NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:447
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. menikah

Jika ada yang bilang kalau laki-laki itu makhluk visual, maka Aditya mengiyakan pernyataan itu dengan mantap. Sosok Laras yang kini berdiri dihadapannya benar-benar sosok impian Aditya. Bodynya pas, ideal. Tingginya tidak lebih tinggi dari Aditya walaupun umurnya lebih tua sekian tahun. Semua yang terlihat belakang ini bagai hadiah tambahan. Sebelumnya Aditya tidak memikirkan sampai segitunya, karena memang dari awal yang membuat Laras menarik itu penolakan. Tapi setelah berhasil didapatkan, Aditya baru menyadari pilihannya sangat tepat.

Setelah berhasil, memaksa Laras untuk tinggal di apartemen—dihari pertama mereka nikah, Aditya tidak henti-hentinya menatap Laras. Sampai Laras sendiri risih. Aditya bangga dengan hasil usahanya. Ternyata nekat tidak seburuk itu.

Apartemen yang hanya memiliki satu kamar itu cocok sekali untuk pasangan baru. Aditya memang licik, pintar sekali membuat Laras kesal. Seakan Aditya tahu semua rencana Laras guna menjauhi Aditya, cowok itu memaksakan hal-hal yang akan membuat keduanya tidak bisa berpisah.

"Apa sudah puas?" Laras menatap Aditya dengan tangan bersedekap. Cengiran bodoh Aditya seperti mengejek Laras.

Aditya menggeleng. "Ayo tidur siang bersama." Laras melirik sekitar, mencari jam dinding, tapi sayangnya tidak ketemu. Gadis itu malah salah fokus pada kata siang. Hatinya menyangkal karena suasana terlihat sudah sore.

Tubuhnya memang lelah dan butuh istirahat untuk mengembalikan energi. Tapi sekarang waktu yang tidak tepat untuk tidur. "Aku ingin mandi," tolak Laras. Selain itu Laras tidak yakin dirinya akan istirahat dengan tenang, pikiran 'gadisnya' sangat waspada.

Aditya mengangguk, lantas membuka setelan dan hanya menyisakan celana boxer. Momen tak terduga yang membuat Laras kalang kabut. Semua tindakan Aditya selalu membuat Laras kalang kabut sendiri, tidak terduga.

"Mau ngapain?!" gadis itu bertanya dengan suara keras dan panik. Semua yang Aditya lakukan adalah hal baru bagi Laras, merubah hidup Laras 180 derajat.

"Mandi lah, katanya mau mandi?"

Aditya tentu paham kata mandi yang diinginkan Laras berati mandi secara hafiah, tapi cowok itu juga punya keinginannya sendiri, mandi dengan bermain. Semua yang Laras ucapkan seolah memberi Aditya ide cemerlang. Semuanya terasa berati dewasa bagi Aditya. Entah antara di sengaja atau memang cowok itu yang sudah tidak tahan melihat Laras terpampang nyata, tanpa halangan plus sudah halal.

"Ayo mandi bareng." Aditya hendak menarik lengan Laras, tapi hanya udara yang bisaa ditangkapnya. "Kenapa? Kita sudah sah, tidak ada yang perlu ditakutkan, tidak berdosa."

Celotehan Aditya semakin membuat Laras pusing, gadis itu memilih meringkuk di kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Berharap Aditya tidak lagi mengganggunya. Bau parfum yang biasa dipakai Aditya tercium jelas, lembut dan menenangkan. Membuat rileks tubuh. Sialnya, Laras malah mengantuk.

Sedangkan Aditya, cowok itu membiarkan saja Laras berbuat sesukanya. Hari ini sudah cukup dirinya mengerjai Laras, biarlah gadis itu menenangkan diri untuk sejenak sedangkan Aditya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Rasa syukur terpanjat saat Laras mendengar suara pintu tertutup. Aditya tidak lagi mengganggu, membuat tubuh Laras lebih rileks sebab ancaman menghilang. Gadis itu tidak akan membiarkan waktu terbuang sia-sia. Ditengah kesadarannya yang masih separo, Laras berdoa agar saat membuka mata nanti dunia begitu baik padanya. Jika berkenan semua yang dialami hari ini harusnya menjadi mimpi saja. Tapi rasanya itu hanya pemikiran konyol Laras.

