NovelToon NovelToon
MEKANIK DARI LEMBAH BESI

MEKANIK DARI LEMBAH BESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: T28J

(𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘼𝙄)
𝙂𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙏𝘾𝙂 𝙪𝙣𝙞𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣. 𝙄𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙑𝙖𝙡𝙩𝙝𝙚𝙧𝙞𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙩𝙪-𝙣𝙮𝙖.

⚙⚙⚙

Mengisahkan tentang seorang mekanik muda bernama Arven yang ditakdirkan untuk menjadi Host Titan Gear bernama Astraeus. Kisah masa lalu dan masa kini akan terkompresi menjadi satu dalam mengungkap kehancuran peradaban Astreya. Unsur Action, Misteri, Politik, Perang Kerajaan akan menjadi fokus cerita ini.

Mari bergabung bersama Arven dalam petualangannya di dunia Valtheria.

—T28J

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T28J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BRAKENFORD ARC 1 - BAHASA LOGAM

...Semua mesin punya irama, dan semua kehidupan punya detak. Ketika satu saja melenceng......

......sesuatu akan bangun....

...⚙⚙⚙...

Dua puluh lima tahun kemudian...

CLANG...

Suara logam beradu bergema di dalam ruang mesin yang pengap. Seorang mekanik muda menyentak kunci pasnya, memastikan tidak ada baut yang longgar, memastikan setiap bagian tetap bertahan walau dipaksa bekerja melampaui batasnya.

“Arven Valen... kalau mesin itu meledak lagi, aku sendiri yang akan melemparmu ke dalamnya!” teriak seorang pria tua dari luar.

Arven tidak menoleh. Ia hanya mengetuk pelat penutup generator di depannya dengan buku jari. “Kalau meledak, berarti mesin ini yang memang mau berhenti. Bukan salahku,” jawabnya santai.

“Mesin tidak punya kemauan, bocah. Kau saja yang keras kepala,” gerutu pria itu, nada suaranya setengah kesal, setengah pasrah.

Arven tersenyum tipis. Di hadapannya, sebuah generator tua menganga setengah terbuka. Roda gigi di dalamnya sudah aus, beberapa bahkan tidak sejajar karena dipaksa bekerja melewati batas. Baginya, mesin ini tidak benar-benar mati, ia hanya sedang kehilangan iramanya.

Ia memasukkan tangannya ke dalam rongga mesin yang panas, meraba di antara kumpulan gear dan poros engkol. Ia tidak sekadar mencari kerusakan fisik, ia mencari getaran yang salah. Seperti yang sering dikatakan ayahnya, mesin memiliki bahasa mereka sendiri.

Tangannya berhenti, ia merasakan getaran ganjil di balik transmisi utama. Bukan karena aus, tapi karena tidak selaras. Salah satu komponen kecil mencoba bergerak melawan ritme seluruh sistem.

Arven mengernyit. Ia mengambil obeng dari tas perkakas di pinggangnya, lalu dengan gerakan presisi yang terlatih, ia menyetel ulang pengunci di bagian dalam, memperbaiki posisi yang hampir tak terlihat oleh mata biasa.

Sejenak, ruangan itu sunyi. Lalu beberapa saat kemudian, mesin tua itu terbatuk, mengeluarkan uap panas, dan mulai menderu.

KRRRRR...

Lantai di bawah kaki Arven bergetar stabil. Suara mesin yang tadinya kasar, terputus-putus, kini berubah menjadi dengungan rendah yang teratur.

“Nah, sudah hidup,” kata Arven santai. Ia melompat turun dari ruang mesin, menyeka oli di tangannya ke kain lusuh yang melilit pinggangnya, meninggalkan noda hitam yang sudah terlalu banyak untuk dihitung.

Si penambang tua mendekat, matanya menyipit memeriksa putaran roda mesin dengan penuh curiga, ia tidak percaya perbaikan sederhana itu benar-benar berhasil. “Bisa dipakai sampai shift malam?” tanyanya, suaranya lebih rendah sekarang.

