NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:373
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat lamaran pernikahan

"Sylvanna..Kau baik baik saja kan?" ucap Kaisar dengan suara gemetar.

"Aku baik baik saja ayah.." jawab Anna dengan suara sserak.

"Tetap seperti itu! Jangan buka matamu!!!"

"Baik ayah"

"Leonard stephanos, tolong bawa Putri keluar dari sini, jangan biarkan dia melihat pemandangan ini, cepat!"

"Baik Yang Mulia.." jawab Leo.

Leonard menggendong Anna, wajah Anna tetap menempel di dada Leonard.

Sesuai arahan Kaisar, Leo membawa Anna ke ruangan di samping kamar Kaisar, ia mendudukkan Anna di atas tempat tidur yang empuk.

"Tolong jangan buka mata terlebih dahulu" ucap Leo, Anna pun mengangguk.

Daisy masuk membawa cawan berisi air dan handuk basah, Leo mengambilnya lalu mengelap noda darah yang terciprat di lengan dan kaki Anna.

Saat itu Kaisar masuk setelah berganti pakaian. "Kenapa kau yang melakukannya? Kan ada Daisy!" ucap Kaisar tak senang.

"Maaf ya Baginda Kaisar.. Saya tidak berpikir terlalu jauh" jawab Leo.

"Huhhh"

"Anda sudah bisa membuka mata Yang Mulia Putri" ucap Leo.

"Terimakasih Leo.." ucapnya dengan tubuh yang masih gemetar.

"Kudengar ayah juga diserang? Ayah baik baik saja?"

"Iya putriku.. Aku baik baik saja, kau pasti sangat terkejut, sekarang beristirahatlah disini sementara kamarmu akan dibersihkan"

"Baik ayah.."

"Dan kau Leonard stephanos.. Ikuti aku"

"Baik!"

"Ayah tidak boleh memarahi Leo ya! Aku sudah mati jika tak ada dia!" ucap Anna tegas.

"Ayah mengerti!" jawabnya tak senang.

"Beristirahatlah.." ucap Leo tersenyum sebelum meninggalkan Anna.

.

Di ruang kerja Kaisar.. Leo dan Kaisar duduk berhadapan dengan situasi yang tegang.

"Jelaskan padaku! Mengapa kau ada di kamar Putri pada tengah malam seperti ini.." ucapnya dengan raut wajah bengis.

"Saat para penyusup masuk kebetulan saya ada di sekitar Istana Putri Baginda.. Saya melihat sendiri mereka masuk melalui pagar dengan aman lalu sebagian masuk ke kamar Putri, melihat situasinya berarti sebagian itu masuk ke kamar anda" ucap Leo.

"Benar! Tepat sekali.. Jadi kenapa kau ada di sekitar Istana Putri?"

Leonard terdiam sejenak "Saya habis menemui Yang Mulia Putri Baginda.. Mohon ampuni kelancangan saya!"

"Hahh!! Kau sering menemuinya larut malam begini? Kau menyusup??"

"Tidak sering.. Hanya beberapa kali"

Kaisar mengepalkan tangannya "Ternyata Duke muda adalah orang yang sangat lancang ya!"

"Mohon maaf Baginda!"

"Apa saja yang kau lakukan saat menemui putriku tengah malam begini?" darah kaisar seakan mendidih mendengar seorang pria terus menemui putrinya di tengah malam.

"Tolong jangan berfikir macam-macam Baginda.. Kami hanya mengobrol di teras balkon" tubuh Leo semakin tegang.

"Apa ucapanmu bisa dipercaya? Bagaimana kalau sampai masalah ini tersebar dan membuat kehormatan putriku tercoreng?"

"Maafkan saya Baginda.. Karena terlalu menyukai Yang Mulia Putri saya sampai tidak bisa berpikir jernih" jawabnya jujur.

"Apahhh???! Menyukai putriku?? Beraninya kau!!" teriaknya.

"Saya akan bertanggung jawab Baginda.."

"Tanggung jawab macam apa yang kau bicarakan?" Kaisar semakin geram.

"Saya akan mengirimkan surat lamaran secara resmi"

"Wahhh!! Surat lamaran? Jangan lakukan itu!! Aku tidak akan pernah menerimanya.. Sudah cukup omong kosongnya Leonard stephanos! Aku berterima kasih karena kau melindungi Putri dan akan memberimu imbalan yang layak, tapi jangan pernah lagi temui putriku!! Pergilah!!"

"Tapii Baginda!"

"Tidak ada tapi tapi!!"

Saat Leo pergi meninggalkan ruang kerja Kaisar Deryl masuk.

"Apa penyusup yang masih hidup bisa membuka mulutnya?" ucap Kaisar.

"Semuanya bunuh diri dengan meminum racun yang sudah ada di mulut mereka Baginda.. Mereka adalah alat sekali pakai"

Kaisar merasa resah "Kejadiannya seperti ini lagi.. Tapi disini target utamanya adalah Sylvanna dilihat dari lebih banyaknya pembunuh di kamarnya, jelas sekali niatnya!"

