Naima, seorang gadis cantik yang hidup sederhana di desa terpencil, harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya yang buta. meninggal dunia dan ibunya mengalami depresi berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Di tengah keterpurukannya, takdir justru mempertemukannya dengan Sean, seorang pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin.
Akankah pertemuan ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Naima, atau justru membawanya ke dalam lika-liku kehidupan yang lebih rumit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon i'm gresya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
satu syarat untuk clarissa
Australia, Victoria Queensland.
clarissa yang sedang bersembunyi di toilet karyawan. setelah di perilakukan seperti itu oleh mark, memilih untuk diam di toilet sambil menangis di dalam.
ingin sekali mengadukan hal itu ke sean melalui telepon atau email. tapi melihat sean yang sangat dekat dengan mark seperti adik kaka, membuat clarissa menyimpannya sendiri dihatinya.
dan tidak mungkin juga clarissa menceritakan hal itu pada semua karyawan, karna karyawan sangat menyukai visual mark yang sangat tampan dan mirip dengan sean.
"kenapa orang kaya selalu saja merendahkan orang miskin, apa orang miskin tidak bisa berdiri di atas kakinya sendiri" tangis clarissa mengingat kejadian tadi.
walaupun mark bekerja sebagai asisten sean, mark juga cukup terpandang di kota itu. mark memiliki usaha seperti toko, restoran berbintang lima. dan memiliki hotel terkenal di Australia. itu semua berkat usahanya dan sedikit campur tangan sean.
mark, bisa saja berhenti dari pekerjaannya sebagai asisten. tapi dia tidak mau dan memilih setia pada sean. karna sean sendiri lah yang membantunya sampai kini di hargai oleh orang.
mark yang masih di ruangan sean, duduk di sofa sambil memijit keningnya. lalu teringat dengan kejadian dimana dia memaksa clarissa.
"kenapa aku sampai kehilangan kesadaran ku, aishhhh" racau mark mengusap wajahnya.
flashback..
mark yang sedang menyentuh dada clarissa dengan sangat kasar, clarissa meronta meminta di lepaskan tadi mark tidak mendengarkan. puas bermain dengan dada clarissa, sean berpindah ke bagian bawah clarissa. dengan kasar juga mark, menarik rok selutut clarissa supaya naik keatas, tapi clarissa tidak tinggal diam saat mark ingin menyentuh bagian bawahnya. dia langsung menampar pipi mark, sampai mark terdiam. melihat itu clarissa langsung lari dari sana.
mark tidak percaya bahwa dirinya menjadi seliar itu.
ting...
sebuah pesan masuk dari handphonenya, mark segera membaca email yang di kirim sean kepadanya.
" dokumennya ada padaku, aku lupa menaruhnya dimana. pelayan rumahku mencarinya di kamarku sampai ketemu. begini saja dokumennya akan aku foto dari sini, dan kau tinggal fotocopy kan. kau mengertikan mark. jika kerja mu kali ini bagus, maka akan aku naik kan jabatanmu sebagai diriku disana."sean...
mark mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud naik jabatan seperti dirinya.
mark segera membalas email dari sean
"baik saya mengerti tuan, tapi sayang tidak paham dengan naik jabatan seperti tuan, apa"balas mark pada sean.
mark masih berdiri di sana sambil menunggu balasan dari sean.
Ting...
pesan sean masuk, mark segera membacanya.
" bodoh...! maksudnya naik jabatan itu. kau akan jadi direktur selanjutnya. aku tidak punya saudara untuk kubagi hartaku. kau sudah seperti adikku mark. dan ingat walaupun kau direkturnya, namaku selalu tertulis sebagai pendirinya. kau tidak usah khawatir, hartaku tidak akan habis walau sudah ku bagi untukmu. aku masih punya banyak harta dan perusahaan yang akan aku bagi dengan keturunanku kelak mark. kau selama ini sudah baik membantuku disana, dan tidak pernah mengecewakanku. aku punya asisten disini, tapi bodohnya melebihi anak yang belum masuk sekolah. tapi aku juga tidak mau bilang, kau asisten ku disini tidak setia. hanya saja dia sedikit kurang bijak dan kurang kuat seperti mu. oh iya kau jangan sampai lupa, untuk memberitahu klean itu kalau sebagian sahamnya akan diberikan kepada perusahaan" sean..
