Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Nana menatap sahabatnya ini dengan heran, tumben sekali sahabatnya ini tidak peduli pada suaminya padahal biasanya dia seperti orang gila adalah tidak melihat suaminya.
"Apa kamu masih waras Bel? ". Tanyanya dengan penuh ledekan.
" Waras gimana maksudnya? ". Bella menyipitkan matanya memandang kearah sahabatnya itu.
"Ya aku kirain kamu sudah tidak waras, tumben sekali kamu tidak mencak-mencak mencari perhatian Niko, biasanya kan kamu tahu sendiri".
Bella menghela nafas, dia menatap kesal pada sahabatnya ini karena dia merasa serba salah
"Maunya kamu itu apa, aku diam saja salah, aku mencak-mencak juga salah, terus bagaimana lagi?? ". Sungutnya dengan muka cemberut.
Nana langsung tertawa keras tingkah sahabatnya ini, dia menggelengkan kepalanya karena merasa lucu.
"Ya tumben aja sih Bel, biasanya kamu tidak seperti ini makanya aku heran ngelihat kamu duduk manis di kantor tidak sibuk, biasanya kan kamu ngebucin sama si Niko".
"Aku hanya ingin dia sadar akan keberadaan ku Na, aku tidak minta banyak darinya tapi ternyata dia tidak pernah benar-benar menerima kehadiran diri ku dalam hidupnya".
Wajah Bella berubah sendu, sesakit inikah rasanya mencintai sendirian, tanpa ada balasan sedikit pun.
"Kamu yang sabar ya Bella, aku yakin Niko pasti sudah sadar akan kesalahannya, lagian juga dia sudah tahu kebusukan wanita yang selama ini begitu dia cintai, aku yakin dia butuh waktu, toh kalian masih punya waktu".
"Entahlah Na, aku rasa ingin menyerah saja, aku hanya tidak ingin bertambah sakit hati karena menghadapi kenyataan yang ada".
"Kamu harus berjuang Bell, aku yakin Niko akan bertekuk lutut di hadapan mu, apalagi dia sangat terpukul dengan kenyataan dan aku dengar dari orang suruhan ku, Niko sudah menjual rumah yang ditempati Merry dan menjual semua perhiasan bahkan mobil mewah milik Merry itu". Ucapnya menjelaskan.
"Dia hanya ingin bertanggungjawab dan mempertahankan posisinya Na, aku tidak mau banyak berharap lagi, aku sudah cukup kecewa saat tahu dia bahkan berbagi keringat dan ranjang dengan orang lain sedangkan padaku, jangankan seperti itu bersikap manis pun tidak pernah ada selama kami menikah ".
Bella menunduk, hatinya terasa sakit seperti ditusuk ribuan pisau jika mengingat semua yang terjadi dalam pernikahannya belum lagi pernyataan terang-terangan Niko saat itu.
"Jangan terlalu dipikirkan Bell, fokus saja dengan hal yang ada didepan kita, kalau sudah waktunya kamu akan mendapatkan cintamu yang terasa sangat besar itu".
Bella mengangguk kemudian tersenyum, dia kembali mengerjakan pekerjaan nya, sedangkan Niko di ruangannya tidak bisa fokus untuk bekerja.
Dia kepikiran bagaimana cara meluluhkan hati istrinya, setidaknya dia akan belajar memperbaiki rumah tangganya, lebih baik bersama Bella dibandingkan dia harus membuka cinta yang baru, karena belum tentu mereka akan mencintai dirinya seperti Bella mencintainya selama ini, dia takut mereka hanya seperti Merry yang memanfaatkan apa yang dia punya.
"Aku harus memulai semuanya dari awal, setidaknya Bella lebih baik daripada perempuan manapun, apalagi dia begitu mencintai aku selama ini, aku saja yang buta tak pernah melihatnya".
Dia bertekad memanfaatkan waktu 49 hari itu untuk memulai hubungannya dengan baik pada istrinya, setidaknya jika dirinya bisa memiliki perempuan yang benar-benar mencintai dirinya apa adanya seperti Bella.
Niko tersenyum tipis, dia sedang memesan bunga lily karena dia pernah melihat Bella mencium dan seperti menyukai bunga itu, dia ingin memberikannya sebagai hadiah permintaan maaf dan ingin mengajak istrinya berkencan.
