NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:218.6k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20 pelayan khusus

Alis Deni dan Anggun terangkat bersamaan.

“Pelayan khusus?” ulang Anggun, matanya menyipit penuh curiga.

Yuda menyandarkan punggungnya ke sofa, menautkan jemari dengan santai, seolah yang ia minta bukan sesuatu yang aneh. “Iya. Tapi bukan di rumah ini.”

“Terus di mana?” tanya Deni.

“Di kontrakan aku.”

Anggun menatap anaknya lama. “Buat apa? Bukannya Ning masih bisa beres-beres sendiri?”

Yuda tersenyum tipis. “Justru karena itu.”

Deni mengernyit. “Maksud kamu?”

“Papa tau kondisi Ning,” lanjut Yuda, suaranya kini lebih pelan tapi tegas. “Dia masih pakai kruk. Masih maksa berdiri lama. Aku enggak mau dia kecapekan, tapi aku juga enggak mau dia ngerasa… enggak berguna.”

Anggun terdiam. Ada sesuatu di nada suara Yuda yang jarang ia dengar—perlindungan tanpa pamer.

“Makanya,” Yuda melanjutkan, “aku mau ada orang yang bantu. Diam-diam. Ning enggak perlu tau.”

“Diam-diam?” Anggun mendengus kecil. “Kamu ini licik dari mana sih?”

“Dari Mama,” jawab Yuda ringan.

Deni tertawa kecil, lalu menghela napas. “Terus, maunya siapa aja?”

“Satu tukang masak. Dua orang buat bersih-bersih,” jawab Yuda tanpa ragu. “Datangnya pagi buta. Pulangnya sebelum Ning bangun. Jangan ribut. Jangan ninggalin jejak.”

Anggun menatap anaknya lama, lalu berdiri. “Ikut Mama.”

Mereka masuk ke ruang kerja kecil di belakang. Anggun membuka buku catatan lama—daftar orang-orang kepercayaan yang pernah bekerja di rumah besar itu.

“Ini Bu Mar,” katanya sambil menunjuk nama. “Masaknya sederhana. Enggak neko-neko.”

“Cocok,” kata Yuda.

“Ini dua orang ini,” lanjut Anggun lagi. “Kerjanya cepat, mulutnya rapat.”

Yuda mengangguk mantap. “Aku mau mereka mulai besok pagi.”

Anggun menutup buku itu, menatap anaknya dengan tatapan yang sulit dibaca. “Kamu beneran serius sama Ning, ya?”

Yuda tersenyum kecil. “Dari awal.”

petang itu, Yuda menepikan motornya di depan Rumi’s Salon. Bel pintu berdenting pelan saat ia masuk.

Rumi yang sedang membereskan kuas make up mendongak—lalu membeku.

“Loh, Yuda?” refleks ia menyebut nama itu, sebelum cepat-cepat menarik ucapannya.

Yuda hanya tersenyum sopan, seolah benar-benar orang asing. “Permisi, Bu. Saya mau jemput istri saya.”

Rumi berkedip, lalu melirik ke arah Ning yang baru keluar dari ruang rias. Ning berhenti melangkah begitu melihat Yuda.

“Mas?” matanya berbinar.

“Iya,” jawab Yuda lembut. “Udah selesai?”

Ning mengangguk. “Udah, Mas.”

"Oh iya. Bu Rumi, ini Mas Yuda, suami Ning." Ning berganti pada Bu Rumi, memperkenalkan suaminya.

Yuda mengulurkan tangannya, "Yuda, Bu Rumi."

Rumi menelan ludah, potongan-potongan di kepalanya mulai menyatu—cara Anggun tadi mengamati Ning, sikap tersinggung yang aneh, dan kini… Yuda.

“Oh,” Rumi akhirnya tersenyum formal. Ia membalas jabatan tangan ponakan nya sendiri. “Rumi. Jadi, kamu suaminya Ning, ya?”

“Iya, Bu,” jawab Yuda tenang. “Terima kasih udah jaga istri saya.”

"Selamat ya, udah nikah, Nak Yuda."

Ning menoleh ke Rumi, sedikit aneh dengan sikap Bu Rumi, tapi tersenyum. “Bu, Ning pulang dulu.”

“Iya… hati-hati,” jawab Rumi, suaranya agak tertahan.

Begitu pintu salon tertutup, Rumi langsung meraih ponselnya. Lalu menelpon Anggun.

"Mbak. Mau ngomong sekarang, aku ke rumah, ya?" katanya tanpa basa basi.

"Hah? Ngapain?" sahut suara di seberang sana."Tumben banget pake telpon. Ngomong aja langsung."

