Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
"APA!!" ucap mereka berdua kaget dengan suara tinggi membuat semua orang yang ada di dalam kelas melirik ke arah mereka.
Plak..
Plak...
Fuji dengan reflek memukul Alya dan yuri
Akh.
"Akh sakit" ucap Yuri
"Kenapa Lo malah mukul kita sih?" tanya Alya
"Suara Lo kurang kenceng!! Liat noh semua orang ngeliatin kita gara - gara suara Lo berdua" jawab Fuji
"Heheh sorry, kita kaget" balas Yuri
"Lo tau dari mana si migel pura - pura jadi orang kaya?" tanya Yuri sembari berbisik
"Jadi pas gue ke rumah kak indi, gue liat si migel turun di depan rumah kak indi di anter sama si Agam" jawab Fuji
"Terus kenapa Lo bisa sebut dia pura - pura jadi orang kaya?" tanya Alya
"Karena pas gue liat, kak indi juga liat dan dia kenal sama si migel" jawab Fuji dengan suara pelan.
Mereka berbicara sambil berbisik sangat pelan membuat semua teman - temannya yang ada di kelas penasaran
"Kak indi kenal? Kalo kenal kan berarti bener dia tinggal di sana dong, jadi dia anak orang kaya beneran dong. Secara kan di perumahan itu semuanya orang kaya" balas Alya
"Awalnya gue mikir gitu. Tapi Lo harus ngerti dulu kejanggalannya" ujar Fuji serius
"Kalo bener dia anak orang kaya, kenapa dia turun di depan rumah kak indi? Kenapa dia gak turun langsung aja di depan rumahnya. Bener gak!" lanjut Fuji
"Bener juga. kenapa dia gak turun aja di rumah dia kan, Oke ini aneh. Lanjut" ujar Alya
"Oke. Dan kenapa kak indi bisa kenal sama si migel!" ujar Fuji
"Karena apa?" penasaran Yuri
"Karena dia adalah anak salah satu pembantu yang kerja di rumah salah satu teman kak indi!!" ucap Fuji
Mata mereka berdua seperti ingin melompat, karena ucapan Fuji.
"Lo gak bohong kan?" tanya kembali Yuri
"Engga lah anjir, gue tau dari kakak sepupu gue. Kan Lo juga tau kak indi gimana orang nya, dia lempeng - lempeng aja. Masa ginian bohong, dan kata kak indi itu dia bukan sekali dua kali berhenti di depan rumahnya, setelah dia pindah sekolah di sini dia udah gitu. Kalo ada cowo yang ngater jemput pasti di depan rumah kak indi" jawab Fuji
"Anjir fix nih, dia pura - pura kaya kalo gini nama nya" balas Yuri
"Gimana kalo ketahuan ya, kalo gue pasti malu sih" ucap Alya
"Bukan malu lagi. Gue gak akan berani liatin wajah malu banget pasti itu" balas fuji.
Suasana hening beberapa saat.
Brak...
Semua yang ada di kelas langsung melirik ke arah Alya, karena dia menggebrak meja.
"Lo kenapa sih?" tanya Fuji kaget
"Apa yang tadi gue liat itu si Migel pas lagi di gang itu, apa di situ rumah si migel ya terus yang tadi gue liat juga apa dia ibunya si migel" jawab bisik Alya
"Bisa jadi. Eh iya, nanti kita ke rumah kak indi bentar yu. Kita liat apa bener si migel jadiin rumah kak indi buat nipu orang" penasaran Yuri
"Boleh juga nih. Nanti pulang langsung ke sana" senyum Alya
"Oke gas!!" serentak Yuri dan Fuji
Di Sudut Kelas.
"Mereka lagi ngapain sih? Bisik - bisik dari tadi jadi kan gue kepo" ujar boni
"Lo kaya cewe aja" sindir Fikran
"Ya bisik - bisik gitu siapa yang engga penasaran" balas Boni
Resa melirik ke arah Agam yang sedang melihat ke arah Alya.
"Gam. Lo kenapa liatin si Alya terus, tambah cantik ya dia. beda ya" goda resa
"Berisik lu" dingin Agam
"Tapi bener sih, gue liat - liat si Alya kaya ada yang beda ya. Lebih cantik putih bersih dan gak pake kacamata paling utama gue baru ngeh dia gak pake kacamata" ujar boni menjelaskan yang ada di kepala Agam sedari tadi.
Saat mereka sedang mengobrol di waktu luang karena jam kosong, tiba - tiba pintu di ketuk.
Tok... Tok...
Semua orang yang ada di dalam kelas menoleh ke arah pintu.
"Alya!" teriak Heri salah satu anggota osis teman Natan
"Ya. Ada apa?" tanya Alya sembari berdiri
"Lo di suruh ke ruang osis" jawab Heri
Dahi Alya mengerut heran.
Alya jalan ke arah Heri dengan tatapan bingung.
"Ada apa? Akhir - akhir ini gue gak telat? Gak buat masalah juga" bingung Alya karena tiba - tiba di panggil ke ruang osis
Tiba - tiba Susana hening, karena Heri yang melihat Alya tepat di depannya, dia terpaku karena kecantikan Alya terpampang nyata di depannya, Alya yang tidak memakai kacamata dan rambut yang terurai indah membuat 200% kecantikannya meningkat.
"Heh Heri. Kenapa malah bengong?" tanya Alya sembari menyenggol tangan Heri
"Ak-akh engga. Ayo kita ke ruang osis, nanti juga ka- Lo juga tau sendiri" jawab Heri gagap hampir keceplosan memanggil kamu kepada Alya.
"Aneh banget" gerutu Alya.
Alya pun mengikuti langkah Heri dari belakang menuju ruang osis.
Beberapa Menit Kemudian
Heri membuka pintu ruang osis, dan terlihat di sana semua anggota osis berkumpul seperti sedang diskusi dan Natan juga ada dia duduk di mejanya seperti pemimpin.
"Gue ngapain di sini?" tanya bisik Alya
Semua orang menoleh ke arah nya.
"Si Alya ngapain ke sini?" tanya bunga
"Iya. Kan dia bukan anggota osis?" balas Ajeng
Semua orang bingung melihat kehadiran Alya, karena dia bukan anggota osis
"Tanya aja sama Natan tuh, samperin aja" ucap Heri
"Gak mau ah. Liat aja dia lagi fokus gitu, bisa - bisa gue di makan" balas Alya
"Engga. Coba deh sana, lu ke sini aja dia yang suruh" ucap Heri
"Tapi gue takut, garang banget dia katanya. Tuh liat matanya tajam banget, jujur gue pengen colok tuh mata" kesal Alya tiba - tiba
"Banyak omong lu. Sana cepet keburu lo yang di colok sama dia" balas kesal Heri
"Ck! tapi kalo ada apa - apa Lo bantu gue ya" ucap Alya
"Iya bawel lu" balas Heri
Alya pun dengan perlahan menghampiri Natan.
"Eh itu si Alya ngapain nyamperin si Natan?" kaget bunga
Melisa yang mendengar ucapan bunga langsung melirik ke arah depan, dia telat duduk di sebelah Natan menghadap ke arah pintu masuk jadi bisa melihat Alya dengan jelas.
Dengan tatapan tajam Melisa melirik ke arah alya.
Melisa adalah salah satu wanita perkasa yang ingin menaklukkan Natan, karena natan sangat dingin sekali kepada siapapun jadi jarang sekali ada wanita yang tahan mengejarnya.
"Natan!" panggil Alya
Natan hanya diam tanpa menoleh ke arah Alya.
"Al, Lo ngapain ke sini? Kita lagi diskusi ini. Lo Ganggu" kesal Melisa
"Santai aja kali. Siapa juga yang mau ganggu lu, gue ke sini gara - gara di panggil ketua Lo nih" balas emosi Alya
"Stop!" tiba - tiba Natan membuka suara.
"Al. duduk di samping gue, nanti setelah diskusi selesai gue ngomong sama Lo" perintah Natan
"Emang gila ni cowo" emosi alya
"Kalo gitu kenapa Lo panggil gue sekrang kalo ngomongnya nanti, gue ke kelas aja lah. Nanti Lo bisa panggil lagi. Bosen kalo nungguin beginian pasti lama" oceh Alya
"Duduk al" perintah Natan tanpa membalas ocehan Alya tadi
"Gu-"
"Duduk!" perintah Natan sembari melirik ke arah Alya dengan tatapan dingin tajam membuat Alya ciut...
skrng kn kluar 5M,tar blik lg jd 5T.....
1 bab lagi.... kalo lebih sih gapapa ya/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
bkan'nya mmbntu,tp mlah mnghina....
cckkk.....
Tp tnang,abs ni alya pst bkln bngun pnti yg lbih bgus dn layak...trs ank2 ga smp klaparan lg..
aku sdih sbnrnya....😭😭😭
ceritanya udh bagus tinggal lbih di kroscek ulang aja sh sblm publish 💪💪💪