Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIPERKOSA
Ketika baru bangun, Selina merasa tubuhnya hancur lebur, seolah semua tulang yang ada di tubuhnya lenyap seketika, membuatnya lemas seperti jelly.
“Apa yang sebenarnya terjadi padaku? kenapa tubuhku bisa sesakit seperti ini?”, gumamnya sambil mengusap pinggangnya yang terasa hampir patah itu.
Sambil mengusap pinggangnya, Selina memacu ingatannya mengenai kejadian sebelumnya. Seorang gadis yang baru saja beranjak remaja dan belum pernah berpacaran tiba-tiba mengalami malam panas yang menggairahkan dengan seseorang pria asing yang tidak dikenalnya, membuat hatinya tenggelam dalam pusaran kebingungan yang dalam.
“Siapa pria itu? apa dia disuruh oleh seseorang untuk menculik dan memperkosaku? tapi siapa yang memiliki niat jahat seperti itu padahal seingatku aku sama sekali tak memiliki musuh”.
Selina terus bergumam pelan sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencoba mencermati situasi yang ada sekarang.
Sambil mengernyit menahan rasa sakit di bagian kewanitaannya dan pinggangnya yang terasa ngilu, Selina berusaha untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya di tembok yang ada di belakangnya.
“Dingin dan sedikit lembab. Dimana sebenarnya ini?”, guman Selina mulai merasa sedikit ngeri menyadari dirinya berada di sebuah tempat asing yang tampak seperti berada di alam liar dengan aroma tanah basah yang khas menyeruak masuk kedalam indera penciumannya.
Selina mengerjap beberapa kali ketika ada sebuah sinar menerobos masuk melalui celah-celah daun pohon yang tumbuh subur diluar. Begitu retina matanya sudah bisa mengkondisikan cahaya yang masuk, iapun mulai menyapu semua area disekitarnya, berusaha mencari sedikit petunjuk mengenai keberadaannya saat ini.
Begitu diamati, Selina sadar jika tempatnya berada sekarang bukanlah sebuah rumah tapi lebih mirip seperti sebuah gua dengan mulut gua lebar yang berada tak jauh dari tempatnya duduk sekarang.
Alas tempatnya tidur tadi hanyalah berupa jerami yang dilapisi oleh kulit binatang yang sedikit tebal dan halus, membuat rasa takut dan keterkejutan semakin besar dalam hatinya.
Dijamam modern yang padat penduduk, hampir tidak ada hutan lebat jadi keberadaan gua batu seperti ini bisa dipastikan sangat mustahil ada.
Seandainya ada pun itu merupakan obyek wisata alam dan tempatnya tak mungkin sekecil dan sesepi ini.
Ketika masih dilanda kebingungan, tiba-tiba datang seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahunan berambut hitam legam dan berbadan tegap.
Waja pria tersebut sangat tampan dengan aura dingin yang memikat, membuat Selina terpesona untuk sesaat.
Selina terus mengamati pemuda tampan yang baru saja masuk kedalam gua batu tersebut penuh selidik. Tubuh tegap dengan kulit sedikit kecoklatan akibat banyak melakukan aktivitas diluar ruangan tak membuat wajah tampannya luntur. Warna eksotis tersebut justru membuat penampilannya semakin maskulin
Tubuh bagian atas pria tersebut dibiarkan terbuka dan bagian bawah tubuhnya hanya ditutup menggunakan kulit binatang sebatas betis.
Melihat penampilan pria asing didepannya yang sangat aneh tersebut, kening Selina semakin berkerut dalam karena merasa sangat aneh ada seseorang dijaman modern ini menggunakan pakaian dari kulit binatang yang bahkan terlihat asli, bukan sebuah kulit binatang yang sudah diproses dan dijahit di pabrik pakaian.
Beastman ular yang melihat betina didepannya menatapnya dengan linglung, merasa sedikit aneh. Satu tangannya segera mengeluarkan sepotong besar daging binatang yang masih berlumuran darah dari ruang penyimpanannya dan melemparkan ke hadapan Selina yang langsung spontan bergerak mundur dengan ekspresi ketakutan.
“Apakah pria ini seorang pembunuh berdarah dingin? bagaimana ia bisa memberiku daging segar berlumuran darah seperti ini”, batin Selina ketakutan.
Saat ini yang ada dalam pikiran Selina adalah bahwa dirinya diculik dan dibuang kedalam hutan dan ditemukan oleh suku primitif pedalaman, meski ia sangsi dengan pemikirannya itu tapi hal ini yang paling masuk akal untuk diterima oleh akal sehatnya saat ini setelah melihat pria asing didepannya dan pakaian yang dikenakannya serta pola perilakunya yang jauh dari kata manusia normal yang beradab dijaman modern.
Semua yang melekat pada pria asing itu seperti pola hidup manusia jaman batu yang pernah ia baca di buku sejarah peradaban manusia.
Beastman ular yang melihat wajah betina didepannya tampak ketakutan melihat sepotong daging segar yang dibawanya mengerutkan kening semakin dalam dengan ekspresi rumit.
Sedetik kemudian, seolah teringat sesuatu, ia mengangkat sedikit tangannya dan seketika daging di hadapan Selina diselimuti oleh api, membuat Selina kembali terbelalak, dibuat terkejut oleh tindakan pria asing tersebut.
Selina tertegun, “ Apakah ini sulap?”, batinnya penasaran.
Masih belum menyadari situasi yang tengah menimpahnya ,Selina menatap bara api yang membakar daging dihadapannya. Ketika api padam, aroma daging panggang langsung menyebar.
Pada saat itu Selina yang sudah sangat lapar berusaha maju hendak mengambil daging tersebut, tetapi lupa bahwa daging itu baru saja selesai dipanggang dan seketika kulit jemarinya yang terkena panas melepuh.
Selina menjerit, air matanya langsung mengalir dengan derasnya. Mengingat nasibnya yang terdampar di tempat asing tanpa tahu kenapa ia berada disini padahal sebelumnya ia masih beristirahat diatas ranjang busanya yang empuk setelah selesai menonton drama di laptopnya, ketika terbangun ia langsung dihadapkan pada kenyataan pahit dimana seseorang tengah memperkosanya dan tak membiarkannya lepas hingga ia pingsan karena kelelahan. Dan sekarang ketika ia lapar dan ingin makan, justru ia mengalami kecelakaan yang membuat tiga jarinya melepuh terkena panas.
Memikirkan semua kejadian buruk yang terjadi sebelumnya dan kembali mengingat jika pemuda yang ada dihadapannya adalah pria dari suku primitif yang telah memperkosanya, rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya dan tangisannya pun semakin keras.
Bukan hanya dilecehkan dan dibuat kelaparan, kini bahkan makanan yang tersaji membuat jarinya terluka, membuat hati Selina semakin hancur.
Selina yang masih menangis tiba-tiba terdiam ketika ia merasa jika jarinya yang melepuh terkena panas tiba-tiba terasa dingin, iapun segera menunduk untuk melihat kearah jari tangannya.
Ketiga jari tangannya yang tadi memerah dan melepuh itu kini sudah diselimuti oleh lapisan es tipis dan rasa nyeri akibat luka bakar yang ia rasakan tadi perlahan mulai berkurang. Dengan mata berlinang, ia memandang pria asing yang ada dihadapannya itu dengan ekspresi penuh kesedihan.
Kembali melihat wajah linglung betina didepannya, Beastman ular itupun segera menggerakkan tangannya ke arah dimana daging yang baru terpanggang itu berada dan meletakkan dihadapan Selina, lalu berkata dengan nada dingin: "Betina yang sangat jelek dan bodoh. Ini dagingmu, sudah bisa dimakan".
Setelah berkata demikian, ia langsung berbalik dan keluar dari gua meninggalkan Selina yang masih terdiam ketakutan di ujung ranjang jeraminya.
Begitu pria itu pergi, Selina segera mengambil daging panggang yang sudah didinginkan didepannya dan segera memakannya karena perutnya terus berdemo minta diisi.
Baru saja suapan pertama, ia sudah langsung memuntahkannya. Memang daging itu sudah matang, tetapi rasanya sangat amis dan hambar.
Seumur hidup ini baru pertama kalinya Selina memakan daging yang sangat tidak enak seperti itu, membuat air mata kembali menggenang dipelupuk matanya.
krucukkkk…
Bunyi perutnya menyadarkan Selina jika ia tak bisa memilih. Demi mengisi perutnya dan memiliki tenaga untuk kabur dari tempat terkutuk ini, iapun memaksa dirinya untuk memakannya sampai kenyang sambil menangis.
Potongan daging itu sangat besar dan Selina terus memasukkannya kedalam mulutnya dengan cepat, tak terlalu lama mengunyah dan langsung ia telan sambil menahan rasa mual akibat amis daging yang masih tersisa.
Setelah ia kenyang, masih tersisa
bagian yang cukup besar, Selina segera merobek sebagian jerami dari sarang jerami besar yang dibuat alas tidurnya, kemudian meletakkan daging itu di atasnya.
Baru saja ia selesai meletakkan daging itu, kepalanya tiba-tiba terasa nyeri hebat dan ia kembali jatuh pingsan.
Yang tidak ia sangka, begitu kembali sadar, ia suah berada dalam pelukan panas yang membara, lalu rasa sakit hebat terasa kembali dari tubuh bagian bawah tubuhnya.
Selina terkejut menyadari apa yang sedang terjadi. la menangis dan berusaha melawan, tetapi semua itu sia-sia. Setelah itu. semuanya berlangsung sangat lama, seolah tenaga pria itu tiada habisnya.
Kembali diperkosa, Selina merasa sangat hancur karena tak menyangka setelah lulus kuliah dan baru saja diterima kerja disebuah perusahaan swasta tiba-tiba ia diculik dan dibawah ke tempat asing serta diperkosa berkali-kali.
Selina yang masih belum sadar jika ia sudah tak lagi ada di dunianya hanya bisa menangis sementara beastman ular tersebut terus memacu tubuhnya, menyalurkan birahinya tanpa perduli jika betina yang ada dibawa tubuhnya kembali pingsan akibat kelelahan dan tak kuat menahan rasa sakit yang mendera.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya