NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Utusan Matahari Suci

Kapal layar dari emas putih itu meluncur tanpa suara di atas permukaan Lautan Tak Berujung. Tidak ada riak air yang tercipta. Kapal itu seolah menolak untuk tunduk pada hukum fisika yang mengikat kapal-kapal fana.

Di geladak Leviathan Emas, Long Tian mengeratkan genggamannya pada gagang pedang raksasanya. Keringat dingin mengalir di pelipisnya.

"Senior Bai," bisik Long Tian tegang. "Aura mereka... sangat berbeda. Rasanya bukan seperti kultivator dari Benua Kuno. Mereka terasa seperti... tidak terikat oleh dunia ini."

Han Luo (Bai Ze) berdiri dengan tangan di belakang punggung, matanya yang merah menyala menatap kapal yang kini berhenti hanya berjarak lima puluh meter dari mereka.

"Tentu saja mereka berbeda, Anak Baru. Mereka menghirup Qi yang seratus kali lebih murni dari kita setiap hari," Han Luo tersenyum tipis. "Tapi emas murni tetaplah benda lunak jika dipukul dengan palu godam."

Dari kapal emas putih itu, tiga sosok melayang turun dan berdiri di udara, tepat di atas batas geladak Leviathan Emas.

Mereka mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman pedang perak menembus matahari emas—simbol kebesaran Istana Matahari Suci, faksi raksasa dari Cakrawala Suci tempat mendiang Jian Wuji pernah mengabdi.

Pemimpin mereka adalah seorang pria paruh baya dengan rambut keemasan yang diikat rapi. Matanya memancarkan cahaya terang yang menyilaukan, membuat siapa pun yang menatapnya merasa seolah sedang menatap langsung ke inti matahari.

Zhong Ye - Pengawas Eksekusi Istana Matahari Suci. Tingkat Kultivasi: Pemutus Roh Setengah Langkah.

Dua orang di belakangnya memancarkan aura Jiwa Baru Lahir Puncak yang sangat padat.

Zhong Ye menatap bangkai Paus Penelan Bintang yang terbelah dua di atas lautan, lalu memindahkan tatapannya ke Han Luo dan Long Tian. Ekspresinya dipenuhi oleh rasa jijik yang luar biasa, layaknya seorang bangsawan melihat kecoa di meja makannya.

"Pantas saja bau tempat ini sangat menjijikkan," suara Zhong Ye mengalun di udara, dipenuhi dengan resonansi energi spiritual yang membuat kayu kapal berderak. "Para tahanan dari Benua Pembuangan telah berhasil menjebol kandang mereka."

Long Tian menggertakkan gigi. "Tahanan? Jaga mulutmu!"

"Tutup mulutmu, Anjing Kotor," salah satu pengawal di belakang Zhong Ye membentak. Hanya dengan bentakannya, sebuah gelombang kejut spasial melesat menghantam Long Tian.

BAM!

Long Tian menyilangkan pedangnya, tapi tubuhnya tetap terdorong mundur sejauh tiga langkah. Papan geladak hancur di bawah kakinya.

"Kuat!" batin Long Tian kaget. Jiwa Baru Lahir Puncak dari orang ini terasa jauh lebih berat dan solid dibandingkan Patriark Yun yang mereka bunuh di Benua Kuno.

Zhong Ye mengabaikan Long Tian dan menatap lurus ke arah Han Luo.

"Aku bisa merasakan sisa aura spiritual dari Cincin Penyimpanan Jian Wuji di tubuhmu, Tikus Berambut Perak," kata Zhong Ye dingin. "Jian Wuji mungkin hanya seekor anjing penjaga tingkat rendah bagi faksi kami, tapi membunuh anjing milik Istana Matahari Suci berarti kau telah menandatangani surat kematianmu sendiri."

Zhong Ye mengulurkan tangannya.

"Berlutut. Serahkan cincin itu. Dan aku berjanji akan menghancurkan jiwamu dengan cepat tanpa perlu menyiksamu selama seratus tahun di Api Yang Murni."

Keheningan melanda geladak kapal. Hanya suara badai kosmik di kejauhan yang terdengar.

Lalu... sebuah tawa pelan memecah keheningan itu.

Heh. Hahahaha!

Han Luo tertawa. Awalnya pelan, lalu semakin keras, hingga dia harus menutupi wajahnya dengan satu tangan.

Zhong Ye mengerutkan kening. Arogansinya terluka. "Apa yang lucu, Tahanan?"

Han Luo berhenti tertawa. Mata merahnya kini memancarkan kedalaman jurang yang hampa.

"Aku menertawakan sistem pengiriman pesan kalian," kata Han Luo santai. Dia membuka kipas kertasnya dengan bunyi klak yang tajam. "Kalian mengirim tiga orang badut ini sejauh ribuan mil menembus Arus Bintang, hanya untuk memintaku berlutut? Bukankah itu sangat boros anggaran?"

Mata Zhong Ye melebar karena murka. Di Cakrawala Suci, bahkan sekte menengah pun akan bersujud jika melihat jubahnya. Tapi tikus dari pulau penjara ini berani menghinanya?

"Kau mencari mati!"

Zhong Ye tidak bergerak, tapi niat membunuhnya memicu hukum alam.

Hukum Suci: Penjara Cahaya Mutlak!

Seketika, ruang di sekitar Han Luo dan Long Tian dipenuhi oleh ribuan pilar cahaya keemasan setipis rambut. Pilar-pilar itu menyilang dan mengurung mereka dalam sangkar bercahaya yang suhu intinya mencapai ribuan derajat.

"Ini adalah hukum alam murni dari Cakrawala Suci," Zhong Ye tersenyum bengis. "Teknik kotor dari Benua Pembuangan tidak akan bisa menembusnya. Pangganglah di dalam sana."

Udara di dalam sangkar cahaya itu mulai mendidih. Zirah naga Long Tian mendesis kepanasan. "Senior Bai! Ini... apinya membakar Qi-ku!"

Han Luo berdiri dengan tenang di tengah sangkar cahaya yang mematikan itu.

"Hukum alam dari Cakrawala Suci, ya?" Han Luo mengangkat tangannya dan menyentuh salah satu pilar cahaya itu.

Cesssss. Asap mengepul dari jarinya, tapi dia tidak menarik tangannya.

"Cukup hangat. Tapi izinkan aku mengajarimu sesuatu tentang cahaya," Han Luo mendongak, matanya yang merah kini menggelap, menampakkan cincin biru es di pupilnya.

Di dalam Dantiannya, Inti Emas Gerhana dan Inti Bintang yang telah dia serap berputar dengan sinkronisasi mutlak.

"Tidak peduli seberapa terang sebuah cahaya..."

Domain Gerhana: Gravitasi Bintang Mati!

"...Pada akhirnya, ia akan ditelan oleh kegelapan."

ZRRRNGGGG!

Sebuah pusaran lubang hitam raksasa meledak dari tubuh Han Luo. Bukan aura Qi, melainkan distorsi ruang hampa murni.

Sangkar cahaya keemasan milik Zhong Ye tiba-tiba bergetar hebat. Pilar-pilar cahayanya membengkok, tertarik ke arah tubuh Han Luo, lalu... terisap habis tanpa sisa.

Ruang kembali gelap dan normal dalam hitungan detik.

Zhong Ye membelalakkan matanya. Rahangnya hampir jatuh.

"M-Mustahil! Kau menelan Hukum Cahaya-ku?! Bahkan Pemutus Roh murni pun tidak bisa melakukan itu tanpa artefak penangkal!"

Dua pengawal di belakang Zhong Ye juga memucat. Mereka langsung mencabut pedang mereka. "Tuan! Orang ini... dia bukan tahanan biasa! Auranya... itu adalah aura anomali kosmik!"

Han Luo menutup kipasnya. Dia melangkah maju hingga ujung sepatunya berada di bibir kapal, menatap ketiga utusan yang melayang di udara itu.

"Kalian datang jauh-jauh dari Daratan Utama," Han Luo tersenyum, sebuah senyuman predator yang menemukan mangsa empuk. "Itu berarti, kapal kalian pasti memuat Peta Navigasi lengkap menuju Cakrawala Suci. Dan ingatan kalian... pasti penuh dengan informasi tentang faksi-faksi di sana."

Han Luo menarik Pedang Teratai Darah-nya secara perlahan dari sarungnya. Bunyi gesekan logam yang haus darah beresonansi dengan detak jantung musuh.

"Anak Baru," panggil Han Luo tanpa menoleh.

"Siap, Senior!" Long Tian menyeka keringatnya, matanya kembali menyala dengan semangat bertarung.

"Tangkap yang memegang pedang di sebelah kiri. Aku akan mengurus si rambut emas ini dan yang di kanan. Jangan bunuh mereka terlalu cepat," Han Luo menjilat bibirnya. "Aku ingin mengorek isi otak mereka sebelum kubuang mayatnya ke laut."

Zhong Ye menggertakkan giginya, wajahnya merah padam karena amarah dan rasa terhina.

"Kau pikir kau bisa mengalahkan kami hanya karena bisa mematahkan satu teknik?! Kami adalah elit dari Istana Matahari Suci! Bantai mereka!"

Pertarungan pertama antara Sang Dalang dari Benua Penjara melawan elit dari Pusat Dunia pun pecah di atas ombak Lautan Tak Berujung.

Han Luo tidak berniat untuk sekadar menang. Dia berniat untuk merampok tiket masuknya menuju Daratan Utama.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!