NovelToon NovelToon
Selalu Ada Ruang

Selalu Ada Ruang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Persahabatan yang solid dari masa sekolah akhirnya harus berkumpul pada satu Batalyon di sebuah daerah perbatasan karena suatu hal. Situasi semakin kompleks karena mereka harus membawa calon istri masing-masing karena permasalahan yang mereka buat sebelumnya.

Parah semakin parah karena mereka membawa gadis mereka yang sebenarnya jauh dari harapan dan tak pernah ada dalam kriteria pasangan impian. Nona manja, bidadari terdepak dari surga + putri sok tau semakin mengisi warna hidup para Letnan muda.

KONFLIK TINGKAT TINGGI. Harap SKIP bila tidak mampu masuk ke dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Tak paham masa lalu.

PERCAYAKAN PADA AUTHORNYA..!!!!

🌹🌹🌹

'Hans adalah laki-laki sedangkan Hanna perempuan. Apa mereka kembar?? Tapi, benarkah ada kebetulan yang sama di dunia ini?? Dia adalah penyebab human traffic dan penyelundupan senjata di perbatasan. Mungkinkah??'

Ingatan yang telah lalu kembali menyergapnya, wajah seorang pria yang pernah berhadapan dengannya beberapa tahun yang lalu, saat dia baru selesai tugas di daerah terpencil. Pria itu sama tingginya dengan Hanna, rambutnya juga lurus dan senyumnya... Persis dan sepertinya sama. Pria itu bernama Hans.

"Saya bantu letakan tasnya di atas?" Tanya Hanna menawarkan bantuan saat melihat tas Bang Rico masih berada di sekitar kaki.

Semerbak aroma wangi sesaat membius indera penciuman Bang Rico, sejenak dirinya terlena namun kemudian tersadar.

"Biar saya sendiri." Jawab Bang Rico.

Perjalanan berjalan sebagaimana mestinya hingga tiba-tiba pesawat mengalami turbulensi. Siapa sangka pertahanan tubuh Hanna tidak seimbang dan dirinya jatuh dengan posisi dada tepat menimpa Bang Rico.

"Maafkan saya, Pak. Saya tidak sengaja." Kata Hanna.

Bang Rico menangkap tanda di tangan Hanna. Bentuknya seperti tanda lahir tapi jika di amati dengan seksama, tanda tersebut bukanlah tanda lahir. "Lain kali minta pilotmu kebut-kebutan lagi..!!"

:

Bang Rico tau Hanna menatapnya tapi dirinya berpura-pura tidak menyadarinya. Tatapan mata Hanna membuatnya terusik.

Hanna mengalihkan pandangan saat Bang Rico membuka matanya.

Tak lama terdengar seruan bahwa pesawat mereka akan segera mendarat.

//

"Hmm.. Dia berasal dari Jawa timur ya. Tapi logatnya tidak ada yang menunjukan kalau Hanna orang Jawa." Kata Bang Rama menginterogasi istrinya.

"Memangnya penting????"

"Hmmm.........."

tok.. tok.. tok..

Terdengar suara ketukan pintu. Bang Rama pun beranjak dari kursi ruang tamu lalu membuka pintu rumahnya.

Terlihat Bang Ardi datang membawa amplop besar coklat. "Aku mau kembalikan barang Dinda."

"Masuk dulu..!!" Ajak Bang Rama tetap mempersilakan sahabatnya untuk duduk di dalam rumah.

"Terima kasih, aku hanya mau mengantar ini saja. Lagipula Vania sendirian." Tolak Bang Ardi secara halus.

"Aku juga terima kasih karena kamu sudah mengembalikan berkas data diri Dinda."

Sesaat kemudian, Vania keluar dari dalam rumah. "Bang, ibu sudah sampai di bandara."

Bang Ardi pamit pergi, hela nafas Bang Rama terdengar berat. "Perasaanku nggak enak. Semoga saja Ibu Nurmala tidak buat ulah."

...

Memakai high heels tujuh centimeter, seorang ibu paruh baya turun dari mobil diikuti Bang Ardi yang kemudian mengambil koper dari bagasi.

"Kenapa rumahmu seperti ini??? Katanya kamu perwira??" Tanya Bu Nurmala.