Bukan ketus, tapi memang begini bahasa Anggun. Dan Rumi sangat hapal. "Aku ketemu suaminya Ning."

Hening sebentar.

"Oke, langsung ke sini, ada yang mau kami bicarakan juga."

****

"Ning! Pegangan dong."

"Udah, Mas."

"Pegangannya yang bener dong."

Yuda menarik tangan Ning sampai melingkar di perutnya.

Di atas motor, Ning memeluk jaket Yuda pelan. Pipinya bersemu merah. Jalanan malam itu ramai, tapi hati Ning terasa tenang.

“Mas capek, nggak?” tanyanya lirih.

“Enggak,” jawab Yuda. “Kalau jemput kamu, malah enak. Bisa peluk-peluk gini.”

Ning tersenyum, menyandarkan dahi ke punggung Yuda. Angin malam menyapu wajahnya, membawa rasa aman yang belum pernah ia punya sebelumnya.

Sampai di kontrakan, Yuda membantu Ning turun.

"Mas, Ning bisa sendiri kok."

"Iya, tapi mas pengen peluk kamu, gendong kamu..."

Ning tersenyum lagi. Lagi. Pipinya dibuat bak kepiting rebus.

Mereka makan malam sederhana—nasi hangat, telur dadar, dan sayur bening.

"Ini Mas yang masak?"

"Iya. Enak enggak?" tanya Yuda. Tadi dia pulang tak lupa membawa beberapa olahan dari rumah utama.

“Masakanku kalah sama punya Mas,” canda Ning.

Yuda menggeleng. “Oh ya? Kupikir ini agak kelebihan garam gitu.”

"Enggak, ini enak, Mas."

Yuda tersenyum kaku, ia pikir, "Hmm, besok harus buat yang kurang garam deh."

Malam turun perlahan. Mereka beristirahat lebih cepat. Ning tertidur dengan cepat, lelah yang manis menyergap tubuhnya.

****

Pagi datang. Ning terbangun saat kasur di sampingnya bergerak.

“Mas?” gumamnya setengah sadar. "Ayo subuh."

Yuda menoleh, bangun dengan malas. Setelah subuh, Yuda memikirkan cara untuk membuat Ning tidur lagi.

Ia mengusap rambut Ning pelan saat Ning selesai melipat mukena. “Ning.”

Ada keheningan hangat di antara mereka—tatapan, senyum kecil, bibir yang perlahan saling bertaut, dan napas yang menyatu. Waktu seolah melambat, lalu menghilang begitu saja di balik tirai kamar.

Ketika Ning kembali terlelap, Yuda bangkit perlahan. Ia meraih ponsel dan mengetik singkat.

Mulai sekarang.

Tak lama, suara sangat pelan terdengar dari luar—langkah kaki hati-hati, bisikan singkat. Dua orang membersihkan rumah dengan cekatan, satu orang di dapur memasak menu sederhana.

“Kali ini buat yang sederhana saja,” pesan Yuda pelan. “dan... buat agak kurang garam.”

“Siap, Mas Yuda,” jawab mereka serempak.

Yuda kembali ke kamar, duduk di tepi ranjang, menatap Ning yang masih terlelap. Ia tersenyum kecil.

“Tidur yang nyenyak,” bisiknya. “Biar Mas yang urus sisanya.”

Di luar, pagi berjalan seperti biasa—tanpa Ning sadari, ada tangan-tangan yang bekerja diam-diam, menjaga hidup barunya tetap tenang.

