NovelToon NovelToon
TAHANAN OBSESI

TAHANAN OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Misteri / Psikopat / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Celyzia Putri

seorang gadis bernama kayla diculik oleh orang misterius saat sedang bereda di club malam bersama teman temannya. pria misterius itu lalu mengurung kayla di sebuah ruangan yang gelap bagaikan penjara. kayla bertanya tanya siapa pria yang menculiknya.

apa yang akan dilakukan oleh penculik itu kepada kayla yuk baca kelanjutan kisah dari tahanan obsesi.

mencari ide itu sulit gusy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celyzia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANCAMAN ARIS

Malam itu, Aris membawa sebuah tablet tipis ke hadapan Kayla. Ia duduk di tepi tempat tidur, memutar sebuah video dengan volume yang cukup keras hingga memenuhi ruangan yang sunyi itu. Di layar, terlihat rekaman malam di mana Aris menodai Kayla saat ia tak berdaya—sebuah rekaman yang diambil dari sudut pandang yang sangat jelas dan tajam.

Kayla memalingkan wajah, menutup matanya rapat-rapat, namun suara-suara di dalam video itu terus mengejarnya.

"Lihat, Kayla. Lihat betapa indahnya kehancuranmu di sini," bisik Aris dengan nada yang sangat datar, hampir seperti seorang profesor yang sedang membedah subjek penelitian.

Kayla menggelengkan kepalanya. "Hapus... Aris, aku mohon, hapus itu..."

Aris mematikan layar tablet itu, lalu mencengkeram rahang Kayla agar gadis itu menatap langsung ke matanya. "Hapus? Kenapa harus dihapus? Ini adalah jaminan kesetiaanmu. Aku sudah mengatur sistem serverku. Jika detak jantungku berhenti tanpa otorisasi, atau jika kau mencoba melarikan diri melewati pagar luar, video ini akan terunggah secara otomatis ke ribuan situs publik dan dikirimkan ke alamat email semua orang yang pernah kau kenal. Orang tuamu, teman-teman kampusmu... semua akan melihat 'pertunjukan' ini."

Dunia Kayla terasa runtuh untuk kesekian kalinya. Ancaman ini jauh lebih mengerikan daripada siksaan fisik. Aris tidak hanya ingin memiliki tubuhnya, dia ingin membunuh karakter dan masa depan Kayla secara total.

"Kau akan menjadi tontonan dunia, Kayla. Kau tidak akan pernah bisa berjalan dengan kepala tegak lagi jika ini tersebar. Kau akan dikenal sebagai 'gadis itu' selamanya," lanjut Aris dengan seringai kejam.

Sejak ancaman itu keluar dari mulut Aris, Kayla benar-benar berubah menjadi bayangan. Ia melakukan apa pun yang diperintahkan Aris tanpa suara. Aris menyuruhnya mengenakan pakaian yang memalukan? Ia memakainya. Aris menyuruhnya duduk diam selama berjam-jam menatap dinding? Ia melakukannya.

Aris mulai bersikap semaunya, memperlakukan Kayla seperti hewan peliharaan yang eksotis. Terkadang, Aris akan membawa Kayla ke ruang makan mewah, memaksanya duduk di pangkuannya sementara pria itu makan dengan tenang, seolah-olah tidak ada mayat yang terkubur di bawah rumah ini.

"Pintar," gumam Aris sambil mengelus leher Kayla. "Begini kan lebih baik. Kau menurut, dan rahasiamu aman bersamaku."

Namun, di balik kepatuhan yang buta itu, sistem saraf Kayla mulai beradaptasi dengan cara yang aneh. Karena ancaman video itu, Kayla tidak lagi berpikir untuk lari ke luar rumah. Pikirannya beralih ke dalam: ia mulai mempelajari rutinitas Aris dengan sangat detail. Ia memperhatikan jam berapa Aris memutus koneksi server untuk pembersihan data, dan di mana Aris menyimpan cadangan daya sistemnya.

Suatu malam, Aris memaksa Kayla untuk menonton video itu bersama-sama di layar besar ruang tengah. Ia ingin mematahkan sisa-sisa harga diri Kayla hingga benar-benar habis.

"Tidakkah kau lihat? Di video ini, kau tidak terlihat seperti korban. Kau terlihat pasrah," provokasi Aris, mencoba menanamkan keraguan pada ingatan Kayla sendiri. "Dunia akan berpikir kau menikmatinya. Tidak akan ada yang membelamu."

Kayla hanya menunduk, kukunya menancap dalam ke telapak tangannya sendiri hingga berdarah. Ia membiarkan Aris berpikir bahwa mentalnya sudah benar-benar hancur. Ia membiarkan Aris merasa menang.

"Aku akan menurut, Aris," ucap Kayla dengan suara yang sangat datar, tanpa emosi sedikit pun. "Apa pun yang kau mau. Tolong, jangan sebarkan itu."

Aris tertawa puas, merasa telah memiliki kontrol penuh atas hidup dan jiwa Kayla. Ia tidak menyadari bahwa dengan mengancam akan menghancurkan nama baik Kayla, ia justru telah mematikan rasa takut Kayla terhadap kematian. Kayla tidak lagi takut mati; ia hanya takut malu. Dan jika ia bisa memastikan Aris mati bersamanya tanpa video itu terunggah, ia akan melakukannya.

Malam itu berakhir dengan Aris yang tertidur lelap, merasa aman karena ia pikir "video jaminan" itu adalah borgol yang paling kuat. Namun di sampingnya, Kayla terjaga dengan mata yang bercahaya dingin, menatap leher Aris yang terbuka, menghitung setiap detik menuju momen di mana sang pemburu akan menjadi buruan.

1
Agus Barri matande
semangat thor
Thecel Put
omg saya sangat suka cerita dengan genre seperti ini❤️‍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!