Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan
Menggunakan saran yang diberikan oleh Galan. Dirinya memang mau tidak mau harus mengaku tentang tuduhan plagiat. Istilah lainnya mundur untuk menyerang balik.
"Aku tidak seperti itu. Kami..." Kalimat Chantika terhenti.
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi Chantika, sebuah tamparan dari Violetta. Seiring dengan sang pemuda yang berucap.
"Selamat host berhasil melukai penjelajah dimensi. Mendapatkan tambahan 3 poin." Pemuda yang tetap terlihat tenang tanpa ekspresi, bersamaan dengan paparan transparan terlihat, menunjukkan penambahan poin.
"Kami apa!? Kalian tidur bersama tidak hanya sekali. Apa itu yang namanya salah paham? Iya! Aku memang mencoba meniru karyamu. Aku bisa saja membuat lagu yang lebih baik daripada lagumu. Tapi tidak aku lakukan." Perlahan wajah Violetta tersenyum dalam tangisannya."Itu karena aku membenci kalian. Membenci kalian yang sudah berkhianat."
Opini semua orang tentu saja akan berubah.
"Ternyata ada cerita di balik cerita." Ucap sang influencer menemukan bahan lain untuk konten.
Adik yang berselingkuh dengan pacar kakaknya. Kemudian kakak yang melakukan segala cara untuk membalas rasa sakit hatinya.
"Kak Violetta salah paham, aku dan Sebastian tidak memiliki hubungan." Chantika tidak mengerti, kenapa masalah menjadi merembet kemana-mana. Bukankah pada awalnya ini karena persaingan bisnis tidak sehat?
"Kalau kalian tidak memiliki hubungan. Apa kamu berani bersumpah di depan semua orang yang hadir, jika kamu tidak akan menikah dengan Sebastian?" Tanya Violetta, diam-diam tersenyum menyeringai.
Chantika menunduk sesaat, melirik ke arah influencer yang merekam. Menyebalkan, ini dapat menjadi jejak bukti jika dirinya menjilat ludahnya sendiri.
Mengepalkan tangannya bingung harus bagaimana. Hingga pada akhirnya mendapatkan ide."Maaf... Sebastian saat itu mabuk. Aku sudah mencoba melawan tapi tidak bisa. Pada akhirnya kami tidur bersama. Jika aku hamil, maka lebih baik anak ini tubuh tanpa ayah. Agar kakak bahagia."
Bagaikan menyaksikan sebuah film live secara langsung. Banyak orang mulai merekam. Perlahan Chantika tersenyum, bagaimana Violetta akan menghadapinya.
"Wah...aku tidak bisa berkata-kata karenamu. Karena mabuk? Anak tanpa ayah? Kalian tidur bersama karena mabuk beberapa bulan lalu. Sampai sekarang kamu belum hamil bukan? Tapi, tidak tau dengan 4 hari lalu." Violetta mengangkat sebelah alisnya.
Tawa kecil terdengar dari orang-orang. Menertawakan adik tidak tahu diri ini. Mengatakan dirinya dilecehkan, tapi pada kenyataannya malah ketagihan dilecehkan.
Chantika mengepalkan tangannya. Kala mendengarkan hujatan dan hinaan orang-orang tentang dirinya.
"Kakak...aku akan mengadukan ini pada ayah dan ibu!" Bentaknya murka, melangkah cepat meninggalkan butik.
Sedangkan Violetta menghela napas, sedikit menunduk pada pelanggan."Maaf atas ketidaknyamanan-nya."
Pelanggan yang kembali terlihat memilih pakaiannya dibantu oleh pramuniaga.
"Nona mendapatkan satu poin tambahan karena melukai penjelajah dimensi secara mental." Galan melangkah pelan mengikutinya, kembali memasuki ruangan.
Hingga kala memasuki ruangan, Violetta berbalik, mendekatkan wajahnya. Berjarak beberapa centimeter dari Galan. Napas yang terasa di wajahnya.
"Benar-benar dingin tanpa ekspresi." Cibir Violetta penuh senyuman.
"Galan...kamu mengikuti perintahku bukan? Sebagai hostmu, aku perintahkan untuk menciumku." Ucap Violetta mengalungkan tangannya pada leher sang pemuda.
"Apa itu akan membantu keberhasilan misi?" Pemuda yang bertanya tidak mengerti.
"Benar sekali! Untuk menggoda Sebastian, aku harus jago berciuman. Lihat Chantika, dia begitu profesional, bahkan dapat membuat Sebastian tidak dapat melupakan tubuhnya." Keluh Violetta, membuat-buat alasan.
"Siap melayani anda nona." Ucap pemuda dengan rambut putih panjang. Serta memakai setelan pakaian butler. Bros rantai menghiasi pakaian formal nya.
Pemuda yang tidak tahu, ini tidak pernah dilakukannya. Hanya pernah menyaksikan bagaimana host-nya yang dulu menggoda kaisar. Berciuman di ranjang hingga pada akhirnya melepaskan pakaian.
Hanya menyaksikan, karena dirinya harus menjaga keselamatan hostnya hingga misi berakhir.
Tapi hostnya kali ini Ingin berlatih berciuman?
Kala Violetta memejamkan matanya, Galan sedikit menunduk mendekat. Ragu, apa benar begini caranya? Mungkin itulah yang ada dalam benaknya.
Bibir yang mendekat, perlahan hanya bersentuhan. Hanya sebuah sentuhan ringan, tidak ada napsu atau apapun.
Tapi Violetta tidak akan menyia-nyiakan kesempatan di depan mata bukan? Kala Galan hendak menjauh, dirinya berjinjit mengalungkan tangannya pada leher sang pemuda.
Ini aneh? Apa yang dilakukan hostnya? Kembali bibir itu bersentuhan, kali ini Violetta bagaikan tidak melepaskannya.
Bagaikan data yang masuk ke dalam otaknya. Detak jantung Violetta saat ini tidak teratur, mempengaruhi aliran darah dan jalan napasnya.
Mengapa kondisi gadis ini menjadi tidak stabil?
Merasakan bibir itu bagaikan merangkak di atas bibirnya. Lidah Violetta mencari jalan masuk ke dalam mulutnya.
Apa seperti yang dikatakan hostnya? Hanya menikmati, tanpa tahu ini apa. Belajar? Benar! Dirinya adalah bahan untuk belajar. Jadi harus mengikuti seperti apa yang kaisar lakukan pada selir.
Bergerak membalasnya pelan, memegang pinggang dan bagian belakang kepala Violetta. Apa ini benar? Tapi seperti cheesecake, bagaikan sesuatu yang harus dinikmati.
Napas Violetta tidak teratur. Ciuman yang terpisah pada akhirnya akibat dirinya yang kehabisan napas.
"Jadi begitu rasanya berciuman!?" Teriak Violetta, begitu gemas.
"Saya rasa begitu. Atau mungkin ada yang salah. Karena sebelumnya kondisi tubuh nona tidak normal. Sekarang sudah berangsur normal." Benar-benar kalimat kaku tidak tahu situasi.
Tapi siapa sangka pemuda dingin ini dapat berciuman begitu agresif. Lihat, bibirnya yang menggoda, wajahnya yang rupawan tanpa celah.
Benar-benar salah satu keajaiban Tuhan. Pemuda yang kembali duduk, memakan sisa cheese cake di atas meja.
"Saatnya bekerja!" Teriak Violetta penuh semangat.
***
Hingga malam menjelang, sudah saatnya butik akan tutup. Dirinya dan Galan duduk berdua si halaman belakang butik. Violetta membukakan dua kaleng minuman, kemudian meletakkannya di atas meja. Satu untuknya dan satu untuk Galan yang kini duduk di sampingnya.
"Kamu begitu tampan. Maaf belum bisa menukar dengan bantuan sistem. Butik masih memerlukan modal." Violetta menghela napas kasar, meminum minuman kaleng.
Tidak ada jawaban dari pemuda ini. Pemuda yang sejenak menatap ke arah bintang.
"Kenapa kamu melihat bintang?" Tanyanya penasaran. Apa akan ada gombalan seperti pria-pria pada umumnya.
"Saya hanya penasaran, apa bintang di dimensi ini akan sama letaknya dengan dimensi lainnya." Sebuah jawaban yang begitu tenang.
Violetta menghela napas, melirik ke arah Galan."Kamu bilang tidak boleh menghidupkanku kembali lebih dari 3 kali. Jika melanggar apa yang akan terjadi?"
"Saya akan lenyap." Sebuah jawaban yang membuat Violetta membulatkan matanya.
"Lenyap? Tadi kamu sempat menarik tanganku saat hampir mengenai vas bunga. Apa itu termasuk?" Gadis yang menelan ludahnya. Benar-benar ingin tahu.
Galan menggeleng."Itu tidak termasuk. Karena nona masih dalam keadaan hidup."
"Jadi kamu sudah menggunakan satu kesempatanmu?" Violetta menghela napas ingin tahu lebih banyak lagi.
"Galan kamu sebenarnya makhluk macam apa? Kenapa bisa terikat dengan sistem?"
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih