NovelToon NovelToon
Marwah Yang Ternoda

Marwah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--

"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--

Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.

Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.

Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.

Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 Makna Ikhlas

Sunyi kembali turun menyelimuti teras rumah joglo. Namun, keheningan itu segera terusir oleh kicau merdu burung-burung kecil yang hinggap di ranting pohon jambu.

Makhluk bersayap itu seolah-olah tengah menyenandungkan lagu rindu pada Tuhan-nya, seakan sengaja mengingatkan dua insan di bawah sana untuk tidak terlalu larut dalam kubangan kepedihan.

"Diammu... sudah cukup menjawab semua pertanyaan saya, Sukma," ucap Ustaz Reinan, perlahan memecah kebisuan di antara dirinya dan wanita yang masih setia duduk terdiam--sembari menatap sendu bunga-bunga mawar putih di halaman depan.

"Saya sempat mengira, dulu... kamu menolak saya karena memiliki hubungan spesial yang mendalam dengan lelaki itu. Tetapi ternyata... justru, dia lelaki yang telah menghancurkan marwahmu."

Sukma masih tetap membisu. Kedua tangannya meremas ujung gamisnya dengan erat, mati-matian menahan rasa sesak yang kian gencar mendera rongga dada.

"Jika memang benar alasanmu hanya karena kamu belum siap dan masih ingin melanjutkan kuliah... saya bisa menerimanya. Saya juga akan melanjutkan niat yang pernah saya utarakan empat bulan lalu," lanjut Ustaz Reinan dengan ketulusan yang menguar pekat dari setiap intonasi bicaranya.

"Insya Allah, lain waktu saya akan datang lagi ke Desa W bersama Abi dan Ummi. Kami akan memintamu secara resmi untuk menjadi pendamping hidup saya--wanita yang akan selalu saya cintai tanpa syarat. Itu pun... jika kamu tidak keberatan."

Sukma memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Ia mengizinkan air matanya kembali mengalir bebas melintasi pipi.

Sebagai seorang wanita biasa, Sukma teramat tersanjung sekaligus merasa bersyukur karena bisa dicintai setulus itu oleh lelaki sesempurna Ustaz Reinan, lelaki yang diidamkan banyak gadis untuk menjadi imam.

Namun, rasa syukurnya itu beriringan dengan bisikan lirih dari sudut hatinya: menolak niat suci sang ustaz. Karena ia merasa dirinya sudah terlampau kotor dan tidak lagi pantas berdampingan dengan lelaki sesaleh beliau.

Dan alasan yang paling menguatkan adalah... karena nama Ustaz Reinan belum berhasil menyentuh relung rasa, apalagi bertakhta di singgasana hati. Tempat suci yang dulu telanjur disinggahi dan dikunci rapat hanya oleh satu insan... Xavier Narendra Aditama.

"Saya teramat berterima kasih atas ketulusan hati Ustaz. Namun, alangkah baiknya jika Ustaz Reinan menikahi seorang gadis yang masih suci, salehah, dan selalu bisa menjaga marwahnya," ucap Sukma dengan nada suara yang sedikit bergetar. Jemarinya bergerak pelan menyeka wajahnya yang basah.

"Saya teramat yakin, ada banyak gadis di luar sana yang tengah menanti balasan cinta dari Ustaz. Gadis-gadis baik yang jauh lebih pantas untuk bersanding serta dicintai oleh lelaki sesempurna Ustaz Reinan."

Sukma memaksa bibirnya untuk mengulas sebaris senyum, berusaha sekuat tenaga menegarkan kembali jiwanya yang sempat rapuh.

Ustaz Reinan menghela napas panjang, lalu menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk seutas senyum khas yang tampak teduh dan menenangkan.

"Bagi saya... kamulah sosok Hawa yang teramat pantas untuk saya cintai, Sukma. Karena lewat takdirmu, kamu telah berhasil membuat saya semakin memahami makna dari keikhlasan dan keridaan yang sesungguhnya," tutur Ustaz Reinan, mencipta desiran halus dan menghadirkan haru di hati Sukma.

.

.

Sore ini, Ryuga mengantar Aluna pulang ke kediaman keluarga Aditama. Kedatangan sepasang suami istri itu disambut hangat oleh Raditya, Raina, dan juga Xavier.

Pelukan serta sebaris senyum tulus tersuguh, tanpa adanya kepura-puraan yang menyertai.

Xavier benar-benar telah berdamai dengan ego masa lalunya. Lelaki bermata elang itu kini telah menerima kehadiran Ryuga sebagai adik iparnya, bukan lagi sebagai musuh yang harus ia tumbangkan.

