Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Aku menginginkan anakmu
“Jadi, ada urusan apalagi Tuan Ernes ?? Apakah ini masalah pekerjaan ?? Bisnis ??”
Jude tidak mengerti, saat Ernes kembali mendatanginya di perusahaannya. Jude yang masih di landa cemburu buta kepada Rosalie, kini harus berhadapan dengan lelaki yang dulu sempat menjadi suami kontrak Rosalie.
Ernes memberikan tatapan tajamnya kepada Jude.
“Aku ingin anak itu.”
Jude mengangkat alisnya, tidak mengerti. Tapi dia sengaja berdiam, menunggu perkataan selanjutnya dari Ernes.
“Anak yang di lahirkan oleh Rosalie, berada di rumah anda, bukan ?? Aku menginginkan anak itu.”
Jude tersenyum tipis, tidak menunjukkan ekspresi berlebihan, padahal dirinya sangat ingin menertawakan perkataan bodoh dari Ernes yang menurutnya sangat lucu dan konyol.
Jude menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, memandangi Ernes yang duduk di seberang mejanya.
“Atas hak apa ?? Bukankah jelas anak itu, adalah darah dagingku ?? Dan bukankah aku sudah memberikanmu kompensasi uang yang cukup besar ?? Apakah itu kurang ??” Tanya Jude dengan nada bingung, tapi terlihat sopan, meskipun tersirat kesinisan di balik ucapan sopan itu.
“Bukan masalah uang.”
“Lalu ??”
“Tapi waktu.”
Jude terdiam sejenak, dia merasa sebenarnya perkataan Ernes benar-benar di luar nalar, Jude tidak yakin jika Ernes bisa menyayangi anak itu.
“Aku sudah mengharapkan anak itu, sejak dia bertumbuh di dalam perut Rosalie, dan aku tidak rela di di tangan orang lain, meskipun itu ayah kandungnya.” Ujar Ernes dengan penuh penekanan, berusaha untuk mengeluarkan keinginannya tanpa emosi yang meledak.
Jude tidak marah, tidak kesal, dia malah tersenyum tipis, memandangi Ernes.
“Kau salah, orang yang lebih mengharapkan kelahiran anak itu.. Adalah Rosalie, ibunya.” Ujar Jude dengan tenang, membuat Ernes terdiam, menahan emosi karena perkataan Jude, adalah penolakan halus keinginannya.
“Ernes, kau hanya mempermasalahkan waktu, tapi lihat Rosalie.. Dia dengan sukarela mengandung anak itu, dan melahirkannya dengan taruhan nyawa. Justru seharusnya, Rosalie yang marah jika anak itu di rebut paksa dari tangannya.”
“Tidak !! Rosalie hanya akan membawa kesialan pada anak itu !!”
“Jika begitu, kenapa kau tetap menginginkannya ?? Bukankah anak itu lahir dari perempuan yang kau sebut pembawa sial ??” Tanya Jude lagi, Ernes mengepalkan tangannya, emosi tapi tidak bisa membalas perkataan itu sama sekali. Karena jauh di lubuk hatinya, dia membenarkan perkataan dari Jude.
Hanya sisi egonya, enggan mengakui hal itu.
“Rosalie tidak memiliki uang atau apapun untuk merawatnya.”
“Aku punya segalanya, dan aku akan memberikan apapun untuk anakku.” Ujar Jude dengan santai, Ernes menghela nafas panjang.
“Itu bukan anak yang kau inginkan, dia tercipta karena kesalahan laboratorium.”
Jude hanya memainkan jarinya di atas meja kacanya, mendengarkan perkataan itu dengan baik-baik, tanpa memotongnya, meski di dalam hatinya ingin sekali tertawa.
“Anak yang tidak diinginkan, biasanya akan terkucilkan dari ayahnya, kenapa tidak kau berikan saja kepadak ?? Aku menginginkan anak itu.”
Jude menghentikan permainan jarinya, dia tidak menghapus senyuman di bibirnya, sebaliknya dia terkekeh pelan, sangat pelan.
“Jika aku memang tidak menginginkannya, lalu kenapa aku membawanya ke rumahku ??” Tanya Jude menaikkan alisnya, perkataan itu membuat Ernes terhantam sesuatu.
Jika Jude mau menerima dan merawat anak itu, maka kecil kemungkinan darinya.. Untuk bisa meraih anak Rosalie, karena Jude ingin mempertahankan anak itu.
“Toh, Aurelion tidak memiliki hubungan apapun denganmu, secara golongan darah atau DNA, kenapa kau nekat menemuiku hanya demi seorang anak yang bukan darah dagingmu ??” Tanya Jude sambil terkekeh pelan di bagian akhirnya.
Ernes tercekat, “A.. Aurelion ??”
Jude tersenyum kecil, “Bukankah itu nama yang sempat diinginkan oleh Rosalie pada anak yang dia kandung saat itu ??”
“Ba.. Bagaimana bisa.. ??”
Jude tidak menjawab apapun, dia sengaja membiarkan Ernes bermain dengan pikirannya sendiri, lagipula untuk apa Jude menjelaskan kepada Ernes ?? Tidak penting.
“Jika kau memang menginginkan anak meskipun bukan darah dagingmu, ambil saja anak dari panti asuhan.” Ujar Jude dengan santai, Ernes menggelengkan kepalanya langsung.
“Anak-anak.. Yang lahir di panti asuhan.. Mereka hanyalah s*mp*h yang tidak berguna..” Lirih Ernes, Jude tidak marah dengan perkataan itu.
Padahal Jude juga lahir dari panti asuhan, tapi entah kenapa.. Dia sering bertemu dengan orang kolot dan bebal seperti Ernes, jadi tidak tidak heran dengan pikiran dan perkataan Ernes mengenai anak yatim piatu.
“Lalu kenapa kau masih mengharapkan anak yang lahir dari Rosalie, seorang yatim piatu yang kau anggap s*mp*h ??”
Jujur, Jude merasa sakit saat mengatakan itu. Ada sesuatu yang tercekik di lehernya, dan dia merasa perkataan itu juga sangat menyakitinya, terlebih mengingat masa lalu.
Jude juga sempat menyakiti perempuan yang terlahir tanpa orang tua, bahkan Jude berusaha merebut harta perempuan itu dengan kasar dan kejam. Perkataannya barusan, seakan membuka kisah lama yang begitu pahit beberapa tahun lalu.
Ernes tidak menjawab, perkataan konyolnya benar-benar di balas oleh Jude dengan sangat elegan, dan tenang.
“Karena Rosalie bisa aku kendalikan.”
“Kalau begitu.. Carilah perempuan lain yang bisa kau kendalikan, karena anak itu.. Tidak akan aku berikan kepada siapapun.” Ujar Jude dengan tegas, dirinya sudah menegaskan tidak akan membiarkan siapapun mencoba meraih dan merebut putranya.
“Kau merebutnya dariku ??” Tanya Ernes dengan nada tidak percaya.
“Setelah aku menatap wajah bayi yang baru lahir malam itu dengan penuh harapan, dan kau merebutnya dariku ??” Ujar Ernes lagi, kali ini sedikit ada emosi yang bergejolak, tapi Jude tetap tenang.
“Perempuan yang melihat anak itu setelah lahir, adalah perempuan yang melahirkannya, yaitu Rosalie. Dan harapan seorang ibu, lebih besar dari pada harapan seorang lelaki yang bahkan tidak memiliki ikatan batin dan fisik dengan anak.” Ujar Jude menjelaskan lagi, kali ini, perkataan itu menjadi sesuatu yang telak bagi Ernes.
...
“Ah s**lan !! Aku bahkan tidak bisa meraih anak itu !! Aku harus melakukan sesuatu !!”
Di sepanjang lorong, Ernes hanya bisa berbicara dengan nada gusar kepada dirinya sendiri. Sedikit emosi dan kasar, seakan dirinya sedang meluapkan kemarahan, yang tidak bisa di tunjukkan di depan Jude tadi.
Tanpa sengaja dia berpapasan dengan seseorang, tapi Ernes tidak menggubris orang itu, karena dia masih sibuk melontarkan emosi yang penuh dalam pikirannya. Sementara sosok itu, Noah menatap sinis dan mengetahui sosok yang baru saja melewatinya.
Dia, pemb*n*h sepupunya Anna, yaitu Ernes. Mantan suami sepupunya. Tapi melihat Ernes masih sibuk berbicara sendiri, membuat Noah mendengus kesal, seakan melihat orang gila yang kumat.
“Ternyata benar, karma kalau mengambil harta orang lain akan menjadi orang gila. Untung sejahat-jahatnya aku dulu, aku tidak pernah mencuri harta milik orang lain.” Celetuk Noah saat melihat Ernes akhirnya masuk ke dalam lift, tapi mulutnya masih komat-kamit sibuk mencaci maki Jude.
🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Ya Tuhan, Ernes bener-bener enggak waras, udah tahu itu anaknya Jude masih aja diminta.
Katanya pengen anak dari darah dagingnya, katanya jijik sama Rosalie, kok masih beraninya ngambil anaknya, dasar edan kau Ernes 😒😒
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana