NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Permainan Di Balik Layar

Warning!!!... Ada unsur ➕➕➕➕⚠️⚠️⚠️⚠️

Harap bijak membaca. Karena ini ada unsur dewasa... ⚠️⚠️⚠️

Pagi itu Veliora minta Kaelric yang mengantarkannya  ke kampus. Karena, Ravian sudah terlalu sibuk dengan tugasnya sebagai CEO.

Dengan gaya manja seperti biasanya, dia dekati Kaelric yang tengah duduk santai di sofa ruang tengah. Dia duduk di pangkuan Kaelric.

Dengan posisi berhadapan. Kaelric mengerjapkan mata, karena melihat Veliora yang berpakaian serba kurang bahan. Apalagi, dua bundaran kenyal di depan mata Kaelric membuat dirinya menelan ludahnya sendiri.

"Ah, sial ni anak!. Kenapa pandai sekali bikin juniorku terbangun." Kata Kaelric dalam hati.

Veliora merasakan sesuatu di bawahnya.

"Ah, apa ini Dad?".

Mereka berdua saling berpandangan. Mata mereka bertemu.

" Masa harus ku unboxing pagi ini juga?".

Pikir Kaelric. Dia benar-benar Daddy yang random. Hingga dia memekik kegelian, karena Veliora menggesekkan pantatnya berkali-kali.

"Dasar kamu, anak nakal! "

"Habis Daddy juga yang salah! "

Noh, disalahin lagi.

"Salah bagaimana maksud kamu?"

"Kenapa Ravian diangkat jadi CEO di Adiwinata Corporation. Jadinya aku kan gak ada yang antar!"

"Diantar si Joni mau?" Tanya Kaelric lagi tapi malah memeluk Veliora erat sambil menciumi tengkuk gadis itu.

Veliora menggeliat karena ulah Kaelric.

"Nggak.. Aku mau diantar Daddy aja!'

" Kenapa?. Diantar Joni kan juga sama. Nanti ditambah bodyguard. Oke?. Aku mau ada pertemuan dengan klien hari ini."

"Nggak mau!. Pokoknya Daddy!"

Terlintas pikiran nakal di benak Kaelric.

"Yaudah, kalau gitu kita mandi bareng ya?"

Veliora mengangguk. Tanpa basa-basi, Kaelric menggendong Veliora. Dia bawa gadis itu menuju kamarnya. Gadis itu dia turunkan di tempat tidurnya.

"Tunggu disini, aku siapkan air dulu."

Veliora mengangguk lagi.

Selang berapa lama, Kaelric kembali ke tempat tidurnya. Digendonglah Veliora menuju bathtub yang sudah dialiri air. Karena hari itu agak panas, mereka memakai air biasa biar terasa segar.

"Kita cuma punya waktu satu jam, Veliora. Hari ini ada pertemuan di luar kantor. Jadi, nanti aku gak ke kantor."

"Nah, kalau Daddy gak ke kantor, lalu siapa yang jadi asisten Daddy?. Bukankah Ravian di kantor Tuan Adiwinata?"

"Kan ada sekretaris disana. Ah, sudahlah!"

Tumben, nih Veliora memperhatikan pekerjaan Kaelric.

"Kamu mau jadi asisten pribadiku?"

Tanya Kaelric tiba-tiba.

"Sambil nunggu kelulusan sama wisuda. Kan sekarang tugas akhir kan?"

"Anggap aja kamu KKN di kantorku. Bagaimana setuju?"

"Nanti aku pertimbangkan, Daddy."

"Banyak pertimbangan kamu!"

Lalu digigitnya bibir gadis itu. Lalu turun ke leher, turun lagi ke bongkahan boba kembar Veliora hingga kemudian sampai ke bagian inti.

Veliora digarap habis-habisan oleh Kaelric hingga lemas.

Tapi, karena teringat pertemuan dengan Eryndor Hale. Kaelric menghentikan aktivitas m*sumnya dengan Veliora.

"Udah ah!. Nih, aku mandiin kamu. Nah, udah selesai. Cepat, ganti baju!"

