaksa bibirnya tersenyum. "Iya, Kak."
"Tadi aku mampir ke minimarket. Iseng-iseng beli koin mesin capit. Eh, nggak tahunya dapat boneka beruang." Ia menjeda sejenak, membuka tas punggungnya dan mengambil boneka beruang berbulu cokelat muda. "Kalau kamu mau, boneka ini buat kamu," sambungnya, mengulurkan boneka itu ke arah Sukma.
"Kenapa nggak dikasih ke Kak Gea, atau adik-adik Kak Vier?"
"Gea dan Aluna udah punya banyak boneka. Kalau Karina... dia lebih suka nge-game ketimbang mainan boneka."
Tangan Sukma terulur ragu, meraih boneka beruang pemberian Xavier. "Makasih, Kak Vier. Aku akan menyimpan boneka ini."
Xavier mengejapkan mata. Ia mengambil gunting, memotong selembar kasa, lalu melilitkannya di lengan si boneka.
"Anggap boneka beruang ini aku. Dia akan menjaga dan melindungimu, seperti aku," ujarnya, membuat Sukma mengernyit tipis.
"Maksud Kak Vier?"
"Mulai sekarang, aku janji bakal ngejaga dan melindungi kamu, Kinan. Jadi, jangan segan lapor ke aku kalau ada teman-teman yang berani ngusilin kamu. Aku nggak bakal ngebiarin anak-anak SMP Rajawali sepertimu dijadiin korban bulian lagi."
Bagi Xavier, kalimat itu hanyalah janji yang tercetus sebagai bentuk tanggung jawab seorang ketua OSIS demi melindungi murid-murid SMP Rajawali semata. Tidak ada maksud lain. Terlebih yang berkenaan dengan hati.
Namun bagi Sukma, ucapan itu adalah wujud perhatian manis dari anak lelaki yang sukses membuat hatinya menghangat, sekaligus menumbuhkan rasa kagum yang kian mendalam pada sosok yang dipuja--Xavier Narendra Aditama.
Xavier beranjak dari kursi, membalas tatapan mata Sukma yang sejak tadi tidak beralih darinya. "Natapnya jangan gitu, takutnya kamu nggak bisa move on dari aku."
Celotehan Xavier seketika membuat Sukma tersadar dari lamunan. Gadis berparas manis itu tampak salah tingkah, lantas buru-buru membawa tubuhnya bangkit.
"Ma... maaf, Kak. Aku cuma ..."
"Terpesona," sahut Xavier cepat dan tepat, melukis semburat merah yang kini kian jelas menghiasi wajah manis Sukma.
Sukma tidak bisa berkelit. Karena memang kenyataannya, ia terpesona pada sang ketua OSIS.
"Ya udah, aku cabut dulu, ya! Nitip Si Beruang. Jaga dia baik-baik, biar jadi temen sampai kamu dewasa nanti," pamit Xavier.
Sukma mengangguk pelan. "Iya, Kak Vier. Aku akan menjaga beruang ini untukmu. Hati-hati di jalan. Dan... sampai jumpa besok pagi di sekolah."
Xavier tersenyum tipis, lalu melangkah pergi meninggalkan halaman rumah.
Sejak hari itu, Xavier sering kali menjadi pembela dan pelindung Sukma. Ia selalu pasang badan setiap kali Sukma dirundung oleh teman-teman sekelas--hanya karena sudah tidak memiliki orang tua dan berkepribadian sedikit introvert.
Namun, kebersamaan mereka tak bertahan lama. Bertepatan dengan kelulusan Xavier, Sukma terpaksa keluar dari SMP Rajawali. Ia harus hijrah ke Jakarta untuk tinggal bersama Hamdan, kakak kandungnya, serta Bi Jayanti--asisten rumah tangga yang dipercaya mengasuhnya sejak bayi dan mengabdi puluhan tahun pada almarhum kedua orang tuanya.
Hari berganti, bulan merangkak pergi, dan tahun-tahun berlalu membawa dua insan itu menjemput takdir masing-masing.
Sukma yang dulu berkulit sawo matang dan hanya setinggi dada Xavier, kini telah bermetamorfosis menjadi gadis berparas cantik, berkulit putih, dan bertubuh tinggi semampai.
Sementara Xavier tumbuh menjadi pria yang kian tampan dan gagah dengan rahang tegas serta sorot mata tajam. Namun sayang, akibat pengaruh pergaulan dan ambisi gila untuk menjadi The Unbeatable, ia berubah total.
Pemuda itu kini menjelma menjadi sosok yang sangat kontras dengan masa lalunya--kasar, keras kepala, mudah tersulut emosi, dan kerap bertindak tanpa berpikir panjang.
Sukma terhenyak dan tersadar dari lamunan saat mendengar bunyi alarm dari gawainya. Ia hanya menoleh sekilas ke arah benda pipih yang tergeletak di atas meja, tanpa ada keinginan untuk meraih ataupun mematikannya.
Jam dua dini hari.
Biasanya, Sukma bergegas membawa tubuhnya bangkit untuk mengambil air wudu, lantas menunaikan salat lail dan witir. Namun kali ini, ia seolah kehilangan seluruh daya.
Sukma merasa dirinya terlalu kotor untuk bersujud di atas sajadah dan membalut tubuh dengan mukena putih yang suci.
'Allah, ampuni aku. Aku hina, aku kotor, aku tak pantas bersujud menghadap-Mu,' lirih batinnya berbisik, diiringi setetes kristal bening yang luruh membasahi pipi pucatnya.
Sumpah demi apa pun, Sukma tidak rida kesuciannya direnggut paksa, meski oleh Xavier--lelaki yang selama ini ia cintai dalam diam.
Sampai kapan pun, Sukma akan mengingat perbuatan biadab ketua Geng Bima Sakti itu.
Ia bersumpah tidak akan pernah memaafkannya, meski kelak Sang Narendra datang meminta ampunan hingga bersujud di bawah kakinya.
🍁🍁🍁
Bersambung
Assalamu'alaikum, Kakak-kakak terkasih.
Terima kasih udah berkenan balik lagi buat lanjutin kisah Xavier dan Sukma di Marwah Yang Ternoda
Cerita ini lahir dari permintaan kalian yang pengen mereka punya buku sendiri, lepas dari Sandiwara Cinta Sang Presma.
Stay tune dari awal sampai akhir ya. Urutan baca penting banget buat ngerasain ceritanya.
Love you all! 🫶🏻
btw dr awal kamu kan yg salah?
memperkosa loh ga main" itu
The Power of bibi bibi🌹🌹
ancaman dlam kalimat konyol..itu kayak menggertak mau pukul orang tapi pakai ranting pohon tauge..🤣
semoga di kasih 7 tanjakan 7 turunan dan 7 Pengkol penderita mu mengejar maaf vier