Arven menatap rangka roda yang mulai retak di beberapa titik. “Bisa. Tapi jangan serakah. Kalau kau paksa membawa muatan berlebih lagi, mungkin nanti rangkanya yang akan patah.”

“Kalau muatannya sedikit, target harian tidak akan tercapai!” potong penambang itu cepat, seperti kalimat yang sudah terlalu sering ia ulang.

Arven tidak langsung menyahut. Ia menatap ke arah tambang yang sibuk di ujung sana, ada debu, uap, dan suara logam yang saling hantam. Bagi orang lain, itu adalah kebisingan yang memekakkan telinga. Bagi Arven, itu adalah simfoni mekanis yang hidup.

“Kalau dipaksa,” ucap Arven datar sambil menatap pria itu, “bukan cuma targetmu yang berhenti, tapi seluruh tambang ini akan macet.”

Si pria tua mendengus, lalu bergumam pelan, “kalau kau sedikit saja lebih serius, kau sudah lama jadi insinyur di kerajaan mana pun yang kau mau.”

Arven tertawa kecil sambil berjalan pergi. “Dan terjebak di balik meja sepanjang tahun? Tidak, terima kasih.”

^^^*gambar buatan AI^^^

Ia melangkah meninggalkan hiruk-pikuk area galian menuju pondok kecilnya di tepi tebing tambang. Langkahnya santai, tidak terburu-buru meski teriakan dan suara mesin terus memanggilnya kembali. Di sana, ia duduk di bangku kayu tua yang sudah mulai lapuk, memegang segelas air dingin dari sumur desa yang sederhana.

Arven diam sejenak, membiarkan angin gunung menyapu wajahnya yang kotor oleh debu logam. Dari ketinggian itu, ia memandang dunia di bawahnya, sebuah desa tempat kelahirannya, Brakenford.

Brakenford terbentang di dasar lembah, terjepit di bawah bayangan tebing yang curam dan dinding pegunungan Kharvendal yang menjulang kaku. Asap kelabu merayap dari cerobong rumah-rumah kayu tua, menciptakan lapisan tipis di udara. Dari ketinggian, alun-alun desa tampak mengecil, hanya berupa titik-titik sumur batu, bengkel, dan gudang bijih yang terhubung oleh jalur jalan tanah yang sibuk oleh lalu-lalang pekerja.

Di sisi Arven, tambang emas menganga lebar seperti luka besar di tubuh gunung, dipenuhi deru mesin-mesin besi yang dipaksa bergerak tanpa jeda. Rantai berderit, roda berputar, dan palu mekanis menghantam tanpa ampun. Di sini, tidak ada istilah hari yang tenang atau malam yang sunyi. Brakenford tidak pernah benar-benar tidur, ia hanya berganti irama, dari siang yang bising ke malam yang lebih gelap namun tetap hidup.

Arven menyesap airnya perlahan, membiarkan rasa dingin menyentuh kerongkongannya. “Setiap hari selalu sama,” gumamnya datar pada diri sendiri.

Baginya, hidup kini hanya pengulangan dari mesin yang hancur, amarah para pekerja, dan target yang harus terus dikejar. Ia menyandarkan punggungnya pada bangku kayu tua, membiarkan matanya tertuju pada benda berat di tangan kanannya, Titan Wrench.

Kunci Inggris raksasa itu tampak tua, permukaannya dipenuhi bekas goresan dan benturan dari ribuan jam kerja keras yang ia lalui. Benda ini adalah warisan ayahnya, Eldric, satu-satunya peninggalan yang tetap ia genggam erat sejak sang ayah pergi entah kemana. Namun, akhir-akhir ini, Arven merasa ada yang berubah. Ia mengangkat alat itu sedikit, memperhatikan setiap jengkal logamnya yang dingin.

