NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Betina Melindungi Anaknya

Zhang Tiangxia berbalik menghadap Zhang Lei.

Zhang Lei mundur selangkah. Lalu dua langkah.

"Ka..kamu gila.." Ucap Zhang Lei dengan mulut terbata-bata.

"Tingkat Tiga." Zhang Tiangxia berkata datar, matanya mengamati fluktuasi Qi dari tubuh Zhang Lei. "Anak dari seorang paman kedua, dengan kultivasi tingkat ketiga alam pemurnian tubuh tapi justru menindas gadis yang bahkan belum mulai berlatih, benar-benar menjijikan."

Dia melangkah maju, matanya menatap tajam ke arah Zhang Lei, "Sampah seperti mu benar-benar parasit di keluarga ini."

Menghadapi hinaan Zhang Tiangxia, kemarahan memuncak di hati Zhang Lei.

Tanpa memperdulikan wajahnya yang bengkak, dia menyerang Zhang Tiangxia dengan pukulan tinju ke arah tenggorokannya.

"Tinju Gelombang Amarah!" Zhang Lei meraung tajam..

Tinju Gelombang Amarah adalah teknik tinju tingkat kuning di keluarga Zhang.

Teknik beladiri terbagi menjadi tingkat manusia, tingkat kuning, tingkat bumi dan tingkat langit.

Tingkat kuning hanya di latih oleh anak-anak utama keluarga Zhang, sementara teknik tingkat bumi di latih oleh senior keluarga Zhang. Adapun tingkat langit, keluarga Zhang di Desa Cansu tidak memilikinya. Hanya keluarga Zhang di kota Linbao yang memiliki teknik tingkat langit, itu juga terbatas untuk para petinggi penting.

Untuk teknik tingkat manusia, umumnya itu di berikan pada orang-orang di keluarga Zhang yang tidak memiliki darah murni namun tetap menggunakan nama Zhang sebagai identitas mereka, contohnya seperti Zhang Ni dan kelompoknya barusan.

Zhang Tiangxia tidak begitu perduli dengan serangan Zhang Lei. Dengan tingkat kultivasinya saat ini, meskipun ada sepuluh orang lagi seperti Zhang Lei, dia bisa menghajar mereka hingga ibu mereka tak mengenali anaknya.

Pertarungan singkat ini jelas tidak seimbang. Zhang Lei menyerang tiga kali dan ketiganya hanya mengenai angin.

Serangan Tinju gelombang Amarah milik Zhang Lei dengan mudah di hindari olehnya.

Kemudian Zhang Tiangxia membalas satu kali dengan tendangan sapuan kedepan. Tendangan ini secepat kilat lalu menghantam kedua kaki Zhang Lei.

Suara yang terdengar dari tubuh Zhang Lei membuat semua yang menyaksikan refleks memalingkan wajah.

Krak! Krak!

Kedua lutut Zhang Lei patah. Jari-jari tangannya remuk. Satu tulang rusuknya retak.

Dia tersungkur ke tanah sambil menjerit lalu dia pingsan.

Dia belum mati. Tapi pasti jadi cacat.

Zhang Tiangxia berdiri di atasnya tanpa ekspresi. Kemudian dia mendatangi adiknya yang masih di buat berlutut.

Anak buah Zhang Lei melihat Zhang Tiangxia berjalan ke arahnya, lututnya langsung lemas. Kemudian dia langsung ambruk dan berlutut di tanah.

"Ma.. Maaf, aku salah.. Aku tidak akan mengulangi ini lagi."

Sembari berkata, dia terus berlutut dengan tubuh yang gemetar.

Zhang Tiangxia mengangkat kaki, lalu menendang rusuknya seperti menendang sampah.

"Berani-beraninya anjing seperti kalian menindas adikku, jangankan kalian, bahkan jika ayahmu berani melakukan ini pada adikku, aku akan mematahkan kakinya." Zhang Tiangxia berkata dingin ke arah anak buah Zhang Lei.

"Sombong sekali.."

Suara kemarahan terdengar dari kejauhan. Bersamaan dengan itu banyak suara langkah kaki mendekat dari arah pintu lapangan.

Lima orang penjaga keluarga Zhang berlari masuk dengan pedang di pinggang.

Mereka melihat pemandangan di hadapannya dengan raut wajah marah. Di depan mereka delapan orang terkapar, terutama Zhang Lei masih menjerit di tanah karena kedua kakinya patah.

