NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Bayangan Masa Lalu dan Teknik Sembilan Siklus

​"Ekstrak!" seru Lin Tian dalam hatinya.

​Seketika, seberkas cahaya keperakan yang tak kasat mata oleh orang biasa melesat dari salah satu pecahan batu pijakan kuno di dekat tumpukan limbah, langsung menembus dahi Lin Tian.

​[Ding! Mengekstrak Fragmen Memori...]

[Proses: 10%... 50%... 100%. Selesai!]

​Tepat pada detik sistem menyelesaikan tugasnya, sebuah bola cahaya api sebesar kepala manusia melayang ke udara, menerangi seluruh area pembuangan. Cahaya itu berasal dari telapak tangan seorang pria paruh baya berjubah hijau kusam—Pengawas area Paviliun Pengobatan.

​"Siapa tikus kecil yang berani mengais di sini?!" bentak pria itu, matanya memindai sekeliling bak elang mencari mangsa.

​Namun, berkat terobosan ke Tahap 2 Pengumpulan Qi dan pembersihan sumsum tulang yang baru saja ia alami, tubuh Lin Tian terasa seringan kapas. Otot-otot kakinya bereaksi sebelum otaknya sempat berpikir. Ia melesat ke dalam bayang-bayang pepohonan lebat di pinggir tebing, menyembunyikan napas dan detak jantungnya.

​Pengawas itu mendengus kasar saat tidak menemukan siapa pun. "Hmph, pasti hanya rakun roh liar." Ia mengibaskan tangannya, memadamkan bola api, lalu berbalik kembali ke paviliun.

​Di balik rimbunnya semak berduri, Lin Tian menghela napas panjang, membiarkan tubuhnya merosot ke tanah yang lembap. Jantungnya berdebar kencang. Perbedaan kekuatan antara dirinya dan pengawas itu terlalu jauh; satu tamparan saja bisa membuat kepalanya hancur.

​Setelah memastikan situasi benar-benar aman, Lin Tian tidak kembali ke gubuknya yang hancur. Ia menuju sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik air terjun kering di Puncak Belakang, tempat rahasia yang sering ia gunakan untuk berlatih dan menyembunyikan diri dari penindasan murid lain.

​Begitu duduk bersila di atas batu datar di dalam gua, Lin Tian menutup matanya dan memanggil sistem.

​"Sistem, tampilkan fragmen memori yang baru saja diekstrak."

​[Menampilkan Fragmen Memori: Jejak Lin Chen]

​Tiba-tiba, kesadaran Lin Tian ditarik ke dalam sebuah ilusi ruang yang hampa. Di depannya, pemandangan tumpukan limbah alkimia kembali muncul, namun suasananya terasa berbeda—lebih kuno, dan pepohonan di sekitarnya tampak belum tumbuh terlalu lebat. Ini adalah kejadian puluhan tahun yang lalu.

​Berdiri di tengah hujan lebat, sesosok pemuda tegap dengan jubah putih bersih yang sangat kontras dengan lingkungan kotor di sekitarnya. Wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup kabut spiritual, namun aura arogan dan dominan memancar kuat dari setiap inci tubuhnya.

​Lin Chen. Jantung Lin Tian berdegup kencang melihat legenda hidup klannya.

​"Teknik Pengumpulan Qi Sekte Awan Azure ini hanyalah sampah," suara pemuda dalam memori itu bergema, penuh dengan nada merendahkan. "Mengalirkan Qi melalui tiga meridian utama terlalu lambat dan membuang terlalu banyak esensi alam."

​Dalam ilusi itu, Lin Chen mengangkat satu jari, dan seketika pusaran angin kecil terbentuk di ujung jarinya.

​"Jika kau ingin menelan langit, kau tidak bisa mengunyahnya pelan-pelan. Kau harus merobeknya," lanjut bayangan itu, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri atau mungkin mencatat pencerahannya. "Sembilan meridian tersembunyi... buka secara paksa, putar arah alirannya. Sakitnya memang bisa menghancurkan tubuh fana, tapi inilah jalan sesungguhnya."

​Bayangan Lin Chen kemudian duduk bersila dan mulai mendemonstrasikan sebuah ritme pernapasan yang aneh. Setiap tarikan napas terdengar seperti auman pelan binatang buas, dan setiap hembusan melepaskan kabut putih yang sangat padat.

​[Ding!]