mark melotot matanya membaca balasan email dari sean. dia tidak percaya bahwa seorang king sean memberinya satu perusahaan.
ternyata kesetiaannya selama ini, berbuah manis. setelah banyak yang sean bantu dari hidupnya kini sean malah memberikan hadiah yang lebih besar daripada hadiah apapun itu.
dia sampai terharu, ternyata anak yatim sepertinya bisa bersanding dengan orang besar lainnya.
dulu dia hanya butiran debu yang di pungut oleh sean. pertama bekerja sebagai asisten sean, sean dulu tidak percaya pada mark. dan sampai akhirnya dia bisa mendapat kepercayaan itu, dan dia sengat bangga.
tidak ingin menunggu lama, akhirnya mark keluar dari ruangan sean. menuju ruang rapat yang akan di adakan meeting penting disana.
sesampainya di ruang rapat, sean menyambut sopan rekan klean yang masuk lebih awal. lalu setelah itu watson yang sebagai klean penting masuk.
"selamat datang tuan watson" sapa mark dengan sopan.
watson menyapa balik mark dengan sopan.
"silahkan duduk tuan watson" ucap mark yang sudah duduk dulu di bangku di depan meja panjang itu. biasanya sean yang duduk disana saat sedang mengadakan meeting penting dengan beberapa perusahaan ternama.
pandangan mark mencari clarissa yang dari tadi belum muncul dihadapannya.
sedangkan di toilet, clarissa yang berada di dalam segera membuka pintu toilet ketika di ketuk dari luar.
"ternyata ksu disini, tuan mark dari tadi mencarimu clarissa. kau jadi sekretaris baru tapi sudah bikin ulah. kau tau kan hari ini ada meeting penting di ruang rapat, lalu kenapa kau masih disini. dan apa yang kau lakukan di dalam sana, sampai berjam jam.. " ucap karyawan yang memang di tugaskan mark untuk mencari clarissa.
"maaf" jawab clarissa, menundukkan kepalanya.
"yaudah sana, tunggu apalagi. malah bengong, jangan lupa bawa ini" ucapnya sambil memberikan fotocopy dokumen itu ketangan clarissa.
clarissa segera berlari ke ruang rapat dengan membawa fotocopy dokumen itu.
sesampainya di sana, clarissa langsung masuk dan semua orang yang duduk disana menatap ke arah clarissa.
termasuk mark yang sedang menatap tajam ke arah clarissa saat ini
clarissa melihat kearah mark yang seakan ingin menerkam nya hidup hidup.
"siapa dia, apa perusahaan ini mengizinkan cleaning servis masuk saat sedang ada rapat penting" ucap salah satu orang yang duduk disana dan membuat clarissa menundukkan kepalanya.
mark berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah clarissa, melihat itu clarissa menjadi gemetar karna teringat dengan kejadian tadi pagi yang dilakukan mark padanya.
mark mengambil dokumen itu dari tangan clarissa dan kembali duduk di bangkunya.
"silahkan baca tuan watson" ucap mark sambil memberikan dokumen itu pada watson.
watson menerimanya dan segera membaca isi dokumen itu dengan teliti.
dan hal itu juga tidak luput dari pandangan mark saat watson membacanya.
"saya setuju" ucap watson setelah membaca isi dokumen itu.
mark berdiri dan memberi selamat pada watson yang bergabung di perusahaan sean.
"selamat bergabung di perusahaan kami" ucap mark
"perusahaan kami juga tuan" jawab watson.
setelah kedua pihak sudah bertanda tangan, yang dimana mark yang menjadi direkturnya menggantikan sean, dan watson yang menjadi pendatang yang ingin bergabung di perusahaan sean.
dan semua itu sudah sean setujui dan izinkan sebelumnya dan itu tertara di dokumen.
watson yang tadinya ingin pergi, kembali duduk saat melihat clarissa berdiri sendiri disana.
watson menatap clarissa dari atas sampai bawah, dan clarissa yang ditatap merasa tidak nyaman oleh tatap watson kepadanya.
watson melirik ke arah mark yang masih berbincang dengan beberapa klien. dan watson segera berjalan ke arah clarissa.
clarissa mundur saat watson berdiri di sampingnya.
dan berbisik di telinga clarissa..
