NovelToon NovelToon
Benih Cinta Sang Dokter

Benih Cinta Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.

Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Setelah menunggu akhirnya hari ini pun tiba, Rangga dan Raisa akan menjalani prosesi akad nikah.

Hal itu disambut baik oleh para sahabat, terlebih mereka tau bagaimana kisah Raisa dulu.

" Nis, lo kapan nyusul ? Masa lo udah dua kali jadi bridesmaid si Raisa " ucap Putri

" Nanti sebentar lagi, kalian tenang aja " jawab Nisa dengan wajah gembira

" Gue seneng akhirnya Raisa dan Rangga itu nikah, biar si Adit Adit itu tuh tambah gagal move on " ucap Ayu

Raisa yang telah selesai dengan make up-nya pun menghampiri para sahabatnya, para sahabatnya pun langsung memeluk Raisa.

" Gue degdegan banget " kata Raisa

" Santai aja Sa, pasti semuanya lancar " ucap Nisa

" Mas Rangga udah dateng belum sih ? "

" Udah ko, sebentar lagi akadnya di mulai Sa. Lo tenang ya " ucap Putri dan Raisa mengangguk

Walaupun ini bukan kali pertama bagi Raisa, namun Raisa masih merasakan gugup yang amat luar biasa.

.

Dimeja akad Rangga sudah siap, beberapa saat lagi ia dan Raisa akan resmi menjadi suami istri.

Beberapa hari ini pikiran Rangga hanya tertuju pada Raisa, Rangga tak pernah menyangka jika ia dan Raisa akan segera menikah.

" Bagaimana sudah siap ? " tanya sang penghulu

" Siap " ucap para saksi

Ijab qobul pun dimulai, Rangga ia berjabat tangan dengan ayah Raisa.

Disaat akad akan dimulai Adit pun datang untuk menyaksikan, rasanya ia masih tak rela jika Raisa dan Rangga akan menikah.

" Bagaimana para saksi Sah ? "

" Saahh "

Lamunan Adit terpecah begitu terdengar kata Sah..!

Raisa dan Rangga kini resmi sebagai sepasang suami istri, Adit pun semakin menyesal telah melepaskan Raisa.

Adit menundukkan kepalanya, rasanya ingin sekali ia kembali ke masa dimana ia dan Raisa bersama.

" Adit.. "

Adit mengangkat kepalanya, melihat mantan ibu mertuanya yang menghampirinya.

" Bu.. " Adit memberikan salam

" Bagaimana kabarnya ? Baik ? "

" Alhamdulillah Baik, ibu sama bapa sehat? "

" Alhamdulillah sehat, istrimu bagaimana? "

" Sehat Bu "

" Syukurlah, makasih sudah datang ya "

" Iyah Bu "

Adit sendiri tak menyangka jika Ibu Raisa masih berbaik hati kepadanya, mengingat apa yang sudah ia lakukan kepada Raisa dulu membuat Adit semakin malu.

Rangga tak henti-hentinya tersenyum bahagia, mengingat bagaimana susahnya ia mendapatkan Raisa

" Kenapa sih Mas ? Daritadi senyum terus "

" Ya gimana aku ga bahagia coba punya kamu "

" Makasih ya Mas, sudah memilih aku dan menerima aku sebagai istri kamu "

" Ga perlu makasih, aku itu sayang sama kamu "

Rangga mencium pipi Raisa dengan lembut.

...

Acara berlangsung hingga sore hari, para tamu datang untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.

Hingga akhirnya tepat pukul 7 malam, Raisa dan Rangga pun akhirnya bisa beristirahat didalam kamar.

" Dulu kamu seperti ini juga ? " tanya Rangga

" Engga Mas "

" Ohh iya "

Raisa mulai melepaskan satu persatu aksesorisnya, tubuhnya pun sudah sangat lelah sekali.

Rangga menghampiri Raisa, ia memeluk istrinya itu dari belakang.

" Mas.. "

" Apa sayang ? "

" Kamu marah ga, kalau kita tunda malam ini ? "

" Kenapa aku harus marah sayang ? "

" Ya aku takut Mas itu udah membayangkan gitu, aku cape banget Mas "

" Sama Mas juga cape banget "

Raisa berbalik badan, ia memberikan kecupan singkat dibibir Rangga.

" Sini Mas bantu bersihin make up-nya "

" Makasih Mas Rangga "

Rangga pun membantu Raisa untuk membersihkan make up-nya, ia sangat tau jika Raisa sudah merasa lelah dengan acara hari ini.

