NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertengkar lagi

***

Malam nya, Bella kembali pulang kerumah Raka. Dia masih belum menyerah, apapun akan ia lakukan demi mendapatkan Raka kembali.

"Loh Bel, kamu kenapa?" Tanya Dinda begitu Bella datang, wajah nya cemberut sekaligus terlihat begitu lesu.

"Nginap di sini lagi Mbak?" Tanya Farah sinis, dia benar-benar tidak suka melihat Bella kembali lagi kerumah itu.

"Maksud kamu apa? Aku nggak boleh nginap disini? Memang nya ini rumah kamu?" Tanya Bella ketus, ia merasa tersinggung dengan ucapan Farah. Apalagi hari ini moodnya benar-benar sedang tidak baik.

Farah tersenyum miring menatap malas Bella.

"Walaupun bukan rumah aku, setidak nya aku menantu dirumah ini Mbak. Lah kamu, hanya orang luar yang nggak punya rasa malu." Ejek Farah tambah sinis.

"Kamu ngatain aku apa?Aku di sini juga atas izin Tante Dinda ya. Jadi nggak usah sok jadi penguasa dirumah ini, lihat saja kalau nanti aku nikah sama Mas Raka, akan aku buat kamu menjadi babu menggantikan Tania dirumah ini." Balas Bella dengan mata melotot.

Mendengar itu Farah tertawa, wanita itu lekas berdiri.

"Apa kamu bilang Mbak?hahah... Nggak usah ngehalu kamu Mbak. Aku ini menantu kesayangan dirumah ini, jadi jangan mimpi kalau kamu bisa mengganti kan posisi aku disini." Farah terus saja tertawa, dan kemudian kembali melanjutkan kata-katanya.

"Lagian kamu kepedean Banget sih, yakin banget Mas Raka bakalan mau sama kamu lagi. Yang namanya mantan yang sudah dibuang mana mungkin mau dipungut lagi Mbak, sadar diri aja lah Mbak," Sambung nya lagi, membuat Bella begitu murka.

Bella berkacak pinggang, dia tidak terima atas perkataan Farah yang menurut nya sudah benar-benar keterlaluan.

"Lancang sekali kamu, berani kamu sama aku haah..." Wajah Bella merah padam karena begitu kesal pada Farah

Dinda dan sindi jadi pusing melihat mereka berdua yang malah bertengkar dan situasi semakin panas.

Apalagi mereka berdua terlihat sama-sama keras tidak ada yang mau mengalah.

"Aduh, bisa diam nggak sih kalian...." Teriak Sindi mulai kesal juga.

Mereka berdua menoleh bersamaan kearah sindi.

"Dia duluan yang mulai..."

"Kamu duluan ya,"

"Udah, nggak usah bertengkar bisa nggak sih? lagian Mbak Farah kenapa sih, nggak suka banget sama Mbak Bella? Memang nya kenapa sih?" Tanya Sindi merasa sikap Farah berlebihan terhadap Bella.

"Aku memang nggak pernah menyukai dia, sok cantik, sok kaya, sok berkuasa, dia pikir dia siapa?" Sinis Farah menatap Bella.

"Ya ampun Mbak Farah, kok kamu sekarang jadi sensian sih, padahal Mbak Bella nggak pernah nyari masalah sama Mbak," Ucap Sindi terkesan membela Bella. Membuat Farah jadi meradang.

"Oh, jadi kamu sekarang lebih belain dia dibanding aku Sin? Aku loh yang kakak ipar kamu bukan dia," Jelas Farah memperingatkan.

Dinda sampai memijit pelipisnya sendiri, jadi serba salah sekarang.

"Farah, maksud Sindi bukan begitu, kamu jangan marah dulu." Dinda mencoba menengahi.

"Alah, kalian semua sama aja, sekarang malah memihak sama dia. Belum apa-apa kalian udah mulai pilih kasih, sekarang ibu juga malah belain dia dibanding aku yang jelas-jelas menantu ibu. Kalau gitu, urus aja calon menantu baru ibu itu dengan baik, nggak usah pikirin perasaan aku lagi." Gerutu Farah kesal, karena kesal Farah akhirnya lebih memilih masuk kedalam kamarnya dengan perasaan dongkol.

"Kamu lihat kan, belum apa-apa aja mereka sudah berada di pihak aku." Bisik Bella tersenyum penuh kemenangan begitu Farah melewati nya.

"Minggir..." Farah menabrak bahu Bella dengan kasar.

"Mbak Farah kok jadi aneh ya Bu, sifat nya udah kayak anak kecil aja kalau marah." Ucap Sindi geli.

Dinda ikut menggeleng melihat tingkah laku menantu nya itu.

"Nyebelin juga ternyata dia, akan aku buat kamu menyesal karena sudah berani sama aku Farah." Gumam Bella tersenyum miring.

