Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Cinta
Sudah seminggu ini, Aaron tidak bertemu dengan Angel. Aaron sengaja menghindar, karena dia sakit hati dengan keputusan Angel yang terus menerus menolaknya karena alasan kata saudara, kasihan papi dan mami. Sampai malam ini, Angel pulang dari rumah sakit, menemukan di rumah telah tersedia banyak sekali makanan di meja makan.
"Ada, acara apa mami??"
"Kakak mu mau mengacak pacarnya makan malam di rumah???"
"Pacar???"
"Iya sayang, katanya mau kenalkan kepada keluarga."
Angel hanya tersenyum. Namun hati kecilnya tidak terima, Aaron memiliki pacar. Di kamar mandi dia terus memikirkan kata - kata maminya.
"Makan malam???"
"Mengenalkan pacar??"
"Pantas seminggu ini, dia tidak menghubungi saya dan selalu menghindar."
"Apa dia sudah bisa pindah kelain hati??"
Pertanyaan - pertanyaan itu selalu lalu lalang di kepalanya. Namun suara maminya mengingatkan dia bahwa makan malam akan dimulai, Aaron sudah datang bersama pacarnya.
Malam ini, Angel menggunakan baju dress berwarna hitam, warna favorite Angel. Setelah menggunakan make up tipis - tipis dia turun ke lantai satu.
"Itu adiknya Aaron, Angel sini, kenalan dengan pacarnya kakakmu."
"Angel Abraham"
"Karin Jansen. Kok Abraham bukan Baruk???"
"Saya anak adopsi dari mami dan papi. Silahkan duduk."
"Ayo kita makan malam."
Mereka berlima pun menikmati makan malam bersama Karin Jansen adalah teman kuliah Aaron dulu, dia sengaja di bayar oleh Aaron untuk menjadi pacar pura - puranya. Karin ini adalah manager disebuah club malam ternama dan berkelas. Gaji dan saweran di club ini sangat besar, karena hanya di kunjungi oleh orang - orang kaya.
Selama makan malam, Aaron selalu menatap Angel. Namun Angel berusaha menghindar dari tatapan Aaron. Selesai makan malam, mereka bercerita sebentar, dan Aaron membawa pulang Karin.
"Sepertinya kamu mencintai adik kamu itu."
"Jangan sok tahu. Ingat aku membayar kamu untuk menjadi pacar pura - pura Karin."
"Siap bos. Aku akan bekerja profesional."
Aaron sudah memberikan uang kas kepada Karin, buat hasil kerjanya malam ini. Sepuluh juta. Kemudian Aaron kembali ke rumah besarnya. Semua sudah beristirahat malam, ditandai dengan lampu kamar yang sudah di padamkan. Berbeda dengan kamar Angel yang lampunya masih menyala. Angel masih memikirkan peristiwa makan malam tadi. Sambil meminum sedikit alkohol.
"Kamu berhasil Aaron membuat saya menangis."
Pintu kamar Angel diketuk, dia mengira bahwa yang datang pasti maminya. Karena Aaron tidak mungkin, dia sedang mengantar pacarnya. Namun ketika Angel membuka pintu kamarnya. Tubuh besar Aaron langsung memeluk tubuh Angel perempuan yang dia sayangi.
"Jangan ribut, kalau kamu tidak mau mami dan papi melihat kita di kamar ini."
Aaron langsung mencium bibir yang satu minggu membuat dia marah, karena menolak cintanya. Sangat lembut dan mesra. Dan ciuman itu di balas oleh Angel.
"Kamu minum wine sayang."
"Keluar kak, kamu sudah punya pacar."
"Dia bukan pacarku. Aku membawa dia kesini, agar membuat kamu cemburu." Aaron langsung menyium bibir Angel lagi. Aaron mengambil gelas wine Angel dan malam ini dia menghabiskan satu botol wine bersama Angel.
Angel lupa, bahwa dia tidak kuat konsumsi Alkohol banyak. Namun karena rayuan Aaron dia menghabiskan satu botol bersama Aaron. Di dalam keadaan setengah mabuk. Aaron yang sangat mencintai Angel dan tidak mau lepas dari Angel pun melancarkan aksi mesumnya. Di pikiran Aaron saat ini, adalah dia harus mendapatkan Angel seutuhnya.
Dan keadaan setengah sadar, karena pengaruh Alkohol Aaron berhasil menyetubuhi Angel. Aaron berhasil memasukan rudalnya didalam tubuh bagian intim Angel. Aaron mendengar Angel merintih kesakitan. Namun keinginan memiliki Angel sudah melebihi akal sehatnya, intinya orangtuanya bukan penghalang akan cinta mereka.
Angel sudah pasrah, ketika Aaron laki - laki yang harus menjaga jiwa dan raganya, malah sudah meregut kehormatannya. Bukan secara paksaan, namun ini terjadi juga karena keinginannya juga, karena perasaan cintanya kepada kakak angkatnya yang disimpan dalam hati. Dari lubuk hatinya, hanya Aaron laki - laki yang dia cintai.
Aaron dan Angel sudah menyelesaikan pertarungan panjang ini. Jam dua subuh, Aaron melepaskan rudalnya dari rahim Angel. Dia mencium bibir dan kening Angel yang sudah dibuat lemas dengan peluh yang mengalir membasahi tubuh Angel. Kemudian Aaron mengendong Angel dibawa ke kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat dan memasukkan minyak aroma terapi. Di angkat tubuh itu ke dalamnya dan dibiarkan Angel merendam tubuhnya. Aaron tahu bahwa apa yang baru mereka lakukan sangat sakit bagi Angel. Karena terlihat organ intimnya bengkak. Aaron kembali mencium bibir dan kening orang yang dia cintai.
"Hanya lima menit, tidak lama."
Kemudian Aaron keluar kamar mandi dan merapikan tempat tidur, dia melihat ada noda darah di sprei. Di ambil yang baru kemudian di ganti. Aaron melipat Sprei itu rapi dan dimasukan ke dalam kantong, karena dia mau menyimpan sprei itu.
Aaron kembali ke kamar mandi mendapati Angel tertidur di dalam bathtub, diangkat tubuh itu dan dibawa ke shower. Setelah membersihkan tubuh mereka berdua. Aaron langsung menganti baju tidur Angel. Dan tanpa basa - basi Angel sudah tertidur. Aaron tetap wajah Angel, perempuan yang dia cintai. Pukul empat pagi, Aaron yang belum bisa move on dari kejadian tadi, dia tidak bisa tidur. Pagi - pagi sekali dia sudah siap untuk pergi bekerja.
"Selamat pagi mi, pi."
"Selamat pagu sayang."
"Kok ade kamu belum turun sih?? Biasanya dia akan lebih duluan dari kamu."
"Bi angunkan non Angel. Tumben kok belum turun sarapan."
"Maaf ibu, bapak. Non Angel sudah ke rumah sakit pagi tadi."
"Pagi sekali??? Jam berapa???"
"Jam lima pagi bu. Pakai taksi???"
"Taksi??? Jam lima???"
Aaron mulai berpikir, bahwa jam empat dia baru keluar dari kamarnya. Berarti sejam dia keluar kamar. Angel Keluar dengan keadaan organ intimnya sakit.
"Non, Angel juga jalannya pincang bu, seperti menahan sakit."
"Bibi tanya katanya di kamar menabrak meja."
"Angel , angel masih saja kurang hati - hati."
Aaron sudah berangkat ke kantornya. Dalam perjalanan dia berusaha menghubungi Angel, namun handphonenya tidak aktif. Atau dia sedang membantu dokter bedah. Karena ada rapat dengan rekan kerjanya jam delapan lewat tiga puluh menit , akhirnya Aaron tidak bisa mengecek Angel.
Angel yang merasa bersalah atas perbuatannya dengan kakak angkatnya, setelah menghadap direktur rumah sakit, dia kembali pulang ke rumah. Semalam setelah Aaron keluar dari kamarnya, Angel sempat mempersiapkan kopernya dengan isian baju - bajunya.
"Mi, Pi, Angel mohon ijin. Satu tahun ini, Angel ada tawaran kerja di Bali."
"Kenapa ke Bali sayang, disini kan juga bisa kamu bekerja."
"Angel mau mencari pengalaman mi, pi. Setelah setahun Angel akan kembali mengambil spesialis."
"Papi merestui keputusan kamu sayang."
"Mami, ngak mau kamu jauh dari keluarga."
"Angel sayang mami dan papi. Sangat menyayangi kalian."