NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:743
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.


tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.

takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.


kaulah jawaban do'a dalam hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sakit hati oleh orang tuanya dan hari perpisahan

 MALAM SEMAKIN LARUT.

*di rumah elina*

Dan sementara papahnya elina di dalam rumah. Ia terbangun dari tidurnya, ia melihat istrinya di samping sedang tertidur pulas. ia merasa haus, lalu ia berjalan keluar kamar untuk minum. Setelah selesai minum ia berjalan lagi, tiba tiba pandanganya ke arah kamar elina, papahnya merasa ada yang tidak beres saat melihat ke arah kamarnya elina, lalu ia berjalan menghampiri kamar elina._ tok tok tok_ “ elina..”  panggil papahnya, namun tidak ada jawaban.  Papahnya penasaran, apakah elina sudah tidur atau belum, lalu ia membuka pintu kamar elina, rupanya tidak di kunci, Elina lupa mengunci pintu kamarnya.lalu papahnya masuk ke dalam. Ia tersenyum melihat selimut menutup seluruh tubuh elina, ia mengira elina sudah tidur pulas. ia mendekatinya dengan penasaran ia membuka sedikit selimut itu. Setelah ia membukanya, ia kaget.  ternyata itu hanya bantal guling yang di tutupi selimut. Dengan geram kesal ia mengepal erat tanganya. Ia sudah menduga elina pasti pergi denganku. Untuk kesekian kalinya elina membohongi orang tuanya. Papahnya kesal bukan main.

*kembali ke aku dan elina*

Setelah itu kami duduk berdua. Aku menoleh ke arah elina di sampingku, aku melihatnya sedang membetulkan kancing bajunya yang terlepas olehku, lalu ia menatapku dan tersenyum. Aku pun tersenyum kepadanya.

Karena  sudah larut malam, kami pun pulang, aku mengantarkan elina pulang dengan mengendarai motor Vespa ku.

Sesampainya kami di depan rumah elina. Elina turun dari  motorku. Elina tersenyum kepadaku. “ kang makasih ya!” ucapnya tulus.

Aku pun tersenyum.” Iya lin, aku juga makasih ya! Udah kamu jangan sedih ya” ucapku.

Tiba tiba pintu gerbang rumah elina terbuka. Lalu papahnya elina keluar menghampiri kami berdua.” BAGUS, BAGUS, HABIS DARI MANA KALIAN MALAM MALAM BEGINI.” Ucapnya lantang dan kesal.

 Aku dan elina kaget  bukan main, aku dan elina hanya diam ketakutan, gugup, panik, perasaan campur aduk  tak karuan, kami tidak bisa menjawab dan berkata apa apa.

Papahnya mendekati elina, menatapnya dengan penuh amarah.” Sudah berapa kali kamu bohongin mamah sama papah, keterlaluan kamu elina” ucap papahnya dengan kesal.

Elina hanya tertunduk diam tak bisa berkata apa apa. Aku hanya bisa diam melihatnya.

 “ kurang ajarr,,” teriak papahnya mengangkat tanganya akan menampar elina.

Aku langsung turun dari motor dan menahan tangan papahnya  yang akan menampar elina.” Cukup om, jangan sakitin elina om” ucapku menahan tanganya.

Papahnya langsung menatapku dengan tajam, dan menangkis tanganku.

“ tampar saja saya om, ini salah saya, saya mohon jangan sakitin elina om.” Mohonku kepada papahnya elina.

Sementara elina hanya  bisa diam dengan mata yang berkaca kaca melihatku membelanya.

Papahnya elina terus menatapku tajam penuh amarah. Tiba tiba tanpa kata.

_BUGH_

Papahnya elina dengan keras memukul wajahku hingga wajahku tertoleh, dan tubuhku bergerak mundur.

Elina menjerit kaget, ia menangis dan menarik papahnya, menahanya. “ cukup pah, jangan sakitin dia pah, udah cukup pah”  mohon elina, mencoba menahan papahnya, namun tak tertahan.

Aku hanya diam menahan sakit di wajahku, papahnya menghampiriku lagi, dan memukulku lagi sangat bergitu keras, hingga aku terjatuh.

