NovelToon NovelToon
Istri Bisu Pilihan Ibu

Istri Bisu Pilihan Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pembantu / Orang Disabilitas / Cinta setelah menikah / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: penyuka ungu

​Azizah, seorang wanita bisu dari desa yang merantau ke kota untuk bekerja sebagai pembantu baru. Namun kelembutan hatinya justru memikat sang nyonya majikan yang kemudian bersikeras menjodohkannya dengan putra sulungnya, Ezra.

​Ezra menolak keras karena sudah memiliki kekasih, begitu pula Azizah yang tidak ingin menikah tanpa cinta. Namun demi menyelamatkan sang nyonya yang terkena serangan jantung, pernikahan itu terpaksa digelar. Di tengah dinginnya sikap Ezra, mampukah ketulusan Azizah menyentuh hati suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penyuka ungu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

Tiga hari kemudian...

Tiga hari berlalu dengan sangat cepat. Hari ini, pernikahan Ezra dan Azizah akhirnya digelar. Villa keluarga Arkananta sudah disulap menjadi tempat yang indah. Awalnya, Amisha memang menginginkan pesta besar-besaran di gedung mewah, tapi Azizah menolaknya karena ingin suasana yang lebih sederhana dan intim. Akhirnya, Amisha setuju dan dibantu oleh Windy untuk menata halaman villa itu sesuai selera Azizah.

Sementara itu, selama tiga hari ini, Ezra merasa sangat tersiksa. Ia memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan kantor, tapi ia juga harus bolak-balik untuk mengurus dokumen pernikahan bersama Azizah. Yang membuat Ezra semakin muak adalah sikap Amisha yang selalu mengekori mereka ke mana-mana selama proses pengurusan itu. Ezra hanya bisa diam dan melakukan semuanya seperti robot.

Di meja akad, suasana berubah hening. Ezra duduk di kursinya dengan wajah dingin, tepat berhadapan dengan wali hakim serta dua orang saksi yang duduk khusyuk. Tidak ada binar bahagia di matanya, hanya ada tatapan datar yang menatap lurus ke depan.

Saat penghulu mengulurkan tangan untuk memulai prosesi, Ezra meraihnya dengan mantap. Ia menjabat tangan pria paruh baya itu dengan tangan yang sedikit berkeringat, namun raut wajahnya tetap tenang.

“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, Ezra Arkananta bin Bakhtiar Arkananta dengan Azizah Hanania binti Abdul Khalis, dengan mas kawin berupa logam mulia seberat 10 gram dan uang tunai sebesar Rp100.000.000 dibayar tunai.”

“Saya terima nikah dan kawinnya Azizah Hanania binti Abdul Khalis dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”

Ezra mengucapkannya dengan satu tarikan napas, lancar dan tegas, tanpa ada keraguan sedikit pun.

Para saksi serempak mengucap kata sah yang segera diikuti oleh helaan napas lega dari Amisha yang duduk di barisan depan. Wanita itu tampak memejamkan mata, memanjatkan syukur yang mendalam karena keinginannya akhirnya terwujud.

Di ruangan terpisah, Azizah hanya bisa menundukkan kepala. Ia meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan. Walaupun pernikahan itu dilakukan karena paksaan, tapi dengan ijab kabul yang diikrarkan Ezra, sekarang statusnya telah berubah. Kini, ia resmi menjadi seorang istri.

“Azizah...” Laksmi memanggil cucunya dengan lembut. Ia kemudian menarik Azizah ke dalam pelukan hangat.

“Dengar, Nak. Menjadi seorang istri itu bukan sekadar status. Kau harus belajar menjadi tempat Ezra pulang. Tetaplah menjadi istri yang sabar dan berbakti. Rumah tangga itu dibangun bukan dengan egomu, tapi dengan ketulusanmu. Jika kau memberikan kelembutan, perlahan hati pria sekeras apa pun pasti akan luluh.”