Veliora keluar dari kamar Kaelric. Dia ke kamarnya sendiri untuk berganti pakaian. Karena, hari itu dia mau ke kampus. Meski hanya sebentar. Takutnya kalau ada pengumuman penting. Meski sekarang, tiap ada pengumuman bisa di share melalu grup whatsapp.

Setelah siap, Kaelric pergi ke basement. Dia mengambil mobilnya.  Veliora menunggu di depan Mansion.

Ia pikir… mobil yang akan digunakan sama seperti biasanya. Tapi yang berhenti di depannya, sungguh membuatnya terdiam.

Rolls-Royce Phantom hitam itu meluncur tanpa suara, seperti bayangan yang bergerak di atas aspal.

Pintu terbuka perlahan.

Dan untuk sesaat...

Veliora merasa seperti bukan hendak pergi ke kampus, tapi masuk ke dunia lain yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.

Dan, Rolls-Royce Phantom Hitam itupun bergerak, membelah jalanan di Jakarta.

Dengan tangan sebelah memegang kemudi, tangan sebelahnya lagi, digenggam Veliora, kini. Dia nampak kagum dengan Daddynya satu ini.

Sesekali di liriknya pria dewasa disebelahnya. Kaelric pun, nampak balas melirik gadis di sebelahnya.

"Hmmm... Ada yang salah?"

Tanyanya pada gadis di sebelahnya.

Veliora menggelengkan kepalanya.

"Gak ada, Dad. Hanya mau bilang. Daddy terlalu sempurna untuk pria dewasa seusia Daddy."

Ujarnya dengan manja.

"Aku mau nanya, Dad."

"Ya, tanyalah! "

Sambil matanya lurus ke depan. Dia takut kalau menatap Veliora, dirinya akan khilaf seperti biasanya.

"Hubungan Daddy dengan Mami bagaimana?"

"Baik, memang kenapa?. Mamimu memang manusia super sibuk. Gak ada yang ngalahin. Aku juga bingung kalau lihat Mamimu. Dulu, waktu kalian masih bersama, apa seperti itu?"

Veliora terdiam. Ya, Mami. Mami yang tak pernah mengenal waktu. Juga tak pernah mengenal anaknya.

Dulu, dia terlalu dekat dengan Papinya, yaitu Valerius Kaeden.

"Daddy, ada perasaan cinta nggak sama Mami?"

Kaelric diam. Ya, seharusnya dia mengatakan yang sebenarnya kepada Veliora. Bahwa pernikahannya dengan Seraphina itu hanya sekedar simbolis semata. Hanya demi melindungi keluarga mereka.

Tak berapa lama, sampai juga di depan kampus Veliora. Mobil itu berhenti tepat di depan gerbang Vernhart International University. Dia belum bisa menjawab pertanyaan dari gadis itu.

Beberapa pasang mata langsung menoleh

bukan pada gedungnya, tapi pada siapa yang akan turun dari dalam mobil itu.

Huuu, cewek-cewek seksi yang biasanya nangkring di depan pun langsung mendekat ke arah mobil. Veliora hendak turun.

Mereka memegang mobil hitam pekat itu dengan kagum. Sementara Veliora dan Kaelric hanya saling pandang dari dalam mobil.

"Hmmm wow!. Phantom, hitam pekat. Huu seksi banget! "

"Wah  mesti jadi ceweknya, nih!"

"Om Om, bawa aku dong, please!"

Kaelric begidik ngeri melihat situasi seperti itu. Dia hanya menggelengkan kepalanya. Dia berbuat mes*m dan punya pikiran mes*m hanya pada Veliora seorang. Pada lain gadis tidak.

Akhirnya, mereka berdua keluar dari mobil. Cewek-cewek itupun mendekati Kaelric seolah mencari simpati.

"Om, mau numpang boleh?"

"Om, I love you pulll deh pokoknya!"

"Udah punya pacar belum, Om! "

"Om, mau yang nikmat-nikmat?. Aku temenin ya?"