“ KURANG AJAR KAMU, SUDAH SAYA PERINGATKAN SAMA KAMU, JANGAN DEKATI ANAK SAYA, APALAGI SAMPAI MEMBAWA ANAK SAYA PERGI, SAYA TIDAK SUDI ANAK SAYA DEKAT DEKAT DENGAN LELAKI BERANDALAN SEPERTI KAMU, YANG TIDAK JELAS MASA DEPANYA. “ teriaknya dengan sangat marah sambil menunjuk tanganya ke arahku. Aku bangun sambil menahan sakit di wajahku.

“ pah udah cukup pah, jangan ngomong kayak gitu pah, dia gak salah, aku yang salah pah, dia gak bawa elina, aku yang nyamperin dia pah,  elina minta maaf pah ” ucap elina sambil menangis menatap papahnya.

“DIAM KAMU ELINA, MASUK KAMU” ucap papahnya lantang menyuruh elina masuk rumah” MASUKKK”

“ Keterlaluan papah” jawab elina menatap papahnya dengan air mata di pipinya, lalu ia melihat ke arahku.” Maafin aku kang, maafin orang tua aku” ucapnya pelan, tulus. Lalu ia berjalan masuk rumah.

Lalu papahnya menatapku lagi.” PERGI KAMU  DARI SINI, BAWA JAUH JAUH MOTOR RONGSOKAN KAMU ITU DARI HADAPAN RUMAH SAYA”  ucapnya lantang menunjuk tangan mengusirku.

“ baik om, Saya pergi.  maafin saya om” ucapku dengan kepala tertunduk.

Setelah itu papahnya elina berjalan masuk rumah

Aku menghidupkan motorku, dan langsung pergi dari hadapan rumah elina, dengan hati dan wajahku yang terluka.

*ke esokan harinya*

Sebelum berangkat mengantarkan elina ke jakarta. Saat itu elina, dan kedua orang tuanya sedang sarapan di mejam makan. Mamahnya elina mendengar cerita dari elina soal kejadian semalam saat suaminya itu memarahi dan memukulku. Mamahnya elina kesal, karena elina sering berbohong setelah mengenalku. Namun di sisi lain juga mamahnya merasa kasihan dengan elina. Mamahnya juga tidak tega kepadaku saat tau aku di marahi, di pukuli oleh suaminya itu. Ia baru tau hal itu pagi tadi dari elina. Ia tidak tau kejadian semalam karena ia sudah tidur pulas malam itu.

Di meja makan elina terlihat sedih, diam dengan tatapan kosong sambil mangaduk ngaduk makanan di piring hadapanya.

“keterlaluan kamu pah, sampai kamu hajar dia” ucap mamahnya santai sambil makan.

“ Dia yang keterlaluan,” jawab papahnya, lalu ia melihat ke arah elina. “ elina juga, sejak kenal lelaki itu, elina sering bohong sama kita mah”  ucap papahnya di meja makan. Elina hanya diam saat papahnya berkata seperti itu.

“Kasian dia.  dia pasti sakit hati. Mamah takut dia dendam sama kamu pah” ucap mamahnya.

Lalu papahnya elina tersenyum tipis.” Dendam?, bisa apa memangnya dia?. Dia Cuma lelaki berandalan yang suram masa depanya” ucapnya santai merendahkanku di depan elina dan istrinya. Seketika elina menoleh ke arah papahnya saat papahnya berkata seperti itu.

Mamahnya menatap suaminya itu.” Kamu jangan merendahkan seseorang pah, seburuk apapun riwayatnya, jangan pernah merendahkan dan mengecam suram masa depan seseorang, semua orang punya perubahan. tidak ada yang tau bagaimana nasib dan  masa depan seseorang selain tuhan. Sesuatu yang  indah bisa berpihak pada siapa saja.” Ucap mamahnya, lalu ia kembali makan.

Seketika suaminya terdiam saat istrinya berkata seperti itu.

Setelah itu,  Setelah selesai makan. Mereka bersiap siap bergegas mengantarkan elina ke jakarta, untuk melanjutkan pendidikan elina di salah satu universitas di jakarta.

Saat itu elina  sedang mengemas barang barangnya ke dalam koper. Ia menatap foto saat hari kelulusan sekolah. Ia juga menatap foto saat bersamaku, ia memasukkan foto foto itu ke dalam kopernya. Ia juga menatap boneka beruang pemberianku saat itu. ia membawanya.

" ELINA, AYO CEPETAN, UDAH SIAP BERANGKAT INI..." Teriakan Mamahnya dari luar rumah, setelah selesai memasukan barang barang ke dalam mobil.

