NovelToon NovelToon
AJIAN RAJAH

AJIAN RAJAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kutukan / Misteri
Popularitas:720
Nilai: 5
Nama Author: Alvian Adi Pratamaa

Bau kemenyan menyengat hidung Raka jam 12 malam pas. Bukan dari kamar bapak nya yang udah kosong 40 hari. Dari punggung nya sendiri. Pekat, anyir, kayak kemenyan di campur darah basi.

"Arghh!" Raka jatuh dari kasur, sprei putih nya ketarik. Punggung nya serasa di sayat silet panas dari tulang ekor sampe tengkuk. Keringet dingin langsung mengucur segede jagung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvian Adi Pratamaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Kepala Pertama

"TOK... TOK...* Kuku Raka ngetok kaca mobil Mercy H. Darmo.

Di dalem, H. Darmo ngompol. 10 bodyguard udah cabut pistol. Gemeter semua.

"Pak Darmo... Utang 1000 tahun... lunasnya hari ini." Suara Raka ngebas nembus kaca anti peluru.

*DOR! DOR! DOR!* 10 bodyguard nembak bareng dari dalem mobil. Kaca pecah. *PRANG!*

Peluru kena dada Raka. *TANG! TANG! TANG!* Mental semua. Raka nggak geser sejengkal.

Dia senyum. *"Giliran gua."*

*WUSS!* Raka masuk lewat kaca pecah. *KRAK! BUGH! PRAK!* 1 detik. 3 kepala bodyguard ngglinding di jok. Darah nyembur ke plafon mobil.

7 bodyguard sisa jerit kabur. Buka pintu. *BRAK!*

*AUMMMMM!!!* Di luar udah nunggu 4 Macan Rajah. *KRAGH!* Sekali tebas, 7 bodyguard tumbang. Rompi bolong. Usus burai.

Tinggal H. Darmo. Ngejepit di pojokan mobil. Nangis. "Ampun... ampun Den... Saya nggak tau apa-apa soal Patih Gagak... Saya cuma keturunan..."

Raka jongkok. Nyekel dagu H. Darmo. Kuku nya nempel pipi. *SRRT.* Kulit kesayat.

"Tanah wakaf yg lu korupsi 5 tahun lalu," Bisik Raka. Mata merahnya mantulin muka Darmo yg pucet. "Di atasnya lu bangun mall. Di bawah mall nya... ada kuburan. Kuburan buyut gua. Panglima Rajah."

*DEG!* Muka H. Darmo tambah putih. "Ja... jangan... saya ganti rugi... 1 Triliun..."

"Telat." Raka berdiri. "Darah dibayar darah. Kepala dibayar kepala."

*SRIIIIING...* Kuku 10 biji keluar sempurna. Panjang 7 cm. Item. Netes darah bodyguard.

H. Darmo nutup mata. Komat-kamit. "Astaghfirullah..."

*JLEB! SWING! SRET!*

3 detik. Kelar.

Raka keluar mobil. Nenteng kepala H. Darmo. Mata nya masih melotot. Mulut nya nganga. Darah netes dari leher. *TES... TES... TES...*

4 Macan Rajah nunduk. Ngeloroh. *GRRR...*

"SATU." Raka ngangkat kepala Darmo ke langit. "KURANG LIMA!"

*BLEG!* Petir nyamber. Hujan deres makin jadi.

---

*BERSAMAAN. PENDOPO BUPATI SUGIONO.*

Bupati Sugiono lagi rapat sama Kapolres + Dandim. Bahas "Teror Macan Jadi-jadian".

*BRAK!* Pintu pendopo jebol.

Masuk... kepala H. Darmo. Ngglinding. *GLUNDUNG... GLUNDUNG...* Berhenti pas di kaki Bupati.

Semua orang jatoh pingsan. Termasuk Kapolres.

Bupati Sugiono ngompol di kursi. Di jidat kepala Darmo ada tulisan darah:

"2. BUPATI SUGIONO - KETURUNAN PATIH KALA. DOSA: JUAL DESA KE TAMBANG. MATI 3 HARI LAGI."

Dari jauh, di atas genteng pendopo, Raka jongkok. Hujan-hujanan. Ngeliatin. Senyum.

"Dua."

---

*1 JAM KEMUDIAN. JALAN TOL.*

Raka jalan kaki di bahu jalan. Nenteng kepala Darmo. 4 Macan Rajah ngikutin dari semak-semak.

Tiba-tiba... *WUUUUNG...* Angin kenceng. Bau menyan.

Di depan Raka, 10 meter, berdiri orang. Hoodie. Muka ancur separo.

*Bripka Andi.*

Di tangan nya... *Kyai Setan Kober.* Keris item lekuk 13. Ngeluarin asap.

Raka berhenti. Macan Rajah nggeram. *GRRR...* Tapi... mundur. Takut sama keris.

"Akhirnya ketemu juga... Raja Rajah," Suara Andi berat. Bukan suara manusia. "1000 tahun gua nunggu lu bangkit... buat nancepin ini ke jantung lu."

Raka buang kepala Darmo. *BUGH.* Kuku keluar. "Lu... Patih ke 7...?"

Andi nyengir. Separoh muka nya sobek, keliatan tengkorak. "Gua Andi. Tapi di dalem gua... ada Patih Sangkala. Yg mimpin pengkhianatan 1000 tahun lalu. Yg motong kepala lu jadi 7 bagian."

