NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

CATATAN PENULIS: Cerita Bab ini ditujukan untuk pembaca dewasa (Mature/18+). Mengandung elemen romansa intens dan adegan dewasa. Harap bijak sebelum membaca.

...----------------...

Setelah semua rencana tersusun dengan sangat rapi, Mira bangkit dari kursinya dan merapikan pakaiannya. Ia tersenyum menatap kedua sahabatnya. "Aku pamit pulang ke rumah dulu ya. Besok pagi-pagi sekali aku harus membantu Ayah menurunkan muatan hasil tangkapan kapal di dermaga depan."

Begitu pintu ruang baca tertutup rapat dan langkah kaki Mira perlahan menjauh, keheningan yang intim seketika menyelimuti ruangan. Hanya ada suara detak jam dinding dan gemerisik angin laut dari luar jendela.

Krystal menatap Eros yang masih duduk bersandar di sofa kayu besar. Aura angkuh yang tadi ia tunjukkan saat rapat menguap begitu saja. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Krystal melangkah mendekat. Dengan gerakan yang berani namun anggun, ia menaiki sofa dan duduk menghadap tepat di atas pangkuan Eros, mengunci pergerakan pria itu.

Eros sentak menegang. Jantung sang Dewa Nafsu berdegup begitu kencang hingga terasa bergemuruh di dada bidangnya. Ia berusaha keras menahan diri, menggenggam erat pinggiran sofa agar tangannya tidak lancang menyentuh pinggang ramping sang putri.

"Rys, apa yang kau lakukan? Turunlah," ucap Eros dengan suara yang mendadak serak. Wajahnya yang biasanya datar kini merona merah sempurna, menjalar hingga ke ujung telinganya. Meskipun ia memprotes, tubuhnya sama sekali tidak menolak; ia hanya pasrah membiarkan Krystal menguasai ruang di antara mereka.

Krystal tidak mendengarkan. Ia menopang kedua tangannya di bahu kokoh Eros, mendongak menatap sepasang mata gelap yang selalu melindunginya itu. Rasa kagum, debar yang gila sejak malam melihat wujud dewa Eros, dan rasa syukur karena pria ini selalu ada untuknya, melebur menjadi satu keberanian murni.

Krystal tiba-kira memajukan wajahnya dan mencium Eros.

Sentuhan lembut itu awalnya terasa mengejutkan, membuat Eros membeku di tempatnya. Namun, pertahanan sang dewa runtuh seketika saat Krystal memperdalam pagutan bibir mereka, menyalurkan segala rasa sepi dan rindu akan kehangatan yang selama belasan tahun ini ia pendam sendiri. Rasa dingin dari sisa masa lalunya seolah terbakar habis oleh kehangatan yang mereka ciptakan bersama.

Eros mengembuskan napas berat yang pasrah. Tangannya yang semula mencengkeram sofa perlahan naik, melingkar protektif di pinggang Krystal, menarik tubuh mungil itu agar semakin rapat tanpa ada celah. Ia membalas ciuman Krystal dengan perlahan namun sarat akan perasaan mendalam—sebuah ciuman yang tidak lagi didasari oleh urusan medis atau racun, melainkan murni karena pengabdian dan cinta yang terikat di antara dua jiwa.

Krystal menarik diri beberapa milimeter, menatap lurus ke dalam manik mata Eros yang menggelap. Dengan napas yang sedikit memburu, ia sengaja menggigit kecil bibir bawah Eros hingga pria itu tersentak pelan.

"Apa kau tidak mengerti kalau selama ini aku menunggumu menyatakan perasaanmu?" bisik Krystal, suaranya bergetar di antara rasa kesal dan luapan emosi yang tertahan. "Aku sangat kesal karena kau selalu bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa. Jadi, biar aku yang mengutarakannya lebih dulu."

Kata-kata jujur yang keluar dari bibir Krystal meruntuhkan sisa-sisa kendali diri Eros. Tanpa menunggu sang putri menyelesaikan kekesalannya, Eros kembali menarik tengkuk Krystal, menyatukan ranum mereka dalam tautan yang jauh lebih dalam dan menuntut.

Malam itu, di bawah temaram lampu minyak ruang baca, keduanya hanyut dalam cumbuan yang intens dan penuh gairah. Eros menjelajahi setiap jengkal bibir Krystal dengan sapuan lembut yang perlahan berubah menjadi pagutan erat yang memabukkan. Krystal meremas kerah kemeja Eros, menenggelamkan dirinya sepenuhnya dalam kehangatan aroma maskulin yang selama ini menjadi satu-satunya tempatnya bersandar.

Meski atmosfer di antara mereka kian memanas dan dipenuhi debar yang gila, mereka tidak melangkah lebih jauh. Eros menahan tangannya agar tetap berada di pinggang dan punggung Krystal, tidak membiarkan jemarinya bergerak liar ke balik gaun malam sang putri. Jauh di dalam lubuk hatinya, sang Dewa Nafsu masih membeku; ia belum sanggup memberikan jawaban verbal atas pengakuan Krystal. Identitas aslinya sebagai dewa agung dan kutukan masa lalu yang membayangi jiwa naga Krystal membuatnya harus berpikir seribu kali. Ia masih berusaha keras dengan seluruh kewarasannya untuk tidak melewati batas suci yang bisa membahayakan masa depan gadis di pangkuannya ini.

Ketika tautan itu akhirnya terlepas, Eros membenamkan wajahnya di ceruk leher Krystal, mengatur napasnya yang memburu hebat sambil mendekap tubuh mungil itu dengan begitu erat, seolah-olah dunia akan kiamat jika ia melepaskannya.

"Apa kau tidak menyukaiku?" tanya Krystal yang mulai mengatur nafas.

"Aku—sangat menyukaimu. Tidak. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Bahkan aku rela membuatmu menjadi dewi agar kau selalu berada disisiku." Eros memeluk Krystal dengan erat.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!