Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Pemeriksaan Aurelion
Di siang hari, Jude mengajak Rosalie untuk melakukan chek up untuk Aurelion. Ternyata lelaki itu sengaja tidak datang ke perusahaan, karena sudah memiliki janji dengan dokter anak untuk menimbang dan memeriksa kesehatan anaknya.
Untung saja, Rosalie sudah meminum obat anti nyeri, sehingga dia bisa menggendong dan ikut bersama Jude ke dokter anak.
Disini, mereka menunggu giliran di lorong rumah sakit khusus ibu hamil dan anak-anak. Meskipun tidak ada orang lain di sana, tapi mereka tetap menaati aturan dengan menunggu giliran panggilan. Rosalie menggendong sembari mengajak Aurelion berbicara di sana.
“Aurelion, suka ya ngelihat jerapahnya.” Ujar Rosalie mengikuti arah pandangan anaknya, hingga matanya menangkap stiker jerapah yang di gunakan untuk mengukur tinggi badan anak, terlihat ada beberapa angka tinggi badan di tubuh jerapah itu.
“Atas nama Aurelion Ivo Cath, nomer antrian 200.” Ujar sang perawat yang berdiri di depan pintu ruangan dokter.
Jude bangkit berdiri, juga Rosalie yang menggendong Aurelion.
“Silakan masuk, dokter sudah menunggu kalian di dalam.” Ujar sang perawat dengan ramah, membuat Jude menganggukkan kepalanya sopan, Rosalie tersenyum lebar.
“Terima kasih.” Ujar Rosalie dengan ramah, kemudian mengikuti Jude ke arah ruangan yang berada di belakang perawat.
Sang perawat perempuan itu menanggapi ucapan Rosalie dengan senyum yang ramah.
Jude membuka pintu ruangan itu, dan mempersilakan Rosalie untuk masuk ke dalam, dengan sedikit gugup Rosalie memasuki ruangan yang terasa dingin karena pendingin udara di dalam, setelah Rosalie masuk, baru Jude menutup kembali pintu itu dengan pelan.
Di sana, terlihat dokter anak perempuan yang tersenyum menyambut mereka. Jude sengaja memilih dokter perempuan, dia tidak mau Rosalie dekat dengan dokter laki-laki, jadi dia meminta pihak rumah sakit, memberikannya dokter perempuan.
“Silakan nona, bawa kesini bayinya untuk di timbang.” Ujar dokter itu berdiri di sebelah meja yang cukup panjang, dan disana ada timbangan khusus untuk bayi yang di sediakan.
Rosalie kemudian melangkah mendekati meja yang panjang berwarna putih susu itu. Dengan perlahan Rosalie mengangkat Aurelion, dan membaringkannya di atas timbangan digital itu.
Awalnya Rosalie di minta untuk sedikit menjauh, agar hasil timbangan bisa cukup akurat. Namun saat Rosalie hendak melepaskan tangan Aurelion, bayi itu justru terlihat takut dan hampir menangis di sana, tangannya berusaha untuk meraih Rosalie.
“Eh, Aurelion kenapa ?? Takut ya..” Ujar Rosalie langsung mendekati Aurelion, dan memegang tangan bayinya, barulah Aurelion merasa aman dan menghentikan tangisannya.
Sang dokter tersenyum geli, dia tidak marah. Memang beberapa anak pasiennya sangat menempel dengan ibunya, justru sang dokter merasa senang, dengan kedekatan antara anak dan ibunya.
“Wah, anaknya nempel terus ya sama ibunya.” Ujar sang dokter sambil tertawa kecil.
“Eh, maaf ya dokter.. Enggak biasanya dia rewel kaya gini.” Ujar Rosalie dengan sedikit tidak nyaman, khawatir jika perilaku Aurelion akan mengganggu jalannya pemeriksaan.
“Biasanya memang bayi akan rewel kalau di tempat baru, dia akan berusaha menempel pada ibunya, karena merasa lebih aman.” Ujar sang dokter menjelaskan.
“Kalau begitu, anda bisa memegang tangannya, aku akan mulai menimbangnya.” Lanjut sang dokter menyalakan timbangan digital itu, kemudian barulah beberapa angka muncul di sana.
“Wahhh, beratnya hampir 6 kilo ya. Usianya berapa ??” Ujar sang dokter dengan nada gemas, apalagi melihat ukuran tubuh Aurelion yang lebih berisi dari anak seusianya.
“Kira-kira 3 bulan.”
Sang dokter menganggukkan kepalanya, “Cukup bagus, dia pasti minum banyak setiap hari.” Ujar sang dokter itu mencatat berat badan Aurelion di kertas laporannya.
Rosalie memerah malu, dengan perkataan dokter itu. Memang benar, Aurelion minum dengan sangat banyak setiap hari, itulah kenapa dia sering merasa lapar setelah Aurelion meny*s* darinya. Karena sumber makanannya di serap oleh putranya itu.
Sementara Jude yang melihat interaksi itu hanya tersenyum kecil, apalagi hasil pemeriksaan menunjukkan jika Aurelion tumbuh sehat dan kuat. Membuat Jude semakin yakin, Rosalie sangat pintar mengurus putranya dengan baik.
Hmm~ dia cocok menjadi istri dan ibu idaman batin Jude di dalam hatinya, mengingat Rosalie terkadang menyiapkan bekal untuknya, dan juga mengurus Aurelion secara bersamaan. Membuat Jude semakin yakin, untuk menjadikan Rosalie sebagai miliknya.
...
“Hasil pemeriksaan tadi cukup baik, meskipun Aurelion menangis saat di suntik tadi.” Ujar Rosalie bercerita kepada Jude dengan senang, padahal lelaki itu juga berada di dalam ruangan, tapi Rosalie tetap menceritakan kejadian di dalam ruangan tadi.
“Itu normal saja, dia masih terlalu kecil untuk menghadapi jarum suntikan.” Ujar Jude menanggapi, Rosalie menghela nafasnya berat.
“Mau bagaimana lagi, dia membutuhkan vitamin itu dan-”
“Kalian..”
Sebuah suara memotong perkataan dari Rosalie, membuat kedua pasangan itu menghentikan langkah kaki mereka, dan menoleh ke depan. Melihat sosok yang menghadang mereka, Rosalie langsung memeluk Aurelion di gendongannya dengan erat, Jude sendiri merangkul Rosalie di sampingnya dan memberikan tatapan sinis.
Di hadapan mereka, terlihat Ernes dan Mabel yang juga sedang berjalan-jalan, dan kebetulan bertemu dengan kedua pasangan itu yang baru saja memeriksakan kesehatan Aurelion.
Mabel memandang ke arah Rosalie di depannya, ada perasaan tidak suka dan iri. Semenjak tinggal dengan Jude, Rosalie mendapatkan sabun, krim wajah, dan juga makanan yang sehat bergizi, sehingga membuat wanita itu semakin terlihat cantik dan manis.
Ernes sendiri menatap ke arah anak di gendongan Rosalie dengan tatapan sinis, sementara sang arah tatapan malah semakin mengeratkan pelukan bayinya. Rosalie memberikan tatapan tajam, entah darimana keberaniannya muncul, tapi melihat mara bahaya di depan matanya, dia merasa ingin melindungi anaknya.
Tiba-tiba terdengar suara rengekan kecil, Rosalie menundukkan wajahnya, dan melihat Aurelion sedikit merengek, membuat tatapan matanya berubah panik dan khawatir.
“Eh, Aurelion kenapa ?? Sakit ya ??” Ujar Rosalie dengan sedikit bingung, Aurelion menggerakkan tangannya yang tadi di suntik ke arah Rosalie, seakan mengadu jika tangannya merasa sakit.
Rosalie mengangkat Aurelion, dan kepalanya menunduk mendekati bayinya, lalu mencium lengan putranya dengan lembut, beberapa kali. Membuat rengekan itu terhenti, dan Aurelion kecil memandangi Rosalie dengan mata berkaca-kaca.
“Masih sakit ?? Kasihan anaknya mama kesakitan ya~ Nanti mama cium lagi ya, biar sakitnya hilang.” Ujar Rosalie dengan lembut memandangi wajah Aurelion di gendongannya.
Mabel tertegun, benar. Wajah Aurelion memiliki kemiripan dengan Rosalie, dan warna matanya justru menurun dari Jude. Sudah jelas, itu adalah anak mereka. Tapi kenapa Ernes bersikeras untuk merebut anak itu, toh bukankah dia menginginkan anak dari darah dagingnya sendiri.
Ernes menatap wajah bayi itu, begitu lucu dan menggemaskan. Jika saja, dia yang merawatnya, maka anak itu akan pasti terlihat lebih sehat dan gemuk.
Jude merangkul Rosalie lalu berkata dengan nada datar, “Maaf putraku sedikit rewel, jadi kami duluan.” Ujar Jude lalu menarik perlahan Rosalie agar menjauh dari kedua pasangan itu.
🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Author mau bilang, kalau waktu memang sengaja agak di cepetin, jadi anggap si Aurelion sudah berusia 3 bulan ya.
Btw lucu juga si Aurelion, gemesin memang anaknya, kayanya Author bakalan kasih castnya (kalau bisa hehehehe) 😅😅
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana