Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Dia tidak bisa lagi memberikan toleransi, apalagi perempuan ini telah menamparnya, dia menyeringai sinis melihat betapa murkanya dan putus asanya Merry saat semuanya dia tarik kembali.
"Jangan pernah menampakkan wajahmu dihadapan ku lagi, kau tidak tahu segila apa aku jika aku membenci seseorang". Ucapnya mendorong Merry hingga dirinya tersungkur.
"Security". Teriaknya dengan suara keras.
Security datang tergopoh-gopoh mendengar teriakan Niko.
"Iya pak". Ucapnya dengan ketakutan
"Pastikan perempuan ini tidak masuk dan tidak datang kesini lagi, dan satu lagi rumah ini akan ada yang menempati besok karena saya menjualnya, kata orangnya kalian bisa tetap tinggal disini untuk berjaga".
Merry menggelengkan kepalanya kuat, dia tidak menyangka Niko akan sekejam ini padanya, apakah dia sudah tidak mencintainya lagi.
"Terima kasih pak, ayo ikut kami keluar !!". Ucapnya menarik tangan Merry dengan kasar
Mereka sangat tahu kelakuan Merry selama ini hanya saja mereka diam karena takut dipecat oleh nya.
"Niko, Niko jangan, aku tidak mau pergi dari sini, tolong". Teriak Merry memberontak tapi kalah dari kedua penjaga yang membawanya dengan paksa.
"Itu akibatnya bagi orang yang mengkhianati perasaan tulus orang lain". Ucap Niko menyeringai sinis.
Dia masuk kedalam dan merapikan semua barang miliknya dan juga milik Merry yang masih tertinggal, dia akan menyuruh orang menjualnya dan memberikan uangnya kepadanya kembali setelah itu dia akan menyetorkan uang itu ke istrinya.
" Tugas pertama selesai sekarang aku akan kekantor ".
Barang-barangnya akan dia bawa pulang kerumah dan barang Merry akan dijual dan dia sedang menunggu orang yang akan melakukannya, betapa bodohnya dia menuruti segala keinginan perempuan yang hanya bisa memanfaatkannya selama ini.
"Aku lelaki bodoh karena mau saja dimanfaatkan perempuan murahan itu". Geramnya.
Merry tidak benar-benar pergi, dia masih didepan agar Niko menunggu Niko keluar, dia tidak akan pergi sebelum mendapatkan kembali apa yang telah menjadi miliknya.
"Aku tidak akan menyerah, jika kamu melakukan ini padaku, maka aku akan mencelakai kamu sampai kamu mati, lebih baik aku masuk penjara dari pada hidup jadi gembel dijalan". Geramnya melihat kedalam.
Dia bersumpah padaa dirinya akan membalas perlakuan yang dia terima, dia tidak akan diam saja.
Setelah urusannya didalam rumah selesai, Niko keluar dari rumah itu dan membawa sisa barang miliknya dan juga milik Merry kemudian menyerahkan kepada satpam karena ada orang yang akan mengambilnya
Dia hanya melirik sekilas karena masih melihat Merry didepan rumah itu, dia menghiraukan teriakan Merry yang terus memanggil namanya dan masuk kedalam mobilnya dan menjalankannya keluar untuk pergi dari sana.
"Niko". Jerit Merry dengan suara menggelegar.
"Diam, Berisik ". Hardik security didepan karena suara Merry menggangu orang lain.
Merry berjalan gontai dan mengambil handphonenya untuk menghubungi mobil online, dia akan mencari rumah kontrakan atau kos untuk sementara.
"Pecat Reno Pratama dari kantor sekarang juga, pastikan dia tidak bekerja dimanapun". Ucapnya dengan dingin kepada kepala personalia.
"Tapi kenapa pak? ". Tanya personalia dengan heran.
"Lakukan saja, kalau tidak kamu yang akan saya pecat". Ucapnya dengan kesal karena banyak pertanyaan.
"Baik pak". Pasrahnya.
Dia tidak mau dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja, gajinya sudah sangat bagus dan jabatannya sudah lumayan ,masa mau dipecat gara-gara karyawan biasa.
"Menyebalkan". Umpatnya dengan kesal.
Dia segera melajukan mobilnya ke kantor dan akan mulai bekerja kembali, jabatannya masih tetap sebagai CEO utama karena Bella memberinya waktu satu bulan untuk mengganti segalanya.
