NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Beberapa masyarakat sudah menunggu di pinggir jalan untuk melihat mobil mewah milik kebun teh. Mereka sudah lama tidak bertemu dengan bos besar itu.

Tak lama terdengar suara bunyi klakson mobil. Deretan mobil mewah mulai berjalan melewati para warga.

" Tuan "

Seseorang pun membuka kaca mobilnya. Semua warga pun bersorak gembira. Warga sangat senang melihat sosok yang muncul dibalik kaca mobil mewah itu.

" Selamat datang Tuan"

Orang yang dipanggil tuan itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Orang itu tidak bisa turun dari mobil, karena jalan terlalu kecil. Dia hanya menyapa warga dari dalam mobil saja.

Mobil mewah itu terus melaju dengan perlahan.

Diiringi sama warga dari belakang, mobil mewah itu terus melaju menuju tempat acara. Warga sangat antusias ingin bertemu dengan sosok yang sudah membantu warga disaat masa sulit mereka.

Suara riuh dan bunyi mesin mobil semakin dekat. Arumi dan Rani berdiri dari tempat duduk mereka. Arumi dan Rani membawa kalung bunga untuk di kalungkan ke leher bos besar.

Mobil mewah itu berhenti, dan satu orang datang untuk membukakan pintu mobil. Sosok lelaki tinggi tegap turun dari dalam mobil. Walaupun sudah tidak muda lagi, tapi wibawanya masih terasa kuat.

" Selamat datang tuan Kusuma " ucap Arumi dan Rani.

Kedua gadis cantik itu mengalungkan kalung bunga secara bergantian.

" Terima kasih "

Pak mandor dan istrinya juga mengucapkan selamat datang. Begitu juga dengan pak kades dan jajarannya.

" Mari silakan duduk tuan" ucap pak mandor.

" Nggak usah formal seperti itu Sanjaya. Kita tidak sedang bekerja"

" Maaf Pak, mari silakan duduk"

Pak Kusuma dan beberapa bodyguard-nya duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Sanjaya. Diikuti sama pak kades dan juga yang lainnya.

" Dua orang anak muda tadi anak baru?"

" Nggak juga Pak, mereka sudah hampir empat tahun bekerja di kebun"

" Saya baru pertama kali melihat mereka berdua"

" Mereka berdua baru kali ini ikut acara seperti ini Pak. Biasanya mereka cuma ikut acara pesta panen"

Pak Kusuma mengangguk tanda mengerti. Lagipula anak muda sekarang jarang mau berpartisipasi dalam acara seperti ini.

" Bagaimana hasil panen buah dan padi tahun ini pak kades"

" Alhamdulillah hasil panen buah dan padi sangat memuaskan Pak"

" Alhamdulillah kalau begitu"

Beberapa ibuk-ibuk datang membawa minuman dan juga gorengan.

" Silakan di minum dan dicicipi Pak. Camilan ini yang membuat dua gadis tadi, dibantu beberapa ibuk-ibuk juga" kata buk mandor.

" Benarkah"

" Iya Pak, kebetulan mereka berdua pandai membuat beberapa macam makanan"

Pak Kusuma mencoba risoles yang dihidangkan ibuk-ibuk tadi. Pak kades dan yang lain juga ikut mencicipi gorengan yang sudah dihidangkan.

" Risol ini sangat enak"

" Terima kasih tuan"

" Ternyata banyak juga anak muda yang pintar masak di kampung ini "

" Iya tuan"

" Siapa nama kedua gadis itu"

" Arumi dan Rani, tuan"

" Tolong ajak mereka gabung disini "

" Baik tuan"

Buk mandor segera memanggil Arumi dan Rani. Ia ikut senang karena dua gadis itu sudah membuat pak Kusuma terkesan.

" Rumi, Rani"

" Ya Buk"

" Ayo ikut ibuk, tuan Kusuma ingin bertemu dengan kalian "

" Dengan kami Buk"

" Iya, ayo cepat "

" Apa kamu melakukan kesalahan Buk"

" Nggak, justru pak Kusuma memuji gorengan kalian "

" Serius Buk"

" Serius, makanya ibuk disuruh manggil kalian berdua "

" Syukurlah kalau bapak itu senang dengan gorengan yang kita buat"

Walaupun begitu, Arumi dan Rani tetap deg-degan. Karena ini pertama kalinya bagi mereka bertemu dengan pemilik kebun teh.

" Ini tuan, Arumi dan Rani "

" Silakan duduk "

" Terima kasih tuan"

Arumi dan Rani duduk di kursi sebelah buk mandor.