*WUSS!* Andi nyerang. Kecepatan nya sama kayak Raka. Keris nusuk jantung.

*TANG!* Raka nangkis pake kuku. Bunga api muncrat. *KRAK!* Aspal tol jebol.

"Keris ini," Andi nekan. "Dibuat dari tulang 7 Patih. Dicelup darah 1000 perawan. Khusus buat bunuh lu, Rajah!"

*BUGH!* Raka nendang dada Andi. Andi mental nabrak pembatas jalan. *PRANG!*

Tapi Andi ketawa. *HOEK HOEK!* Dia berdiri lagi. Nggak luka.

"Lu lupa? Gua keturunan Patih ke 7. Gua juga abadi selagi keris ini di dalem gua." Andi nunjuk dada nya yg bolong. Di dalem nya ada gagang keris nancep. "Satu satu nya cara bunuh gua... cabut keris ini dari dada gua. Terus tusuk ke jantung lu sendiri."

Raka nggeram. "COBA AJA KALO BISA!"

*BUAGHH!* Raka + Andi gelut di tengah tol.

Kuku vs Keris. *TANG! TING! TANG!* Mobil lewat pada kabur. Ada yg ngerekam. Viral.

*JLEB!* Keris Kyai Setan Kober gores pipi Raka. *SRT!* Luka nya... nggak nutup. Darah hitam ngocor terus. Perih.

Raka kaget. "Luka gua... nggak sembuh?!"

"Makanya gua bilang," Andi nyengir. "Keris ini racun buat lu."

*WUSS!* 4 Macan Rajah mau bantu.

"DIAM!" Andi ngebentak. Ngangkat keris. "KALIAN ANJING NYA PATIH SANGKALA! TUNDUK SAMA GUA!"

*AUM...* 4 Macan Rajah langsung diem. Nunduk. Takut. Balik badan. Pergi ninggalin Raka.

Raka sendirian. Lawan Andi + Keris.

---

*DI KUBURAN. SUBUH.*

4 Macan Rajah yg disuruh jaga kuburan Ibu... tiba-tiba geram. *GRRR...*

Tanah makam Ibu Sri retak. Pelan.

*KREK...* Satu tangan pucet nongol. Bukan tangan Raka. Tangan perempuan. Kuku panjang. Tapi... bersih.

*Ibu Sri.*

Dia bangkit dari kubur. Mata merem. Jalan kayak robot. Ke arah... Jakarta.

Di leher nya... bekas tusukan golok udah nutup. Ganti nya... ada tato item. Bentuk... *Keris.*

4 Macan Rajah nunduk. Nggak nyerang. Malah ngikutin dari belakang.

---

*BALIK KE TOL.*

Raka udah babak belur. Badan penuh sayatan keris. Darah hitam kemana-mana. Napas ngos-ngosan.

Andi? Masih seger. "Nyerah, Raja? Sini gua cabutin nyawa lu pelan pelan."

Raka ngakak. Darah muncrat dari mulut. "NYERAH? GUA REINKARNASI RAJA IBLIS, GOBLOK!"

*AUMMMMM!!!* Raka meraung. Langit mendung. Petir nyamber-nyamber.

Dari langit, turun... *Macan Raksasa.* Gede nya 10x macan biasa. Badan asap + api hitam. Mata kayak matahari. Ini... *RAJAH WUJUD ASLI.*

Rajah nggak masuk ke badan Raka. Dia misah. Berdiri di belakang Raka.

"Bocah ini wadag gua, Patih Sangkala," Suara Rajah bergema. Kayak 1000 orang ngomong bareng. "Lu berani nyakitin wadag gua?"

Andi mundur 1 langkah. Takut. "Lu... lu udah bisa misahin diri dari dia?!"

Rajah nyengir. "Dia nggak cuma wadag. Dia gua. Gua dia. Kami berdua... lebih kuat dari lu."

Raka berdiri. Luka nya tiba tiba nutup semua. Tenaga balik 100%.

"ROUND 2, PATIH BANGSAT." Raka + Rajah ngomong bareng.

*BUAGHH!* Mereka nyerang bareng. Raka dari depan. Rajah Raksasa dari atas.

Andi... nggak ada kesempatan.

---

*BERSAMAAN DI JALAN RAYA.*

Ibu Sri jalan nyeker. Pake daster kuburan. Tatapan kosong. Di belakang nya 4 macan.

Orang-orang liat pada kabur. "POCONG! POCI!"

Tapi Ibu Sri nggak peduli. Mulut nya komat-kamit:

"Anak ku... Raka... Ibu... jemput... kamu..."

Di dada nya, tato Keris nyala merah.

*Tujuan: Jakarta. Tol. Tempat Raka gelut.*

---

*KEPALA H. DARMO KEAMBIL! TARGET #2 BUPATI SUGIONO UDAH DIANCAM!*

*BRIPKA ANDI \= PATIH SANGKALA REINKARNASI + BAWA KERIS KYAI SETAN KOBER!*

*RAJAH MISAH DARI BADAN RAKA! DUO MAUT BANGKIT!*

*IBU SRI BANGKIT DARI KUBUR! ADA TATO KERIS DI DADA!*

*GIMANA BLAY? MAKIN GILA KAN PLOT NYA? *

*RAKA + RAJAH VS ANDI + KERIS!*

IBU SRI DATENG BAWA TATO KERIS! DIA MUSUH ATAU KAWAN?!*

KETIK "GASS BAB 20" BLAY!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!