NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Cinta Yang Tidak Memaksa: Di Balik Wajah Yang Kupilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Ada nama yang tak pernah disebut.
Ada kebenaran yang selalu disembunyikan di balik senyuman.
Dan ada cinta yang tumbuh… tanpa benar-benar tahu siapa yang dicintai.

Dhea hanya ingin mencintai dengan sederhana.
Namun semakin dekat, ia justru menyadari—
tidak semua yang terlihat, adalah yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Tingkah

“Nah, kalau begini Mas Aren benar-benar ganteng loh,” ucap Dhea sambil tersenyum senang.

Seketika Aren langsung salah tingkah. Ia bahkan sampai mengalihkan pandangannya karena tidak terbiasa dipuji terang-terangan seperti itu.

Saat ini Aren sudah kembali menggunakan wujud aslinya.

Kaos hitam sederhana dan jaket tipis yang ia pakai justru membuat dirinya terlihat semakin tampan. Sedangkan Dhea menatapnya tanpa berkedip sedikit pun.

Benar-benar kagum.

“Kamu ini…” gumam Aren sambil terkekeh kecil. “Kenapa sih suka banget muji aku?”

“Karena memang ganteng,” jawab Dhea cepat tanpa ragu.

Deg.

Jantung Aren langsung berdetak tidak karuan lagi.

Sedangkan Dhea terlihat biasa saja seolah tidak sadar efek dari ucapannya sendiri.

“Kalau begini malah lebih enak dilihat,” lanjut Dhea polos. “Jadi Dhea nggak bingung lagi harus manggil Mbak atau Mas.”

Aren langsung tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya pasrah.

“Kamu benar-benar bikin aku bingung sendiri.”

“Loh, kenapa?”

“Karena kamu terlalu jujur.”

Dhea langsung tersenyum lebar.

“Kan kata ibu, orang baik harus jujur.”

Mendengar jawaban itu, Aren hanya bisa menahan tawanya lagi. Namun di balik senyumnya, hatinya terasa hangat melihat Dhea bisa menerima dirinya tanpa sedikit pun rasa takut.

“Baiklah, sekarang kamu mau jajan apa, hm?” tanya Aren sambil menatap Dhea.

Dhea langsung berpikir serius sambil memegang dagunya kecil.

“Hm…”

Melihat ekspresi fokus gadis itu, Aren sampai menahan senyum.

“Kenapa malah dipikir sampai begitu?”

“Karena kesempatan begini jarang,” jawab Dhea cepat. “Kan Mas Aren yang traktir.”

Aren langsung terkekeh kecil.

“Oh, jadi sekarang mau balas dendam?”

“Iya dong,” jawab Dhea polos. “Mas sudah bikin Dhea nangis satu bulan.”

Aren langsung mengangkat kedua tangannya pasrah.

“Iya, salah aku lagi.”

Dhea akhirnya tersenyum kecil sebelum matanya berbinar antusias.

“Mau bakso!”

“Bakso?”

“Iya!”

“Cuma itu?”

Dhea langsung mengangguk cepat.

“Sama es teh.”

Aren terdiam beberapa detik lalu tertawa pelan.

“Kamu gampang banget disenangkan ya.”

Dhea langsung menggeleng cepat.

“Bukan gampang disenangkan.”

“Terus?”

“Asal sama orang yang tepat aja.”

Deg.

Seketika langkah Aren langsung terhenti sebentar.

Sedangkan Dhea malah berjalan lebih dulu tanpa sadar kalau ucapan polosnya lagi-lagi membuat Aren salah tingkah sendiri.

“Kenapa Mas diam? Apa Dhea salah bicara?” tanya Dhea bingung saat melihat Aren tiba-tiba terdiam.

Aren menatap Dhea beberapa detik sebelum akhirnya membuka suara pelan.

“Kamu… nggak malu jalan sama aku?”

Dhea langsung mengernyit bingung.

“Malu kenapa?”

“Aku berbeda, Dhea.”

Jawaban itu langsung membuat Dhea memasang wajah kesalnya.

“Mas,” panggilnya serius.

“Iya?”

“Sekali lagi Mas ngomong begitu…”

Dhea langsung mengangkat tangannya lalu menunjuk lengan Aren.

“Benar-benar Dhea gigit ini ya.”

Seketika Aren langsung terkekeh kecil melihat ancaman polos gadis itu.

“Galak juga ternyata.”

“Biarin,” sahut Dhea cepat. “Pokoknya jangan ngomong begitu lagi.”

“Memangnya kenapa?”

Dhea langsung menatap Aren dengan wajah serius.

“Karena buat Dhea, Mas Aren itu baik.”

Suaranya terdengar begitu tulus.

“Mau bagaimana pun Mas, Dhea tetap nyaman jalan sama Mas.”

Deg.

Ucapan itu langsung membuat Aren kembali terdiam.

Sedangkan Dhea malah berjalan lebih dulu sambil masih mengomel kecil.

“Dasar suka bikin orang sedih…”

“Ngomelnya jangan keras-keras. Aku bisa dengar loh ini,” ucap Aren sambil menahan tawanya.