"Memangnya kenapa??? Tentara tidak di ajarkan untuk hidup bermewah-mewahan." Jawab Bang Ardi.

"Tapi kamu ini pimpinan. Kalau begini caranya, ibu malu mau upload di sosmed soal rumahmu. Ini sih mirip kamar ba*u." Ibu melanjutkan langkahnya melihat ke arah dalam rumah. "Ya ampun, perabotan tua??? Ganti semua.. Gantiiiii..!!!!!" Tatapan mata ibu Nurmala kini beralih tajam menatap Vania.

"Kamuuu.. Kamu nggak kirim uangnya full ya???" Bentak ibu Nurmala.

Bang Ardi langsung berdiri di hadapan Ibunya. "Saya yang minta hanya kirim uang lima juta ke ibu."

"Apaaa????? Beraninya kamu begitu sama Ibu, Ibu banyak kebutuhan. Ibu butuh belanja, beli make up, baju baru, belum cicilan berliannya."

"Bisakah ibu tidak sehedon itu???? Bagaimana kalau gajiku nggak cukup?????" Tanya Bang Ardi.

"Kamu ini komandan, perintahkan anak buahmu kerja donk. Pakai akalmu, jangan diam saja, hidup ini tidak gratis, yang gratis di dunia ini hanya nafas." Omel Bu Nurmala.

"Kalau ibu kesini hanya untuk merusuh, lebih baik ibu saya pulangkan..!!!" Ancam Bang Ardi.

//

Dari rumahnya, Dinda bisa mendengarnya. Tubuhnya sampai gemetar tak karuan dan Bang Rama memeluknya erat.

"Kamu takut?? Sudah ada Abang disini." Kata Bang Rama.

"Kalau Abang kerja.........." Nafas Dinda pun tercekat di buatnya.

"Nanti Abang minta beberapa orang anggota menjagamu disini..!!"

"Bolehkah, Bang??" Tanya Dinda.

"Semua bisa di kondisikan, percaya sama Abang. Tugasmu hanya jaga anak Abang baik-baik, tidak boleh kerja lagi di luar sana..!!" Ucap tegas Bang Rama.

-_-_-_-_-

Saat menaiki taxy yang di pesannya, ia pun turun di tengah jalan usai mendapatkan panggilan telepon. Ia kemudian mengarahkan sopir taxy tersebut mengantar barangnya menuju suatu tempat, sudah ada yang mengambilnya nanti.

Bang Rico bergegas pulang, meminta salah seorang rekannya yang lain mengikuti petunjuk arah yang di berikannya untuk memantau kemana arah mobil yang membawa Hanna, nyatanya gadis itu tidak ikut dalam rombongan pramugari.

...

"Jangan sentuh dia..!!!! Saya akan menikahinya sekarang..!!!!!!" Ucap Bang Rico karena tidak ingin gadis itu menikah dengan pria tua renta.

"Nggak apa-apa, Bang. Abang pergi saja. Abang bisa kehilangan villa dan tanah itu." Kata Kin.

"Harta bisa di cari." Ucap Bang Rico meyakinkan, bibirnya diam, ia berusaha tenang, pikirannya teringat saat akan berangkat mendaftar sebagai anggota tentara, ia sudah mengubur sebuah berkas yang lain di tempat yang tidak pernah ada satu orang pun yang tau, bahwa villa tersebut tidak ada apa-apa nya dari surat yang sudah di 'tanamnya'.

:

"Kenapa Abang serahkan surat itu, sekarang Abang kehilangan semua."

"Abang tidak bisa membalas kebaikan ayah dan ibumu. Hanya ini yang bisa Abang lakukan, mana mungkin saya membiarkan 'adik' saya tertimpa masalah." Nada tinggi Bang Rico menghentikan kegaduhan di antara mereka.

Kin terdiam sejenak, hatinya pedih. Sejak dulu ia menyukai pria di hadapannya itu. "Bagaimana kalau aku tidak menganggap Abang sebagai kakak?"

"Nggak usah bicara macam-macam..!!" Jawab Bang Rico menolak sadar padahal dirinya sudah menikahi gadis itu.