"kau sangat cantik, jika kau masih perawan. aku akan membayar mu dengan sangat mahal. tapi aku juga tidak menolak barang bekas, apalagi bentuknya seperti kamu. tubuhmu juga sangat harum nona, dan bodymu juga sangat bohay. "
clarissa melirik ke arah mark, yang masih berbincang dengan orang lain. ingin sekali rasanya clarissa berteriak tapi mulutnya mendadak kaku dan bisu.
melihat mark yang sudah selesai berbincang membuat, watson menyerahkan kartu Identitasnya di tangan clarissa lalu keluar dari ruangan itu.
setelah watson pergi, clarissa melirik kartu nama itu ditangannya.
"sampai kapanpun, aku tidak akan menyerahkan diriku dan keperawananku kepada pria yang bukan suamiku kelak. walaupun aku miskin, aku tidak akan melakukan hal se menjijikan itu. " batin clarissa..
setelah semua orang pergi, kini tinggal dirinya dan juga mark. clarissa yang merasa tidak ada pekerjaan memilih pergi dari ruangan itu.
tapi mark segera menghentikannya.
"mau kemana" ucap dingin mark pada clarissa.
"m.. maaf pak, tapi tidak ada pekerjaan lain" jawab clarissa gugup.
"lalu kau ingin pergi seperti klean itu? " ucap sean membalikkan tubuhnya yang masih duduk di kursi putar itu sambil menatap ke arah clarissa.
"m.. maaf Pak saya salah" jawab clarissa yang memang tidak tau peraturan, karna dia masih sekretaris baru di perusahaan itu.
"kau di pecat" ucap sean tiba tiba, membuat clarissa menatap mark yang di depannya.
"pak.. tolong jangan pecat saya, saya salah pak. saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi.. " jawab clarissa menahan air matanya.
"dengan alasan apa? jangan hanya kejadian tadi pagi, membuatmu merasa tidak di bisa di pecat." ucap mark yang makin membuat dada clarissa sakit mendengar
"jawab.. " ucap sean meninggi dan membuat clarissa tersentak karna bentakan itu.
clarissa adalah anak perempuan tunggal dirumahnya, ibunya sudah meninggal sejak melahirkannya. dan ayahnya yang selalu merawatnya dan menjaganya, ayahnya tidak pernah sedikit pun membentak clarissa atau memarahinya. tapi kini orang lain lah yang membentaknya..
dan kini ayahnya harus berjuang menahan sakit keturunan yang dimiliki oleh keluarga ayahnya. dan hanya operasi yang bisa menyembuhkan ayahnya. itu sebabnya clarissa berjuang mati matian mencari uang untuk kesembuhan ayahnya.
clarissa menjatuhkan dirinya di hadapan mark dan menyatukan kedua tangannya memohon.
"pak saya punya ayah yang di rawat di rumah sakit. jika saya tidak bekerja dan tidak punya uang, maka ayah saya juga harus berhenti dari tanganan dokter pak.. " ucap clarissa sambil membayangkan wajah pucat ayahnya yang berada di tempat tidur rumah sakit
mark terdiam, dia teringat pada ibunya yang pernah di tolak di tangani oleh dokter karna tudak punya uang. dan hasilnya ibunya jadi meninggal karna itu.
"berapa biaya rumah sakit ayahmu" ucap mark.
"tiga ratus juta dan itu berserta biaya operasi ayahku pak.. " jawab clarissa.
sean terdiam sejenak sambil menatap clarissa dari atas sampai bawah dan beralih menatap wajah clarissa yang cantik alami tanpa riasan. dan dia teringat dengan kejadian tadi pagi dimana dia tidak senonoh dengan clarissa.
"aku akan membantu membayar semua biaya rumah sakit ayahmu, tapi dengan satu syarat" ucapnya tapi tidak luput dari tatap tajam itu.
clarissa menatap penuh harap pada mark.
"apa syaratnya pak? " jawab clarissa.
~