Azizah hanya bisa mengangguk. Air mata haru menggenang di pelupuk matanya begitu mendengar nasihat itu. Setelah dirasa cukup, Laksmi menggandeng tangan Azizah, dan menuntunnya keluar menuju tempat pernikahan yang sudah menanti.

Saat Azizah melangkah di tengah-tengah tamu undangan, suasana mendadak riuh dengan bisik-bisik kekaguman. Azizah tampak memesona dengan pakaian pengantin putih yang membalut tubuhnya.

Walaupun riasan wajahnya tipis, namun tetap menonjolkan kecantikan alaminya. Bahkan Iyem, Gita, Diah, Lina, hingga Dewi tidak bisa menutup mulut mereka karena takjub karena mereka terbiasa melihat Azizah yang selalu tampil polos tanpa make up sehari-hari.

Penampilan Azizah hari ini benar-benar serasi dengan Ezra yang gagah dengan pakaian pengantin putih khas Melayu lengkap dengan peci hitam di kepalanya. Mereka terlihat seperti pasangan yang sempurna di mata siapa pun yang memandang.

Namun kenyataan aslinya sangat kontras dengan pemandangan yang indah itu. Kecantikan Azizah yang memukau sama sekali tidak mampu meluluhkan hati Ezra. Pria itu hanya menatap Azizah dengan tatapan acuh, seolah ia sedang melihat orang asing yang lewat di depannya. Tidak ada senyuman dan tidak ada tatapan memuja. Di dalam benaknya, Ezra hanya berharap agar acara ini segera berakhir.

Saat Azizah tiba di meja akad, suasana menjadi lebih khidmat. Penghulu dengan tenang meminta Azizah untuk mencium tangan Ezra sebagai tanda bakti istri kepada suami. Azizah pun melakukannya dengan lembut, menunduk dalam, dan menyentuhkan bibirnya pada punggung tangan pria yang kini telah resmi menjadi suaminya.

Selanjutnya, penghulu mengarahkan Ezra untuk meletakkan tangan kanannya di atas ubun-ubun Azizah untuk memanjatkan doa bagi istrinya. Ezra sempat tertegun sesaat. Ia bingung harus melafalkan doa apa. Karena selama ini ia tidak terlalu mendalami urusan agama. Ia pun hanya bisa memejamkan mata rapat-rapat, berpura-pura sedang merapalkan doa di dalam hati, padahal pikirannya benar-benar kosong.

Setelah prosesi doa usai, mereka berdua diminta duduk untuk menandatangani buku nikah yang menjadi bukti sah ikatan mereka di mata negara. Acara berlanjut dengan sesi foto formal penyerahan mas kawin dan prosesi tukar cincin. Azizah memasangkan cincin ke jari Ezra dengan tangan yang sedikit gemetar, sementara Ezra melakukannya dengan gerakan cepat.

Sepanjang sesi foto, senyuman Azizah terlihat dipaksakan agar tidak merusak suasana di depan para tamu dan keluarga, sementara Ezra tetap mempertahankan wajah datarnya. Bagi para saksi, mereka tampak seperti pasangan yang sedang menjalani prosesi sakral, namun bagi keduanya, ini hanyalah serangkaian prosedur yang harus segera mereka selesaikan agar acara ini bisa segera berakhir.

......................

Setelah prosesi yang menguras tenaga, suasana di kamar pengantin justru terasa sangat kaku. Di atas sajadah, Azizah baru saja menyelesaikan salat Magrib. Ia bersimpuh dengan khusyuk sambil menangkupkan kedua tangannya. Ia kemudian memanjatkan doa dalam hati dengan tulus.

“Ya Allah, pemilik segala ketenangan. Hari ini, aku telah mengikat janji di hadapan-Mu dengan pria yang menjadi suamiku. Aku tahu hatinya bukan milikku, dan aku tahu beban yang dia tanggung begitu berat. Maka, berikanlah aku ketabahan yang seluas samudera. Kuatkan hatiku untuk menghadapi dinginnya sikapnya, dan berikan aku kesabaran agar aku bisa menjadi istri yang baik, walaupun dia tidak pernah menginginkanku. Jika memang ini jalan-Mu, mudahkanlah langkahku untuk tetap menjaga kehormatan dan keutuhan rumah tangga ini. Aamiin.”

