Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.
Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.
Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20
Kekaisaran Zhao – Ruang Rahasia Bawah Tanah.
KRAAAAAAK... PRANG!
Ranjang es kristal itu hancur berkeping-keping menjadi debu berlian. Udara beku di dalam ruangan seketika tersedot ke dalam pusaran ketiadaan yang tak kasat mata.
Di tengah debu es yang berkilauan, Zhao Xuan berdiri. Jubahnya yang robek telah digantikan dengan jubah hitam baru yang memancarkan aura kegelapan abadi. Wajahnya masih terlihat pucat, dan kultivasinya berfluktuasi lemah di batas Ascendant Awal akibat pembakaran Esensi Jiwanya, namun matanya yang hitam legam kembali menyala dengan ketajaman seorang dewa kematian.
Zhao Xuan memejamkan mata, melepaskan Niat Kesadaran-nya.
Bagaikan jaring laba-laba, kesadarannya menyapu seluruh Ibu Kota Naga Hitam, melintasi gerbang kota yang dibanjiri darah musuh, hingga ke kamp-kamp pengungsian di mana rakyat fana sedang menerima jatah gandum spiritual dari pasukan kekaisaran. Ia melihat bagaimana Jenderal dan Panglima militernya bekerja tanpa lelah, dan bagaimana kelima muridnya mengatur kekacauan dengan tangan besi.
Senyum tipis dan puas terukir di wajah Zhao Xuan.
Mereka tidak membiarkan kerajaanku runtuh, batin Zhao Xuan.
WUUUSSSSH!
Pintu ruang rahasia itu terbuka paksa. Jue Ying, Jian Yi, Tie Ba, Mu Bai, dan Xin'er melesat masuk dengan kecepatan kilat. Di belakang mereka, Long Chen yang tubuhnya dibalut perban tebal memaksakan diri melangkah masuk dengan bersandar pada pilar hitamnya, sementara Su Qingxue berdiri ragu di ambang pintu.
Melihat sosok Guru mereka berdiri tegak, kelima Asura itu langsung menjatuhkan diri ke lantai, berlutut. Tubuh mereka bergetar hebat menahan tangis kelegaan.
"MENYAMBUT KEBANGKITAN GURU!" raung kelima murid itu serentak, suaranya dipenuhi oleh rasa hormat dan kesetiaan yang menggetarkan jiwa.
Long Chen tertawa serak, memuntahkan sedikit darah emas, lalu menyeringai lebar. "Hahaha! Aku tahu Dewa Kematian tidak akan berani mengambil nyawamu, Zhao Xuan!"
Xin'er yang masih berlutut langsung menoleh dengan tatapan membunuh ke arah Long Chen. "Tutup mulutmu, Raksasa Bodoh! Jaga sikapmu di hadapan Guru!" desisnya galak. Long Chen seketika terdiam dan berdiri tegap, membuat Zhao Xuan yang melihat pemandangan itu mengangkat sebelah alisnya dengan geli.
"Berdirilah," titah Zhao Xuan tenang. Suaranya tidak lagi serak, melainkan memancarkan kembali otoritas mutlaknya.
Kelima murid itu bangkit. Zhao Xuan melangkah maju, menepuk bahu Mu Bai dan melirik Su Qingxue di pintu. "Kerja bagus menstabilkan jiwaku. Formasi pil dan Teratai Kematian itu cukup untuk menahan Roda Ketujuh-ku agar tidak melahap tubuhku sendiri. Aku mengingat jasa kalian."
Su Qingxue buru-buru menunduk dalam-dalam, merasa luar biasa tersanjung hingga wajahnya memerah.
Zhao Xuan kemudian berjalan melewati mereka, melangkah menaiki tangga menuju ruang takhta utama di atas. "Panggil seluruh Jenderal dan Panglima Kekaisaran. Kumpulkan mereka di Aula Takhta sekarang juga."
Aula Utama Takhta Naga Hitam.
Ribuan obor spiritual menyala terang. Puluhan Jenderal dan Panglima militer berlutut dengan satu kaki di hadapan takhta emas. Di atas takhta itu, Zhao Xuan duduk bersandar dengan postur malas yang mendominasi, menatap pasukannya dengan mata yang memancarkan galaksi.
"Kalian telah melindungi rakyat fana di saat langit runtuh," ucap Zhao Xuan, suaranya bergema di seluruh penjuru aula. "Kalian tidak lari saat Aliansi Pemusnah Iblis membawa jutaan pasukan. Kesetiaan seperti ini, tidak akan pernah kubayar dengan kata-kata kosong."
Zhao Xuan memutar cincin spasialnya. Roda Ruang di matanya berkilat.
ZRAAAASH!
Sebuah robekan dimensi kecil terbuka di atas aula. Ratusan botol giok yang memancarkan cahaya suci dan puluhan senjata pusaka yang berdengung dengan kekuatan tingkat Soul Transformation melayang turun layaknya hujan bintang, mendarat dengan rapi di hadapan para perwira militer.
"Itu adalah Pil Sumsum Naga dan Senjata Kelas Surga," jelas Zhao Xuan, mengabaikan rahang para Jenderal yang nyaris jatuh ke lantai. Harta itu adalah sisa rampasan dari Pagoda Takdir yang tidak berguna baginya, namun merupakan harta karun tak ternilai bagi alam fana. "Gunakan pil itu untuk memperkuat meridian pasukan kalian. Aku ingin dalam satu tahun, tidak ada prajurit Kekaisaran Zhao yang berada di bawah ranah Core Formation!"
"KAMI BERSUMPAH DENGAN DARAH DAN NYAWA KAMI UNTUK KEJAYAAN KEKAISARAN!" raung para Jenderal dan Panglima secara serempak, menangis haru menerima anugerah yang bisa mengangkat klan mereka hingga seribu keturunan.
