NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya sepuluh tahun hanya karena satu nama.

Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalani suka duka rumah tangga. Satu nama wanita yang keluar dari bibir manis suami, mampu menghancurkan keutuhan rumah tangga selama sepuluh tahun.

Raya masih berada didapur, tangannya gemetar hebat. Piring yang tadi dicucinya tidak benar benar selesai. Raya menyalakan keran air sekuat kuatnya, dengan harapan suara air yang keluar dari keran bisa menutupi suara tangisnya. Tapi airmatanya terasa lebih deras daripada suara keran air dihadapannya.

Andini..

Namanya saja sudah membuat Raya mual, Cinta? dengan mudahnya Bagas mengatakan cinta kepada wanita lain.

Terasa semua dunia ini akan hancur saat ucapan itu keluar dari mulut suami yang begitu dicintai oleh Raya.

Piring kotor ditumpuk kasar, satu piring lecet karena sentuhan dari wastafel, Ingin rasanya Raya melempar semua piring piring yang ada dihadapannya, biar pecah berserakan seperti hatinya saat ini.

Ternyata sedari tadi Gilang terus menatap Raya. Raya berbalik dan segera menghapus airmatanya dengan tangan.

" Mama nangis ya?" Tanya Gilang polos.

"Tidak, Mama tidak nangis sayang. Mama cuman kelilipan, mata Mama tadi kelilipan. Jadinya berair." Raya mencoba mencari alasan sambil terus menyeka matanya dengan kedua telapak tangannya.

" Pasti sakit ya ma?" Gilang mendekat kearah Raya." Sini Gilang tiup, biar mata Mama tidak sakit lagi." Gilang memberi tanda kepada Raya untuk sedikit membungkuk, Raya mengerti maksud Gilang.

Raya jongkok, supaya tingginya sama sejajar dengan Gilang. Gilang mulai meniup mata Raya.

" Sudah sembuhkan, ma?" Gilang mengusap kedua mata Raya.

Raya hanya bisa mengangguk dan mulai memeluk erat tubuh kecil Gilang, anak sekecil ini tahu kalau mamanya sedang terluka.

" Masih sakit ya, ma?" Tanya Gilang lagi sambil tubuhnya terus dipeluk oleh Raya.

Raya semakin kencang mendekap tubuh Gilang sambil menangis tanpa suara, sakit sekali rasanya sekarang.

Galang juga ikut kedapur dan ikut memeluk tubuh Raya, hal itu hanya bisa dilihat oleh Bagas dari kejauhan. Dia sama sekali tidak punya keberanian untuk mendekati istri dan anak anaknya sekarang.

Jam dinding menunjukkan pukul 05.00 wib, Raya sudah bangun, Raya menunaikan ibadah dua rakaat, biasanya dia akan membangunkan Bagas untuk sholat bersama. Tapi kali ini rasanya untuk menatap wajah Bagas yang masih sah menjadi suaminya itu, dia merasa tidak sanggup.

Semalam sisi Bagas diranjang kosong. Dia tidak masuk kamar. Entah tidur disofa, dimobil, atau.. Raya tidak mau tahu sama sekali.

Setelah menunaikan sholat subuh, Raya bangkit dari tempatnya, kemudian dia berjalan kedapur dan mulai masak nasi goreng untuk sarapan anak anaknya pagi ini.

Raya melihat notifikasi dari hp nya yang sejak siang berada didapur. Raya sama sekali tidak ingat lagi dengan hpnya.

Raya mulai membuka layar hpnya dan mendapatkan pesan dari grub Wa sekolah Galang.

Semua wali murid sudah heboh untuk mempersiapkan acara lomba untuk anak anak yang berprestasi, termasuk Galang, dia berbakat dengan sepakbola.

" Mama, sudah masak?" Galang sudah bangun dengan rambut acak acakkan. Dia mengintip Mama nya dari balik pintu dapur.

Raya menoleh, matanya mencoba untuk terus tersenyum. " Iya sayang, kok sudah bangun?"

" Papa mana ma?" Gilang nyusul sambil gendong guling.

Mendengar pertanyaan Gilang , membuat hati Raya sakit lagi, perkataan itu masih saja menghantui pikirannya. " Papa masih tidur.capek." Jawab Raya asal, sebenarnya dia juga tidak tahu dimana suaminya tidur semalam.

klik, suara pintu depan terbuka, Bagas masuk, wajahnya pucat seperti mayat hidup. Mata merah dan baju yang kaos yang sama seperti yang dipakainya siang kemarin, kusut dan bau rokok.

