NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

:**: masa lalu kelam ariel

"Woy... lu kok berhenti? Ayuk cepet nanti siomay-nya keburu habis!" seru Amu yang sudah berdiri beberapa meter di depan, menyadari [y/n] sempat terpaku menatap ke arah lapangan.

"Eh! Iya... sori," ucap [y/n] kaget, langsung mempercepat langkahnya menyusul mereka.

Kantin SMA Pelita benar-benar kacau. Aroma gorengan beradu dengan bau keringat dan suara teriakan murid-murid yang kelaparan. Untungnya, mereka bertiga berhasil mendapatkan tiga porsi siomay Mang Ujang yang legendaris sebelum antreannya makin mengular.

Mereka duduk di meja panjang pojokan yang sedikit lebih tenang. Sambil mengunyah, Yupi mulai bercerita tentang drama-drama receh di sekolah, mulai dari kakak kelas yang putus sampai gosip guru olahraga yang baru tunangan. [y/n] mendengarkan sambil sesekali tertawa kecil, tapi pikirannya masih tertinggal pada sosok cowok ber-tudung jaket di bawah pohon tadi.

"Eh, gue mau nanya deh," potong [y/n] pelan, meletakkan garpunya sebentar. "Soal Ariel yang tadi..."

Seketika, Yupi dan Amu saling lirik. Yupi menelan siomay-nya bulat-bulat sebelum menjawab.

"Tuh kan, baru sejam di sini udah kena virus penasaran sama si Ariel," sahut Yupi sambil menggeleng-geleng. "Kenapa? Lu ngerasa terintimidasi ya gara-gara diusir tadi?"

"Enggak juga sih," jawab [y/n] sambil mengaduk-aduk bumbu kacangnya. "Cuma... emang dia selalu kayak gitu? Maksud gue, dia nggak punya temen deket banget atau gimana?"

Amu menyesap es teh manisnya, wajahnya berubah sedikit lebih serius. "Gini ya, [y/n]. Ariel itu... gimana ya bilangnya. Dia itu pinter, pinter banget malah. Tapi dia kayak nggak punya rem kalau soal emosi. Lu liat luka di sudut bibirnya tadi? Itu hasil berantem sama anak SMK sebelah kemarin sore. Kabarnya sih gara-gara hal sepele, tapi Ariel nggak pernah mau kalah."

"Dia itu punya trust issue parah," tambah Yupi, suaranya mengecil. "Dulu, sekitar setahun lalu, dia pernah kelihatan agak 'normal' pas lagi deket sama cewek namanya Alea. Cantik banget, lebih dewasa dari kita. Kita kira Ariel bakal tobat, eh ternyata..."

"Ternyata apa?" tanya [y/n] makin penasaran.

"Ternyata dia cuma dijadiin mainan," bisik Amu. "Alea itu ternyata udah punya suami di luar kota. Dia cuma iseng sama Ariel. Pas ketahuan, Ariel ngamuk gede. Hampir aja dia ngelakuin hal nekat yang bikin dia masuk penjara kalau nggak dilerai sama pamannya.

Sejak itu, dia jadi makin 'setan' di sekolah. Nggak percaya sama siapa pun, apalagi sama cewek."

[y/n] terdiam. Penjelasan itu bukannya bikin dia takut, malah bikin dadanya terasa sesak. Dia tahu rasanya dikhianati oleh orang yang seharusnya memberikan kasih sayang.

"Jadi... itu sebabnya dia selalu masang tembok?" gumam [y/n] lebih kepada dirinya sendiri.

"Iya. Makanya, mending lu jangan deket-deket deh," saran Yupi tulus. "Lidahnya tajem, kelakuannya kasar. Dia nggak bakal ragu buat bikin lu nangis kalau lu dirasa ganggu dunianya. Lagian, cewek ceria kayak lu nggak cocok temenan sama 'kegelapan' kayak dia."

[y/n] cuma tersenyum tipis, matanya menatap kosong ke arah piring siomaynya yang masih setengah. Ceria? batinnya miris. Kalau saja mereka tahu apa yang dia lalui setiap malam di rumah, mereka mungkin nggak akan bilang dia adalah 'cahaya'.

"Tapi tadi gue liat dia lagi ngasih makan kucing di bawah pohon," ucap [y/n] tiba-tiba.

Amu dan Yupi kompak melongo. "Hah? Ariel? Ngasih makan kucing? Lu nggak salah liat? Mungkin kucingnya lagi dia cekik kali!" canda Yupi yang langsung disambut tawa oleh Amu.

[y/n] ikut tertawa, tapi dalam hati dia tahu apa yang dia lihat.

Seseorang yang mau membagi sedikit waktunya untuk hewan liar di tengah kebenciannya pada dunia, pasti punya hati yang tersembunyi jauh di balik luka-lukanya.Suasana di meja itu mendadak hening sejenak. Yupi dan Amu saling lirik, seolah sedang menimbang apakah cerita ini pantas dibagi ke anak baru atau tidak.

Kemudian Amu angkat bicara, "Eh.. tapi gua denger-denger juga nih ya.. Ariel tuh suka cewek yg lebih dewasa dari kita tuh karena pengen aja atau karena gosip dulu yg katanya Ariel ditinggalin emak nya dari kecil dan selalu dianiaya bapaknya itu?" tanya Amu pada Yupi dengan nada lirih, hampir seperti bisikan yang takut terdengar angin.

Yupi menghela napas, wajahnya berubah serius. "Sst! Pelanin suara lu, Mu. Gosipnya sih emang gitu. Katanya nyokapnya kabur pas dia masih kecil banget—kayak pas dia lagi butuh-butuhnya dekapan ibu. Terus dia ditinggalin sama bokapnya yang... yah, lu tahu sendiri, 'monster' dalam wujud manusia."

Amu mengangguk lemas, raut wajahnya campur aduk antara ngeri dan kasihan. "Pantesan dia nyari cewek dewasa kayak Alea kemarin. Mungkin dia nggak nyari pacar, tapi nyari sosok ibu yang nggak pernah dia punya. Tapi malah dikhianatin juga. Kasihan banget sih, mentalnya pasti ancur banget."

[y/n] terdiam seribu bahasa. Kalimat-kalimat itu menghantam dadanya telak. Pandangannya terpaku pada piring siomaynya yang mendadak terasa hambar. Di balik saku jaket varsity-nya, tangan [y/n] meremas ujung seragamnya kuat-kuat.

Ditinggalkan... dianiaya...

Dia tahu persis rasanya pulang ke rumah tanpa disambut hangat, melainkan disambut aroma alkohol yang menyengat dari ibunya yang pecandu. Dia tahu rasanya menjadi sasaran amarah orang tua yang seharusnya melindunginya.

"Eh, [y/n]? Lu kenapa? Muka lu kok jadi pucat gitu?" tanya Amu heran, menyentuh pundak [y/n] lembut.

[y/n] tersentak, lalu buru-buru memasang senyum 'topeng'-nya kembali. "Eh? Nggak apa-apa kok. Cuma... ngeri aja denger ceritanya. Kasihan ya dia."

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!