"Mundur dan lanjutkan pekerjaan kalian," titah Zhao Xuan dengan kibasan tangannya. Para perwira militer itu membungkuk hormat dan mundur dengan teratur.
Kini, di dalam aula hanya tersisa kelima muridnya, Long Chen, dan Su Qingxue.
Zhao Xuan bangkit dari takhtanya. Ia berjalan menuruni tangga mendekati kelima muridnya yang menatapnya dengan penuh harap.
"Jue Ying, Jian Yi, Tie Ba, Mu Bai, Xin'er," panggil Zhao Xuan, menyebut nama mereka satu per satu. "Kalian telah membantai jutaan musuh dan menginjak-injak arogansi fana. Ranah Soul Transformation kalian telah stabil di atas tumpukan mayat. Sekarang, kalian pantas menerima warisan yang sebenarnya."
Zhao Xuan merentangkan kedua tangannya. Kali ini, aura yang keluar dari Cincin Spasialnya begitu dahsyat hingga langit-langit aula berderit. Ini bukanlah artefak biasa. Ini adalah Artefak Tingkat Dewa yang ia peroleh dari lantai tertinggi Pagoda Takdir di Alam Dewa!
Lima berkas cahaya dengan warna berbeda melesat dari cincinnya dan melayang di depan kelima muridnya.
Di depan Jian Yi, melayang sebuah pedang panjang transparan yang tidak memiliki bilah fisik, melainkan terbuat dari murni Niat Pedang Kosmik.
"Pedang Pemutus Cakrawala," ucap Zhao Xuan. "Artefak ini bisa memotong hukum alam itu sendiri. Cocok untuk keangkuhan pedangmu."
Di depan Xin'er, sebuah mahkota es berbentuk teratai yang memancarkan hawa sedingin nol mutlak.
"Mahkota Dewi Es. Ini akan menyempurnakan Seni Pemakaman Es-mu hingga bisa membekukan jiwa seorang Ascendant."
Di depan Tie Ba, sepasang sarung tangan tempur berwarna hitam legam yang memancarkan gravitasi berat.
"Sarung Tangan Bintang Runtuh. Setiap pukulanmu kini akan membawa bobot sebuah meteorit."
Di depan Mu Bai, sebuah kuas kaligrafi raksasa yang ujung bulunya terbuat dari ekor rubah surgawi.
"Kuas Pencipta Dimensi. Kau bisa menggambar formasi pembunuh langsung di udara kosong tanpa membutuhkan batu roh."
Dan di depan Jue Ying, sebuah jubah pembunuh yang nyaris tak terlihat, menyerap segala cahaya dan bayangan.
"Jubah Ketiadaan Mutlak. Saat kau memakainya, bahkan God King akan kesulitan mendeteksi detak jantungmu."
Kelima murid itu menatap pusaka dewa di depan mereka dengan tangan gemetar. Ini adalah harta yang bisa memicu perang antar benua di Alam Abadi, namun Guru mereka memberikannya seolah itu hanyalah mainan biasa!
"Terima kasih, Guru!" Mereka berlima bersujud menerima pusaka tersebut, menyatukannya dengan Lautan Kesadaran mereka seketika.
Zhao Xuan kembali ke takhtanya, duduk dan menopang dagunya. Panggung benua fana telah sepenuhnya ia amankan. Dengan pusaka dewa di tangan kelima muridnya, tidak akan ada faksi dari Alam Abadi maupun Dunia Siluman Kuno yang bisa meruntuhkan Kekaisaran ini dengan mudah.
Persiapannya untuk memburu Pemimpin Tujuh Penghancur Surga ke Dunia Immortal Kuno sudah matang.
Namun, tepat saat ia hendak merencanakan keberangkatannya, matanya tertuju pada sebuah benda kecil yang selama ini terabaikan di sudut Cincin Spasialnya.
Sebuah plakat giok berwarna merah darah yang memancarkan aura iblis kuno.
Mata Zhao Xuan sedikit menyipit. Ingatannya kembali ke masa sebelum ia memenangkan Pagoda Takdir. Sebuah janji yang ia ikat dengan darah dan sumpah ketiadaan bersama Ye Sha, seorang pangeran iblis dari Alam Iblis (Demon Realm).
"Bantulah aku merebut Takhta Iblis Tertinggi dari 6 Raja Iblis lainnya, dan aku akan menjadikan seluruh ras iblis sebagai pedangmu..." Suara Ye Sha menggema kembali di benak Zhao Xuan.
Zhao Xuan mengambil plakat giok itu. Permukaannya terasa panas, menandakan bahwa Ye Sha sedang berada dalam krisis besar dan memanggil bantuan yang telah dijanjikan.
Zhao Xuan menyeringai dingin. Taring sang Asura tidak pernah melupakan janji, baik itu janji untuk melindungi, maupun janji untuk membantai.
"Long Chen," panggil Zhao Xuan, melemparkan plakat giok iblis itu ke udara dan menangkapnya kembali. "Seberapa cepat luka-lukamu bisa sembuh?"
Long Chen menepuk dadanya yang diperban keras-keras. "Beri aku waktu dua hari dan seratus tong arak spiritual! Aku siap merobek langit lagi!" (Xin'er di sebelahnya langsung mencubit pinggang raksasa itu hingga Long Chen meringis kesakitan).
"Dua hari," gumam Zhao Xuan, matanya memancarkan kegelapan yang mendebarkan. "Persiapkan dirimu. Sebelum kita memburu tikus di Dunia Immortal Kuno, kita akan mengambil jalan memutar. Kita akan turun ke Alam Iblis, memenggal enam Raja Iblis, dan menempatkan pion kita di atas singgasana neraka."