Selesai berdoa, Azizah bangkit. Ia melipat mukena dan sajadahnya sambil sesekali melirik ke arah ranjang. Di mana Ezra sudah terlelap sejak sore, bahkan tidak memedulikan hamparan mawar di atas sprei.

Azizah akhirnya mendekat dan menggoyangkan bahu Ezra pelan karena pria itu belum melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Sekeras apapun usaha Azizah untuk membangunkan Ezra, yang muncul hanya desahan parau yang keluar dari bibirnya. Ia tahu usahanya sia-sia, jadi ia hanya bisa menatap punggung suaminya dengan sendu.

Tok... Tok... Tok...

“Azizah...” suara Amisha memanggil dari luar.

Azizah segera membukakan pintu dan menyambut ibu mertuanya dengan senyum sopan. Amisha melirik ke dalam kamar. Di mana ia mendapati putranya yang tertidur pulas. Amisha pun menghela napas panjang.

“Azizah, ayo turun. Kita makan malam di bawah,” ajak Amisha.

Azizah hanya bisa terdiam dan menunjuk ke arah Ezra dengan tatapan bertanya, mencoba mengisyaratkan apakah suaminya tidak perlu dibangunkan?

“Tidak usah membangunkannya,” potong Amisha tegas, “Biarkan saja dia kelaparan.”

Azizah hanya bisa mengangguk pelan dan menurut. Lagipula salah Ezra sendiri yang selesai acara langsung tidur tanpa mengisi perutnya dulu.

Di ruang makan, ternyata suasananya jauh lebih hangat. Darel, Windy, Keira, Clara, Laksmi, Arif, dan Dewi sudah berkumpul.

“Eh, pengantin baru sudah turun!” seru Windy menyambut Azizah, “Mana kak Ezra? Kok tidak kelihatan?”

Azizah hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala.

“Ezra tidur karena kecapekan. Mohon pengertiannya ya, Bu Laksmi dan Pak Arif,” jelas Amisha.

Laksmi dan Arif pun mengangguk mengerti dan mereka semua melanjutkan acara makan malam sederhana itu.

Namun suasana makan malam yang awalnya tenang berubah menjadi penuh godaan.

Amisha terkekeh pelan sambil menatap Azizah penuh arti, “Zah, semangat ya untuk malam ini.”

Azizah tersedak makanannya sendiri. Wajahnya juga ikut memerah. Ia hanya bisa menunduk dan memilih tetap diam.

Melihat Azizah yang kurang nyaman, Darel pun segera mengontrol situasi, “Maaa... jangan membahas hal seperti itu.”

“Mama hanya memberinya semangat, apa itu salah?” Amisha balik bertanya, ia kemudian menatap Laksmi dan Arif, “Yang penting adalah saya bisa segera dapat cucu, bukan begitu Pak, Bu?”

Laksmi dan Arif hanya tersenyum canggung, merasa pembahasan malam itu terlalu blak-blakan.

“Ma. Hentikan. Ada anak kecil disini,” peringat Darel lagi.

Windy mengangguk setuju sambil menutup telinga Keira dan Clara bergantian agar mereka tidak mendengar obrolan dewasa itu.

Sementara Azizah menahan diri agar tidak tertawa getir. Jika saja mereka tahu bahwa malam seperti itu tidak akan pernah terjadi.

1
Maulidia Okta
ah.... Melow Ya Thor...
Maulidia Okta
jadi ikut mewek /Sob/
Lilik Juhariah
bismillah moga Ezra menerima pernikahan yg yg menyebut nama Allah dan disaksikan para Malaikat, lelaki sejati adalah lelaki yg tak pernah ingkar janji
falea sezi
bkin pergi aja dah males bgt di injak2 terus
falea sezi
buat si bisu di sukain cogan lain😒 biar dia cmburu
falea sezi
laki sialannn😕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!