“Iya, habisnya Mas bikin kesel terus,” balas Dhea kesal. “Kenapa coba tanya begitu terus?”

Aren hanya tersenyum kecil melihat Dhea yang mulai cerewet lagi.

“Secantik apa sih Dhea ini sampai-sampai malu jalan sama Mas Aren?” lanjut Dhea sambil manyun. “Yang ada malah Mas Aren yang bakal malu jalan sama Dhea.”

“Kenapa begitu?”

“Karena Dhea nggak cantik.”

Deg.

Seketika langkah Aren langsung berhenti. Ia menatap Dhea dengan serius sampai membuat gadis itu bingung sendiri.

“Siapa yang bilang kamu nggak cantik?” tanya Aren pelan.

Dhea langsung mengalihkan pandangannya.

“Ya memang kenyataannya begitu.”

“Dhea.”

Aren memanggil namanya lembut hingga gadis itu kembali menoleh.

“Jangan bicara seperti itu lagi.”

Tatapan Aren terlihat begitu serius sekarang.

“Buat aku, kamu cantik.”

Deg.

Seketika wajah Dhea langsung memerah. Sedangkan Aren justru tersenyum kecil melihat reaksinya.

“Jadi mulai sekarang jangan merendahkan diri sendiri lagi, hm?”

“Mas juga,” ucap Dhea sambil menunjuk Aren pelan. “Jangan cuma ngomong ke Dhea saja.”

Aren mengangkat satu alisnya.

“Terus?”

“Mas juga mulai sekarang harus percaya diri.”

Deg.

Aren langsung terdiam mendengar ucapan itu.

“Gak usah dengarin omongan orang lain,” lanjut Dhea dengan wajah seriusnya. “Kalau nanti ada yang ngomongin Mas, biar Dhea yang gigit.”

Seketika Aren langsung tertawa kecil sampai bahunya sedikit bergetar.

“Kamu ini kenapa sukanya gigit orang?”

“Biar kapok,” jawab Dhea cepat.

Melihat ekspresi serius gadis itu, senyum Aren perlahan berubah menjadi lebih lembut. Karena baru kali ini, ada seseorang yang berdiri di pihaknya tanpa meminta apa pun.

“Dhea,” panggil Aren pelan.

“Iya?”

“Terima kasih.”

Dhea langsung mengernyit bingung.

“Loh, kok malah terima kasih?”

“Karena kamu bikin aku merasa… nggak sendirian lagi.”

Seketika Dhea langsung tersenyum kecil.

“Kan memang dari awal Mas nggak sendirian”

“Iya sudah, ayo pergi,” ucap Aren kepada Dhea sambil tersenyum kecil.

“Iya ayo. Bentar, Dhea kunci tokonya dulu.”

Dhea langsung berjalan menuju pintu toko lalu mulai mengunci rolling door tokonya dengan cepat. Sedangkan Aren berdiri tidak jauh dari sana sambil memperhatikan gadis itu diam-diam.

Entah kenapa, suasana sederhana seperti ini justru terasa sangat nyaman baginya.

Tidak ada rasa takut.

Tidak ada rasa cemas harus berpura-pura menjadi orang lain. Karena sekarang, ada Dhea yang menerima dirinya apa adanya.

“Sudah!” ucap Dhea semangat setelah selesai mengunci toko.

Aren tersenyum kecil.

“Ayo.”

Namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah, Dhea tiba-tiba mendekat ke samping Aren. Hal itu membuat pria itu sedikit bingung.

“Kenapa?” tanya Aren.

Dhea langsung berbicara pelan.

“Biar kalau ada yang ngomongin Mas…”

Lalu gadis itu mengangkat tangannya kecil seolah siap bertarung.

“Dhea langsung gigit orangnya.”

Seketika Aren langsung tertawa kecil mendengar ancaman polos tersebut.

“Iya, iya,” ucap Aren sambil tertawa kecil. “Mau berpegangan tangan?”

“Ayo,” jawab Dhea cepat tanpa malu-malu.

Seketika Aren sedikit terkejut karena tidak menyangka Dhea akan menjawab secepat itu. Sedangkan Dhea justru langsung mengulurkan tangannya polos ke arah Aren.

“Katanya mau pegangan tangan.”

Aren langsung terkekeh pelan sebelum akhirnya menggenggam tangan Dhea dengan lembut.

Dan entah kenapa, saat tangan mereka saling bertaut seperti itu, jantung Aren terasa berdetak sedikit lebih cepat. Sedangkan Dhea terlihat santai sambil berjalan di sampingnya.

“Dhea.”

“Hm?”

“Kamu benar-benar nggak malu jalan begini sama aku?”

Dhea langsung menoleh dengan wajah kesalnya lagi.

“Mas mulai lagi.”

Aren langsung tertawa kecil.

“Iya, iya. Maaf.”

Namun diam-diam, genggaman tangannya pada Dhea justru semakin erat sedikit, seolah tidak ingin melepaskannya lagi.

1
Dinda Putri
lanjut semangat thooorrr love sekebon deh
Dinda Putri
lanjut thoor 💪💪💪
Dinda Putri
nexs
Dinda Putri
up lagi thoorr jangan lama
Dinda Putri
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!