" IYA BENTAR MAHH...." jawab elina dari dalam rumah.

“ ELINA BURUAN, WAKTU KITA GAK BANYAK” timpal papahnya di samping istrinya, sambil menutup bagasi mobil.

Tak lama  elina berjalan keluar sambil membawa koper dan bonekanya itu, lalu ia memasukan barang barangnya ke dalam mobil, setelah semuanya selesai, mereka masuk ke dalam mobil dan pergi berangkat.

Pembantunya membukakan gerbang rumah, mereka berpamitan kepada pembantunya itu, dan menitip rumahnya kepada pembantunya. Pembantunya mengucapkan hati hati di jalan, dan setelah mobil keluar ia menutup kembali gerbang.

Di dalam mobil, elina sangat terlihat gelisah, memikirkanku, ia takut aku marah dan membenci orang tuanya atas kejadian semalam. Elina mengirim pesan pamit pergi kepadaku, ia juga meminta maaf lewat pesan di HP nya kepadaku. Namun aku tidak membaca atau membalas pesanya itu. Sesekali elina memejamkan matanya, Ia memikirkan perasaanku, ia mengerti. Elina mengira aku pasti marah.

Detik itu. Tiba tiba ia mendengar suara teriakan memanggil namanya.

“ ELINA”  itu adalah teriakanku memanggil elina, aku terus berteriak dengan lantang memanggil elina.

 Elina menoleh ke belakang kaca mobil, ia melihatku sedang mengejarnya berboncengan dengan dony di motor vespaku. Saat itu dony yang membawa motor vespaku. Aku terus mengejarnya.

Elina tersenyum melihatku, aku pun tersenyum melihatnya samar dari dalam mobil.

lalu aku berdiri dan menunjukan sebuah kertas besar, aku membuka kertas itu dan menunjukannya kepada elina.

Dalam kertas itu tertulis jelas dan besar kata.

         .I LOVE YOU ELINA.

Elina tersenyum melihat apa yang  ku lakukan itu,  aku pun tersenyum.

Mamahnya yang duduk depan menengok ke belekang melihat apa yang ku lakukan itu, mamahnya tersenyum. “ ada-ada saja!, dasar anak muda!”.

 Dengan singkat suaminya menengok kebelakang melihatku, dan kembali fokus mengemudi” apa-apaan orang gila itu” ucapnya masih kesal kepadaku.

Lalu aku membalikan kertas itu, di balik kertas itu tertulis jelas.

....TUNGGU AKU DI JAKARTAMU....

elina tersenyum haru melihat apa yang aku lakukan di tengah ramainya jalanan, elina tersenyum melambaikan tangannya kepadaku, dan tiba tiba sajah ia meneteskan air mata.

aku  pun melambaikan tangan dan mengucapkan hati hati di jalan kepada elina,  kemudian Dony menghentikan laju motornya di pinggir jalan, aku menatap elina hingga elina tidak terlihat lagi dari pandangan ku, begitu juga dengan elina  yang terus menatapku.

Kini aku telah terpisahkan oleh jarak denganya. Entah kapan aku bisa bertemu lagi denganya, aku harap elina menepati janjinya. Dan akan  pastikan, akan kutepati janjiku kepadanya, Menjaga hati ini untuknya meskipun jarak dan waktu memisahkan aku dan elina.

1
T28J
keren kak, saya kasih hadiah ya /Rose/
Lukman Hakim: terimakasih kak😊😊😊
total 1 replies
T28J
oalah tanda kurung itu artinya lagi di telpon kah 🤭 sempet kaget aku kak 🤣👍
Lukman Hakim: iya aku belum sempet sampe situ ngerevisi nya kak, 😁
total 1 replies
T28J
like follow and subscribe guys, cerita si Thor menarik
Lukman Hakim: terimakasih T28j 😊
total 1 replies
Lukman Hakim
iya maaf kak, terimakasih atas pengamatanya, nanti saya perbaiki, mohon maaf jika ada salah kata atau kurangnya huruf dalam tulisan kisah ini🙏
Manusia Ikan 🫪
kayaknya kamu terlalu banyak menggunakan kata "Itu"🕵
Manusia Ikan 🫪: ooh tentu saja, kota memang harus saling mendukung ✋🤓🤚
total 3 replies
T28J
saya like dan tonton hadiah ya 👍
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!