Setelah selesai membersihkan make diwajahnya, Raisa pun lebih dulu mandi.

Rangga ia merapikan bekas kapas yang berada diatas meja, kemudian ia pun menuangkan segelas air untuk istrinya.

Tak lama Raisa pun keluar dengan balutan handuk untuk menutupi tubuhnya, Rangga yang melihatnya pun hanya bisa menalan ludahnya.

" Mas Rangga ga mandi ? "

" Ma..mandi sayang ini mau mandi ko "

" Yaudah sana gih, biar cepet istirahat "

Rangga mengangguk, segera ia pun bergantian dengan Raisa.

Didalam toilet Rangga pun diam sejenak, kini pikirannya tengah dipenuhi oleh bayangan Raisa.

" Ashh siall gimana ini " gerutunya

" Ga boleh egois Ga, lo harus ngertiin kondisi istri lo " ucapnya lagi

Rangga pun segera membasuh tubuhnya dengan air, ia harus sebisa mungkin menjernihkan pikirannya.

Setelah selesai mandi Rangga pun kembali menghampiri Raisa, namun Rangga pun kembali dibuat gelisan akan penampilan Raisa.

" Mas Rangga ko malah bengong "

" Engga ko sayang "

Dengan balutan baju tidur hitam tipis membuat Rangga semakin gelisah, bagaimana tidak.

Baju tidur yang Raisa gunakan malam ini memperlihatkan lekukan tubuh Raisa yang amat nampak seksi bagi Rangga.

Rangga buru-buru memakai baju miliknya, kemudian ia pun menghampiri Raisa yang tengah memainkan ponselnya.

" Mas liat deh fotonya bagus bagus "

" Coba mas liat "

Rangga meraih ponsel milik Raisa, ia pun ikut melihat foto-foto mereka.

" Mas.. "

" Ya sayang, kenapa ? "

" Kira-kira kita bisa ga punya anak kembar "

" Anak kembar ? "

" Iyah Mas, ya aku tau sih kalau di keluarga aku ga ada yang kembar. Tapi kira kira bisa ga ? "

" Hemm, bisa aja sayang. Kamu mau punya anak kembar? "

" Mau sih, tapi ya aku sih terserah dikasihnya aja deh. Yang penting anakku sehat nantinya"

Rangga meletakkan ponsel milik Raisa diatas nakas, ia pun beralih mengusap tangan Raisa.

" Kita bahas nanti ya, sekarang kamu istirahat dulu katanya kamu cape "

" Iya sih, tapi belum ngantuk Mas Rangga "

" Yaudah kamu mau apa ? "

" Aku mau.. "

Raisa mengusap lembut bibir Rangga dengan ibu jarinya.

" Mas mau kan ? "

" Ya kalau kamu siap, mas mau "

Raisa pun bangun dan berpindah duduk diatas pangkuan Rangga.

Raisa pun lebih dulu mencium bibir Rangga, tentunya ciuman itu disambut hangat oleh Rangga.

Rangga melumat bibir Raisa yang nampak menggoda itu, bahkan ciuman itu pun semakin menuntut mereka untuk hal lebih.

Rangga menurunkan tali tipis baju Raisa, ciuman Rangga pun mulai beralih turun menciumi setiap inci tubuh Raisa.

" Mmmhh " Raisa memejamkan matanya sambil mendesah halus

Raisa sengaja tidak menggunakan pakaian dalam apapun, walaupun awalnya ia merasa lelah namun melihat tubuh Rangga membuat Raisa tak bisa menahan dirinya.

" Mass ahh " Raisa menjambak rambut Rangga

Seperti bayi yang kehausan, Rangga pun dengan lahap memainkan dua bola milik Raisa.

Rangga pun merebahkan tubuh Raisa hingga terlentang diatas ranjangnya, sambil tersenyum ia kembali mengusap lembut kepala Raisa.

" Ayo Mas " ucap Raisa sambil mengusap pipi Rangga yang berada diatas tubuhnya

" Mas yang akan puasin kamu malam ini, kamu nikmatin aja ya sayang "

" Iyah Mas "

Rangga melepaskan semua kain yang menempel pada dirinya, tubuhnya yang nampak kekar itu terpampang jelas dihadapan Raisa.

Malam ini menjadi malam yang panjang bagi Raisa maupun Rangga, bahkan tak ada yang menyangka jika Raisa dan Rangga bisa sampai ditahap ini.

1
Rian Moontero
lanjoootttt👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!