Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: Kembang Api dan Klaim di Bawah Langit Malam
Malam harinya, suasana di halaman belakang mansion WGM telah disulap menjadi area makan malam romantis yang begitu memukau. Meja kayu panjang dihiasi lilin-lilin aromaterapi dan untaian lampu pijar kekuningan yang menggantung estetik di antara pepohonan. Tim produksi sengaja merancang momen ini sebagai penutup episode double date yang penuh drama sejak pagi tadi.
Sienna duduk di kursinya, sudah berganti pakaian menggunakan gaun rajut panjang yang nyaman dan hangat. Di depannya, Declan baru saja menuangkan sup asparagus hangat ke dalam mangkuknya.
"Makan yang bener. Habisin selagi anget biar hidung lo gak meler terus," ucap Declan ketus, namun tangannya dengan telaten menggeser sendok ke dekat jemari Sienna.
Sienna mengerucutkan bibirnya, mengaduk sup itu perlahan. "Iya, bawel banget sih. Lo dari tadi siang omongannya ketus terus, tapi tangan lo gak bisa diam buat bantuin gue. Bingung gue sama kepribadian ganda lo itu."
Declan meliriknya datar, lalu ikut duduk di hadapan Sienna. "Itu namanya tanggung jawab. Kalau lo pingsan di sini, syutingnya ketunda, dan gue gak mau waktu gue terbuang cuma buat nungguin lo di rumah sakit."
"Halah, alasan!" cicit Sienna, meski dalam hati dia menahan senyum kegirangan melihat perhatian terselubung cowok tsundere di depannya ini.
Di ujung meja sebelah kanan, Edrick dan Maura juga sudah duduk. Maura tampak sangat diam dan menjaga jarak setelah skandal rekaman kamera tersembunyi tadi siang menghancurkan harga dirinya di depan kru. Namun, Edrick justru sebaliknya. Pria itu terus melempar senyum misterius ke arah Declan dan Sienna, sesekali melirik jam tangan mewahnya seolah-olah sedang menghitung mundur sesuatu.
Declan menyadari lirikan itu. Rahangnya mendadak mengeras. Dia melirik sekilas ke arah asisten sutradara yang berdiri di balik kamera utama, memberikan kode anggukan kecil.
Sebenarnya, Declan sudah menyiapkan sebuah kejutan besar malam ini untuk mengukuhkan posisinya di depan publik sekaligus membungkam Edrick sepenuhnya. Dia telah menyewa tim profesional untuk menyalakan kembang api besar di langit tepat jam delapan malam, yang akan membentuk formasi tulisan besar: I LOVE YOU SIENNA. Declan ingin membalas semua ketakutannya di masa lalu dengan sebuah pengakuan megah di depan jutaan penonton live stream.
Namun, tepat saat jarum jam menunjukkan angka delapan...
BOOM!!! BOOM!!! BOOM!!!
Suara ledakan dahsyat tiba-tiba menggema di langit malam. Sontak, Sienna, Maura, dan seluruh kru kamera langsung mendongak ke atas dengan wajah terkejut. Langit malam di atas mansion WGM mendadak menyala terang benderang oleh percikan kembang api raksasa berwarna merah muda dan perak yang luar biasa indah.
Sienna melebarkan matanya kagum. "Wah... bagus banget! Dec, lihat deh! Kembang apinya gede banget!" seru Sienna heboh dengan jiwa polosnya yang langsung keluar.
Declan ikut mendongak, namun sedetik kemudian, matanya menyipit tajam dan kedua tangannya mengepal kuat di bawah meja. Kembang api itu terus meledak hingga membentuk formasi tulisan besar di langit malam: WELCOME BACK, MY PRINCESS SIENNA.
Itu bukan kembang api milik Declan. Edrick telah berbuat curang dengan menyabotase waktu peluncuran dan menyalip rencana Declan lebih dulu menggunakan koneksi kekuasaannya sebagai investor utama acara.
Edrick berdiri dari kursinya, bertepuk tangan pelan sambil menatap Sienna dengan senyuman kemenangan yang sangat puas. "Gimana, Sienna? Kamu suka kejutan malam ini? Aku sengaja pesen khusus dari promotor terbaik cuma buat menyambut kembalinya kamu di hidup aku."
Sienna langsung membeku, senyumannya lenyap seketika. Dia menatap tulisan di langit itu dengan rasa risi dan kesal yang luar biasa. "Edrick... lo bener-bener gila ya? Ini acara WGM, lo pasangannya Maura! Kenapa lo malah bikin tulisan kayak gitu?!" amuk Sienna, jiwa cegilnya langsung tersulut.
Maura yang duduk di sebelah Edrick hanya bisa mengepalkan tangannya dengan wajah merah padam karena merasa dicampakkan secara terang-terangan di depan kamera.
@netizen_syok: GILA!!! PLOT TWIST MACAM APA INI!!! Edrick nembak/ngasih kejutan buat Sienna di depan pacarnya sendiri?!