Beberapa menit Aditya keluar dengan tubuh yang lebih segar, cowok itu melangkah santai dan sebisa mungkin tidak menimbulkan suara yang dapat membuat Laras terbangun. Aditya mengambil boxer dan memakai tanpa malu. Toh Laras sedang tidur dan dikamar hanya ada dirinya yang sadar.

Aditya mengambil ponsel, kemudian dengan pelan ikut bergabung dengan Laras. Sedikit menyingkap selimut yang menutupi tubuh Laras. Wajah teduh serta rambut yang berantakan membuat wajah Laras semakin menarik. Make up tipisnya bahkan hampir hilang, yang tersisa jelas hanya lipstik dan eyeliner.

Aditya mengambil foto Laras dan dirinya beberapa kali. Memilih yang paling bagus kemudian mengunggahnya ke sosial media. Wajah Laras yang hanya terlihat dari samping terlihat sangat natural, begitu banyak mendapat respon positif netizen.

"Dunia harus tahu, hahaha." batin Aditya. Apa itu pernikahan sembunyi-sembunyi, tidak level.

Karena tidak ada caption yang menjelaskan keterangan foto tersebut, netizen mulai ramai membahas status hubungan Aditya dan gadisnya. Banyak yang semakin penasaran dengan Laras, tapi hanya sedikit orang yang tahu. Akun Laras sama sekali tidak bisa diakses karena bersifat pribadi.

Banyak yang menduga Aditya living together, menikah siri bahkan sampai menikah karena hamil di luar nikah sebab tidak ada perayaan apapun. Tapi berita itu segerah meredam karena Tommy secara sukarela memberi klarifikasi dengan mengunggah postingan berisi foto pernikahan Aditya dan Laras yang hanya terlihat dari belakang dengan caption 'Intimate wedding, a bride's dream,' sukses membuat penggemar merasa baper dan patah hati. Aditya membagikan postingan Tommy dalam story Instagram-nya.

Puas dengan keramaian yang dibuatnya, Aditya bergabung bersama Laras, menyusul gadisnya ke alam mimpi. Aditya mengecup pundak Laras kemudian memeluknya dengan erat.

Dalam keadaan tidak sadar, Laras membalikkan tubuh dan membalas pelukan Aditya. Kakinya naik, ikut memeluk tubuh Aditya seperti memeluk guling kesayangan.

Begitu banyak kupu-kupu berterbangan, menggelitik perut Aditya dengan semangat. Walaupun tidak sadar, cowok itu sudah cukup senang karena Laras mendekat dengan sendirinya. Memeluk begitu erat seakan takut mainan kesayangannya menghilang.

Vitrase yang masih menutup sedikit menghalau sinar matahari. Cahayanya tidak begitu mengganggu, malah semakin lama semakin remang. Angin mulai berhembus, membawa aroma tanah serta hawa dingin. Beberapa tetes air mulai berjatuhan dan semakin lama semakin bertambah intensitasnya. Alam membawa dingin dan membuat pasangan baru itu semakin larut dalam suasana hangat. Membuat kualitas tidur semakin membaik.

Aditya tidak tahu kapan terakhir kali dirinya dapat tidur dengan nyenyak dan damai. Tapi untuk kali ini, jika tubuhnya bisa berbicara, beribu-ribu ungkapan terimakasih pasti akan terlontar karena akhirnya kenyamanan itu hadir kembali. Lewat pelukan int*m dan tanpa kemewahan apapun.

Sedangkan Laras, gadis itu seakan lupa dengan apa yang dialami hari ini. Semua kejadian buruk, paksaan, dan wajah Aditya yang menyebalkan tidak membuat Laras kehilangan selera tidurnya. Tubuhnya selalu bisa dan tahu bagaimana cara mengistirahatkan dengan baik. Bahkan di tengah badai sekalipun, Laras masih bisa tertidur. Tidak ada yang bisa membuatnya terbangun kecuali haus dan lapar.

Saat hari mulai menggelap, serta dingin yang lebih terasa. Aditya terbangun dengan enggan, cowok itu berjalan dengan gontai menuju toilet untuk buang air kecil.

"Tidurku yang berkualitas..." batin Aditya.

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!