NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:489
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Haruskah Aidar jadi korban?

Sore hari di rumah mbak Asih .

"Aidar itu anak ku mbak, jadi aku berhak bawa dia." Sentak Roy saat mbak Asih mencoba mencegah keiginannya membawa si kecil Aidar.

"Aku tau kamu punya hak, tapi jangan hari ini Aidar sedang tidak enak badan. Tunggu lah sampai dia sehat dulu. " rayu mbak Asih.

Roy mendengus kesal, ''Halah, itu alasan mu aja biar Aidar gak tak bawa. Sekarang mana Aidar. Aku mau bawa pergi biar adek mu yang sombong itu tau rasa. mentang-mentang sudah kerja du luar negeri lupa sama suami," sungut Roy.

"Jangan salahin Ana lah, kamu sendiri jadi laki-laki instrospeksi. Kalo kamu mencukupi semua kebutuhan mana mungkin Ana sampai kerja ke luar negeri.'' sahut mbak Asih.

''Udah lah mbak aku muak ngomong sama kamu, sekarang mana Aidar !. bentak Roy.

Mas Dwi suami mbak Asih yang baru saja pulang dari bekerja nampak terkejut mendengar teriakan Roy dari dalam rumah. Dengan cepat dia berlari tanpa memperdulikan tas kerja nya yang nyangkut di stang motor.

'' Ada apa ini dek?" Tanya nya dengan panik.

''Roy maksa mau ambil Aidar,'' jawab mbak asih dengan suara bergetar. Tangis nya sudah tidak dapat terbendung sekarang.

Mas Dwi menghela nafas berat, '' Oalah, kirain ada apa, ya sudah kalau mau di bawa yaa dibawa, yang penting di urusin baik-baik soalnya kami juga urus denga baik waktu

Ibu nya nitipin ke kami.'' ucap mas Dwi. ''La sekarang di mana Aidar nya?'' tanya mas Dwi kemudian.

''Mas ....' bisik mbak Asih yang lebih pada permohonan untuk tidak membawa Aidar.

Mas Dwi mengedipkan mata nya seolah paham maksut mbak Asih, tapi dia pun tak mau berurusan lebih lama dengan Roy. '' Di mana Aidar nya ?' Ulang nya pada mbak Asih yang sudah berlinang air mata.

'' Di kamar sama Amabel.'' tandas mbak Asih.

Mas Dwi kemudian berjalan menuju kamar yang ada di ruang tengah, mengetuk pintu sebelum masuk. Hati nya semakin terisis melihat Aidar yang tersenyum saat melihat kedatangannya.

'' Ayah, jangan di kasih kan om Roy adek nya,'' mohon Amabel seraya menarik lengan sang Ayah.

''nggak bisa nak, Om Roy lebih berhak. Sabar yaa, nanti juga adek pulang ke sini lagi,''

Ucap mas Dwi mencoba menenangkan sang putri yang mulai menangis.

Si kecil Aidar seketika girang saat mas Dwi mengulurkan tangan nya dan mengangkat- nya. Aidar memang paling girang kalau di gendong pakde nya itu.

''Anak pakde ikut ayah nggak boleh nangis yaa,'' ucap nya sembari membawa Aidar keluar kamar dan menyerah kan pada Roy.

Mbak Asih yang mengetahui seketika mengambil Aidar dengan paksa, mencium ii pipi gembul sembari memeluk nya erat. '' Cepet pulang tempat bude lagi ya dek,'' lirih nya .

''Kamu tau kan Roy Aidar punya alergi susu, susu nya harus yang soya, diapers juga

Harus ....' belum selesai mbak Asih memberi intruksi sudah di potong cepat oleh Roy.

''Nggak usah di ajarin. aku orang tua nya, aku lebih tau.'' ketus Roy.

Mbak Asih masih ingin menjawab, namun di tahan oleh suami nya,

''Ya sudah kalau mau di bawa pulang bawalah nanti keburu magrib di jalan. '' sela nya.

Roy kemudian beranjak, mengambil Aidar dari pelukan mbak Asih. Aidar yang merasa

Di pisah kan dari bude nya seketika menangis kencang, membuat suasana semakin perih.

Pun mbak Asih yang juga menangis tak tertahan, pikiran nya terbagi antara takut terjadi apa-apa pada Aidar, juga Ana. Dia takut adik nya itui kecewa pada nya.

Dengan cepat mbak Asih mengabari Ana, tentang yang terjadi. Namun respon Ana di luar dari perkiraan nya, adik nya itu seolah malah membiarkan membuat nya semakin di rundung kekhawatiran.

''Biarin mbak, biar dia rasain, di kira gampang apa ngurus anak. '' ucap Ana santai di tengah suara isak tangis sang kakak.

''Tapi kan nduk, kamu kan tau suami mu itu, Aidar juga lagi nggak enak badan nduk , mbak .......' ucapan mbak Asih kembali terputus oleh isak tangis nya.

Ana mencoba setenang mungkin mesti hatinya teriris perih. Ancaman Roy ternyata bukan isapan jempol semata. Tapi dia tidak mau kalah dalam permainan Roy, tekad nya sudah bulat apapun yang terjadi, meski Aidar harus jadi korban. sementara.

''Udah to mbak, mbak Asih tenang aja nggak lama nggak dia bawa Aidar, udah tenang aja .'' ucap Ana.

