NovelToon NovelToon
Suamiku,Suami Sahabatku

Suamiku,Suami Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nirna Juanda

Kanaya dan Amira dua sahabat yang tak terpisahkan sejak kecil.
Tak ada rahasia di antara mereka… hingga cinta datang dengan cara yang salah.
Kanaya dipaksa menikah dengan pria pilihan keluarga, Fatan Adrian Mahendra—pernikahan tanpa cinta yang terasa seperti hukuman.
Sementara Amira hidup dalam kebahagiaan, menikahi pria yang ia cintai sepenuh hati—Adrian.
Namun takdir menyimpan rahasia yang kejam.
Pria yang mereka cintai…
adalah orang yang sama.
Satu pria. Dua nama. Dua pernikahan.
Dan satu pengkhianatan yang menghancurkan segalanya.
Saat kebenaran terungkap,
siapa yang akan bertahan?
Dan siapa yang harus merelakan… cinta yang sejak awal tak pernah utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirna Juanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Nama,Cinta Yang Disembunyikan

POV Fatan

Fatan tahu,Sejak awal

ia sudah tahu.

Bahwa Amira dan Kanaya bukan sekadar teman.

Mereka adalah dua orang yang saling mengenal sampai ke hal-hal kecil yang tidak pernah dibagikan pada siapa pun.

Saling menjaga.

Saling menjadi tempat pulang.

Sahabat sedekat nadi.

Dan justru karena itu…

apa yang Fatan lakukan sekarang menjadi sesuatu yang tidak bisa dibenarkan.

Bahkan oleh dirinya sendiri.

Ia tidak merencanakannya.

Setidaknya…

itulah yang selalu ia katakan pada dirinya.

Pertemuan itu terjadi tiga bulan lalu.

Satu bulan setelah pernikahannya dengan Kanaya.

Saat semuanya masih terasa asing.

Saat rumah yang seharusnya menjadi awal… justru terasa seperti kewajiban yang harus ia jalani.

Hari itu hujan turun deras.

Fatan berada di bandara, menunggu penerbangan bisnis yang tertunda.

Suasana riuh.

Orang-orang berlalu-lalang.

Semua tampak sibuk dengan urusannya masing-masing.

Dan di tengah keramaian itu

ia melihatnya.

Amira.

Dengan seragam pramugari yang rapi.

Langkahnya cepat, namun tetap anggun.

Senyumnya… ringan.

Tulus.

Bukan senyum yang dibuat-buat.

Dan entah kenapa

Fatan memperhatikannya lebih lama dari seharusnya.

Ia tidak tahu kapan tepatnya semua itu berubah.

Dari sekadar memperhatikan…

menjadi ingin mengenal.

Dari ingin mengenal…

menjadi tidak bisa berhenti memikirkan.

Mereka bertemu lagi.

Tidak sengaja.

Atau mungkin…

Fatan mulai menciptakan kesempatan.

Percakapan pertama mereka sederhana.

Tentang keterlambatan penerbangan.

Tentang pekerjaan.

Tentang hal-hal kecil yang tidak berarti.

Namun bagi Fatan

itu terasa berbeda.

Amira tidak mengenalnya sebagai siapa-siapa.

Tidak sebagai suami Kanaya.

Tidak sebagai anak dari keluarga yang penuh tuntutan.

Di hadapan Amira

ia hanya seorang pria biasa.

Dan itu…

terasa melegakan.

“Adrian.”

Nama itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Singkat.

Tanpa pikir panjang.

Seolah-olah ia memang sudah menyiapkannya sejak lama.

Amira tersenyum.

“Amira.”

Tidak ada kecurigaan.

Tidak ada pertanyaan.

Hanya perkenalan sederhana

yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Fatan tahu ia salah.

Sangat tahu.

Namun setiap kali ia mencoba menjauh—

ia justru kembali.

Amira bukan hanya nyaman.

Ia… hidup.

Berbeda dengan kehidupan yang ia jalani bersama Kanaya.

Bukan karena Kanaya kurang.

Bukan.

Justru karena Kanaya terlalu tulus.

Terlalu menerima.

Terlalu diam.

Dan dalam diam itu,Fatan merasa seperti tenggelam.

Amira tertawa dengan mudah.

Bercerita tanpa beban.

Bermimpi tanpa ragu.

Ia berbicara tentang masa kecilnya,

tentang keinginannya menjadi pramugari,

tentang bagaimana ia ingin melihat dunia.

Dan Fatan… mendengarkan.

Sesuatu yang bahkan jarang ia lakukan di rumahnya sendiri.

“Aku tidak suka hubungan yang rumit,” kata Amira suatu malam.

Mereka duduk di sebuah kafe kecil, jauh dari keramaian.

“Aku cuma ingin seseorang yang jujur… dan memilih aku.”

Kalimat itu sederhana.

Namun bagi Fatan—

itu seperti sindiran yang tidak disadari.

Ia menatap Amira lama.

Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya.

Namun ia tetap tersenyum.

“Aku di sini.”

Kebohongan itu keluar lagi.

Dan semakin mudah setiap kali diucapkan.

Yang tidak Amira tahu,Pria yang duduk di hadapannya,

yang ia mulai percaya,

yang perlahan membuatnya nyaman

adalah Fatan,

Fatan

orang yang sama yaitu

Suami dari sahabatnya sendiri.

Dan yang lebih kejam,Fatan membiarkan itu

Amira tidak pernah benar-benar tahu wajah suami dari sahabatnya karena di hari pernikahan sahabatanya Amira tidak hadir karena kesibukannya.

Fatan tahu semuanya,fatan

Tetap mendekat.

Tetap melanjutkan sesuatu

yang seharusnya sudah ia hentikan sejak awal.

Di rumah

Kanaya menunggunya.

Dengan kesabaran yang tidak pernah ia minta.

Dengan cinta yang tidak pernah ia tuntut.

Dan di tempat lain

Amira mempercayainya.

Dengan ketulusan yang tidak pernah ia sadari akan berakhir menjadi luka.

Dua dunia.

Dua perempuan.

Dua kebenaran.

Dan Fatan berdiri di tengahnya

memilih untuk tetap diam.

Ia pernah mencoba berhenti.

Beberapa kali.

Menjauh dari Amira.

Mengabaikan pesan.

Menghilang untuk beberapa hari.

Namun setiap kali Amira muncul lagi

dengan satu pesan sederhana,dengan satu sapaan ringan

ia kembali.

Seolah-olah ia tidak pernah benar-benar pergi.

“Kamu aneh,” kata Amira suatu hari.

“Kadang kamu ada… kadang hilang.”

Fatan tersenyum tipis.

pekerjaan ku memang seperti itu.”

Alasan lain.

Kebohongan lain.

Yang kini terasa terlalu mudah.

Fatan tahu risiko dari semua ini.

Ia tahu apa yang akan terjadi jika kebenaran terbuka.

Ia tahu,ia bisa kehilangan segalanya.

Kanaya.

Amira.

Dan dirinya sendiri.

Namun yang lebih ia takuti,adalah menghadapi kenyataan bahwa ia harus memilih.

Dan untuk sementara

ia memilih satu hal

Tidak memilih.

Ia tetap menjadi suami bagi Kanaya.

Tetap pulang ke rumah.

Tetap menjalankan perannya dengan rapi.

Dan di waktu yang sama

ia tetap menjadi “Adrian” bagi Amira.

Pria yang ia percaya.

Pria yang membuatnya merasa tidak sendirian.

Kebohongan itu tumbuh.

Perlahan.

Rapi.

Seperti bangunan yang dibangun dengan hati-hati,namun berdiri di atas dasar yang rapuh.

Dan Fatan tahu,cepat atau lambat…

semuanya akan runtuh.

Namun saat itu tiba,yang akan hancur bukan hanya satu hati.

Melainkan tiga.

Kanaya.

Amira.

Dan dirinya sendiri.

Karena ada satu hal yang tidak bisa ia hindari

Kebenaran

tidak pernah benar-benar hilang.

Ia hanya…

menunggu waktu

untuk ditemukan.

1
Asih
akhirnya saya puas liat kesombongan srorang lelaki terpuruk
Nirna: Kadang kesombongan memang perlu dijatuhkan dulu supaya seseorang sadar 😊 Terima kasih kak sudah mengikuti ceritanya sampai ikut puas dengan alurnya 🤗❤️
total 1 replies
Asih
lanjutt
Nirna: Terima kasih banyak sudah membaca 😊 Lanjutannya segera aku update ya kak
total 1 replies
Kereng Pangi
bahasanya kbnyak retorika
Nirna: Terima kasih atas masukannya 🙏. Ke depannya akan saya perbaiki supaya bahasanya lebih nyaman dibaca.
total 1 replies
Asih
lanjut semakin seruuu
Nirna: Terima kasih banyak 🙏 Senang banget kakak menikmati ceritanya. Ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Asih
padahal kalau mau bicara dari hati ke hati dn terus terang.sama kanaya
Nirna: Iya benar juga 😊 Terima kasih sudah ikut memberikan sudut pandang. Nanti akan ada perkembangan cerita yang lebih dalam lagi, ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Asih
lanjut dong
Nirna: Siap 😊 Terima kasih sudah menunggu. , jangan bosan mengikuti ceritanya ya 🙏
total 1 replies
rina saragih
waw waw... fatan kapok kamuuu
Nirna: Hehe, iya nih kak 😄 Fatan lagi diuji banget kesabarannya. Kira-kira dia bakal kuat sampai kapan ya? Terima kasih sudah baca dan dukung ceritanya 💖
total 1 replies
rina saragih
kenapa susah sekali menicintai yg halal?
hati memang penuh misteri
Nirna: MasyaAllah, terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Semoga ceritanya bisa menyentuh dan menemani 😊Terima kasih banyak sudah membaca dan berbagi pendapat 😊 Memang hati itu penuh misteri, semoga cerita ini bisa sedikit menggambarkan perasaan itu ya🙏
total 1 replies
rina saragih
fatan oh adrian
Nirna: Nah loh, mulai ketahuan ya benang merahnya 😄 Stay tune terus ya kakak🙏
total 1 replies
rina saragih
awal yang bagus
aku berharap akan seru seterusnya
Nirna: Terima kasih banyak 😊 Senang sekali kakak suka di awalnya, semoga bab selanjutnya bisa lebih seru lagi ya
total 1 replies
Angel 💖
karya yang bagus
. tapi kenapa sepi ya?
Nirna: terimakasih banyak kakak sudah berkomentar,iya nih masih sepi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!