––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(20) Puk-Puk
"Ibu serius mau pulang besok?" tanya Ailena dengan nada keberatan, Ibu nya sudah rentan tapi bisa-bisanya bepergian sejauh ini hanya untuk memastikan kebenaran.
"Iya.. Ibu kepikiran sama ayam dan kebun di kampung nduk.." Selalu saja itu yang menjadi alasan Ibu yang tak bisa berlama-lama di kota.
Ailena menghela nafas pelan. Lalu mendongak menatap Haikal yang baru masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan motor nya.
"Dan lagi.. Ibu kasihan sama kamu, Lena.." ujar Ibu membuat Ailena menoleh dan mengernyit alis heran.
"Lena kenapa Bu?" tanya Haikal yang ikut duduk di samping Ailena yang berhadapan dengan Ibu mertua nya.
Ibu tersenyum tipis. "Tadi malam kayak gelisah gitu tidur nya minta di puk-puk.. Ibu kan nggak pernah puk-puk dia lagi karna udah besar, jadi Ibu biarkan walau ya--"
"Ibu!!" pekik Ailena dengan mata melotot.
Benarkah dia minta di puk-puk?
Ibu tersenyum lalu melirik Haikal. "Kayak nya semenjak ada kamu Kal, Lena jadi kayak anak kecil lagi yang perlu di puk-puk selama tidur" ungkap Ibu membuat Haikal ikut tersenyum menggoda Ailena.
"Ibu jadi nggak enak misahin kalian berdua kalau begini.. Rencana nya Ibu mau pulang malam ini, tapi kata Paman mu di kampung nyuruh besok aja, yowes disini sampai besok" ujar Ibu lagi membuat Haikal dan Ailena kikuk mendengar nya.
Ailena tak bisa berkata-kata lagi, bahkan mengelak pun tak berani. Haikal benar-benar merubah kebiasaan Ailena yang sudah sejak dulu di terapkan.
"Jadi malam ini, biar Ibu aja yang tidur di ruang tamu.. Haikal temani Ailena di dalam kamar ya" pinta Ibu mendapat kernyitan heran.
"Nggak usah Bu.. Ibu di dalam kamar aja, biar Haikal yang di luar.. Dingin Bu kalau di tidur tanpa alas di ruang tamu" Haikal mencoba mencegah.
Ibu menggeleng keras. "Nanti Ibu disuruh puk-puk in dia lagi" balas Ibu dengan lirikan tipis pada Ailena yang merengut.
"Ibu di dalam kamar aja" sahut Ailena dengan mata yang memandang ke arah lain.
"Terus Haikal? Kayak bisa aja pisah lebih dari sehari" tembak Ibu membuat Ailena makin tak bisa mengelak.
Ailena menghela nafas. "Lena di luar juga.. Ibu di dalam kamar" ucap Ailena lagi dengan kepala menunduk.
Ibu langsung sumringah dan menggangguk sebagai jawaban. Sebenarnya ini hanya kesengajaan nya saja agar anak nya itu bisa lebih dekat dengan menantu nya itu.
Untuk masalah puk-puk itu, Ailena memang semoat bergumam ingin minta di puk-puk, dan Ibu melakukan nya, dan disitu lah Ibu sadar jika Haikal memang benar-benar di butuhkan oleh Ailena mulai sekarang.
"Kalau gitu, Ibu mau masak makan malam dulu ya.. Kamu mandi dulu aja Len, biar Ibu yang masak" ucap Ibu di angguki Ailena pasrah.
Mereka pun melakukan kegiatan masing-masing, begitu juga dengan Haikal yang nampak menerima panggilan dari orang penting.
Adzan Maghrib pun berkumandang di masjid terdekat di perumahan itu, membuat Haikal segera bersiap menuju masjid yang sudah ia ketahui letak nya.
Hingga adzan Isya pun tak lama berkumandang setelah satu jam Haikal bersantai di rumah di temani Ailena.
Dan kini, Ailena bersiap dengan selimut yang di peluk nya, setidaknya alas tidur nya memakai selimut untuk mencegah dingin yang menusuk ke tulang.
"Ibu tutup ya pintu nya, selamat tidur" ucap Ibu lalu menutup pintu kamar dan membiarkan pasutri itu tidur di ruang tamu.
Ailena menghela nafas lalu menyusul Haikal yang sudah merentangkan tangan nya, jika Haikal tak memulai mungkin Ailena tak akan mendekat.
"Ngapain jauh-jauh, kan katanya mau di puk-puk sama aku" bisik Haikal membuat Ailena berdecak sebal dan memberi cubitan kecil tapi perih di perut Haikal yang tertutup kaos tipis.
Haikal meringis lalu memeluk Ailena dari belakang agar Ailena diam tak bisa berontak lagi.
"Tidur, tenang aja ku puk-puk in kok"
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️