...

Di sebuah rumah, usai Bang Rico meninggalkan adiknya, ia mengintai Hanna sesuai pelaporan yang ia dapatkan. Sungguh bagai di sambar petir saat Bang Rico tiba-tiba melihat gadis itu membalut dadanya dengan kain. Ia pun melangkah masuk usai menyulut rokoknya.

"Waaahh.. Sesuai dugaan saya, kau ini orang yang sama."

Hanna terperanjat, ia menyambar selimut lalu menutup tubuhnya.

"Bagaimana kau bisa masuk??? Jangan kurang ajar..!!!" Bentak Hanna.

"Kita pernah berhadapan dua tahun yang lalu. Sekarang kupastikan kau tidak akan bisa lolos. Kamu menghancurkan masa depan generasi muda..!!"

Hanna menyunggingkan senyum tipis penuh kepedihan. Ia melepaskan selimut yang sempat di genggamnya jatuh di bawah kakinya, membiarkan Bang Rico melihat dadanya yang kini sedikit rata tertutup balutan kain, ia pun hanya mengenakan hotpants sebagai penutup paha.

"Aku membenci kelompokmu yang sok suci. Kau bilang, aku menghancurkan masa depan generasi muda, lalu apa yang kau lakukan padaku??????" Teriak Hanna.

"Apa maksudmu?????"

"Itulah kaum mu, habis manis sepah di buang. Pergilah kau sekarang..!!!!!! Aku keguguran karenamu juga. Bisakah kau kembalikan anak ku???" Hanna histeris dan memukuli Bang Rico dengan brutal.

Bang Rico hanya bisa diam, pikirannya berusaha mencerna hal atau kejadian yang mungkin terlewat dalam ingatannya dua tahun silam. Dadanya mendadak terasa sesak, nyeri hingga ulu hati.

"Anak ku meninggal dalam kandungan saat usianya enam bulan, kamu dimana????? Beraninya kamu lari..!!!"

Bang Rico menekan kepalanya. Sungguh dirinya masih tidak paham apa yang terjadi.

'Apa Rama tau kejadian itu??'

.

.

.

.

1
Tanti
ikatan batin seorang ayah...🥹🥹

pada gelut ga niii kalau ketemu...
makin penasaran mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
hampir ketemu, gimana kelanjutannya semoga g ada pertengkaran
Tanti
haduuuhhh.....gek piye iki....aq ae sing moco ae melu ketar ketir...tp penasaran😄😄 lanjut mba Nara
Maysuri
kok aq yg dag dig dug y,gimana kalau nanti ketemu am bang rico ini si kinan membayangkannya aj aq dah serem.....🤭🤭
dyah EkaPratiwi
ketemu nanti gmn ya
dyah EkaPratiwi
sehat2 debay, lancar lahirannya
Maysuri
engk terasa dah mau lahiran aj si nira...semangat mbak nara💪💪
Dwi Juteck0204
msh penasaran Mbk Nara
tetap💪💪🙏
Tanti
pagi pagi udah deg degan lho ini mba Nara🤭🤭
Tanti
syukurlah Kinan, kamu dikelilingi orang baik dan aman dr ancaman bahaya...
Aduuh...piye to bang Ric....🥹
lanjut mba Nara
Ella
Semoga kalian cepat bertemu yah Dinda sm bang riko
Tanti
apakah ini tanda-tanda???
Tanti
disana akan lebih aman.tp....kasian bang rico
kalea rizuky
Rico ttep aja glblok hanna ini kayak lacur mungkin bukan anak mu rik
kalea rizuky
dinda kayak bocah pdhl bukan anak SMP heran
Bojone_Batman: Pengennya yang dewasa kah kak?
total 1 replies
kalea rizuky
dinda ini kebanyakan drama lebay g kayak fia ma dira yg bisa menyesuaikan
kalea rizuky
dinda ini kok menye2 ya.
Bojone_Batman: Please..!!
total 1 replies
Maysuri
untungnya ketemu orang baik,kalau ketemu ama orng jahat abiss tu wasalam.....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
🥹🥹bingung mau komen apa huaa😭😭
Tanti
Tambah seru aja ni cerita mba Nara👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!