NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Rumah yang Runtuh

Tiga hari berlalu akhirnya Gua bisa bernafas lega kembali melepas aroma rumah sakit yang menyesakan, Gua pulang di jemput Ibu namun ada beritu buruk yang akan Gua dengar nanti yaitu perceraian orang tua Gua tepat pada hari ini. Gua ingat peristiwa ini yang mengubah sejarah hidup Gua sebagai keluarga cemara, kini menjadi keluarga yang terbelah dua.

Saat Gua sampai dirumah pertengkaran terjadi antara Ibu dan Ayah, suara Ibu yang meninggi, dan Ayah yang membentak tak mau kalah mengisi kekosongan rumah yang biasa tenang ini, dulu Gua takut akan suara ini ada kak Viera yang selalu melindungi Gua meski tau dirinya sendiri rapuh ia tetap kuat di depan Gua dan kakak-kakak Gua.

"kenapa kamu tega sekali mas... apa kurangnya aku... selama ini aku selalu jadi istri yang baik untukmu... kenapa kamu tega sekali mas..."ucap Ibu dengan air mata yang mengalir deras di wajahnya yang biasa lembut kini rapuh, Gua tentu merasakan rasa perih yang menusuk, tak biasanya ibu seperti ini

"kamu selalu sibuk dengan urusan kamu sendiri! kamu nggak pernah ada waktu untuk aku! lalu aku ketemu teman ku malah kau bilang selingkuh! kau tidak ngaca apa penampilanmu itu semakin membuatku jijik saja"ucap Ayah dengan amarah dan sandiwara seolah-olah Ibu yang salah, padahal kenyataannya ia lebih buruk dari yang terlihat.

Saat Gua asik menguping pembicaraan, kak Viera menari tangan Gua lalu memeluk Gua seakan ia tau Gua saat ini terluka, padahal kenyataanya Gua saat ini rasanya ingin merayakan pesta perceraian ayah dan Ibu, durhaka kah Gua ini?

"adek yang kuat ya, kakak selalu ada disini untuk kamu, jangan dengerin omongan ayah itu"ucap kak Viera tersenyum lembut, namun Gua tau senyum palsu itu sungguh menjijikan kakak kenapa bohong soal perasaan kakak sendiri sih!

"breng*ek biar aku yang kesana"ucap kak Kaylo yang emosinya sudah berada di ambang batas, namun kak Viera menghentikan nya

"jangan dek, kita disini saja dulu"ucap kak Viera dengan nada memelas, ini merupakan titik perpecahan antara kak Kaylo dan kak Viera, setelah kejadian ini hubungan persaudaraan ini akan retak lalu kak Kaylo akan pergi meninggalkan kami, apa Gua tak bisakah merubah takdir ini? Andai kata ia mau mendengarkan Gua apa ia akan berubah?

"kak Kaylo... tolong dengerin kak Viera..."ucap Gua dengan akting yang sempurna berpura-pura menangis, Gua tau mereka semua sangat sayang pada Gua, Gua perlu memainkan emosi ini, kak Kaylo akhirnya berenti padahal sejengkal lagi ia akan membuka pintu lalu akan terjadi adegan seperti di kehidupan kedua, kak Kaylo menghajar ayah sampai Tubuh Ayah cacat, ia merasa puas namun karna bukti sudah jelas ia jadi buronan Polisi. hal ini harus di hentikan

"baiklah, tapi lain kali aku takkan memaafkannya"ucapnya dengan tangan mengepal, namun Gua merasa ekspresinya aneh, tak ada kemarahan tapi seperti senyum yang sangat misterius, apa doaku ini di kabulkan tuhan?

"kakak-kakakku sekalian ngapain kita pakai cara busuk seperti ini, aku punya banyak bukti untuk membuat ayah sengsara"ucap kak Liam seperti pahlawan di tengah kekacauan ini, Gua terkejut atas tindakan kak Liam, sebab di kehidupan lalu ia hanya diam seperti orang depresi, namu disini ia malah membuat kejutan yang tak terduga, kami melihat bukti yang di kumpulkan kak Liam, terlihat jelas Ayah dengan sengaja melakukan ini, bahkan sejak kak Kaylo dan kak Liam belum lahir, sungguh menjijikan.

"urusan ini serahkan padaku"ucap kak Liam mengankat tangannya membentuk isyarat untuk diam

"hati hati dek..."ucap kak Viera tersenyum lega, namun Gua tau sebentar lagi emosinya akan meledak, jadi Gua diam-diam mengikutinya setelah kak Liam dan kak Kaylo pergi entah kemana

ternyata kak Viera pergi ketempat taman yang tak jauh dari rumah, disitu Gua mendengar dengan jelas apa yang ia katakan

"kenapa sih! ayah setega itu, bahkan sebelum Kaylo dan Liam lahir ia sudah berbuat sekeji itu... hiks...hiks... padahal ayah adalah cinta pertamaku kenapa ayah sejahat itu...."ucapnya yang akhirnya air matanya tumpah setelah sekian lama ia pendam.

Gua ngerti kok perasaan kak Viera, anak perempuan mana yang tak hancur melihat tingkah ayahnya yang keji, bahkan tak memikirkan orang yang menyayanginya di rumah, setelah menangis kak Viera bangkit ia mengepalkan telapak tangannya lalu berseru

"aku akan balas dengan kesuksesan yang tak ia sangka"ucap kak Viera yang kembali tersenyum meski masih ada sisa-sisa jejak kesedihan di wajahnya, Gua cukup kagum dengan mental kak Viera ini, sudah sejak dini ia harus menanggung beban mental sebesar ini

setelah itu Gua diam-diam pergi, kemudian mencari kak Liam di tempat biasanya ia duduk bersantai, namun Gua tak menemukan satupun jejaknya, namun ketika Gua ingin pergi, samar samar Gua dengar suara kak Liam yang berbicara dengan seseorang, karna rasa penasaran yang meluap Gua menuju sumber suara, dan mendapati ia berbicara dengan seseorang di sebrang melalui telpon.

"lakukan sesuai rencana, buat ia tidak bisa mendapat apapun, aku tak ingin bajingan ini menguasai harta Bundah"ucap kak Liam dengan nada suara yang dingin, Gua terkejut dengan perubahan sikapnya ini, orang yang biasanya usil dan ceria, berubah menjadi dingin dan kejam, tapi Gua penasaran dengan apa yang direncanakan kak Liam.

"heh menghancurkan bajin*an ini sungguh mudah bagiku tak perlu protokol khusus"ucap kak Liam dengan tersenyum dingin, seketika atmosfer di sekitar Gua terasa menusuk, ini gila! tolong kembalikan kak Liam yang usil Gua.

Setelah panggilan selesai, kak Liam duduk di kursi goyang yang biasanya tempat Ibu menyulam, lalu bergumam

"tak kusangka kejadian ini secepat ini, tapi kenapa aku merasa kejadian ini seperti pernah terjadi? tapi aku tak bisa mengingat semuanya"ucapnya yang membuat dunia Gua terasa runtuh, apa maksud perkataannya itu? apa ia memiliki kekuatan seperti Gua? tapi Gua tak melihat kejanggalan sedikitpun pada kak Liam, setelah itu kak Liam tertidur pulas seperti biasa yang ia lakukan di siang hari.

Setelah kebingungan yang masih misteri ini Gua mau melihat kabar kak Kaylo, apa yang ia lakukan saat ini, pesan masuk membanjiri ponsel Gua, mereka menanya kabar Gua, kapan masuk sekolah, maupun ajakan belajar bersama, namun Gua abaikan semua pesan tersebut karna fokus utama Gua adalah menaklukan situasi yang genting ini, setelah sampai di tempat biasa kak Kaylo latihan, Gua melihat jelas kalau kak Kaylo memukul pohon kelapa hingga tangannya mengeluarkan darah, kali ini ia tak menggunakan perban yang biasa ia pakai ketika latihan

"breng*ek akan ku balas kau bajin*an yang melukai perasaan Bundah, aku tau hal ini akan terjadi, tapi aku masih merasa kesal sajah, untungnya adik menenangkanku, kalau tidak kejadian itu akan terulang lagi"ucap kak Kaylo yang membuat dunia Gua kembali runtuh, apa maksudnya lagi ini? setelah kak Liam, ada juga kak Kaylo yang menyimpan rahasia sebesar ini

"apa Gua berada di dimensi yang berbeda?"

Nyahoo sampai sini dulu hehehe makasih udah baca ceritaku, sampai jumpa di bab berikutnya see you MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!