📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.
⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.
🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.
⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.
🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.
🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ Bab 19 ] » Pesona "Tante" Cantik
Kota Nuoding di sore hari memancarkan kesibukan yang khas. Bagi kebanyakan siswa Akademi Nuoding, waktu luang berarti berlatih tanding atau sekadar bermain di taman. Namun bagi Tang Siyun, kota ini adalah sebuah taman bermain yang penuh dengan variabel menarik yang belum terjamah. Dengan cincin roh pertamanya yang sudah stabil dan posisinya sebagai "penasihat" asrama yang tak tergoyahkan, Siyun mulai menjalankan agenda pribadinya: mencari kenyamanan, informasi, dan tentu saja, sosok-sosok matang yang bisa menghargai kedewasaannya.
Siyun mengenakan kemeja linen putih bersih dengan rompi hitam yang pas di tubuh kecilnya. Meskipun baru berusia enam tahun, cara berjalannya yang tenang, bahu yang tegak, dan tatapan matanya yang tajam memberikan impresi seorang pria dewasa yang terjebak dalam tubuh anak-anak. Ia tidak lagi terlihat seperti bocah desa yang kotor; ia tampak seperti tuan muda dari keluarga bangsawan yang sedang menyamar.
Tujuan pertamanya adalah sebuah toko obat paling prestisius di sudut kota Nuoding. Toko ini bukan hanya menjual ramuan penyembuh, tapi juga bahan-bahan langka yang hanya bisa dibeli oleh kalangan atas. Pemiliknya adalah seorang wanita bernama Madam Mei, seorang janda kaya yang mewarisi bisnis suaminya. Ia dikenal dingin, cerdas, dan sangat sulit dipikat oleh pria mana pun di kota itu.
Lonceng pintu berdenting saat Siyun melangkah masuk. Aroma herbal yang menenangkan langsung memenuhi indra penciumannya. Di balik meja konter kayu ek yang dipoles mengkilap, berdiri seorang wanita berusia awal tiga puluhan. Ia mengenakan gaun cheongsam berwarna ungu gelap yang memeluk lekuk tubuhnya yang matang dengan sempurna. Rambutnya disanggul rapi, menyisakan beberapa helai yang jatuh di leher jenjangnya yang putih.
"Kami sudah hampir tutup, Nak. Jika kau mencari permen, carilah di toko sebelah," ujar Madam Mei tanpa mengangkat wajah dari buku catatannya. Suaranya rendah dan merdu, seperti petikan harpa di malam hari.
Siyun tidak berbalik. Ia berjalan mendekat, matanya memindai rak di belakang wanita itu. "Saya tidak mencari permen, Madam. Saya mencari akar Ginseng Salju berusia minimal tiga puluh tahun dan sedikit bubuk kristal ruang. Saya dengar hanya toko ini yang memiliki stok dengan kualitas 'murni' tanpa campuran."
Madam Mei mengangkat wajahnya. Matanya yang berbentuk almond menatap Siyun dengan rasa ingin tahu. Jarang ada anak kecil yang tahu istilah kualitas 'murni', apalagi mencari bahan yang bersifat teknis seperti kristal ruang.
"Untuk apa bocah sepertimu mencari bahan berbahaya seperti itu?" tanya Madam Mei, kini meletakkan penanya dan menopang dagu dengan tangan yang lentik.
Siyun tersenyum tipis, sebuah senyuman yang terlalu tahu banyak hal. "Untuk menyeimbangkan detak jantung yang terlalu cepat setelah melihat sesuatu yang sangat indah, mungkin?"
Alis Madam Mei terangkat. Ia sedikit tertawa, suara tawa yang dewasa dan menggoda. "Kau sangat berani, kecil. Apakah kau tahu berapa banyak pria dewasa yang mencoba merayu saya dan berakhir diusir keluar?"
"Pria-pria itu merayu dengan nafsu, Madam. Saya berbicara dengan apresiasi," jawab Siyun tenang. Ia memanggil jam saku peraknya, membiarkannya melayang sedikit di atas telapak tangannya. "Nama saya Tang Siyun. Saya seorang peneliti... dan saya rasa kita bisa saling menguntungkan. Saya butuh bahan-bahan untuk riset roh saya, dan Anda... Anda tampak seperti seseorang yang butuh teman bicara yang tidak membosankan."
Selama satu jam berikutnya, Siyun tidak menggunakan kekuatan rohnya untuk bertarung, melainkan menggunakan "kekuatan" dari kehidupan masa lalunya. Ia berbicara tentang filosofi manajemen waktu, tentang bagaimana dunia ini bergerak dalam siklus yang bisa diprediksi, dan memberikan beberapa saran cerdas tentang cara mengatur tata letak toko agar aliran energi (dan pelanggan) menjadi lebih baik pengetahuan yang ia adaptasi dari prinsip desain UI/UX game.
