NovelToon NovelToon
Skenario Rahasia Sang CEO

Skenario Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:477
Nilai: 5
Nama Author: Shee Lyn

"Pernikahan ini adalah benteng, dan rahasia adalah senjataku."
Bagi dunia luar, Mike Raharja adalah lambang kesempurnaan sekaligus kutukan. Sang tirani korporat yang dingin, tak tersentuh, dan dirumorkan tidak bisa memberikan keturunan bagi dinasti bisnis raksasa Raharja Group. Demi menjaga takhtanya dan melindungi sebuah rahasia besar dari musuh-musuh dalam selimut, Mike merancang sebuah skenario gila: pernikahan kontrak selama empat tahun dengan pengacara ambisius, Anita.
Namun, ketika masa kontrak berakhir dan topeng-topeng mulai berjatuhan, sebuah kejutan besar yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di balik dinding sangkar emas yang penuh manipulasi, ada satu jiwa yang selama ini disembunyikan Mike dari radar dunia—sebuah pelabuhan hati rahasia yang menjadi alasan di balik semua kelicikan dan pengorbanannya.
Saat badai korporasi mengancam dan masa lalu menuntut balas, akankah skenario yang disusun Mike berakhir sebagai kemenangan mutlak, atau justru menjadi bumerang untuknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shee Lyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 (Restu)

Surya tersenyum tipis, sebuah senyuman sarat akan kedewasaan hidup yang telah kenyang makan asam garam dunia. "Kasih sayang Kakek kepadamu tidak pernah palsu, Anita. Bahkan setelah Kakek melihat dokumen kontrak itu, Kakek tidak bisa membencimu. Kamu adalah wanita yang hebat, cerdas, dan selama empat tahun ini kamu telah menjaga nama baik keluarga Raharja dengan sangat sempurna di depan publik. Kakek justru ingin berterima kasih karena kamu bersedia membuang empat tahun masa mudamu untuk mendampingi cucuku yang kaku dan penuh rahasia itu."

Mendengar kata-kata pengampunan yang begitu tulus dari Surya, beban berat yang selama sebulan ini menghimpit dada Anita seketika menguap tanpa sisa. Ia menangis pelan, merasa sangat bersyukur karena pria tua di depannya tidak menaruh dendam sedikit pun pada kelicikan bisnis yang pernah mereka lakukan.

Pembicaraan di antara mereka berlanjut dengan lebih mendalam. Surya menanyakan tentang rencana masa depan Anita setelah kontrak ini berakhir, dan Anita dengan antusias menceritakan perkembangan firma hukum barunya yang kini memegang proyek legalitas yayasan pendidikan milik ibu Alisha.

Di tengah pembicaraan itu, mata tajam Surya sesekali melirik ke arah Alvin yang sejak awal pertemuan tidak pernah bergeser satu inci pun dari belakang kursi Anita. Setiap kali Anita bergerak atau tampak sedikit tidak nyaman, Alvin dengan sigap menggeser posisi berdirinya, atau sekadar meletakkan tangannya di sandaran kursi Anita untuk memberikan rasa aman. Gestur-gestur kecil penuh perhatian itu tidak luput dari pengamatan sang patriark keluarga Raharja.

"Alvin," panggil Surya tiba-tiba, memutus penjelasan Anita tentang dokumen hukum.

Alvin sedikit tersentak, lalu membungkuk hormat. "Iya, Kakek Surya?"

"Kakek sudah mengenalmu sejak kamu masih remaja, sejak kamu sering datang ke rumah ini bersama Mike untuk bermain," Surya menatap Alvin dengan senyuman penuh arti yang sarat akan kebijaksanaan. "Kakek tahu kamu adalah pria yang jujur, setia, dan selalu bisa diandalkan. Tapi Kakek baru menyadari satu hal hari ini... melihat caramu menatap Anita sejak kalian masuk ke kamar ini."

Wajah Anita seketika merona merah, sementara Alvin berdeham pelan untuk menutupi rasa salah tingkahnya yang mendadak disergap oleh intuisi tajam sang kakek.

"Kakek... Kakek bisa melihatnya?" tanya Alvin ragu, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Surya tertawa rendah, sebuah tawa kecil yang terdengar lebih sehat dibandingkan sebelumnya. "Kakek ini sudah hidup hampir satu abad, Alvin. Kakek tahu bedanya tatapan seorang sahabat dan tatapan seorang pria yang sedang mengunci seluruh dunianya pada satu wanita. Kamu... sudah menyukai Anita sejak lama, bukan? Bahkan saat dia masih berstatus sebagai istri kontrak Mike?"

Alvin menarik napas panjang, memutuskan untuk tidak lagi menyembunyikan kebenaran di hadapan pria tua yang ia hormati ini. Ia melangkah maju, berdiri tepat di samping Anita, lalu dengan lembut menggenggam tangan wanita itu di depan mata Surya Raharja.

"Benar, Kek," ucap Alvin dengan nada suara yang mantap, jujur, dan penuh dengan keseriusan seorang pria dewasa. "Saya sudah menaruh hati pada Anita bahkan sebelum kontrak pernikahan dengan Mike dimulai. Namun selama empat tahun ini, saya menahan diri demi menghormati kesepakatan bisnis mereka dan menjaga keselamatan rencana Mike. Sekarang, setelah semua kontrak itu berakhir dan Anita telah kembali menjadi wanita yang bebas... saya tidak ingin membuang waktu lagi. Saya ingin mendampinginya, menjaganya, seumur hidup saya."

Anita mendongak, menatap profil samping wajah Alvin dengan binar mata yang dipenuhi rasa haru dan cinta yang mendalam. Pengakuan berani Alvin di depan Kakek Surya adalah bukti nyata betapa setianya pria itu menantinya dalam sunyi selama bertahun-tahun.

Surya Raharja mengangguk-angguk dengan senyuman haru yang tulus menghiasi wajah tuanya. Ia mengulurkan kedua tangannya, meminta Alvin dan Anita untuk mendekat. Ketika jemari mereka berdua bertautan di atas telapak tangan keriput Surya, pria tua itu menggenggamnya dengan erat.

"Tuhan benar-benar bekerja dengan cara yang luar biasa," bisik Surya dengan mata yang berkaca-kaca kembali. "Dia mengambil satu kebohongan dari rumah ini, tapi Dia mengembalikannya dengan dua kebahagiaan yang nyata. Mike sudah menemukan malaikatnya pada diri Alisha, dan sekarang... Kakek sangat bahagia melihatmu, Anita, akhirnya mendapatkan pria yang benar-benar mencintaimu setulus hati tanpa ada embel-embel kontrak bisnis lagi."

Surya menatap Alvin lekat-lekat. "Alvin, Kakek mendoakan kebahagiaan kalian berdua sepenuhnya. Jaga Anita baik-baik. Dia adalah wanita berharga yang sudah banyak berkorban untuk dinasti ini. Segera resmikan hubungan kalian, Kakek ingin melihat kalian berdua bahagia di atas altar yang sesungguhnya."

"Terima kasih banyak, Kakek," ucap Alvin dan Anita serempak, air mata haru dan senyuman bahagia kini menyatu di kamar hangat tersebut. Rekonsiliasi sore itu tidak hanya membersihkan sisa-sisa kebohongan masa lalu, melainkan membuka lembaran baru yang penuh dengan berkah dan restu yang tulus bagi masa depan mereka semua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!