Lalu pandangan mereka semua jatuh pada Zhang Tiangxia yang berdiri di tengah semua itu.

Melihat penjaga datang, orang yang barusan di tendang Zhang Tiangxia langsung bangkit berlari ke arah penjaga dengan cepat.

"Kapten, iblis ini terlalu kejam, dia memukuli orang tanpa ampun, dia harus di hukum." Sembari berkata, ada air mata di wajahnya.

"Tangkap dia!" Kepala penjaga berteriak. "Dia menyerang sesama anggota keluarga, menurut aturan keluarga, seluruh anggota tubuhnya akan di patahkan lalu akan di kirim ke penjara bawah tanah!"

Zhang Tiangxia mengabaikan para penjaga itu, dia berjalan ke arah adiknya lalu melepaskan tali yang mengikat tangannya, "Maaf kakak datang terlambat."

Melihat kakanya begitu perduli padanya, Zhang Yuer yang sudah dibebaskan dari talinya langsung berlari kedepan para penjaga dan berteriak, "Kalian yang salah! Mereka yang memulai! Mereka mengikat aku, memukul aku...."

"Tutup mulutmu!" Penjaga itu membentak. "Jika ingin pembelaan, silahkan ikut di aula penghakiman."

"Kalian.." Zhang Yuer masih ingin membantah tapi Zhang Tiangxia menghentikannya.

"Sudah, untuk apa berdebat dengan mereka yang buta. Menjadi penjaga tapi tidak bisa membedakan salah dan benar maka untuk apa jadi penjaga keluarga, lebih baik jadi anjing keluarga saja." Zhang Tiangxia berkata datar.

"Apa katamu, kamu cari mati." Kapten penjaga yang merasa harga dirinya di injak langsung meraung, kemudian pedangnya ditebaskan ke arah kepala Zhang Tiangxia.

Berita keributan di lapangan menyebar cepat seperti api di jerami kering, Zhang Zhenfeng dan Su Wanyue juga mendengar berita ini lalu berlari cepat ke lapangan keluarga Zhang.

Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah tergesa-gesa dari arah luar. Zhang Zhenfeng muncul di pintu lapangan, wajahnya pucat, napasnya tersengal. Di belakangnya, Su Wanyue yang baru saja keluar dari latihan tertutup berlari menyusul dengan ekspresi yang tidak kalah cemasnya.

Saat mereka tiba, mereka melihat kapten penjaga mengayunkan pedang ke kepala anak mereka, ini membuat jiwa mereka seolah akan keluar dari tubuh.

"Hentikan." Buru-buru mereka berteriak serempak.

Pedang itu hampir mendarat.

Zhang Tiangxia tidak bergerak. Matanya menatap dingin ke arah kapten penjaga di depannya yang mengayunkan pedang ke kepalanya, kesadaran Zhang Tiangxia sudah berada di dalam cincin penyimpanan miliknya, dia bersiap mengeluarkan pedang Kematian yang dia dapatkan di lembah beberapa waktu lalu.

Namun sebelum pedang itu menyentuh kepala Zhang Tiangxia..

Plak!

Sebuah tangan menangkap pergelangan tangan Zhang Qiu dari samping. Zhang Qiu adalah nama kepala penjaga tersebut.

Kekuatannya begitu besar hingga membuat pedang itu terlepas dan jatuh ke tanah dengan suara berdetak keras.

Zhang Qiu meraung kesakitan. Tulang pergelangan tangannya terasa seperti hampir remuk.

"Siapa yang berani menyentuh anakku."

Su Wanyue berdiri di samping Zhang Qiu dengan wajah yang dingin. Ini bukan ekspresi yang biasanya terlihat di wajah Su Wanyue.

Biasanya Su Wanyue sangat lembut dan ramah pada semua orang, namun kali ini aura mendominasi tubuhnya membuat para penjaga bergidik ngeri. Aura ini seperti harimau betina yang melindungi anaknya.

Perawakannya yang biasanya terlihat seperti wanita lembut itu sekarang menjadi sangat dingin. Tatapan matanya saja membuat semua orang yang melihatnya menggigil ketakutan.

Zhang Qiu menarik tangannya mundur, wajahnya merah menahan sakit dan malu. Dia menatap Su Wanyue dengan marah. "Siapa kamu, beraninya menentang otoritas penja...."

"Alam pembuka Meridian." Zhang Qiu tiba-tiba terdiam tanpa menyelesaikan kata-katanya.