[Sistem telah menganalisis peragaan dalam memori.]

[Berhasil mengekstrak: 'Metode Pernapasan Sembilan Siklus Pemecah Surga' (Versi Tidak Lengkap)]

[Peringatan: Teknik ini sangat kejam terhadap tubuh Inang. Membutuhkan fisik yang kuat agar meridian tidak meledak.]

​Ilusi itu memudar, mengembalikan kesadaran Lin Tian ke dalam gua yang gelap dan dingin. Keringat dingin membasahi punggungnya. Hanya dengan melihat peragaan itu saja, ia bisa merasakan tekanan spiritual yang mengerikan.

​"Metode Pernapasan Sembilan Siklus..." gumam Lin Tian.

​Sekte Awan Azure, bahkan bagi murid inti sekalipun, hanya memberikan teknik pernapasan tingkat rendah yang lamban. Teknik yang ditinggalkan Lin Chen ini, meski tidak lengkap, jelas berada di tingkatan yang jauh lebih tinggi. Dan Lin Tian tahu persis mengapa Lin Chen repot-repot menyembunyikan jejak pencerahannya di tempat pembuangan sampah—untuk menghindari mata-mata dari para Tetua Puncak yang iri akan bakatnya.

​Lin Tian mengepalkan tangannya. Meskipun sistem memperingatkan bahwa teknik ini berbahaya bagi fisiknya, ia tidak peduli. Ia sudah terbiasa dengan rasa sakit. Akar spiritualnya yang cacat membuatnya harus mengambil jalan ekstrem jika ingin mengejar ketertinggalan. Terlebih lagi, ia baru saja melewati proses pembersihan sumsum tulang, membuat fisiknya sedikit lebih tangguh dari murid Tahap 2 biasa.

​Mengabaikan hawa dingin gua, Lin Tian mulai mencoba ritme pernapasan yang ia lihat dalam memori.

​Satu tarikan panjang... tahan... paksa masuk ke meridian tersembunyi di dada...

​"Urgh!"

​Baru pada siklus pertama, Lin Tian memuntahkan seteguk darah. Rasanya seolah ada ribuan jarum panas yang ditusukkan ke dalam pembuluh darahnya secara bersamaan. Meridian di dadanya menonjol keluar, berdenyut mengerikan di balik kulit pucatnya.

​[Peringatan! Kerusakan jaringan meridian terdeteksi!]

​"Diam!" geram Lin Tian di sela-sela gigi yang terkatup. "Jika aku mati di sini, aku memang hanya pantas menjadi sampah!"

​Ia memusatkan sisa Qi murni dari ekstraksi limbah alkimia tadi untuk melapisi meridiannya, melindunginya dari kehancuran total sembari terus memaksakan putaran kedua dari teknik pernapasan itu.

​Udara spiritual di dalam gua kecil itu tiba-tiba tersedot ke arah Lin Tian bagai air pusaran kecil. Berbeda dengan teknik biasa yang menyaring energi pelan-pelan, Teknik Sembilan Siklus menyedot segalanya secara brutal. Energi spiritual alam, udara dingin, kelembapan air—semuanya ditarik masuk.

​Dan di sinilah kehebatan Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi bersinar. Saat energi alam yang bercampur aduk dan kotor itu masuk ke dalam tubuhnya secara paksa, sistem secara otomatis mengekstrak ampasnya, menyisakan hanya untaian Qi murni keemasan yang langsung mengisi dantian-nya dengan kecepatan mengerikan.

​Satu jam berlalu. Tiga jam. Lima jam.

​Ketika fajar mulai menyingsing dan sinar matahari pagi menyelinap masuk ke dalam mulut gua, Lin Tian membuka matanya. Sebuah kilatan cahaya emas melintas di pupil hitamnya.

​Aura di sekujur tubuhnya meledak sesaat, menghancurkan bebatuan kecil di sekitarnya menjadi debu.

​Tahap 3 Pengumpulan Qi!

​Dalam satu malam, ia melompati dua tahap sekaligus. Sesuatu yang bahkan jenius sekte butuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapainya. Aroma darah kering yang menempel di bajunya tidak menutupi senyum dingin yang kini terukir di wajahnya.

​"Zhao Meng," Lin Tian berdiri, sendi-sendi tulangnya berderak nyaring seperti petasan kecil. "Batu Roh milikku tidak murah untuk disewa semalaman."

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!