NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20. SALAH TINGKAH

Jantung Cecilia masih berdegup lebih cepat dari biasanya ketika ia berdiri di depan mansion megah milik keluarga Grand Duke.

Bangunan itu benar-benar berbeda dari kediaman bangsawan lain yang pernah ia lihat selama berada di Kerajaan Aurelius. Namun bukan kemegahan yang berusaha memamerkan kekayaan. Melainkan kemegahan yang lahir dari sejarah panjang.

Dari jasa, kehormatan, dan nama besar yang dibangun selama ratusan tahun. Keluarga yang selama bertahun-tahun menjadi simbol keberanian Kerajaan Aurelius.

"Masih gugup?" Suara Rowan membuat Cecilia tersadar.

Gadis itu menoleh. "Lumayan."

"Hanya lumayan?"

"Sangat gugup," Cecilia mengaku.

Rowan tertawa pelan. "Kau akan baik-baik saja."

"Mudah bagimu mengatakannya, kau tidak tahu rasnaya bertemu dengan orang yang kau kagumi, seharusnya kau beritahu lebih awal agar aku mempersiapkan diriku," protes Cecilia.

Namun sebelum Rowan sempat membalas, pintu besar mansion sudah terbuka.

Seorang pria tua berpenampilan rapi berdiri di sana. Di belakangnya berbaris para pelayan.

"Lord Rowan, kami menyambut kedatangan Anda." Kepala pelayan itu membungkuk hormat.

Para pelayan lain segera mengikuti.

Rowan mengangguk santai. "Sudah lama tidak bertemu, Harold."

"Benar, Yang Mulia."

"Seharusnya Gideon yang menyambutku, kemana dia?" tanya Rowan dengan nada canda.

"Dia sedang pulang ke rumahnya. Perjalanan panjang kemarin membuatnya ingin segera bertemu dengan istri dan anaknya," jawab Harold.

"Kurasa Lady Hera dan Selina akan membuat Gideon tidak bisa datang dulu sementara waktu," kekeh Rowan.

Cecilia memperhatikan bagaimana seluruh pelayan tampak begitu menghormati Rowan dan Rowan yang bicara akrab dengan sang kepala pelayan.

Namun sebelum percakapan mereka berlanjut ....

Tap!

Tap!

Tap!

Tap!

Suara langkah tergesa-gesa terdengar dari bagian dalam mansion. Bahkan cukup cepat hingga beberapa pelayan tampak terkejut.

Lalu sesosok wanita muncul dari koridor utama. Rambut merah panjangnya bergoyang mengikuti langkahnya. Mata hijaunya bersinar cerah dengan senyuman hangat langsung menghiasi wajah cantiknya.

Cecilia langsung mengenali wanita itu, atau lebih tepatnya ia mengenali wajah tersebut dari lukisan-lukisan yang pernah ia lihat, bahkan di istana pun ada.

Grand Duchess Liora, Sang Singa Merah Aurelius. Pahlawan perang dan kesatria wanita legendaris. Wanita yang namanya bahkan masih sering disebut dalam perbincangan militer hingga hari ini.

Begitu melihat wanita itu, wajah Rowan langsung berubah cerah. Senyuman lebar muncul di wajah pria itu.

"Bibi!"

Liora membuka kedua tangannya. "Rowan!"

Pria itu langsung memeluk bibinya begitu mereka bertemu.

Liora tertawa hangat sambil membalas pelukan tersebut.

"Rasanya seperti sudah lama sekali," kata Liora.

"Seharusnya Bibi memberitahuku kalau sudah kembali dari Aurelion. Baru tiba langsung membuat pertemuan mendadak," Rowan mengeluh ringan.

Liora terkekeh. "Karena kami mendengar kabar yang membuat seluruh kerajaan gempar."

Rowan langsung memiliki firasat buruk.

