NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. DURI DALAM DARAH

Vila Inari tidak pernah terasa sesunyi ini. Setelah misi di pelabuhan Helsinki tempo hari, suasana di dalam rumah besar itu berubah menjadi medan perang psikologis yang tak kasat mata. Alana duduk di perpustakaan, jemarinya membolak-balik halaman buku sejarah Rusia, namun matanya terus melirik ke arah pintu ruang kerja Alexei yang tertutup rapat.

Di sana, Alexei sedang bersama Mikhail.

"Tuan, pergerakan Nona Alana di sistem logistik semalam melampaui otorisasi yang Anda berikan," suara Mikhail terdengar samar menembus celah pintu. "Dia mengakses data keuangan di sektor Baltik Selatan. Itu bukan bagian dari kesepakatan kita."

Alana menahan napas. Ia tahu Mikhail adalah ancaman. Pria itu tidak seperti Ivan yang setia karena persahabatan, Mikhail adalah mesin yang hanya setia pada efisiensi. Dan bagi Mikhail, Alana adalah variabel yang merusak kalkulasi.

"Dia melakukan apa yang kuperintahkan, Mikhail," suara Alexei terdengar berat dan tajam, sebuah nada yang tidak membantah argumen, melainkan membungkamnya.

"Tapi Tuan..."

"Cukup. Fokus pada pengiriman senjata ke Tallinn. Sergei akan membalas dendam atas kegagalan di pelabuhan, dan aku ingin kepalanya sudah ada di mejaku sebelum akhir pekan."

Pintu terbuka dengan kasar. Mikhail melangkah keluar, wajahnya yang kaku tampak semakin mengeras saat melihat Alana berdiri di lorong. Pria itu berhenti sejenak, menatap Alana dengan mata yang dingin dan penuh kecurigaan, sebelum akhirnya berlalu tanpa sepatah kata pun.

Alana tahu ia harus bergerak lebih cepat. Ia masuk ke ruang kerja Alexei tanpa mengetuk.

Alexei sedang berdiri di depan jendela besar, menatap hamparan salju yang mulai mencair. Bahunya tampak tegang, dan luka di pipinya, luka yang dibersihkan Alana di mobil tempo hari kini menyisakan bekas kemerahan yang tipis.

"Mikhail tidak menyukaiku," ucap Alana langsung, memecah keheningan.

Alexei berbalik perlahan. Ia tampak lelah. Lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan bahwa ia tidak tidur selama berhari-hari. "Mikhail tidak dibayar untuk menyukaimu, Alana. Dia dibayar untuk memastikan kita tetap hidup."

"Atau memastikan kau tetap hidup, Alexei. Dia melihatku sebagai beban. Atau mungkin... dia melihatku sebagai seseorang yang tahu terlalu banyak," Alana melangkah mendekat, sengaja memperpendek jarak di antara mereka. Ia ingin menguji ketergantungan Alexei yang mulai ia rasakan.

Alexei menghela napas, ia duduk di pinggiran meja kerjanya, membiarkan Alana berdiri tepat di depannya. "Apa yang kau inginkan, Alana? Jangan bermain teka-teki denganku hari ini. Kepalaku terasa seperti akan pecah."

Alana tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mengulurkan tangannya, memijat lembut pelipis Alexei. Ini adalah bagian dari "penaklukannya". Ia ingin menjadi satu-satunya sumber ketenangan bagi pria yang dikelilingi oleh pengkhianatan ini.

Alexei memejamkan mata. Untuk sesaat, topeng sang Tsar runtuh. Ia menyandarkan kepalanya di perut Alana, melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu dengan helaan napas panjang. Itu adalah posisi yang sangat rentan, seorang predator yang menyerahkan lehernya pada mangsanya.

"Kau tahu, Alexei..." bisik Alana, jemarinya terus bergerak lembut di rambut Alexei. "Mikhail benar tentang satu hal. Aku memang melihat data Baltik Selatan. Tapi bukan untuk mengkhianatimu. Aku menemukan bahwa Mikhail menerima setoran tersembunyi dari sebuah akun di Swiss. Akun yang sering digunakan oleh keluarga Sokolov."

Alexei tersentak. Ia mendongak, matanya yang tajam menatap Alana dengan kilat ketidakpercayaan yang bercampur dengan kemarahan. "Apa kau bilang?"