Dia tidak melirik kedapur dan langsung masuk kekamar mandi, suara shower sudah menyala.

Galang dan Gilang saling lirik, biasanya setiap pagi Bagas akan mencium kening mereka dan bergantian memeluk anak bujangnya itu. Tapi pagi ini, jangankan untuk memeluk, melihat saja tidak.

Raut wajah sedih terlihat dari kedua mata Galang dan Gilang. Raya merasakan hal itu. " Sekarang anak anak mama mandi dulu, setelah itu kita makan nasi goreng sama sama. Galang ajak adekmu kekamar mandi dikamar kalian ya!"

Galang mengerti dan dia segera mengajak Gilang mandi."Ayok dek."

Gilang mengikuti Galang dengan langkah gontai.

Beberapa saat kemudian mereka berempat. Hening, hanya ada suara sendok dan garpu yang menyentuh piring.

Bagas sama sekali tidak menyentuh nasi goreng yang dibuat oleh Raya. Raya juga tidak menawarkan nasi goreng kepada Bagas. Biasanya Raya akan mengomel panjang kali lebar kalau anggota keluarganya tidak sarapan pagi hari.

Bagas cuman minum kopi hitam yang dibuatnya sendiri, pait, tanpa gula, seperti hidupnya sekarang.

" Nanti kita diantar sama papa, kesekolahkan pa?" celetuk Gilang sambil terus mengunyah nasi gorengnya.

" I-ya!" Jawab Bagas ragu ragu sambil melirik kearah Raya.

" Sudah, cepat makannya, nanti Mama yang akan mengantarkan kalian berdua kesekolah!" Raya bicara tanpa mau menatap Bagas.

" Tapi, biasanya Papa yang nganter kita kesekolah." protes Gilang.

" Sekarang dan selamanya, Mama yang akan mengantarkan kalian sekolah, sudah habiskan makanannya cepat, dan jangan banyak tanya lagi!" sentak Raya tiba tiba .

" Aku tidak mau makan lagi." Gilang menyingkirkan piring yang berisi nasi gorengnya.

" Gilang!" Teriak Raya.

Kemarahan Raya kepada Bagas dilampiaskan kepada Gilang yang sama sekali tidak mengerti dengan keadaan mereka sekarang.

" Raya, tidak seharusnya kamu membentak Gilang, Kalau kamu marah sama aku, jangan lampiaskan ke Gilang!" Bagas juga tersulut emosi.

" Lalu aku harus apa? apa aku harus diam saja saat kamu membuat kesalahan, bahkan aku sendiri tidak tahu lagi harus berbuat apa, setelah kamu hancurkan hatiku. Sakit. Hatiku sangat sakit sekarang." Raya memukul mukul dadanya dengan keras.

" Raya." Bagas berusaha memeluk Raya yang sekarang sudah seperti orang gila.

" Mama." Galang dan Gilang sudah menangis melihat mamanya.

" Lepaskan aku, semua ini salahmu Bagas, kamu yang buat aku membentak anakku, kamu yang buat aku jadi jahat, kamu juga yang sudah menghancurkan kepercayaanku. Hanya karena wanita baru yang lebih menggoda. Kamu tega , kamu jahat." Raya berteriak sekuat tenaga, semua rasa sakitnya kini dia tumpahkan dihadapan Suami dan anak anaknya.

Galang dan Gilang ikut menangis melihat mamanya teriak histeris.

" Papa jahat." Teriak Galang.

Bagas menoleh kearah Galang.

" Papa jahat sudah buat mama menangis, kalau Galang sudah besar, Galang akan bawa Mama jauh dari Papa. Lihat saja nanti pa." Galang berbicara sambil terisak.

Ucapan Galang tadi membuat dinding pertahanan Bagas runtuh, lama dia terpaku dalam diam.

" Lihat kamu,Gas. Anakmu sendiri mengerti dengan luka ibunya. Puas kamu buat keluarga ini hancur?" Raya menatap tajam kearah Bagas. " Kau cinta wanita itu? Silahkan kau pergi dengannya." Raya segera menarik tangan Galang dan Gilang, tak sudi lagi rasanya melihat wajah lelaki yang masih sah sebagai suaminya.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!