''Kamu ini tenang, tenang. kalau sampe ada apa-apa sama Aidar, kamu masih bisa tenang.'' Sungut mbak Asih.

Ana tertawa kecil, '' Ya mau gimana mbak, lawan kita orang gila kalau kita nggak ikut gila, kalah kita," sahut Ana. Ah, mbak udah dulu yaa, aku mau ngurus ama ku dulu . udah beres itu kaya nya onderdil bodol nya.'' Lanjut Ana .

''Iya, kamu cari info nduk di bawa kemana Aidar.'' Sambung mbak Asih.

''iya. Ana pun mematikan panggilan karena onderdil bodol nya sudah memanggil.

Kepala nya pening sebenar nya di tambah pekerjaannya yang semakin menambah pening.

*

*

Sementara itu di rumah bulek Ratih.

"Sudah malam, Roy Aidar tidak kamu antarkan pulang? Nanti bude nya nunggu-nunggu loo." Seru bulek Ratih saat di lihat nya jam sudah menunjukkan hampir pukul 22.00.

"Mau aku ajak nginep sini bulek. "Jawab Roy santai.

"Mau nginep kok nggak di bawain susunya, nanti kalau nangis gimana? Tanya bulek Ratih yang mulai sedikit panik karena Aidar mulai menunjukkan tanda-tanda mengantuk.

Roy pun bangkit dari tempat nya," aku belikan bentar." Sahutnya sembari beranjak pergi. Sedang Aidar mulai ngrengik karena mengantuk dan juga haus mungkin, karena sejak sore tadi si kecil itu tidak minum susu.

Beberapa saat kemudian Roy kembali dengan sekotak susu dan dot kecil,

Dia lantas mencuci dot dan mulai menyeduh susu untuk Aidar yang sudah semakin rewel. Awalnya Aidar minum dengan lahap karena begitu hausnya, namun sesaat kemudian kepanikan terjadi. Badan Aidar memerah dengan bagian wajah dan mulut yang paling parah membuat bulek Ratih ketakutan seketika.

"Ini kenapa Roy kok badan nya Aidar langsung merah-merah gini?" Panik bulek Ratih.

"Nggak apa-apa itu bulek bentar juga ilang ." sahut Roy sembari mengambil Aidar untuk di bawa tidur bersamanya.

Namun Aidar malah semakin rewel padahal sudah habis 1 dot susu, membuat bulek ratih semakin panik .

"Roy, ini badan Aidar semakin merah-merah lo. Coba kamu telefon Ana atau Asih, apa ada yang salah. Ini juga semakin rewel," seru bulek Ratih kembali.

"Nggak apa-apa bulek, Aidar cuma ngantuk, sini tak bawa nya muter naik motor bentar aja tidur itu." Sahut Roy sembari menggendong Aidar yang makin rewel.

Benar saja, Roy kembali dengan Aidar tertidur di gendongan nya . Tapi itu tidak bertahan lama. Lewat tengah malam Aidar kembali rewel awalnya di kira karena minta susu, namun keadaan semakin panik saat Aidar muntah di sertai sesak nafas setelah menghabis kan 1 dot susu. Di tambah ruam di sekujur badan dan mulut yang terparah membuat si kecil itu menangis tanpa henti.

"Roy ini gimana? Kok badan Aidar makin merah muntah-muntah juga'' bulek Ratih semakin panik melihat keadaan Aidar.

"Nggak apa-apa bulek, Aidar emang lagi kurang sehat tadi kata bude nya."jawab Roy santai.

"Roy!. Bentak bulek Ratih. "Kamu kalau ada masalah sama ibunya, jangan anak

Di bawa-bawa. Kamu nggak kasian anak mu sampe kaya gini ! Cepet telfon Asih, kita bawa Aidar ke UGD." imbuh nya.

"Nggak usah." Jawab Roy. "Nanti juga ilang itu merah-merah nya.''

Roy masih saja santai di tengah kepanikan bulek Ratih. Entah apa yang di pikirkan laki-laki itu hingga sebegitu teganya dengan anak sendiri.

Tanpa menunggu persetujuan Roy, bulek Ratih langsung membawa Aidar ke klinik terdekat. Untung Aidar segera mendapat pertolongan karena efek dari alergi susu sapi- nya, kalau tidak entah apa yang terjadi, karena Aidar mulai sesak nafas parah dan juga diare.

Bulek Ratih sendiri tudak tau kalau Aidar alergi susu sapi, membuat nya merasa bersalah Saat mbak Asih dan Mas Dwi dengan tergopoh panik saat tiba di UGD.

"Kenapa bisa sampe kaya gini mbak ?" Tanya mbak Asih saat melihat Aidar sudah berada di UGD dengan selang oksigen dan infus di tangan nya.

"Maaf sih, aku tidak tau kalau Aidar alergi susu,'' jawab Bulek Ratih.

Roy yang juga ada di situ pun mendapat tatapan sinis dari mbak Asih, rasa nya ingin

Sekali meninju laki-laki itu. "Nggak becus ngurus anak aja pake sok-sokan." Ketus mbak Asih, yang segera di tenangkan Mas Dwi takut kalau-kalau Roy terpancing emosi dan terjadi keributan. "Telfon orang tua mu suruh kemari ." Lanjut mbak Asih .

Yang hanya di respon wajah tak bersalah Roy .

_______Bersambung.

"Adakah di dunia ini manusia seperti Roy ?"

Jawabannya, ADA.

Salsm Cinta

Ibu❤️

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!