"Permisi pak, saya sekretaris bapak yang baru perkenalkan nama saya Adam". Ucapnya dengan sopan.
Niko menatap lelaki didepannya dengan kebingungan, setahunya dirinya belum mencari pengganti Merry tapi dia sudah memiliki pengganti.
"Maaf pak saya dikirim oleh ayah anda untuk menggantikan sekretaris anda yang lama". Ucapnya memberi tahu.
Niko menghela nafas, ayahnya pasti sangat marah padanya hingga langsung mengatur segalanya seperti ini.
"Baiklah, kamu ikut saya keruangan dan pastikan jadwal saya".
"Baik pak, tapi saya akan memberitahukan anda sesuatu, kalau ruangan anda sudah ditempati ibu Bella dan anda akan menempati ruangan beliau". Ucapnya pelan tapi dapat didengar baik oleh Niko.
Niko yang tadinya berjalan kini menghentikan langkahnya, ini sungguh keterlaluan, bagaimana bisa mereka melengserkan dirinya begitu saja tanpa konfirmasi.
"Bagaimana bisa hal itu terjadi? , saya masih pemilik saham mayoritas disini dan juga saya diberi waktu untuk mengganti semuanya, terus kenapa seperti ini?". Tanyanya dengan wajah tidak bersahabat.
"Maaf pak, ini adalah kesepakatan ayah anda dan juga ayah Nyonya Bella jadi anda bisa konfirmasi pada beliau".
Niko mengepalkan tangannya, dia ingin marah dan mengamuk tapi tak bisa berbuat apapun karena mereka memang terikat kontrak pernikahan.
"Jadi ruangan saya sudah digunakan oleh istri saya??
"Benar pak, tadi saya sudah merapikan barang-barang bapak dan memindahkannya keruangan ibu Bella seperti perkataan ayah anda".
Niko hanya mengangguk kosong dan berjalan dengan kesal.
Sesampainya didepan ruangan nya, dia menghela nafas berkali-kali agar bisa menenangkan pikirannya yang kini sedang kacau.
"Apa jadwal saya hari ini? ". Tanyanya dengan pelan begitu masuk kedalam ruangan itu.
Wangi khas istrinya memenuhi indra penciumannya saat ini, dia baru sadar jika sekarang istrinya sedang berada di ruangannya.
"Anda akan mendampingi ibu Bella pak dalam pertemuan investor asing setelah ini, sejam lagi kalian akan berangkat untuk bertemu dengan mereka".
"Baiklah, ada yang perlu saya periksa atau tandatangan". Ucapnya pelan .
"Tidak ada pak, kebetulan semua berkas sudah saya periksa tadi, tapi bapak terlambat datang jadi saya menyerahkannya kepada sekretaris ibu Bella karena dokumennya akan segera digunakan".
"Kamu boleh keluar, dan dokumen untuk investor asing itu taruh disini, saya akan mempelajari nya sebelum pertemuan itu".
Adam mengangguk kemudian menyimpan berkas yang diminta bosnya kemudian keluar dari ruangan itu.
"Aku harus mempertahankan rumah tanggaku, aku ingin Bella tetap bersamaku, setidaknya dia gadis yang bisa menopang semua urusanku ".
Sedangkan diruangan sebelah, Bella sedang berkutat dengan berkas yang akan dia bawa untuk rapat investor nanti ditemani oleh Nana sang sekretaris dan sahabatnya itu.
"Aku tidak menyangka jika kedua orangtua kalian akan bertindak sejauh ini, mereka sangat kompak walau hal ini bisa membuat mereka renggang". Ucap Nana dengan tiba-tiba.
"Masalah seperti ini sudah biasa bagi mereka, mereka sudah lama saling mengenal, mereka lebih tahu apa yang terbaik untuk mereka". Jawabnya santai.
Nana terkekeh pelan melihat wajah santai Bella yang tidak begitu peduli pada sikap kedua orangtua itu.
"Niko pasti kebakaran jenggot mendapatkan serangan mendadak, dia pasti mengamuk di ruangannya". Nana tertawa pelan membayangkan wajah kesal Niko di ruangannya.
"Biarkan saja dia, aku yakin dia pasti dapat karmanya
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko