NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 18

Kantor Polisi

Di kantor polisi suasananya sangat tegang. Pramudita yang mengeluarkan aura membunuh nya sejak sampai tadi membuat beberapa polisi terintimidasi.

Sedangkan Wira dan Raya berusaha keras untuk menenangkan Bianca yang menjerit-jerit.

PLAK!

"DIAM BIANCA!"

Semua orang terkejut. Siapa yang tidak terkejut melihat Raya yang tadinya lembut malah berubah menjadi galak.

"Sampai kapan kamu mengelak hah?! Semua bukti sudah ada! Menyesal aku menuruti keinginan mu untuk kembali ke Indonesia!" ucap marah Raya

Raya benar-benar terlihat marah, Wira saja hanya bisa mengusap bahu istrinya tidak berani mengeluarkan satu kalimat apapun.

"Aku benar-benar tidak melakukan apapun!"Elak Bianca

PLAKK!

Kali ini tamparan Raya benar-benar sangat keras karena Bianca yang tersungkur di lantai.

"Sayang sudah!" tekan Wira. Dia tidak ingin keributan semakin besar dan menjalar ke mana-mana.

Setelah di rasa kondisi sudah lebih tenang polisi angkat bicara. "Maaf sebelumnya pak bu, kami tidak bisa menahan Bianca."

"Apa maksudmu!" murka Pramudita.

"Begini pak, pelaku masih di bawah umur. Dan hukum tidak berlaku kepada orang yang belum legal secara hukum." jelas polisi itu.

Pramudita hampir saja membalikkan meja kalau tidak di cegah oleh Julian.

"Ara akan sedih kalau om terluka" bisik Julian terpaksa ia membawa nama Ara karena kalau tidak begitu Julian jamin orang yang ada di sini akan habis oleh Pramudita.

Pramudita berdecak. "Aku tidak tau mau tahu, anak itu harus di berikan hukuman setimpal!"

"Kami akan menghukumnya om, tenang saja," sahut Darius.

"Benar om, kami akan menghukumnya setimpal dengan apa yang dia lakukan sama anak om." tambah Darian.

"Tidak bisa! Mami gak izinkan kalian menyentuh Bianca sedikitpun!"Bentak Raya

"Mami ingin melindungi pembunuh itu?!" sentak Darius.

Raya menggeleng, "Mami sendiri yang akan menghukumnya."

"Gak bisa! Harus aku yang hukum dia!" marah Darian.

"Kita pulang, bicarakan ini di rumah. Mari pak Pramudita, saya akan bicara dengan anda di rumah saya." ujar Wira menengahi.

Setelah berpamitan dengan kepolisian mereka pulang, menuju kediaman Wira.

"Jadi?" tanya Pramudita datar. la sungguh ingin pulang, malas sekali berada di sini.

"Aku sendiri yang akan menghukum anak ini," ujar Raya.

"Mi aku gak salah!" Bianca masih membantah keras perbuatannya membuat Raya benar-benar marah.

"TUTUP MULUT KAMU BIANCA! AKU BENAR-BENAR MENYESAL MELAHIRKAN ANAK SEPERTI KAMU! TIDAK BERMORAL SEDIKITPUN! SEPERTI JALANG YANG HAUS BELAIAN! TIDAK BEROTAK KAMU BIANCA ADIK MANA YANG MENYUKAI KAKAK KANDUNG NYA SENDIRI!!" Raya berteriak sambil menangis.

Teriakkan nya membuat semua orang kaget termasuk Wira. Dia tidak tahu apapun tentang ini.

"Sayang apa maksud mu?" tanya Wira bingung. Raya terduduk di sofa dengan tangisnya. Lalu menceritakan kejadian yang membuat ia memutuskan untuk membawa Bianca menyusul Wira ke luar negeri.

Flashback

Darius, Darian dan Bianca kecil sedang bermain kemah-kemahan di taman belakang rumah mereka. Itu adalah permainan yang mereka lakukan sejak lama setiap akhir pekan. Termasuk kedua orangtuanya, namun karena akhir-akhir ini perusahaan cabang luar negeri milik Wira bermasalah ketiga nya hanya bermain dengan Raya.