" Apa benar kalian berdua yang membuat gorengan ini"

" Be..benar tuan"

" Enak, saya suka"

" Beneran tuan" kata Rani.

" Benar. Biasanya saya tidak suka makan gorengan. Tapi sekarang saya sudah menghabiskan tiga risol"

" Alhamdulillah kalau tuan suka risol-nya"

" Saya suka melihat anak muda yang rajin bekerja seperti kalian berdua "

" Terima kasih tuan. Kalau kita berdua nggak kerja, nggak bisa beli beras tuan" kata Rani.

Kusuma tersenyum mendengar jawaban Rani. Apa yang dikatakan Rani memang benar adanya. Kalau tidak bekerja tidak bisa membeli kebutuhan hidup.

" Orang tua kalian yang memaksa kalian berdua bekerja?"

" Tidak, ini kemauan kami sendiri. Kami ingin membantu kedua orang tua "

" Orang tua kalian pasti bangga pada kalian "

Arumi hanya diam, ia tidak tau apakah orang tuanya bangga padanya.

" Nak Arumi kenapa?"

" Nggak apa-apa tuan"

" Nikmati acara ini, kalian berdua sudah bekerja keras "

" Terima kasih tuan"

Karena sudah waktunya jam makan siang, buk mandor mengajak pak Kusuma dan yang lainnya untuk makan siang.

" Semua masakan di sini dimasak oleh ibuk-ibuk pekerja di kebun teh. Silakan dicicipi Pak"

Arumi dan juga ibuk-ibuk yang lain harap-harap cemas. Mereka tidak tau apakah masakan mereka cocok di lidah pak Kusuma. Namun di dalam hati mereka berdoa masakan mereka cocok di lidah pak Kusuma.

Pak Kusuma mengambil rendang dan juga ikan rica-rica. Ia mencoba memakan ikan rica-rica tanpa nasi terlebih dahulu. Karena ia ingin merasakan bumbu ikan itu sebelum dimakan sama nasi.

" Enak Buk, pedasnya juga pas"

" Terima kasih Pak"

Arumi dan ibuk-ibuk yang ada di sana senang mendengar ucapan pak Kusuma. Padahal mereka melihat resepnya dari handphone buk mandor. Jadi mereka langsung mempraktekkannya.

" Alhamdulillah ya Rum, pak bos suka sama masakan kita"

" Alhamdulillah Buk, semoga makanan yang lain juga cocok di lidah beliau"

" Aamiin, semoga Rum"

Pak Kusuma dan yang lainnya sangat menikmati makanan mereka. Semua masakan yang di sajikan sama Arumi, Rani dan juga ibuk-ibuk yang lain sangat enak.

Terakhir ibuk-ibuk menyajikan puding coklat untuk pak Kusuma dan yang lainnya. Puding coklat ini sebagai makanan penutupnya.

" Dulu waktu pertama saya kesini, tidak banyak menu masakannya. Tapi sekarang menu masaknya sudah banyak"

" Iya Pak. Ini ide kedua anak gadis tadi, dan ibuk-ibuk yang lain hanya membantu mereka"

" Saya senang melihat perkembangan kampung disini"

" Apa pesta panen nanti bapak akan datang?"

" Saya tidak bisa menjanjikan, tapi kalau saya tidak bisa datang, saya akan suruh putra saya datang kesini "

" Baik Pak "

Pak mandor tidak bisa memaksa bosnya untuk datang. Karena ia tau bagaimana sibuknya sang bos. Menyempatkan datang ke kebun ini aja ia sudah sangat senang.

" Buk, bisa tolong panggilkan dua anak muda tadi"

" Maksud bapak Arumi dan Rani "

" Iya, saya ada hadiah untuk mereka "

" Baik Pak"

Buk mandor memanggil Arumi dan juga Rani. Tak berselang lama buk mandor kembali dengan Arumi dan juga Rani.

" Karena kalian berdua sudah bekerja keras, saya punya hadiah untuk kalian berdua "

" Untuk kami Pak bos" tanya Rani.

" Iya untuk kalian berdua "

Kusuma meminta salah satu bodyguard-nya untuk mengambil goodie bag di mobil. Kusuma tidak tau apa isi goodie bag itu, karena istrinya yang menyiapkan.

" Ini tuan"

Kusuma memberikan satu untuk Arumi dan satu lagi untuk Rani.

" Terima kasih Pak"

" Sama-sama"

Anita tidak suka melihat Arumi mendapat hadiah. Ia bingung kenapa gadis jelek itu yang mendapatkan hadiah. Entah apa yang dilihat orang dari Arumi.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian banyak-banyak 💞 💞

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!