Dan benar saja Liora menyipitkan mata penuh godaan dan berkata, "Bagaimana bisa kami tidak tahu apa pun tentang kau yang memiliki tunangan?"

Rowan langsung terdiam.

Sedangkan Cecilia merasa wajahnya memanas.

Liora melepaskan pelukannya, lalu matanya langsung tertuju kepada Cecilia. Dan saat itu pula ekspresi Grand Duchess berubah menjadi jauh lebih antusias.

"Oh astaga ..." Liora mendekat.

Membuat Cecilia refleks menegakkan tubuh.

Liora memerhatikan Cecilia dari atas sampai bawah, kemudian senyum lebarnya muncul.

"Jadi ini gadis yang berhasil memikat seorang Rowan. Cantik sekali seperti Dewi Musim Dingin yang turun dari pegunungan salju," puji Cecilia.

Perbandingan yang begitu tinggi hingga membuat Cecilia semakin salah tingkah.

"P-Pujian Anda terlalu berlebihan, Grand Duchess. Saya senang bisa bertemu dengan Anda." Wajah Cecilia memerah mengingat Liora adalah salah satu orang yang paling gadis ini kagumi.

Bahkan sebelum Perang Abyss Liora telah menjadi legenda.

Wanita yang menerobos medan perang demi menyelamatkan suaminya dari jebakan Kerajaan Varkhiel.

Wanita yang memimpin pasukan kecil menghadapi ribuan musuh.

Wanita yang pernah mengalahkan puluhan bandit seorang diri.

Wanita yang kemudian menjadi salah satu pahlawan terbesar dalam Perang Abyss.

Seseorang yang bagi Cecilia terasa seperti tokoh dalam buku. Dan kini orang itu berdiri tepat di depannya.

Rowan yang melihat ekspresi Cecilia langsung menyeringai dan berkat, "Dia sangat mengagumimu, Bibi."

Cecilia langsung menoleh. "Rowan!"

"Lihat saja. Biasanya dia pemarah. Sekarang malah salah tingkah." Rowan tampak sangat menikmati situasi ini.

PLAK!

Cecilia spontan memukul lengan Rowan. "Jangan asal bicara!"

Rowan justru tertawa keras. "Nah, lihat kan?"

Cecilia semakin malu.

Sedangkan Liora hanya menatap mereka berdua, kemudian senyum lembut perlahan muncul di wajahnya. Tatapan wanita itu berubah hangat karena ia tahu seperti apa keponakannya itu. Pria yang keras kepala, dingin. Terlalu dewasa sejak kecil. Dan sulit membuka hati kepada perempuan mana pun.

Namun sekarang di depan Cecilia Rowan terlihat jauh lebih hidup. Dan itu membuat hati Liora menghangat.

Tanpa ragu Liora menggenggam tangan Cecilia.

"Ayo masuk," ajak Liora.

"E-Eh?" Cecilia kembali salah tingkah.

"Keluarga sudah menunggu. Semua ingin bertemu denganmu," kata Liora.

Mereka berjalan melewati koridor panjang.

Cecilia hampir tidak tahu harus melihat ke mana. Setiap sudut mansion dipenuhi lukisan sejarah, trofi perang, artefak kuno, bahkan pedang-pedang legendaris. Semua menunjukkan betapa besarnya keluarga ini.

Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan besar.

Dan begitu pintu terbuka empat orang yang sudah menunggu di dalam langsung berdiri.

Cecilia membeku. Benar-benar membeku karena semua wajah itu ia kenal.

Pria tinggi berambut hitam dengan mata abu-abu tajam; Grand Duke Alaric. Sang Pedang Aurelius. Yang tidak pernah kalah dalam setiap perang.

Di sampingnya berdiri seorang wanita cantik berambut hitam panjang; Elara Oberyn. Kesatria wanita terkenal yang juga adalah pahlawan nomor satu di Perang Abyss. Adik sepupu Rowan.