1
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ceritanya kok smakin gak asik gini, knp hrs ning yg terapis kan banyak d9kter dkk nya, kok kesanya ning yg hrs dikorbankan, cerita apa ini, kok rmh tangga yuda dan ning yg hrs dirahasiakan in knp, aneh in cerita, mulek udh mulai gak asik, mau hapus ae
muthia
ibunya egois😭
nunik rahyuni
knp smasih saja di jadikan umpan...kasiankau ning...
klo tentang yuda apkh bukan ank kandung ya kok katanya pewaris sesungguhnya sdh sadar🤔🤔🤔🤔
dan apa yg di lakukan ortunya seolah2 g terlalu memikirkan perasaan kening dan yuda...🤔🤔🤔jd seolah olah yuda balas budi betul g ya
Arin
Nah kan semangat Ranu buat sembuh makin besar itu bagus.....
Tapi semangat dia itu karena jatuh cinta ke Ning yang mendorong untuk segera bangkit lagi. Mending kasih tau sekarang, daripada semakin dalam dia jatuh cinta ke Ning....
Sri Rahayu
wah gawat kl Ranu jatuh cinta sama Ning...nanti bisa berantem sama Yuda 🤩🤩🤩...tp cinta nya Ning kan buat Yuda😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kasian yuda
nunik rahyuni
rasa rasanya kok sebel aq sm yuda sekelg..
ning ayo pulang kermh q saja jgn mqu sam yuda lg kli yuda g bisa tegas dan jujur
Agunk Setyawan
anggun ini orang tua egois
mama
sumpah,..aq berharap setengah kebohongan terungkapkan ning pergi jauh biar anggun dan Yuda kelimpungan nyari.. klu perlu yg jauuuh sekalian ning..biar Yuda kepook,greget sm author ny juga dari kmrin gantung ajj ni cerita gk ndang sat set,.kmrin aj soal pk tio sat set sekarang makin kesini mkin greget
Sri Rahayu
kamu hrs ngomong ma mama mu Yuda...Ning istri mu tdk bisa terus menerus mengurus Ranu....mama nya jg gitu....uda saatnya kshtau Ranu kl Ning istrinya Yuda 🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mama Anggun juga Yuda lbh baik bilang terus terang sama Ranu bahwa Ning adalah salah strinya Yuda ,daripada ditutupi malah nanti Nanti malah jadi ribet .
sutiasih kasih
mm anggun... gmn sih... kn ning sdh mnikah... dan suami ning jg ankmu...
jujurlah mulai skrg mm anghun n yuda... jgn lah kalian jdikn ning umpan...
ranu jga jdi manusia kok g tau diri... klo mau smbuh kn g harus sll ning yg mndampingi terapi...🙄🙄
Nana Geulise
mama anggun salah kalau tetap menyembunyikan semuanya terhadap ning..jgn muntang2 ranu br bangun dr koma yuda dan ning yg menderita.yuda juga harus jujur kalau g mau kehilangan ning..
Arin
Mama Anggun-Yuda cobalah jujur. Apa perlu Ning yang kasih tau Ranu tentang status Ning dan Yuda. Ranu dulu cuma kasih pesan cari orang yang telah di tabrak karena merasa bersalah. Kalau sekarang Yuda menikahi Ning apa salahnya???
bibuk Hannan & Afnan: iya ih gregettttt gemesh banget sama mama Anggun dan Yudha knp gak jujur aja sedari awal Ranu sadar dr koma wkt ngenalin Ning dgn status yg sebenarnya klo Ning istrinya Yudha,
ini kak othornya pinter banget dah ahhhh bikin para reader penasaran gregettttt,
total 1 replies
Asiu Asiu
bikin ning nya pergi ninggalin yuda .
setelah ning tahu ning hamil anak yuda.
ning kecewa sama yuda karna tidak bisa tegas sama ranu juga mama nya...
sunaryati jarum
Jadi males baca
sunaryati jarum
Sekali lagi jika rumah tangga Ning dan Yuda hancur emak kecewa , padahal Ning sudah memberi signal tidak suka pada Ranu
nunik rahyuni
kok g lekas hamidun aja sih si ning..muak aq sm si ranu+ortu ny...si yuda jg..klo memang sayang dan cemburu knp jg mendorong istrinya dekat2 ranu...mudahan ning pinter dan peka klo cuma di manfaatkan j sm mertua buat kesembuhan ranu..minggat j ning...seolah olah kmu g punya harga diri...g usah lg diurusi si ranu..harusnya ranu seklg minta maaf karena membuat ning pincang..lha ini yg jd korban malah suruh merawat pelaku ...error kan 🤔🤔🤔dan pergi jauh j mereka g menghargai perasaanmu...
nunik rahyuni
ning dan ranu statusnya ipar..buka. muhrim harusnya tau batasan ..knp g mencari terapis yg lain..dr awal sdh bisa di tebak klo ning yv jd terapis bgaimana kelanjutanya..ning itu istri yuda...seolah olah mereka justru mendorong ning agar berhub sm ranu..knp...?dan yuda knp setuju..kan jd nya kebodohan masal..seklg bodoh..mau mempermainkan ning cm buat ranu sembuh..banyk cara lain kok...satu kebohongan yg melahirkan banyak kebohongn lainya...kebenaran terkadang menyakitkan tp itu yg terbaik untuk memutus rantai kebohongan.😡😡
Arin
Udahlah Yuda.... lupakan soal Ranu. Jelaskan lah nanti padanya. Yang penting jagalah keutuhan rumah tangga mu..... Apa Ranu juga masih mau bersama Ning, jika tau Ning sudah menikah? Apa Ranu mau menyakiti hati adiknya sendiri, hanya demi bisa bersanding dengan Ning?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!