Madam Mei, yang awalnya hanya menganggap Siyun sebagai bocah aneh yang lucu, perlahan-lahan mulai terpikat. Ia merasa seolah sedang berbicara dengan seorang pria sebaya yang memiliki jiwa yang sangat tua dan bijaksana. Ada semacam daya tarik magnetis pada ketenangan Siyun yang membuatnya merasa nyaman, sesuatu yang tidak ia dapatkan dari pria-pria kasar di kota itu.
"Kau benar-benar unik, Siyun," bisik Madam Mei, ia membungkuk sedikit ke arah Siyun hingga aroma mawar dari tubuhnya tercium jelas. "Datanglah lagi besok saat toko sedang sepi. Aku akan menyiapkan teh terbaik untukmu... dan mungkin bahan yang kau cari itu bisa 'didiskon' khusus."
Siyun mengangguk sopan, mencium punggung tangan wanita itu dengan etika seorang gentleman sejati sebelum pergi. Satu poin untuk tim manajemen aset, batin Siyun puas.
Tujuan kedua Siyun adalah Perpustakaan Kota Nuoding. Di sana, ia mencari catatan sejarah tentang Time-based Spirit. Namun, ia juga tahu bahwa kurator perpustakaan itu adalah seorang wanita senior bernama Lady Elena, seorang cendekiawan yang merasa kesepian karena terlalu pintar untuk orang-orang di sekitarnya.
Siyun menemukan Lady Elena di antara rak-rak buku tua yang berdebu. Wanita itu mengenakan kacamata berbingkai perak, memberikan kesan intelektual yang sangat seksi. Siyun menggunakan kemampuannya, Time Perception Adjustment, untuk membaca buku dengan kecepatan luar biasa, yang tentu saja menarik perhatian Lady Elena.
"Membaca terlalu cepat bisa merusak mata, Nak," tegur Lady Elena lembut.
"Membaca perlahan adalah pemborosan terhadap pengetahuan yang menunggu untuk ditemukan, Lady Elena," balas Siyun tanpa menoleh. "Lagipula, waktu tidak menunggu siapa pun, bukan? Terutama untuk buku tentang teori ruang-waktu yang sedang Anda pegang di tangan kiri Anda."
Elena terkejut. Buku itu adalah jurnal pribadi yang baru saja ia ambil dari bagian terlarang. Pertemuan itu berlanjut menjadi diskusi teoretis yang mendalam. Siyun menggunakan logika pemrograman sistem untuk menjelaskan konsep aliran energi roh, sebuah perspektif yang belum pernah terpikirkan oleh para sarjana di benua Douluo.
Elena merasa seperti menemukan berlian di tengah tumpukan kerikil. Baginya, Siyun adalah keajaiban intelektual. Di akhir pertemuan mereka, Elena memberikan akses khusus kepada Siyun untuk memasuki ruang referensi pribadinya sebuah tempat yang bahkan tidak bisa dimasuki oleh para guru akademi.
Saat Siyun berjalan kembali ke Akademi Nuoding di bawah cahaya lampu jalan yang mulai menyala, ia meraba saku jubahnya. Di sana ada sebuah botol kecil ramuan pemulih energi kualitas tinggi pemberian Madam Mei, dan sebuah kunci perak dari Lady Elena.
Ia tidak perlu berkelahi untuk mendapatkan sumber daya ini. Ia hanya perlu menjadi "pria" yang tepat di waktu yang tepat.
Tang San mungkin akan menjadi dewa suatu hari nanti dengan kekuatan kasarnya, pikir Siyun sambil menatap bintang-bintang. Tapi aku? Aku akan menjadi orang yang memiliki kunci ke setiap pintu penting di dunia ini... dan mungkin memiliki hati para wanita paling berpengaruh di belakangku.
Bagi Siyun, hidup ini bukan lagi tentang balas dendam atau pengkhianatan. Hidup ini adalah tentang membangun kembali dunianya dengan cara yang paling menyenangkan. Ia telah menemukan celah dalam sistem sosial benua Douluo: kebanyakan orang meremehkan anak kecil, namun sangat mendambakan pengertian dan kedewasaan. Siyun memiliki keduanya.
Sesampainya di asrama, ia melihat Tang San sedang berkeringat berlatih tekniknya. Siyun hanya tersenyum malas, merebahkan diri di tempat tidurnya yang kini beraroma parfum mawar dari toko Madam Mei.
"Ge, dari mana saja kau? Wang Sheng bilang kau tidak ada di kantin," tanya Tang San sambil menyeka keringat.
"Hanya mencari sedikit inspirasi untuk masa depan, San," jawab Siyun sambil memejamkan mata. "Dan percayalah, masa depan kita... akan terasa sangat harum."
Malam itu, Siyun tidur dengan senyum di wajahnya. Ia tahu bahwa benih-benih "harem" dan kekuasaannya telah tertanam. Satu detik demi satu detik, ia sedang membangun sebuah kekaisaran yang tidak didasari oleh darah, melainkan oleh pesona dan manipulasi waktu yang sempurna.