Di dekatnya berdiri pria berambut emas yang tampak tenang; Aaron Penyihir jenius dari Oberyn. Salah satu penyihir terkuat generasinya yang juga pahlawan perang dalam Perang Abyss.

Dan yang terakhir pria berambut hitam dengan mata hijau; Duke Evan. Saudara kembar Elara. Pahlawan perang yang Kini kepala keluarga Duke Ravens setelah Alaric memeroleh gelar Grand Duke.

Cecilia merasa otaknya berhenti bekerja, semua orang yang Cecilia kagumi kini semuanya sedang melihat ke arahnya.

"Rowan ...." suara Cecilia terdengar nyaris seperti bisikan.

"Hm?" Rowan melihat Cecilia.

"Aku ingin pulang," bisik Cecilia dengan wajah merah padam.

Rowan langsung menahan tawa. Pria itu malah terlihat semakin terhibur akan sikap Cecilia ini. Kemudian Rowan merendahkan tubuhnya hingga wajah mereka sejajar.

"Tenang saja. Mereka juga sudah sangat ingin bertemu denganmu. Tidak perlu gugup." Mata biru Rowan menatap Cecilia hangat.

Cecilia menatap Rowan. "Lalu bagaimana kalau aku mempermalukan diriku sendiri?"

"Tidak akan," jawab Rowan.

"Tapi semua pahlawan perang melawan Abyss ada di sini. Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa. Bagaimana jika aku melakukan kesalahan?" Cecilia sungguh salah tingkah.

Rowan tersenyum kecil. Sungguh, melihat Cecilia seperti ini terasa sangat baru baginya. Biasanya gadis itu akan menghadapi roh jahat tanpa takut. Berdebat dengan Rowan tanpa ragu. Memarahi bangsawan tanpa sungkan.

Namun sekarang?

Cecilia tampak seperti anak kecil yang bertemu idolanya.

Dan Rowan mendapati dirinya sulit mengalihkan pandangan karena ekspresi itu sangat lucu dan menggemaskan. Sehingga Tanpa sadar Rowan terus memerhatikannya.

Sementara itu dari sisi ruangan Liora melirik Alaric, suaminya. Kemudian memberikan gestur kecil menggunakan mata.

'Lihat keponakanmu.'

Alaric mengikuti arah pandangan istrinya, lalu melihat Rowan. Melihat bagaimana pria itu menatap Cecilia, dan senyum kecil langsung muncul di wajah sang Grand Duke. Ia mengenali tatapan itu karena dulu Alaric pernah memiliki tatapan yang sama bahkan sampai saat ini.

Tatapan yang hanya dimiliki seorang pria ketika menemukan dunianya pada orang lain. Ketika menemukan tempat untuk pulang.

Mungkin Rowan sendiri belum menyadarinya, namun Alaric tahu keponakannya yang keras kepala itu akhirnya menemukan musim seminya.

Suasana tegang Cecilia akhirnya pecah ketika seseorang berjalan mendekat.

"Halo!"

Suara ceria itu membuat Cecilia menoleh.

Elara sudah berdiri di hadapan Cecilia dengan senyum lebar. Tanpa ragu wanita itu langsung meraih tangan Cecilia.

"Selamat datang!" sapa Elara.

"Terima kasih," jawab Cecilia malu-malu.

Elara langsung melotot kepada Rowan, "Kau malah membiarkannya berdiri terus. Lihat dia gugup seperti ini. Dasar Rowan tidak peka," protesnya.

Cecilia berkedip. Ia tidak menyangka seseorang akan memarahi Rowan. Dan lebih mengejutkan lagi Rowan membiarkannya.

"Sudah. Duduk denganku saja jangan dengan Rowan." Elara menarik Cecilia.

Cecilia langsung diselamatkan dari pusat perhatian.

Percakapan mulai mengalir perlahan.

Awalnya Cecilia masih kaku, namun keluarga itu ternyata jauh lebih hangat dari pada yang ia bayangkan.