"Aku belum punya bukti fisik yang kuat karena dia sangat rapi," Alana berbohong dengan sangat lancar. Sebenarnya, akun itu adalah akun palsu yang ia ciptakan sendiri untuk menjebak Mikhail. "Tapi aku tidak ingin kau dikhianati lagi seperti saat helikopter itu jatuh. Aku tidak ingin kehilangan... pelindungku."

Kata terakhir itu diucapkan Alana dengan nada yang begitu rapuh, membuat Alexei terpaku. Bagi Alexei, kehilangan Ivan adalah luka yang belum sembuh. Dan Alana baru saja menyiram luka itu dengan garam keraguan terhadap pengganti Ivan.

"Jika itu benar..." Alexei berdiri, auranya mendadak berubah menjadi sangat gelap. "Aku akan mengulitinya hidup-hidup."

"Jangan sekarang," Alana menahan dada Alexei. "Biarkan dia merasa aman. Kita butuh dia untuk menjebak Sergei besok. Gunakan dia sebagai umpan."

Alexei menatap Alana dengan tatapan baru, tatapan yang penuh dengan kekaguman yang mengerikan. "Kau benar-benar telah menjadi muridku yang paling berbakat, Alana. Kau lebih kejam dari yang kubayangkan."

"Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan agar kita tetap bersama," balas Alana, memberikan senyum manis yang mematikan.

Malam itu, Alexei tidak membiarkan Alana kembali ke kamarnya. Ia meminta Alana untuk menemaninya di ruang kerja, membantunya memetakan rencana penyerangan terhadap Sergei. Mereka bekerja berdampingan hingga dini hari. Ketergantungan fungsional itu mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih intim.

Saat Alana tertidur di sofa karena kelelahan, Alexei menyelimutinya dengan jasnya. Ia berdiri cukup lama di sana, menatap wajah Alana yang damai. Ia tahu Alana mungkin sedang memanipulasinya. Ia tahu Alana punya agenda tersembunyi. Namun, bagi Alexei yang selalu hidup dalam kesendirian, manipulasi Alana terasa lebih hangat daripada kesetiaan Mikhail yang dingin.

Alexei membungkuk, mencium kening Alana dengan sangat lembut, hampir seperti sebuah pemujaan. "Teruslah menipuku, Alana. Selama kau tetap di sini, aku tidak keberatan menjadi bodoh untukmu."

Di balik kelopak matanya yang terpejam, Alana sebenarnya belum sepenuhnya tertidur. Ia mendengar bisikan itu. Ia merasakan kecupan itu. Dan tiba-tiba ada rasa sakit yang aneh di dadanya, rasa bersalah yang mulai merusak rencana balas dendamnya.

Ia berhasil membuat Alexei meragukan orang kepercayaannya. Ia berhasil membuat Alexei semakin terobsesi padanya. Rencananya berjalan sempurna. Namun, saat ia merasakan kehangatan jas Alexei yang menyelimuti tubuhnya, Alana merasakan bahwa ia tidak lagi merasa seperti seorang pemenang.

Ia merasa seperti seseorang yang sedang tenggelam bersama korbannya di dalam lautan yang sama.

Pagi harinya, sebuah pesan masuk ke ponsel rahasia Alana. Bukan dari informannya, tapi sebuah koordinat lokasi di pinggiran Helsinki dengan pesan singkat:

"Wira Naratama sudah mendarat di Finlandia. Dia mencari putrinya. Jika kau ingin bebas dari Dragunov, datanglah ke sini besok malam jam sepuluh. Sendirian."

Alana menatap pesan itu dengan tangan gemetar. Ayahnya ada di sini. Kebebasan yang ia impikan sudah di depan mata. Namun, saat ia melihat ke arah meja kerja di mana Alexei sedang tertidur sambil memegang foto Elena, ibunya, Alana merasakan keraguan yang mematikan.

Apakah ia benar-benar ingin bebas, jika itu berarti ia harus meninggalkan pria yang mulai menganggapnya sebagai satu-satunya alasan untuk tetap menjadi manusia.

Apakah Alana akan memenuhi panggilan ayahnya secara diam-diam? Dan bagaimana jika ternyata pertemuan itu adalah jebakan yang disiapkan Mikhail untuk membuktikan bahwa Alana adalah pengkhianat?

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
❖❀~ ᴍʏ__ ~❀❖: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
❖❀~ ᴍʏ__ ~❀❖: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!