Keheningan seketika turun menyelimuti ruang tamu, tepat seusai Aluna mengutarakan maksud utama dari kedatangan mereka: ia ingin pamit untuk melanjutkan studi kuliahnya di Oxford, Inggris.

Raditya membuang napas panjang.

Raina bergerak gelisah, berusaha sekuat tenaga menahan air mata yang sudah menganak di pelupuk matanya agar tak luruh.

Sementara itu, Xavier seketika mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya mengeras, sepasang mata elangnya langsung menatap tajam--menghunus ke arah Ryuga.

Sebagai seorang kakak, ia bisa membaca dengan sangat jelas ada gurat kesedihan yang terpahat di raut wajah Aluna. Adik perempuannya itu bukan sekadar ingin melanjutkan studi ke luar negeri, melainkan ada hal lain yang teramat besar yang tengah menjadi alasan utamanya.

"Luna... kenapa tiba-tiba sekali kamu ingin melanjutkan kuliah di Inggris, Sayang?" tanya Raina lembut. Wanita paruh baya itu menatap sendu sepasang manik indah putri bungsunya yang kini terlihat begitu sayu.

"Sebenarnya... aku sudah sejak lama menginginkannya, Ma. Tapi, begitu lulus SMA, Papa langsung memintaku untuk bertunangan dengan Baskara. Jadi, sekarang aku ingin mewujudkan kembali keinginan lama yang sempat tertunda itu. Terbang ke Inggris dan kuliah di Oxford, sama seperti Kak Karina," tutur Aluna. Kalimat itu diucapkan dengan nada pelan dan sedikit terbata, seolah ia sedang menyembunyikan beban berat.

"Pasti ada alasan lain di balik semua ini. Lo ngomong jujur aja sekarang, Dek!" potong Xavier menginterupsi cepat. Nada suaranya mendadak meninggi, menuntut Aluna untuk segera memberikan tanggapan yang sebenarnya.

Aluna menggelengkan kepalanya pelan. Ia memilih menunduk dalam, sembari menautkan kedua jemari di atas pangkuan. Namun, bahasa tubuhnya tidak mampu berdusta, terbaca jelas oleh Xavier.

"Gue yakin... pasti dia udah nyakitin perasaan lo, kan?!" cecar Xavier sembari mengacungkan telunjuknya ke arah Ryuga.

Aluna kembali menggelengkan kepala dengan cepat. Namun, setetes air mata bening yang mendadak luruh melewati pipinya sudah lebih dari cukup untuk mewakili fakta pahit yang tengah ia sembunyikan rapat-rapat.

"Bloody hell!!!"

Xavier tak kuasa lagi mengendalikan buncahan emosinya yang membakar dada. Ditambah sisa rasa mual akibat jaring karma yang masih menggelitik perutnya, membuat amarahnya meledak hebat.

Sang Narendra mengumpat kasar sembari membawa tubuh tegapnya bangkit berdiri dengan kilat kesetanan. Tanpa aba-aba, ia merenggut kasar kerah kemeja Ryuga, lalu melayangkan satu pukulan maut berkekuatan penuh--tepat mengenai pipi Sang Presma.

Darah segar seketika menetes dari sudut bibir Ryuga, menorehkan lara yang teramat dalam di hati Aluna--wanita yang tulus mencintainya.

"Kak Vier, jangan!" Aluna berteriak histeris. Ia nekat menahan kepalan tangan kanan Xavier yang kembali menggantung di udara, siap melayangkan pukulan susulan. "Kak, aku mohon... jangan sakiti Mas Ryu!"

"Dia pantas dapetin hukuman setimpal, Luna! Dia udah berani nyakitin adik kesayangan gue!" bentak Xavier murka, napasnya memburu naik-turun.

Namun, Aluna lagi-lagi menggelengkan kepalanya di tengah tangis. "Mas Ryu tidak pernah menyakiti Luna, Kak!" ujarnya, memberikan penekanan yang teramat kuat pada kata 'tidak'.

"Pukul gue lagi, Vier! Habisi gue sekarang juga! Gue emang udah bersalah dan nyakitin perasaan adik lo!" potong Ryuga tiba-tiba. Lelaki itu pasrah tanpa berniat membalas sama sekali.

Amarah Xavier kian menjadi begitu mendengar pengakuan dosa yang jujur tercetus dari bibir Ryuga.

Emosinya semakin menuntut untuk dilampiaskan tanpa ampun. Namun, tepat sebelum kepalan tangan Xavier kembali melabuhkan pukulan maut di wajah Ryuga, Aluna bergerak secepat kilat memeluk erat tubuh tegap suaminya. Wanita itu nekat menjadikan tubuh ringkihnya sendiri sebagai tameng dan perisai hidup demi melindungi pria yang dicintainya.

Aluna... ia sudah terlanjur sayang. Cintanya pada Ryuga sudah tertanam tulus dan dalam di dasar batinnya. Ryuga bisa merasakan itu dari pengorbanan Aluna.

Air mata Sang Presma akhirnya luruh. Kedua tangannya bergerak membalas dekapan erat Aluna tak kalah erat.

Benaknya bertutur lirih; relakan Sang Nirwana pergi untuk sementara waktu. Mencari tempat ternyaman untuk menepi dan menunggu. Sampai rumah yang akan didiami bersih dari satu nama penyumbang lara. Jadikan Aluna sebagai satu-satunya ratu di singgasana hati.

🍁🍁🍁

Bersambung

Di bab ini, Author sengaja menyelipkan kepingan kisah dari Sang Presma. Tujuannya... agar jalinan alur di bab-bab yang akan datang bisa dipahami dan diterima oleh Kakak-kakak semua. Terutama... bagi para pembaca setia yang mungkin belum sempat mampir untuk membaca kisah "Sandiwara Cinta Sang Presma".

Jadi, tetap stay terus di sini, ya! Jangan sampai melewatkan satu bab pun karena konflik ke depannya Insya Allah akan semakin seru.

Love,

Author ✨

1
mom riz
suka ceritanya
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😇🙏🏻
total 1 replies
partini
aamiin bismillah jadi juara
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😍🙏🏻
total 1 replies
Nofi Kahza
Yups! betul. sekrng bukan waktunya mencari siapa yg salah, tapi intropeksi diri.

btw dr awal kamu kan yg salah?
Nofi Kahza
udahlah, Pir. Meski Gea nggak tau juga ujung2nya meninggal. justru Geaitu harus diberi tahu, biar dosamu segera ditebus.😒
Najwa Aini
Gak semuanya salah kamu, Nara. ajal seseorang itu sudah ditetapkan dari zaman azali
partini
ga lah lebih baik Gea tau secara itu perbuatan dosa besar si kafir Gea juga kondisi kesehatan nya udah ga memungkin hidup lama
memperkosa loh ga main" itu
Najwa Aini
Nah ini..kalimat Tara yg aku suka dari sejak bab Ryuga...
Najwa Aini: Iya paham..
total 2 replies
Najwa Aini
Si kakak Partini itu kah..yg selalu nagih dibuatin kisah Xavier ya
Ayuwidia: Bukan, Kak. Kak Erida yg dulu katanya nungguin, tapi belum aku colek. Kak Partini, pembacanya Nyai
total 3 replies
Najwa Aini
Kalau di kisah Rama ada Bi Ijah. Di sini ada Bi jayanti.
The Power of bibi bibi🌹🌹
Ayuwidia: Sungkem buat mereka 😍
total 1 replies
Najwa Aini
Aku yg baca juga pingin ngakak..
ancaman dlam kalimat konyol..itu kayak menggertak mau pukul orang tapi pakai ranting pohon tauge..🤣
Ayuwidia: Ada2 gajah 😆
total 1 replies
Najwa Aini
frontal amat
partini
dasar kamu kafir punya pacar pengertian kamu biadab ,,waktu merangkak minta maaf ke Sukma
semoga di kasih 7 tanjakan 7 turunan dan 7 Pengkol penderita mu mengejar maaf vier
Ayuwidia: Semoga ya, Kak 😁
total 1 replies
Nofi Kahza
gea soalnya hapal dg karakter Sapir yang batu😒
Ayuwidia: bener banget
total 1 replies
Nofi Kahza
kebiasaan tuman! emosi didahuluin dr pada otak😒
Ayuwidia: Namanya juga Sapir 😃😆
total 1 replies
Nofi Kahza
biasanya ada yng mau terkena musibah, atau ada yang meninggal...tapi tetep takdir itu kembali dg Yang di atas🥹
Nofi Kahza
biasalah.. bawa'an orang ngidam mang gitu. Senggol bacok🤣
Ayuwidia: Gampang Esmoni 😆
total 1 replies
Nofi Kahza
tapi janinmu nggak hina Sukma🥹
Nofi Kahza
baguuusss😏
Nofi Kahza
masih ingusan aja, sok2an mau jadi pembunuh😒
partini
wasiat Gea suruh nikahi Sukma bearti dia tau apa yg di lakukan vier ke Sukma ,,bikin jungkir balik dulu dunia vier Thor baru Sukma lovely doply ❤️ sama sukma
Ayuwidia: Iyes, Kak. Biar dia terpacu berjuang buat ngeluluhin hati Sukma ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!