Mereka bertanya tentang diri Cecilia. Tentang kehidupannya, masa kecilnya.

Tentang bagaimana ia bertemu Rowan.

Dan tentu saja mereka tidak melewatkan kesempatan menggoda Rowan.

"Jadi dia benar-benar menolak semua wanita bangsawan selama bertahun-tahun?" tanya Aaron.

"Benar," jawab Elara.

Evan mengangguk. "Kami sampai berpikir dia akan menikahi pekerjaannya atau pedangnya, atau juga laporan militer."

Semua tertawa kecuali Rowan yang cemberut.

Sedangkan Cecilia berusaha menahan senyum.

"Lihat? Mereka memang seperti ini, karena kau memang menyebalkan," kata Rowan pada Cecilia.

Sedangkan Cecilia akhirnya tertawa, dan untuk sesaat rasa gugupnya menghilang. Namun suasana berubah ketika percakapan mulai memasuki topik yang lebih serius tentang masa lalu Cecilia, tentang Kerajaan Donovan dan tendang kemampuan Cecilia.

Dan ketika Cecilia mulai menceritakan semuanya ruangan perlahan menjadi sunyi.

Tentang bagaimana ia melihat roh.

Tentang Gerbang Abyss.

Tentang suara-suara gelap.

Tentang kemunculan entitas mengerikan.

Tentang dirinya sebagai Gadis Dewa.

Satu per satu mereka mendengarkan, tanpa memotong. Sampai akhirnya Cecilia menyebut Donovan yang telah berubah menjadi batu.

Ruangan langsung sunyi.

"Apa kau mengatakan seluruh Donovan?" Alaric perlahan meletakkan cangkir tehnya.

Cecilia mengangguk pelan. "Ya."

Grand Duke terdiam wajahnya berubah serius.

Alaric tampak benar-benar terkejut.

Begitu pula yang lain mereka tahu Donovan telah menghilang dari komunikasi. Namun mereka tidak pernah membayangkan kebenarannya seburuk itu.

Lalu suasana menjadi lebih berat lagi.

Karena topik akhirnya sampai pada Permaisuri yang dikutuk.

Ketika Rowan menjelaskan apa yang ditemukan Cecilia ekspresi seluruh ruangan berubah.

Liora yang sebelumnya tersenyum kini terlihat serius.

Evan mengernyit sedangkan Alaric perlahan menyandarkan tubuhnya.

"Kutukan?" gumam Grand Duke.

Rowan mengangguk. "Kami menemukan media kutukannya. Dan Permaisuri kemungkinan telah terpapar selama berbulan-bulan."

Keheningan menyelimuti ruangan.

Liora terlihat marah. "Seseorang berani melakukan itu?"

"Ya. Dan Kaisar sudah mulai melakukan penyelidikan rahasia," jawab Rowan.

Alaric menghela napas pelan. Tatapannya menjadi tajam. Aura seorang mantan komandan perang muncul kembali.

"Kalau begitu kita bukan hanya menghadapi masalah kutukan. Melainkan pengkhianatan," geram Alaric.

Ruangan menjadi semakin hening karena semua orang memahami arti kata itu.

Jika seseorang mampu menempatkan media kutukan di kamar Permaisuri maka pelakunya berada sangat dekat dengan keluarga kekaisaran. Dan itu jauh lebih berbahaya daripada kutukan itu sendiri.

Cecilia yang duduk di sana merasakan hawa tegang mulai memenuhi ruangan.

Para pahlawan yang sebelumnya bercanda dan tertawa kini berubah menjadi tajam. Seolah para veteran perang itu kembali mengenakan zirah mereka.

Para pahlawan legendaris ini memang telah pensiun dari medan perang. Namun jika ancaman kembali muncul mereka masihlah orang-orang yang pernah berdiri melawan Abyss.

Dan aura mereka sama sekali belum memudar.

1
Septi Wijaya
so emosional tp lega
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!