"Mami lihat Darius udah panggang dagingnya dengan sempurna!"

"Aku juga udah panggang jamurnya dengan sempurna!"

Raya menatap kedua putranya yang sudah berusia 14 tahun itu dengan bangga. Sejak dulu, Raya mengajarkan kepada keduanya tentang ilmu memasak.

"Di mana adik?"tanya Darian

"Biar mami cari ya, anak itu pasti mengangkut mainan nya lagi."jawab Raya

Raya meninggalkan Darius dan Darian. Masuk ke dalam rumah untuk mencari putri nya namun saat sampai di kamar putrinya, ia melihat sesuatu yang tidak pantas.

Raya menatap tak percaya ke arah Bianca yang saat itu masih berumur 13 tahun sedang melakukan hal di luar nalar. Putri nya sedang menonton film biru atau istilah nya video dewasa.

Raya ingin menegur Bianca namun yang membuat ia terkejut lagi adalah Bianca yang melakukan m*sturbasi dengan tangannya dan memanggil nama kakaknya. Air mata Raya luruh saat itu juga, ia merasa menjadi ibu yang gagal dalam mendidik anak.

"Bianca!"

Bianca yang sedang fokus melakukan kegiatannya begitu terkejut melihat Raya yang berdiri di depannya. "Ma-mami.."

Flashback end

"Gara-gara kejadian itu aku membawanya menyusul mu ke sana." isak Raya. "Bianca... Dia melakukan itu menyebut nama kedua putra ku, Wira.."

Wira menegang lalu Darius dan Darian mual.

Prang!

"Dasar menjijikkan!" hina Darius, Lelaki itu melemparkan vas bunga ke kepala Bianca. "Lepaskan aku sialan! Biar ku bunuh jalang itu!" teriak Darius saat tubuhnya di tahan oleh Julian.

Pramudita yang melihat keributan itu memilih mundur saja. Dirinya tidak perlu turun tangan, karena sudah pasti orang-orang di sini akan memberikan hukuman kepada gadis itu.

"Kamu antarkan saya pulang." pinta Pramudita kepada Julian. Dengan senang hati pemuda itu menyetujui.

Sepeninggal Julian dan Pramudita. Darius kembali mengamuk, melemparkan benda apapun kepada Bianca membuat gadis itu benar-benar kewalahan. Hanya bisa berteriak minta ampun dan tolong.

Darian dan Wira benar-benar kewalahan menangani Darius.

Pemuda itu sudah masuk dalam mode mengamuk tingkat iblis. Raya pun hanya bisa menangis sambil menyalahkan dirinya sendiri atas peristiwa ini.

"MATI LO ANJING!"Bentak Darius

PRANG!

Beruntung sekali lemparan guci besar itu melesat karena Darian yang menerjang tubuh Darius. "Udah cukup anjing!" umpat Darian mengunci kedua lengan kembarannya. Darian juga terpaksa menduduki tubuh Darius agar lelaki itu benar-benar tidak bisa bergerak lagi.

"Lebih baik papi urus dia! Kalau perlu bawa pergi dari sini selama nya!" ucap Darian kewalahan karena menahan Darius

Wira menggendong Bianca dan Bianca yang masih tersadar memeluk leher Wira dengan erat.

Gadis itu benar-benar ketakutan melihat kakaknya mengamuk. Lebih menakutkan daripada Raya.

Di tempat lain, sebuah gedung apartemen yang kamarnya di huni oleh seorang gadis seumuran Ara sedang menatap tulisan yang baru muncul secara beraturan bak semut yang mengambil formasi di buku yang dia pegang sambil tersenyum miring. "Ah, bahagia sekali hati ini melihat kedua tokoh bodoh itu hancur...!"

Namun senyum miring akan kemenangan itu hanya bertahan sebentar karena sudah tergantikan oleh rasa kekesalan.

"Sekarang hanya menciptakan kehancuran dari seorang Elara saja. Entah bagaimana tokoh sampingan seperti dia mendadak menjadi primadona di novel buatan ku sendiri, tcih!"

Ayo tebak!! Siapaa??

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambunggggggggggg

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!