"Benar Baginda.. yang menyerang anda hanya 5 orang, sedangkan di tempat Putri ada 15 orang"

"Hahhh!! Aku sama sekali tidak boleh lengah! Perketat keamanan istana putri!"

"Baik! Untunglah ada Duke muda.. Tapi mengapa ada Duke muda ya Baginda??" ucap Deryl heran.

"Hahhhhh!!! Aku lelah sekali memikirkan ini dan itu! Bocah itu bilang sering menemui putriku, kebetulan dia ada disana! Itu melegakan tapi juga sangat menjengkelkan!" ucap Kaisar kesal.

"Sepertinya tekad Duke muda tidak bisa diremehkan Baginda.. Tolong jangan bersikap terlalu kasar dengan calon menantu anda Baginda.. Hehe hehe.." ledeknya.

"Enyah kau!!!"

.

Keesokan harinya Kaisar benar benar menerima surat lamaran dari keluarga Duke stephanos, Ia meremas surat tersebut bahkan sampai mengeluarkan tenaga dalamnya, lalu melemparnya ke perapian.

"Deryl.. Aku punya ide..Suruh orang untuk menyampaikan kepada Leonard stephanos, suruh dia datang kesini sekarang juga!" Kaisar mulai berwajah licik.

Deryl sudah mulai curiga melihat senyuman jahat di wajah Kaisar "Tolong jangan bersikap kekanak-kanakan Baginda.. Apa yang mau anda lakukan pada orang yang sudah menyelamatkan nyawa putri anda?"

"Berisik!! Bilanglah ini juga.. Asal kau tahu putriku menerima banyak sekali lamaran pernikahan dari kerajaan tetangga! Kalau dia tidak tiba dalam 1 jam makaa aku akan menerima lamaran pernikahan yang lain untuk putri" ucapnya sambil tersenyum licik.

"Hahhh!! Dasar tyrant!!" omel Deryl sembari keluar ruangan.

Benar saja.. Begitu menerima pesan Kaisar, Leonard bergegas pergi mengendarai kudanya dengan kecepatan penuh.

Sampailah ia di istana, saat ia berjalan di lorong arah menuju ruang kerja Kaisar ia bertemu dengan Anna yang sedang bersama Daisy.

"Leo? Apa yang anda lakukan disini?" ucap Anna.

"Kaisar memanggilku.. saya harus cepat Anna, kalau tidak bisa gawat! Kita lanjut bicara setelah saya menemui Baginda Kaisar ya.." ucapnya terburu buru.

"Eh.. Tunggu!" Anna menarik lengan baju Leo "Apa anda sangat terburu buru sampai memakai cravat seberantakan ini? (dasi jaman dulu)

Ditengah ketegangan itu Leo tersenyum senang karena Anna merapikan Cravatnya. "Sudah! Temui saya di rumah kaca jika sudah selesai ya"

"Iyaa.. Terimakasih!"

.

"Baginda.. Duke muda datang!" ucap penjaga pintu ruang tamu Kaisar.

Begitu pintu dibuka, disana terlihat Kaisar dengan senyumnya yang sangat mencurigakan, membuat bulu kuduk Leo berdiri.

"Salam kepada Matahari Kekaisaran!" ucap Leo.

"Duduklah!" jawab Kaisar dengan santainya setelah membuat orang lain berlari lari.

"Baik!"

"Sayang sekali.. Dua menit lagi kau tidak muncul aku berencana membuka ini satu persatu" ucap Kaisar dengan menaruh puluhan amplop amplop emas di hadapan Leo.

"Ini semua apa Baginda? Jangan bilang.." raut wajah Leo menjadi sangat tegang.

Kaisar tertawa.. Ia merasa sangat terhibur dengan raut wajah Leo yang kelabakan.

"Ho..hoo..haahaa..Tebakanmu benar! Ini semua adalah surat lamaran pernikahan dari kerajaan kerajaan di seluruh penjuru dunia"

"Kenapa anda menunjukkannya kepada saya?"

"Tentu saja agar kau mengerti betapa berharganya putriku itu, dan apa yang bisa kau berikan jika aku menerima pinangan mu dibanding memilih para pangeran dari kerajaan lain?"

"Saya yakin keluarga Duke tidak kalah dalam hal kekayaan! Saya bisa memberikan nyawa saya demi melindungi Yang Mulia Putri! Dan yang jelas.. keluarga Duke akan menjadi sekutu terbesar anda, lalu Satu hal yang pasti keuntungan bagi anda! Jarak kediaman saya yang paling ideal! Bukankah mustahil anda mengirim putri terlalu jauh dari sisi anda?" Leonard tersenyum dengan percaya diri dengan jawabannya. Ia tahu bahwa poin terakhir adalah hal yang sudah pasti.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!