"Stop, jangan kalian mendekat kearah saya! "

Kaelric menggerakkan telapak tangannya ke depan. Menghentikan gerakan cewek-cewek ganjen itu.

"Sudah, sampai disitu, saja. Aku gerah melihat kalian."

Cewek-cewek itupun terdiam di tempat. Kaget dengan sikap pria di depan mereka.

Aneh bener, pikir mereka. Biasanya kebanyakan cowok yang melihat penampilan mereka, pasti tak akan bisa melewatkan pemandangan yang mereka suguhkan.

Kaget mereka melihat penolakan secara langsung.

"Idiiih! Sombong amat!. Entar nyesel kalau gak dikasih."

Kaelric tak mau meladeni cewek-cewek tadi. Karena, dia sudah mengadakan janji pertemuan dengan Eryndor Hale.

Ini saja sudah terlambat beberapa menit.

"Nanti kalau udah kelar, call Daddy!"

"Oke, bye Dad."

Diciumnya Kaelric. Lalu Kaelric segera masuk kembali ke mobilnya. Dan melajukan mobilnya ke lokasi yang sudah mereka sepakati.

Rolls-Royce Phantom Black milik Kaelric segera melaju di jalanan Jakarta yang padat.

Bak pembalap kenamaan Kaelric melakukannya dengan kecepatan penuh.

Mobil Kaelric berhenti tepat di depan Aurelian Crown Hotel.

Kaelric segera turun dari mobil. Seorang petugas di hotel sudah berdiri siap di depan pintu.

Tanpa banyak bicara, ia menerima kunci dari tangan Kaelric dengan sikap hormat. Bahkan tanpa melihat lebih lama ia tahu mobil itu bukan milik orang biasa.

Ya, Kaelric adalah penyandang dana terbesar di hotel tersebut.

Kaelric segera masuk ke dalam hotel. Petugas hotel membukakan pintu. Lalu mempersilakan masuk.

"Tuan Eryndor Hale sudah menunggu kedatangan anda, Tuan Kaelric."

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kaelric berjalan ke arah lift khusus di hotel itu. Lift khusus itu digunakan untuk orang tertentu saja. Lift itu tidak ada tombol, juga tidak ada nomor. Jadi, lift akan bergerak langsung ke lantai paling atas gedung hotel tersebut. Di ruang Obsidian Lounge. Atau Penthous hotel mewah tersebut.

Ketika masuk area Penthous sangat terasa aura eksklusifnya. Dinding kaca dengan pemandangan kota Jakarta. Sofa hitam, elegan meja marmer dan pencahayaan yang redup. Sudah dipastikan bahwa ruangan ini hanya dipergunakan oleh orang-orang tertentu.

Sementara itu, Eryndor Hale sudah ada disana menanti kedatangan Kaelric Vorn. Duduk di sofa.

Setelah mereka berdua duduk, barulah mulai berbicara.

"Bagaimana, Bro?. Sudah yakin jebakan kita tepat sasaran?"

"Sesuai rencana yang kamu bicarakan, memang sudah Bro. Lantas, rencana berikutnya apa?"

"Kerjasama sudah deal?"

Eryndor Hale mengangguk.

"Biarkan dia bergerak terlebih dahulu. Aku ingin melihat sampai dimana dia bisa mempermainkan aku."

"Oke  aliran dana juga sudah berjalan."

"Pastikan, dia tidak kehabisan dana, Bro."

Kata Kaelric.

Sesekali Kaelric membuka tabletnya. Dia memperhatikan angka yang bergerak dengan signifikan. Dia tersenyum puas.

Tinggal mengikuti alur Bismantaka. Kemana dia berjalan, Kaelric akan selalu membayangi. Entahlah, bagaimana kalau Bismantaka tahu  bahwa semua dana yang mengalir di tangan Eryndor Hale adalah milik Kaelric.

Begitulah hidup, karena tidak semua bantuan datang dari arah yang terlihat. Dan juga tidak semua sekutu, benar-benar berada di sisi yang sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!