"Oh ya, Mas Raka belum pulang Tante?" Tanya Bella mengalihkan pembicaraan, mata nya melirik kearah kamar Tania dan Raka.

"Udah, bahkan udah dari tadi siang dia pulang nya. Entah lagi ngapain aja didalam kamar nggak keluar-keluar, Tania juga. Anak itu memang sudah sangat keterlaluan, udah hidup numpang gratis di sini malah malas-malasan lagi. Kalau aja nggak ada Raka, udah Tante siram dia pakai air got." Gerutu Dinda mengomeli Tania, kalau mengingat Tania bawaan nya memang kesal saja

"Sial, Jadi tadi Mas Raka nggak balik ke pabrik dan langsung pulang kerumah, pasti sekarang Mas Raka lagi senang-senang sama istri nya dikamar. Mas Raka pasti melampiaskan semuanya sama Si kampungan itu, ah sial.....Rencana aku benar-benar gagal total," Geram Bella mengepalkan tangan nya karena kesal, ia tau betul bagaimana reaksi obat yang ia kasih tadi, pasti Raka tidak bisa menahan nya dan memilih pulang kerumah melampiaskan bersama istri nya sendiri.

"Kamu kenapa Mbak?" Tanya Sindi yang melihat gelagat Bella aneh.

Bella buru-buru mengendalikan amarah nya dan bersikap seperti biasa sembari tersenyum.

"Mas Raka." Mata Bella kembali berbinar begitu melihat Raka keluar dari kamar. Namun, sedetik kemudian raut wajah nya malah berubah berkerut masam begitu melihat Tania juga ikut menyusul Raka keluar, bahkan tangan mereka bergandengan mesra.

"Hay Mbak Bella...." Sapa tania sembari semakin merapatkan tubuh nya pada Raka, sengaja membuat Bella kesal.

Bella membuang muka nya, hati nya benar-benar panas melihat adegan itu.

Berbeda dengan Raka yang tiba-tiba mendadak jadi gugup sendiri melihat Bella ternyata sudah kembali kerumahnya.

Ia takut kalau Bella tiba-tiba memberitahu apa yang sudah mereka lakukan tadi.

"Dek, Mas berangkat sekarang ya." Ucap Raka, dia muak harus berlama-lama melihat wajah Bella, baginya Bella sekarang benar-benar menjijikan.

"Mas, kamu mau kembali ke pabrik lagi kan? Boleh nggak kalau aku ikut nebeng sebentar, aku mau pulang, jalan ke pabrik kan searah sama rumah aku. Boleh ya." Pinta Bella sembari melirik Tania yang menatap nya tajam.

"Nggak bisa, Mas Raka lagi buru-buru. Kamu kan punya mobil sendiri, kenapa harus ikut mobil Mas Raka?" Sela Tania keberatan.

"Aku tidak sedang bicara sama kamu ya, boleh ya Mas." Ketus Bella, lalu kembali merengek ke Raka.

"Udah lah Tania, apa salah nya Bella ikut satu mobil sama Raka? Toh jalan nya juga searah, kamu berlebihan sekali Tania." Omel Dinda seperti biasa membela Bella.

"Cemburuan banget jadi istri." Timpal Sindi memutar mata malas menatap Tania.

"Ulat bulu mana boleh satu mobil sama suami orang, mau menggatal dia?" Ucap Tania terang-terangan melirik sinis Bella.

"Siapa yang kamu maksud ulat bulu?" Tanya Bella tidak terima.

"Kenapa marah? Kamu merasa?" Sindir Tania telak membungkam mulut wanita itu.

"Ayo Mas," Tania menarik lengan suaminya lembut.

"Mas," Tiba-tiba saja Bella menahan lengan Raka, Tania juga ikut berhenti dan menoleh tajam kearah Bella.

Bella mendekatkan mulutnya ke telinga Raka,

"Mas kamu masih ingat sama kejadian tadi kan? Makasih ya, aku senang banget, dan aku ingin merasakan kan nya lagi." Bisik Bella begitu lirih, wajah Raka langsung memerah, tangan nya terkepal erat.

Melihat ekspresi Raka yang seperti itu membuat Bella tersenyum puas.

"Awas," Tania mendorong Bella kasar agar menjauhi suaminya.

"Mas, dia ngomong apa?" Tanya Tania curiga, apalagi melihat raut wajah suami nya yang tiba-tiba berubah jadi tegang.

"Mm, tidak apa-apa, ayo....Anterin Mas sampai pintu depan," Raka kembali menggandeng tangan Tania lembut.

"Kita lihat saja Mas, aku masih mempunyai banyak rencana untuk kita berdua. Mungkin untuk kedepan nya akan aku buat kamu tidak akan berdaya dibawah kaki aku....Dan Tania, akan dengan suka rela pergi meninggalkan kamu untuk aku." Batin Bella tertawa dalam hati dengan niat kotornya.

Benar-benar sudah gil4....

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!