NovelToon NovelToon
Putri Penguasa Yang Terlupakan

Putri Penguasa Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Aku terbangun di tubuh anak perempuan yang beusia 5 tahun, merupakan anak kandung Lucas Alexandro yang mengalami hidup yang teragis sebagai anak yang tidak di inginkan. Sang ayah memilih anak angkat untuk di jadikan putri dan aku malah di bunuh dengan tangan ayah ku sendiri karena hasutan sang pembantu anak angkatnya.

Bagaimana kelanjutan cerita ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mia Mengacau

Semenjak hari itu Lucas jarang menemuinya sebab Shopia yang ketakutan melihat Lucas mulai sekarang. Sedangkan Shopia tanpa Lucas rasanya merasa aman seketika. Dia bermain boneka tedy bear nya dengan bahagia di ruangan bermain yang kini di siapkan Lucas.

"Nona, saya pergi sebentar, harus menyambut seseorang," ujar Lisa ingin beranjak meninggalkan Nona setelah beberapa saat yang lalu sedang mengawasi Shopia.

Shopia langsung berdiri dari duduknya, "Kak Lisa mau kemana?"

"Itu Nona..."

Lisa sebenarnya tidak ingin mengatakan kebenarannya, sebab dia akan menjemput anak angkat tuannya sebab dari tadi pengasuhnya terus merengek minta di jemput.

"Kak Lisa, aku ikut kak," mohon Shopia dengan mata berkaca-kaca.

Lisa melihat nya memelas merasa tidak tega kemudian mengatakan, "Ayo Nona, Nona boleh ikut," Lisa memenuhi keinginan Shopia.

Lisa mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Shopia agar mereka bisa berjalan bersama menuju ketempat yang akan di tuju Lisa. Shopia mengikuti langkah Lisa dengan boneka tedy bear yang di peluk dengan erat. Hingga sampailah mereka di halaman rumah utama.

Lisa tiba-tiba menghentikan langkah sebab teringat sesuatu yang dia tinggalkan di dalam, dia lalu menatap kearah Shopia, "Nona, maafkan saya ada sesuatu yang say tinggalkan di dala, Nona tunggu saya disini ya,"

Shopia hanya diam seraya menganggukkan kepala dan masih memeluk dengan erat boneka yang dia bawa hingga Lisa menghilang di balik tembok rumah itu. Kini Shopia masih menunggu dengan berjongkok sembari melihat bunga-bunga yang mekar di taman itu.

"Lepaskan aku! Apakah disini tidak punya tata krama! Sudah berapa lama aku berdiri disana dengan nona. Duh, kasihan nona ku ini!" teriak Mia matanya menelusuri lingkungan itu seolah mencari seseorang untuk di hakimi.

Shopia berdiri dari jongkoknya menatap dengan tatapan bertanya pada Mia dari atas ke bawah. Sedangkan Mia baru saja menyadari dan melirik Shopia yang ternyata ada di hadapannya sedangkan Lily amat ketakutan dia mencoba memegang gaun Mia berharap wanita itu menghentikan kekacauan yang terjadi meskipun dia yakin tidak akan mampu.

"Kau anak itu kan! Kau siapa hah?!" bentak Mia mendorong bahu Shopia dengan kasar.

Shopia sedikit terhuyung kebelakang meskipun tak sempat jatuh, dia hanya diam tanpa amarah membuat sang pelayan yang menghalangi Mia justru khawatir. Takut tuan mereka akan memberikan hukuman karena sudah mencelakai putrinya.

"Maaf Ibu, jangan ganggu Nona Shopia, Nona..." mohon pelayan itu namun di potong telak oleh Mia.

"Memang dia siapa? Yang anak tuan disini hanya Nona Lily, anak kucel itu bukannya pelayan di rumah ini, jangan halangi jalan ku," gertak Mia.

Wanita itu kemudian mendorong tubuh Shopia hingga benar-benar tersungkur dan menghantam sisi ujung lancip paving blok membuat keningnya berdarah seketika. Membuat para pelayan panik apalagi Lily, namun dia cukup takut dengan perkataan Mia yang akan menganggapnya lemah pada orang yang tak penting.

Para pelayan itu langsung membantu sebab takut di marahi oleh Lisa sang kepala pelayan di tambah lagi kalau tuan mereka sudah pulang pasti semua akan semakin runyam. Salah satu pelayan membersihkan debu di baju Shopia sedang pelayan lain melihat sedikit darah yang mengalir dari kening Shopia.

"Nona, Anda tidak apa-apa," ujar mereka, lalu salah satu nya memberikan boneka yang sudah terjatuh di rerumputan di halaman itu.

"Apa yang kalian lakukan, dia itu hanya pelayan tidak perlu memanggilnya Nona, lihat ini Nona baru kalian," tunjuk Mia dengan kasar pada ketiga pelayan itu dan menarik bahu Lily seakan meminta mereka sadar bahwa Nona mereka bukan Shopia tapi Lily.

Para pelayan itu kemudian menatap nyalang kearah Mia, sedari tadi mereka mencoba untuk sabar dengan sikap kasar itu sebab tuan mereka meningkatkan bahwa Nona Lily dan orang-orang yang dia bawa harus di lakukan dengan baik. Namun, wanita itu menganiaya mereka dan merendahkan mereka padahal Mia dan mereka tak ada bedanya hanya seorang pekerja yang ingin mendapatkan gaji.

"Apa kalian melihat ku seperti itu?! Tidak suka!" tunjuk Mia lagi dengan kasar.

Tidak berselang lama dari itu Lisa bergegas kearah suara karena merasa situasi semakin panas saja. Yang pertama dia temui adalah Shopia yang mengerutkan keningnya dalam seperti menahan sesuatu, namun ada yang lebih buruk adalah kening sang nona sedikit memerah karena darah.

Lisa langsung menolehkan pandangan pada Mia dengan sinis, rahangnya mengeras, giginya gemeretukkan menahan emosi yang akan meluap. Tangan mengepal meingat pesan sang tuan untuk baik pada para tamu itu.

Shopia yang menyadarinya kemarahan Lisa, memegangi tangan wanita itu untuk menenangkannya, kemudian mengatakan, "Tidak papa, Kak Lisa. Shopia tidak sakit kok,"

Lisa menyipitkan matanya tak menyangka sang Nona akan sebaik itu dengan Mia yang sudah melukai keningnya, "Aku akan laporkan ini pada tuan nanti, dan terserah kau mau apa, aku akan pergi sekarang!" ujar Lisa menunjuknya dengan kasar.

"Heh... Hanya segitu saja, kau marah. Apa spesialnya anak itu di banding Nona kami?" sindir Mia.

Lisa tak ingin mendengarnya sebab semakin mendengarnya Lisa akan semakin emosional di buat Mia, akhirnya dia mengandeng tangan Shopia untuk meninggalkan tempat itu. Tentu saja dia ingin mengobati kening Shopia yang saat ini berdarah.

Mia masih mencibir dari kejauhan, Nathan yang melihat itu mulai geram entah mengapa. Beberapa waktu lalu, ketika dia terus melempari para pekerja yang sedang membersihkan dengan beberapa sama dari lantai kamarnya.

Dia tidak sengaja mendengar celetuk kan para pekerja itu, "Haduh, kenapa sih sampah disini tidak ada habis-habisnya, tuan muda itu sungguh jahil ya," keluh salah satu pelayan.

"Eh, ngomong-ngomong soal anak kandung tuan yang tidak di anggap, kamu tau tidak?" tanya temannya menyikut bahu sejenak dan kembali menyapu ruangan itu.

"Maksudnya apa? Nona itukan? Aku tidak tau, coba ceritakan pada ku," ucapnya bersemangat dan menyikut bahu temannya itu dengan sedikit senyuman penasaran akan gosip.

"Itu, Nona itu di culik, dan dia memilih Nona baru yang di selamatkan, mengerikan sekali... Nona itu jatuh dari gedung tinggi, untung dia selamat tapi ya mengalami syok parah. Kasihan sekali ya, kenapa sih Tuan begitu pada anaknya sendiri?" jelas pelayan itu dengan sebuah keluhan di akhir ceritanya.

"Masa sih, aku juga merasa kasihan. Hah... Harus nya Tuan tidak bersikap seperti itu kan," desah temannya sembari mengelengkan kepalanya.

"Sudahlah, mungkin itulah tabiat Tuan, lebih baik kita selesaikan saja pekerjaan kita di tempat ini sebelum Tuan Muda membuat ulah lagi," ajak pelayan itu kembali melanjutkan menyapu tempat itu.

Tangan Nathan yang siap melemparkan beberapa sampah lagi dari kamarnya menghentikan kegiatannya dan kini tangan melayang di udara, 'Dia mengalami penculikan, aku ingin melihatnya. Bagaimana anak itu bertahan?' gumam nya dalam hati menyipitkan matanya bagaikan mata elang.

1
Cty Badria
👍
Rere Lumiere
Cerita ini kalau sepi pembaca akan di hapus pada bab 20, jadi yang suka cerita ini tolong ramaikan ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!