**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 : Turnamen Pertama
Pagi itu, seluruh murid berkumpul di arena latihan utama.
Aura ramai memenuhi area besar tersebut. Puluhan prajurit Asura berdiri berjejer sambil berbicara keras satu sama lain.
Di tengah kerumunan, Kharos berdiri dengan tangan bersilang di depan dada.
Begitu ia membuka mulut, seluruh arena langsung sunyi.
"Minggu pertama selesai." Tatapan emasnya menyapu seluruh murid.
"Perkembangan kalian cukup baik dan kerja sama mulai terbentuk."
Ia lalu menyeringai tipis.
"Karena itu, sekarang waktunya menguji hasil latihan kalian."
Beberapa murid langsung terlihat bersemangat.
Yang lain tampak tegang.
"Turnamen bulanan Dimensi Asura akan dimulai. Ini adalah tradisi pertarungan resmi bagi seluruh murid dan prajurit muda."
Tatapan Kharos menjadi lebih tajam.
"Tujuannya sederhana, menguji kemampuan, menentukan peringkat, mendapatkan pengalaman dan meraih kehormatan."
Aura antusias langsung memenuhi arena.
Kharos melanjutkan penjelasannya. "Format turnamen terdiri dari empat tahap."
"Putaran pertama: pertarungan individu."
"Putaran kedua: pertarungan tim."
"Putaran ketiga: pertarungan bebas bertahan hidup. Dan terakhir… babak final untuk menentukan juara."
Tatapannya berhenti pada Lin Tian dan tiga murid lainnya.
"Lima puluh peserta akan bertarung, Seluruhnya berada di Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga dan Keenam."
"Kalian berempat adalah muridku, jadi jangan mempermalukan namaku."
Aura tekanan langsung turun sesaat.
"Turnamen berlangsung selama tiga hari, dan dimulai hari ini kalian punya waktu satu jam untuk bersiap."
Di area persiapan, keempat murid berkumpul bersama.
Mira'tok terlihat paling bersemangat. "Turnamen akhirnya dimulai!"
Ia memutar kedua pedangnya sambil tersenyum lebar. "Akhirnya bisa bertarung serius!"
Zhen'ar tetap tenang seperti biasa. "Turnamen ini diadakan setiap bulan dan aku sudah mengikutinya beberapa kali."
Tatapan peraknya beralih pada Lin Tian.
"Lawan yang kau hadapi nanti akan sangat beragam."
"Sebagian lemah. Sebagian lagi sangat berbahaya, jangan meremehkan siapa pun."
Lin Tian mengangguk serius.
"Nasihatmu akan kuingat."
Sementara itu, Khor'sal tampak jauh lebih tenang dibanding sebelumnya. Namun semangat kompetitif di matanya mulai kembali menyala.
"Turnamen ini kesempatan bagus, minggu lalu memang memalukan, tapi itu bukan berarti aku lemah."
Tatapannya beralih pada Lin Tian. "Aku mengakui kekuatanmu, tapi bukan berarti aku lebih rendah. Cepat atau lambat, aku akan membuktikannya."
Lin Tian hanya mengangguk kecil.
Nada bicara Khor'sal masih penuh persaingan, tetapi sekarang sudah ada rasa hormat di dalamnya.
Dan itu jauh lebih baik dibanding kebencian sebelumnya.
"Turnamen ini pengalaman pertamaku, aku masih harus banyak belajar."
Mira'tok langsung tertawa. "Tenang saja!"
"Nanti kau pasti membuat semua orang kaget!"
Tatapannya penuh keyakinan.
"Aku tidak sabar melihat wajah mereka saat kau bertarung."
Arena utama Dimensi Asura benar-benar dipenuhi penonton.
Ribuan prajurit Asura berkumpul di tribun batu raksasa sambil meneriakkan nama petarung favorit mereka.
Bangsa Asura benar-benar mencintai pertarungan.
Dan turnamen seperti ini adalah hiburan terbesar bagi mereka.
Tak lama kemudian, bagan pertandingan mulai muncul di udara melalui formasi energi besar.
Pertandingan murid-murid Kharos langsung menarik perhatian banyak orang.