@detektif_wgm: Wah, ini namanya perang terbuka! Lihat mukanya Declan, auranya udah kayak mau ngebunuh Edrick detik ini juga!
@sienna_slay: Sienna malah kelihatan jijik banget sama kejutannya Edrick wkwkwk, mampus lo Edrick pelet lo gak mempan!
Declan berdiri dari kursinya dengan perlahan. Atmosfer di sekitar tubuh tingginya mendadak berubah menjadi sangat dingin dan mencekam, bahkan beberapa kru kamera sampai melangkah mundur karena ketakutan melihat ekspresi Declan. Pria itu menatap Edrick dengan kilat mata yang siap mencabik-cabik musuhnya.
"Jasper," desis Declan, suaranya terdengar sangat rendah dan berbahaya hingga membuat suasana makan malam langsung hening total. "Gue udah bilang tadi siang... jangan pernah coba-coba bertingkah di depan gue."
Edrick menantang tatapan itu dengan senyum miring. "Gue cuma ngasih hadiah buat teman lama, Bryer. Kenapa? Lo kalah cepat? Lagian, kembang api lo yang bertuliskan I Love You Sienna itu... udah gue suruh tim produksi buat dibatalin peluncurannya. Kasihan ya."
Mendengar fakta bahwa Declan sebenarnya juga menyiapkan kejutan yang jauh lebih tulus untuknya namun disabotase, Sienna langsung menoleh menatap Declan dengan mata berkaca-kaca. "Dec... lo... lo nyiapin kembang api buat gue?"
Declan tidak menjawab pertanyaan Sienna. Dia mengembuskan napas pendek, mencoba meredam amarahnya yang hampir meledak demi menjaga kenyamanan Sienna yang masih sakit. Pria tsundere itu memalingkan wajahnya sesaat, lalu berjalan cepat menuju ke arah tenda logistik kru di belakang kamera.
"Eh? Declan! Mau ke mana lo?!" panggil Sienna panik, takut Declan benar-benar pergi karena emosi.
Namun, hanya dalam waktu satu menit, Declan kembali berjalan ke arah meja makan. Tangannya tidak lagi kosong. Dia membawa beberapa batang kembang api kecil panjang yang biasa dipegang di tangan—kembang api kawat alias kembang api sparklers—beserta sebuah korek api gas.
Declan berjalan melewati Edrick begitu saja seolah-olah pria kaya itu hanyalah tumpukan sampah yang tidak terlihat. Declan berlutut di sebelah kursi Sienna, memosisikan dirinya sejajar dengan cewek itu.
Cret!
Declan menyalakan korek gas, menyulut ujung kembang api kawat itu hingga memercikkan cahaya-cahaya kecil berwarna emas yang berderit indah dan hangat di antara mereka berdua. Cahaya keemasan itu memantul sempurna di mata kucing Sienna yang bulat.
"Kembang api yang di atas langit itu terlalu jauh, terlalu berisik, dan norak," ucap Declan dengan suara baritonnya yang mendadak melembut, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Sienna. "Gue lebih suka yang kayak gini. Dekat, hangat, dan bisa lo pegang sendiri di tangan lo tanpa perlu mendongak ke orang lain."
Sienna tertegun, mulutnya sedikit terbuka. Percikan kembang api kawat yang kecil itu entah kenapa terasa seribu kali lebih romantis dan menyentuh hatinya daripada ledakan megah milik Edrick di atas langit tadi.
"Nih, pegang. Katanya lo suka kembang api," ketus Declan lagi, mengembalikan mode jaimnya sambil menyodorkan gagang kembang api itu ke tangan Sienna.
Sienna menerima kembang api kawat itu dengan jemari yang gemetar, senyuman tulus yang sangat manis akhirnya terbit di wajah cantiknya. "Makasih ya, Kanebo kaku... Gue emang lebih suka yang ini kok. Lebih anget."
Declan ikut memegang ujung gagang kembang api yang sama, seolah-olah sedang menuntun tangan Sienna di bawah pendar cahaya emas yang berderit romantis. Pria itu kemudian menoleh sedikit ke arah Edrick dengan senyuman sinis yang penuh dengan kemenangan mutlak.
"Uang lo bisa beli langit malam ini, Jasper," ucap Declan tegas, suaranya terdengar sangat berwibawa di depan kamera kru. "Tapi perhatian dan senyuman Sienna... cuma bisa dibeli pake ketulusan yang gak bakal pernah lo punya sampai kapan pun."
Sienna langsung menyembunyikan wajahnya yang merah padam di balik lengan baju rajutnya, sementara grafik rating live stream WGM malam itu resmi meledak menembus batas tertinggi baru dalam sejarah. Langkah sederhana Declan dengan kembang api kecil di tangan sukses merubuhkan sisa-sisa gengsi jual mahal milik sang cegil, sekaligus memenangkan pertempuran malam itu dengan sangat elegan.