 Dia bisa merasakan fluktuasi Qi yang keluar dari tubuh Su Wanyue. Itu bukan fluktuasi tahap pemurnian tubuh.

Ini berbeda.

"Kamu sudah menerobos?" Zhang Qiu menatap Su Wanyue dengan ekspresi tidak percaya.

Su Wanyue tidak menjawab. Tangannya bergerak.

Tiga penjaga yang bergerak maju langsung dihantam mundur. Satu terlempar ke dinding lapangan. Dua lainnya tersungkur di tanah dengan tulang lengan yang patah sebelum sempat bereaksi.

Zhang Qiu menyerang balik. Kultivasinya di puncak tingkat kedelapan tahap pemurnian tubuh, selisih jauh di bawah alam pembuka Meridian. Serangannya dimentahkan Su Wanyue dengan sapuan telapak tangan, lalu satu pukulan balik menghantam dadanya.

Bum!

Zhang Qiu terpelanting tiga meter ke belakang. Dadanya sesak, mulutnya mengeluarkan darah tipis di sudut bibirnya. Untuk sesaat, dia tidak bisa bangkit.

Lapangan kembali sunyi.

Tidak ada yang bergerak.

Su Wanyue kembali menyerang kepala penjaga dengan telapak tangan, namun saat ini...

Syiuu!

Sebuah gelombang energi tinju yang lebih kuat menghantam dadanya dengan keras.

Brukk!

Su Wanyue terlempar hingga lima meter jauhnya sambil memuntahkan darah. Matanya menatap ke arah orang yang tiba-tiba menyerangnya.

Terdengar langkah berat terdengar dari kejauhan.

Salah satunya mendengus dingin ke arah Su Wanyue.

Dua orang masuk dengan ekspresi wajah dingin, terutama Zhang Fei berjubah biru, dialah yang menyerang Su Wanyue barusan.

 Zhang Wugao di sampingnya berjalan beriringan dengan nya. Di belakang mereka, terlihat seorang lelaki tua berjubah emas berjalan dengan tenang tanpa ekspresi di wajahnya.

Dia adalah Zhang Feng. Kepala keluarga Zhang di desa Cansu.

Melihat kepala keluarga datang, semua orang memberikan hormat.

"Salam kepada kepala keluarga!"

Zhang Zhenfeng, Zhang Tiangxia dan Zhang Yuer juga memberikan salam pada kepala keluarga. Su Wanyue juga memberikan salam.

"Salam pada ayah." Zhang Zhenfeng memberikan salam.

"Salam, kakek." Zhang Tiangxia dan Zhang Yuer sama-sama membungkuk hormat.

"Bangkit." Ucap Zhang Feng dengan acuh tak acuh.

Matanya menyapu lapangan.

Beberapa orang terkapar dengan kondisi tubuh patah tulang. Zhang Lei bahkan masih menjerit di sudut dengan kedua lutut patah. Tak jauh dari situ, Zhang Qiu sebagai kepala penjaga juga terbaring di tanah dengan mulut berdarah.

"Apa yang terjadi di sini." Suaranya berat, matanya dingin menatap semua orang yang hadir menunggu jawaban.

Zhang Fei langsung maju dengan wajah merah. "Ayah, lihat apa yang mereka lakukan pada Lei kecil." Zhang Fei memapah putranya yang pingsan dengan tatapan marah, "Zhang Zhenfeng tidak bisa mendidik anaknya, anak liar itu menghajar cucumu hingga menjadi cacat. Ini tidak bisa dibiarkan. Apapun yang terjadi, mereka harus di hukum sesuai aturan keluarga."

1
syarif ibrahim
jauhnya dari siang sampai sore baru sampai.... 🤔🤔🤔
aldo
up lah author
Ibad Moulay
Gasss terus, jangan kasih kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
aldo
lanjut author semangat terus🙏🙏🙏🙏
selenophile
min jiwa beladiri gk ke pake ya...
Ibad Moulay
Pemburu
Ibad Moulay
Kelompok
Ibad Moulay
Uraaa🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
ammank firman
heran kenapa harus jual air roh kalo hanya untuk membeli pil kan koin emas banyak di cincin
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Teknik Bayangan Kematian
Ibad Moulay
Rubah Roh Ungu
Ibad Moulay
Token
Ibad Moulay
Cairan Spiritual
Ibad Moulay
Walikota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!