Pertandingan 1: Mira'tok vs Tor'ghan
Pertandingan 5: Khor'sal vs Drak'ul
Pertandingan 12: Zhen'ar vs Khal'vas
Pertandingan 18: Lin Tian vs Grak'mar
Begitu nama Lin Tian muncul, banyak orang langsung mulai berbisik.
"Orang luar itu ikut bertarung?"
"Katanya dia baru Lapisan Keempat."
"Melawan Lapisan Kelima puncak di ronde pertama?"
"Kasihan sekali."
Namun beberapa yang pernah melihat pertarungan-nya melawan Khor'sal justru terlihat penasaran.
Pertandingan Pertama — Mira'tok vs Tor'ghan
Tor'ghan adalah petarung bertahan tipe klasik.
Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Keempat.
Tubuh besar.
Dan strategi utamanya adalah menguras tenaga lawan sampai menyerah.
Begitu pertarungan dimulai, Tor'ghan langsung mengambil posisi bertahan.
Perisainya terangkat tinggi.
"Mira'tok, aku tahu reputasimu. Kecepatanmu memang terkenal, tapi pertahananku tidak bisa ditembus."
"Aku hanya perlu menunggu sampai kau kelelahan."
Mira'tok langsung tertawa santai.
"Strategi yang bagus, tapi masalahnya…" Senyumnya melebar. "...kau terlalu lambat."
Langkah Petir
Tubuh Mira'tok langsung menghilang.
Tor'ghan membelalak.
"Apa—?!"
Mira'tok sudah muncul di belakangnya.
"Badai Pedang!"
Puluhan tebasan muncul dalam satu detik.
Tor'ghan langsung mencoba bertahan menggunakan perisainya.
Namun...
KRAAAK!
Perisainya retak. Detik berikutnya, pedang Mira'tok sudah berada tepat di lehernya.
Mira'tok tersenyum santai.
"Menyerah?" Tor'ghan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menghela napas. "...Aku menyerah."
"Kecepatanmu benar-benar mengerikan."
Pertandingan selesai.
Pemenangnya: Mira'tok.
Seluruh arena langsung bersorak keras.
Lin Tian yang menonton dari tribun memperhatikan dengan serius.
Kecepatan Mira'tok jelas meningkat lagi.
Latihan mereka bersama ternyata membantu keduanya berkembang lebih cepat.
Langkah Petir milik Mira'tok sekarang hampir mencapai tingkat sempurna.
Pertandingan Kelima — Khor'sal vs Drak'ul
Berbeda dari pertandingan sebelumnya, pertarungan ini langsung terasa brutal sejak awal.
Drak'ul adalah petarung yang bertipe sama seperti Khor'sal.
Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima, ia menggunakan kapak perang besar, dan memiliki reputasi dua puluh kemenangan beruntun.
Begitu pertarungan dimulai, Keduanya langsung menerjang tanpa ragu.
BOOOOM!
Benturan pertama saja sudah menciptakan gelombang kejut besar yang membuat arena retak.
Khor'sal meraung keras. "Kekuatanku lebih besar!"
Drak'ul membalas sambil tertawa liar. "Buktikan!"
Senjata mereka terus beradu berkali-kali. Setiap benturan terasa seperti ledakan kecil.
Darah mulai mengalir dari tubuh keduanya. Namun tidak ada yang mundur sedikit pun.
Lima menit berlalu dalam pertarungan brutal tanpa henti.
Dan akhirnya, Keduanya mengerahkan serangan terakhir secara bersamaan.
Khor'sal meraung keras sambil mengangkat pedang raksasanya tinggi ke udara.
"Gunung Tak Tergoyahkan!"
Aura merah gelap langsung meledak dari seluruh tubuhnya.
Lalu...
DUUAARR!
Pedangnya menghantam lurus ke bawah dengan kekuatan menghancurkan.
Tekanan serangan itu bahkan membuat arena bergetar hebat.
Drak'ul mencoba menahan benturan tersebut dengan kapaknya.
Namun kekuatan Khor'sal terlalu besar.
KRAAAK!
Tanah di bawah kaki Drak'ul retak sebelum tubuhnya terpukul keras hingga jatuh berlutut.
Kapaknya terlempar jauh.
Pertarungan selesai.
Pemenangnya: Khor'sal.
Seluruh arena langsung bersorak keras.
Pertarungan itu brutal. Kasarnya khas bangsa Asura.
Namun tidak ada yang bisa menyangkal betapa mengerikannya kekuatan Khor'sal.
Khor'sal sendiri berdiri sambil terengah-engah.
Darah mengalir dari beberapa luka di tubuhnya, tetapi matanya tetap menyala penuh semangat.
Kemenangan itu membuktikan satu hal. Kekuatannya memang nyata.
Namun di tengah rasa puas tersebut, pikirannya tanpa sadar teringat pada ucapan Lin Tian beberapa hari lalu.
Tekniknya terlalu boros. Terlalu banyak energi terbuang, dan sekarang setelah pertarungan panjang tadi selesai, ia mulai menyadarinya sendiri.
Lin Tian yang menonton dari kejauhan juga memperhatikan hal yang sama.
Khor'sal memang luar biasa kuat. Namun gaya bertarungnya masih terlalu kasar.
Jika suatu hari ia berhasil memperhalus tekniknya… Potensinya akan benar-benar mengerikan.
Pertandingan Kedua Belas — Zhen'ar vs Khal'vas
Begitu nama Zhen'ar dipanggil, suasana arena langsung berubah lebih serius.
Lawannya kali ini bukan petarung biasa.
Khal'vas.
Kapten pengawal elit Dimensi Asura.
Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Keenam. Ahli pedang dengan reputasi luar biasa.
Begitu pertarungan dimulai, semua orang langsung menyadari satu hal.
Ini bukan pertarungan brutal seperti sebelumnya.
Ini adalah duel para ahli.
Zhen'ar bergerak tenang sambil memutar tombaknya perlahan.
Sementara Khal'vas melangkah ringan dengan pedang panjang elegan di tangannya.
CLANG!
Benturan pertama terdengar tajam dan bersih.
Tidak ada ledakan berlebihan. Hanya teknik murni melawan teknik murni.
Gerakan keduanya begitu cepat hingga sebagian besar penonton hampir tidak bisa mengikutinya.
Setiap serangan tepat sasaran.
Setiap pertahanan dilakukan dengan sempurna. Tidak ada energi yang terbuang sia-sia.
Pertarungan mereka terasa seperti tarian mematikan.
Sepuluh menit berlalu tanpa ada pihak yang benar-benar unggul.
Lalu akhirnya, Zhen'ar berhenti sejenak. Tatapan peraknya menatap lurus lawannya.
"Lawan yang layak dihormati, Tapi pertarungan ini selesai sekarang."
Aura di sekeliling tombaknya langsung berubah.
"Badai Sunyi… Bentuk Ketiga Belas."
Keheningan langsung turun ke arena. Bahkan beberapa prajurit berpengalaman tampak terkejut.
"Bentuk Ketiga Belas?!"
"Itu teknik legendaris!"
Detik berikutnya, Tubuh Zhen'ar menghilang dengan kecepatan yang mengerikan.
Tiga belas serangan muncul secara bersamaan dari berbagai arah.
Khal'vas langsung bereaksi luar biasa cepat.
CLANG!
CLANG!
CLANG!
Dua belas serangan berhasil ia tahan.
Namun, Serangan ketiga belas menembus pertahanannya dan berhenti tepat di lehernya.
Sunyi.
Lalu Khal'vas perlahan menurunkan pedangnya sambil tersenyum pahit.
"Aku kalah."
Pemenangnya: Zhen'ar.
Seluruh arena langsung meledak dalam sorakan kagum.
"Bentuk Ketiga Belas benar-benar ada!"
"Zhen'ar seperti monster!"
"Teknik itu terlalu mengerikan!"
Lin Tian sendiri benar-benar terkesan.
Zhen'ar ternyata masih menyembunyikan kekuatannya selama ini.
Tekniknya bukan hanya kuat, tetapi sudah mencapai tingkat seni sejati.
Dan bentuk Ketiga Belas… Lin Tian benar-benar ingin mempelajarinya suatu hari nanti.