“...kau juga mulai aneh,” bisiknya sambil mengernyit.

Pada malam-malam tertentu saat bengkel hening, Titan Wrench itu terasa berdenyut pelan seakan memiliki detak jantung di dalam rongga bajanya. Terkadang, kristal biru kecil yang tertanam di sana berkedip redup. Arven menghela napas, berusaha mengusir firasat ganjil itu. “Jangan mulai bertingkah aneh. Mesin di tambang sudah cukup merepotkan.”

Tiba-tiba, sebuah teriakan keras memecah keheningan dari kejauhan. “Arven! Mesin sisi selatan macet lagi!”

Arven tidak langsung bangkit. Ia memejamkan mata sejenak, menikmati hening yang tersisa. Sebuah senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di wajahnya. “Mereka pikir aku ini robot juga...” gumamnya pelan. Ia berdiri perlahan, menyampirkan Titan Wrench yang berat itu di bahunya, membayangkan dirinya tidak jauh berbeda dengan raksasa besi yang dipaksa bekerja tanpa henti di jantung tambang tersebut.

Langkah kakinya mulai menuruni lereng menuju hiruk-pikuk mesin dan debu yang kembali memanggilnya. Brakenford masih berdetak dengan ritme yang sama, stabil dan keras kepala.

Namun Arven tahu bahwa sesuatu di sekitarnya perlahan-lahan mulai tidak lagi sepenuhnya "biasa".

...⚙⚙⚙...

Jika kalian suka cerita dari novel ini, bantu like dan subscribe, jangan lupa komen teori dan tanggapan kalian mengenai novel ini.

—T28J

1
Mystic Novel
nah seperti ini, mungkin bisa di konvert ke kata yang lebih sederhana dan bukan puitis, soalnya ini genre fantasi...

tapi cerita dan dunianya bagus kok, terus semangat ya
Mystic Novel
Thor, karena ini cerita fantasi, narasinya kalau bisa lebih sedikit di sederhanakan, karena pembaca susah nebak suasana dan dunianya.
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
seram kalo bisikan
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wow bagusnya
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
memasuki sepatu sambil lari 🤔
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
yah serius lah /Facepalm/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
keren ini /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
mantap ada transformers /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wah nasibnya gimana?
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
titan yang ada "attack on titan"
Oto,'Pemuja Hati'
Jadi keingat dengan dunia game dengan menggunakan sistem kartu.. m😌
Oto,'Pemuja Hati'
Aku masih terkagum-kagum dengan gambarnya.. m🥹 Terlalu konsisten.. m🥰
SANG
Oke Thor💪👍 tetap semangat ya💪👍
SANG
Jempol untukmu dek👍👍👍👍👍👍👍
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
SANG
Go go go go...💪👍
Muqimuddin Al Hasani
belum ngerti maksud kartunya
T28J: sudah rilis bab pemberitahuannya a'. How to Play Card-nya
total 1 replies
Muqimuddin Al Hasani
ini mah benar terinspirasi dari lord of the ring, yang satu panah yang satu gada
alicea0v
"Aliceee!!!" teriak Xena histeris. "Ada penduduk sebelah mau matiii!!" wanita penyihir itu berlari memutar panik, disetiap langkahnya membuat debu mengepul ke udara.

Alice hanya menatap para pekerja itu dari kaca sihir yang mengambang di udara.

"Ah.. beberapa manusia yang bosan hidup ya? biar saja Xena, mereka memang suka cari mati. nanti pingsan sendiri." Alice kembali ke kuilnya meninggalkan Xena yang masih berlari memutar.

"Ini.... dunia ini terlihat lebih kejam dari dunia kita." potong Arthur yang baru saja selesai mandi. ( oh wow pakai baju thur)
alicea0v: 🤣🤣🤣🤣 aku ngakak sumpah..
total 2 replies
alicea0v
sabar-sabar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!