apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 3
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
"padahal tadi gw mau nitip yogurt juga malah udah pergi" gumamnya pelan
"oke gw bakalan nyusun rencana, gw tau nih pemilik tubuh asli ngga Deket sama anak-anak nya jadi gw mau mulai dari awal Dnegan gw pura-pura amnesia dan manja gitu biar semua percaya gw amnesia abis itu gw hidup bahagia deh tanpa dihantui pemilik asli tubuh ini gegara ngga ngerubah idup dia yang berantakan" ujar saga dengan tertawa pelan.
Tak lama Rion datang dengan botol dot berisi susu, entahlah Rion membuatnya dimana mungkin saja sudah langsung dibuat saat ia membelinya.
"tuan ini susunya..jangan dulu, makan buburnya dulu nanti saya kasih susunya" ucap Rion yang membuat saga merengut kesal.
"ish Rion nyebelin saga tidak like" ujarnya lalu dengan cepat ia meraih semangkuk bubur ayam di meja samping brankar
beberapa menit kemudian bubur yang dimakan oleh saga sudah habis lalu ia menagih susu yang dijanjikan oleh Rion tadi
"mana susunya saga mau nen" ucapnya dengan tangan mengadah di hadapan muka Rion.
"ini tuan, saya akan menyiapkan baju-baju anda lalu kita pulang" saga hanya mengangguk mendengar perkataan Rion.
Kini Rion sibuk membereskan barang-barang tuannya yang berada di lemari samping brankar itu.
"tuan sudah siap ayo kita pul-" ucapannya terpotong kala matanya melihat saga yang tertidur pulas dengan dot yang masih tersumpal di mulut nya.
"astaga lucu sekali, aku akan memfotonya dan akan ku kirimkan ke tuan muda pertama agar dia sadar tidak akan membenci tuan saga" gumamnya pelan lalu mengeluarkan handphone nya yang berada di saku jas miliknya lalu memfoto saga yang tertidur pulas, posisinya tangan satu memegang botol dot dan satu tangannya lagi berada di samping kepala yang terlihat begitu menggemaskan
"Yap bagus sekali, aku akan mengirimnya" setelah dirasa pesannya terkirim ke nomor tuan muda pertama nya ia langsung tersenyum dan menggendong saga menuju ke luar rumah sakit.
Di dalam mobil saga masih tertidur Dengan pulas dapat dilihat oleh Rion yang sedang menyetir karena saga berada di kursi penumpang di belakang.
"lelap sekali tidurnya" gumam Rion pelan, dengan mata yang masih terfokus ke arah tuan besarnya itu.
Di Mansion
Pemuda berusia 19 tahun tengah duduk di sofa besar dengan iPad yang berada di tangannya, tiba-tiba ada suara notifikasi dari handphone miliknya
ia melihat foto yang dikirimkan oleh sekretaris ayahnya itu "damn sangat manis, ah apa yang aku pikirkan" ujarnya lalu menutup kembali handphone miliknya dan ia berusaha memfokuskan diri ke iPad miliknya yang sedang mengerjakan skripsi.
"huh dasar pria tua menyusahkan" pikirnya kesal karena di dalam otaknya hanya ada saga.
pemuda itu bernama Rasya Kalandra anak pertama dari saga yang kini menduduki bangku semester akhir, ia lompat kelas karena terlalu pintar.
"ARGGHH sialan akan ku hukum pria itu" dengan cepat ia pergi kekamar miliknya setelah melemparkan iPad dan handphone nya ke lantai sampai pecah.
Beberapa maid yang berada di mansion langsung bergidik ngeri dengan apa yang dilakukan oleh tuan muda pertama mereka.
suara mobil dari luar terdengar, yang tak lain adalah mobil milik Rion yang membawa saga.
Rion menggendong saga ala koala dan melepaskan dot yang tersumpal di bibir tuannya itu
"astaga kenapa tuanku ini begitu ringan?padahal kalau dilihat badannya berisi" ujar Rion lalu membawa saga masuk ke dalam mansion Kalandra.