"Aku harap kamu suka bunganya". Ucapnya tersenyum sendiri.
Bella dan Nana terkejut dengan ketukan pintu, Office boy mengatakan ada kiriman untuk Bella, keduanya saling melemparkan pandangan karena tidak mengerti.
"Maaf Bu, ada kiriman bunga untuk ibu". Ucap office boy menyerahkan bunga lily itu kepada Bella.
"Terima kasih". Ucapnya menerima bunga itu dengan kebingungan.
Dia merasa tidak pernah memesan bunga, siapa gerangan yang mengirimkan dirinya bunga kesukaannya ini.
" Wah Bell, kamu punya penggemar rahasia". Ucapnya kegirangan.
Bella hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang sangat antusias pada bunga itu.
"Siapa ya? ". Ucap Bella sambil membuka amplop kecil karena disana ada nama pengirimnya.
Dahinya langsung mengkerut melihat nama yang tertera adalah nama suaminya, dia menatap Nana yang heran melihat sikapnya.
" Kenapa Bella? ". Tanyanya heran
" Bunga dari Niko, katanya dia mengajak aku dinner malam ini". Cicitnya tidak percaya
Apa suaminya mengalami lupa ingatan atau hal yang lainnya, tumben sekali dia mengajaknya jalan dan makan malam, hal yang sangat mustahil dia lakukan selama ini.
"Niko". Mata Nana membulat sempurna mendengar perkataan Bella.
"Iya, lihat lah". Ucapnya sambil menyodorkan keterangan yang berada dalam kertas berisi pesan itu.
"Woh". Girang Nana dengan penuh senyuman.
"Bagus banget, akhirnya keinginan kamu untuk berkencan dengan Niko terlaksana Bel, aku sangat senang".
Dia turut bahagia jika sahabatnya berhasil menaklukkan suami kulkas 100 pintu itu.
"Tapi aku takut kecewa lagi Na, aku tak mau kembali menaruh harapan pada pernikahan yang sejak awal tidak pernah dia inginkan".
Bella menunduk sedih, selama ini dia sudah berjuang seorang diri dan dia sudah tidak ingin terluka kembali
"Kamu ladeni saja Bel, tidak ada salahnya kamu kembali memberikan dia kesempatan, mungkin kalian bisa bersama kembali untuk waktu yang lebih baik, sebelumnya kan ada Merry yang menjadi selingkuhan suamimu sekarang dia sendiri dan mungkin sudah menyadarinya".
"Dilihat nanti saja Na, aku hanya tidak ingin kembali kecewa, biarkan semuanya mengalir apa adanya". Ucapnya dengan senyum tipis.
"Ya sudah terserah kamu". Pasrahnya tidak mau terlalu ikut campur.
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya keduanya keluar dari ruangan untuk menuju tempat pertemuan mereka dengan investor asing.
Niko dan Bella berjalan beriringan begitu juga kedua sekretaris mereka yang berjalan dibelakang.
"Kamu sudah terima bunga dan pesan dari aku? ". Tanya Niko dengan pelan.
"Sudah". Jawabnya singkat
"Mau kan dinner sama sama aku malam ini? ". Tanyanya lagi dengan penuh harap.
"Yah tentu, kan jarang seorang Nicolas Handoko mengajak istrinya keluar untuk sekedar makan malam, jadi tidak masalah". Ucapnya dengan acuh.
Niko menghela nafasnya kasar, sikap Bella sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya membuat dirinya kewalahan sendiri.
"Kita berangkat dari rumah saja, kita bareng-bareng". Ucapnya lagi berusaha mencari perhatian sang istri.
"Aku ada urusan penting setelah ini, kita ketemu ditempat janjian saja, toh hanya makan malam saja bukan acara perayaan pernikahan atau semacamnya". Ucapnya mengangkat bahunya terkesan tidak peduli.
"Baiklah kalau memang kamu maunya seperti itu". Ucap Niko dengan pasrah.
"Sial, susah sekali menaklukkan gadis ini, tapi aku harus kembali mendapatkan nya, bagaimana pun caranya".
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko